Young woman suffering a bladder pain.

Bisul pada alat kelamin umumnya muncul dalam bentuk benjolan yang tumbuh di area kemaluan atau di sekitarnya. Munculnya bisul pada alat kelamin terkadang bisa sembuh dengan sendirinya. Pada kasus tertentu, kondisi ini bisa membuat kamu tidak nyaman. Yuk, simak berbagai penyebab benjolan di kemaluan wanita seperti bisul berikut ini!

Kondisi benjolan seperti bisul di kemaluan wanita

Benjolan di sisi kiri bibir kemaluan pada wanita bisa terjadi kapan saja. Bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang pasti. Meski begitu, kondisi ini cukup umum terjadi pada wanita yang sedang dalam usia subur atau setelah melakukan aktivitas tertentu.

Terkadang, munculnya benjolan tersebut disertai dengan tanda dan gejala lain, seperti Miss V yang terasa nyeri atau gatal, keputihan, pendarahan, hingga rasa tidak nyaman dan nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan.

Namun, tidak jarang benjolan muncul tanpa gejala apapun, sehingga banyak wanita yang tidak menyadari kondisi ini. Bisul terjadi karena adanya infeksi kulit atau peradangan pada kelenjar minyak di kulit kamu.

Memang, awalnya kulit akan tampak merah karena peradangan, kemudian membengkak dan membentuk benjolan. Kondisi tersebut diiringi pembentukan nanah yang terjadi selama 4 hingga 7 hari pasca infeksi.

Jika benjolan yang muncul di bibir kemaluan, baik di sebelah kiri atau kanan tidak hilang setelah lebih dari seminggu, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab benjolan seperti bisul di kemaluan wanita

Berikut adalah berbagai penyebab adanya benjolan seperti bisul yang terletak di kemaluan, antara lain:

1. Infeksi bakteri

Kebanyakan bisul disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus. Bakteri ini umumnya masuk melalui luka kecil di kulit yang seringkali tidak dikenali.

2. Peradangan pada folikel rambut kemaluan

Bisul juga bisa disebabkan oleh masuknya benda asing, seperti debu dan sisa kulit mati, ke dalam kulit atau tersumbatnya kelenjar minyak sehingga menyebabkan infeksi. Selain itu, kondisi rambut tumbuh ke dalam pada rambut kemaluan juga bisa menyebabkan munculnya folikel rambut yang meradang dan munculnya bisul.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya bisul pada alat kelamin, antara lain:

  • Penyakit tertentu, seperti diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena gizi buruk atau efek samping obat penekan kekebalan tubuh.
  • Kebersihan tubuh yang buruk.
  • Cara mencukur bulu kemaluan yang salah.
  • Paparan bahan kimia atau bahan pakaian yang dapat mengiritasi kulit di sekitar alat kelamin.

3. Kista di vagina

Benjolan yang muncul di vagina bisa jadi merupakan gejala dari kista. Memiliki tekstur yang lunak dengan berbagai ukuran. Namun, kebanyakan kasus kista vagina berukuran kecil.

Ada banyak jenis kista Miss V, seperti kista inklusi, kista Bartholin, kista Mullerian, dan kista Gartner. Kista inklusi adalah jenis kista Miss V yang paling umum.Sebenarnya kista pada vagina cenderung tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika ukurannya bertambah, tentu akan memicu ketidaknyamanan saat berjalan, berhubungan seks, berolahraga, dan menggunakan pembalut jenis tampon. Selain itu, jika kamu merasa sakit, segeralah pergi ke dokter.

4. Kutil kelamin

Benjolan di kemaluan wanita seperti bisul bisa juga munculnya kutil kelamin, hal ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area sekitar bibir Miss V, leher rahim, sekitar anus, dan bagian dalam Miss V.

Kondisi ini terjadi karena dari kelompok Human papillomavirus atau HPV, mudah menyebar melalui hubungan seksual.

Biasanya kutil kelamin akan muncul sebagai kumpulan dengan warna coklat kemerahan atau pink. Beberapa kasus penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun pada beberapa kasus akan terasa perih dan gatal.

5. Herpes kelamin

Herpes genital juga merupakan penyakit menular seksual. Gangguan kesehatan ini terjadi akibat virus Herpes simplex atau HSV yang ditandai dengan rasa kesemutan, gatal, dan munculnya benjolan atau lepuh yang tampak berisi cairan bening di area genital.

Gejala umum lainnya adalah demam dan nyeri di area genital atau bokong. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat mengobati herpes genital secara efektif. Meski begitu, durasi gejala dan tingkat keparahan penyakit bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat antivirus.

Ciri-ciri benjolan di kemaluan wanita

Banyak yang mengartikan benjolan di kemaluan wanita sebagai iritasi akibat gesekan atau luka bakar akibat pisau cukur. Tak bisa dipungkiri memang terlihat sama, bahkan setelah diperiksa lebih dekat.

Namun, begitu bisul berkembang di luar tahap benjolan merah, akan menjadi jelas bahwa kamu sedang berurusan dengan sesuatu yang lain. Gejala-gejala bisul di daerah kemaluan antara lain sebagai berikut:

  • Kemerahan
  • Rasa sakit
  • Pembengkakan
  • Hangat saat kamu sentuh
  • Kepala putih atau kuning
  • Nanah
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Tidak ada jumlah waktu tentu untuk bisul di area kemaluan untuk berkembang. Bagi sebagian orang, mereka mungkin muncul sebagai bisul kecil di labia atau lipatan kulit selangkangan dan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun.

Orang lain mungkin mengalami borok vagina yang berubah dari benjolan kecil ke area yang lebih besar dan berisi nanah dalam hitungan hari.

Cara menghilangkan bisul di daerah kewanitaan

Benjolan di kemaluan wanita seperti bisul, umumnya ringan. Sehingga tidak memerlukan perawatan medis khusus. Namun, untuk mempercepat penyembuhan bisul pada alat kelamin, kamu bisa melakukan cara-cara berikut ini:

1. Hindari memencet bisul

Saat bisul muncul di alat kelamin, usahakan jangan sering-sering menyentuhnya, apalagi memecahkan bisul. Jika bisulnya cukup besar dan terasa sangat mengganggu, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

2. Beri kompres hangat pada bisul

Kamu dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan dengan mengompres bisul dengan air hangat. Cara ini guna mengurangi adanya rasa sakit, serta memicu nanah supaya keluar. Setelah itu, bisul biasanya akan pecah dengan sendirinya.

Jika bisul pada alat kelamin atau bagian tubuh lainnya tidak kunjung hilang atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganannya.

3. Jaga kebersihan tubuh kamu

Bisul dapat sembuh dengan cepat jika kulit di sekitar bisul tetap bersih. Oleh karena itu, kamu perlu rutin menjaga kebersihan tubuh, terutama area kemaluan, dengan mandi minimal 2 kali sehari. Saat mandi, gunakan sabun kimia yang ringan agar tidak mengiritasi kulit dan memicu bisul.

4. Obat-obatan

Untuk mengobati bisul besar yang meradang, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik, baik dalam bentuk obat oral (oral) atau topikal (topikal), seperti krim, salep, atau gel.

Biasanya, kamu bisa mengoleskan obat topikal setelah mandi dan mengeringkan tubuh. Dokter kamu mungkin menyarankan kamu untuk mengoleskan salep atau krim antibiotik pada bisul 2 atau 3 kali sehari selama beberapa hari.

Untuk meredakan gejala nyeri akibat mag, dokter juga bisa meresepkan obat pereda nyeri seperti parasetamol. Jika pengobatan di rumah tidak efektif atau bisul semakin parah, segera konsultasikan ke dokter agar dokter bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Salah satu tindakan yang mungkin dilakukan dokter adalah sayatan dan drainase. Sayatan dan drainase dilakukan jika bisulnya parah atau besar dan memiliki banyak nanah. Sayatan dan drainase juga bisa dilakukan untuk mengobati bisul dengan abses.

Meski tergolong ringan, benjolan di kemaluan wanita seperti bisul harus kamu waspadai. Bisul pada alat kelamin yang disertai gejala seperti demam dan menggigil, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri tak tertahankan harus segera kamu periksakan ke dokter.

Share artikel ini
Reference