penyakit campak pada orang dewasa

Saat mendengar kata campak, mungkin kamu langsung berpikir bahwa itu adalah penyakit anak-anak. Faktanya, penyakit campak pada orang dewasa juga bisa terjadi, loh. Campak pada orang dewasa biasanya terjadi pada mereka yang belum pernah vaksin, maupun belum pernah terkena campak.

Penyakit campak pada orang dewasa pada dasarnya memiliki penyebab yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu penyakit campak?

Campak merupakan penyakit menular, gejalanya tampak dengan munculnya ruam merah pipi di sekujur tubuh penderitanya. Penularan virus campak dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita dan melalui udara.

Virus campak pertama-tama akan masuk ke saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Gejala awal penyakit ini biasanya diawali dengan demam kamu yang lama yakni berkisar 4-7 hari, lalu dengan gejala batuk dan pilek.

Ruam merah pipi kemudian mulai muncul di leher dan wajah, dan menyebar ke seluruh tubuh. Sebelum vaksin campak ditemukan pada tahun 1963, epidemi terjadi di seluruh dunia setiap 2-3 tahun.

Diperkirakan ada 2,6 juta kematian setiap tahun akibat campak. Saat ini, penyakit campak dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.

Penyakit campak pada orang dewasa

Campak pada orang dewasa dapat terjadi pada individu yang belum pernah divaksin campak dan belum pernah terkena campak. Jadi, buat kamu yang belum mendapat vaksin campak, sebaiknya segera lakukan vaksinasi, ya.

Campak atau disebut juga dengan rubeola adalah infeksi virus yang terjadi pada sistem pernapasan. Campak adalah salah satu penyakit menular yang bisa menyebabkan seseorang mengalami komplikasi jika tidak segera ditangani.

Terjadi pada anak-anak, dan pada orang dewasa. Seseorang yang belum mengalami vaksinasi sangat berisiko tinggi tertular campak. Penting bagi orang dewasa yang belum menerima vaksin campak atau tidak yakin dengan status vaksinnya untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan vaksin campak.

Penyebab penyakit campak pada orang dewasa

Penyakit campak ini disebabkan oleh virus yang menjalar di hidung, maupun tenggorokan pada orang dewasa dan anak-anak yang telah terinfeksi. Ketika seseorang yang terinfeksi campak batuk atau bersin, tetesan yang terinfeksi dapat menyebar melalui udara.

Namun, percikan cairan juga dapat menempel pada permukaan tempat virus aktif dan dapat menular selama beberapa jam. Seseorang dapat tertular virus ketika mereka memasukkan jari ke mulut atau hidung.

Selain itu, menggosok mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi.

Virus campak termasuk dalam famili paramyxovirus. Virus dapat menyerang sel inang dan menggunakan komponen seluler untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Awalnya, virus campak pertama menginfeksi saluran pernapasan. Namun, virus dapat menyebar ke lainnya melalui aliran darah.

Gejala campak pada orang dewasa

Dalam 10-14 hari pertama terinfeksi virus, kamu tidak akan menunjukkan tanda atau gejala campak, karena virus campak masih dalam masa inkubasi. Tanda dan gejala campak biasanya meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Mata yang meradang (konjungtivitis)
  • Muncul bintik koplik, yaitu bintik kecil berwarna putih keabu-abuan yang ada di dalam pipi.
  • Ruam kulit yang terdiri dari bercak besar dan rata yang sering mengalir satu sama lain

Setelah beberapa hari, gejala berupa ruam yang menyebar ke seluruh tubuh, seperti ke lengan dan batang tubuh, ke paha, tungkai bawah, dan kaki. Selain itu, kamu mungkin merasakan demam yang mencapai 40-41 derajat Celcius.

Jika kamu sudah mengalami tanda-tanda tersebut, jagalah diri kamu dan sekitar selama 8 hari. Ini karena campak pada orang dewasa dapat menular ke orang lain selama sekitar delapan hari. Biasanya empat hari sebelum ruam muncul hingga berangsur sembut empat hari sesudahnya.

Cara mengobati campak pada orang dewasa

Ada beberapa upaya untuk melindungi individu yang berisiko dan pernah terpapar campak, antara lain:

1. Vaksinasi setelah paparan

Seseorang yang tidak diimunisasi dapat divaksinasi campak dalam waktu 72 jam setelah terpapar virus campak. Hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap virus

2. Immune serum globulin

Bayi atau seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah yang terpapar virus dapat menerima suntikan protein (antibodi) atau globulin serum imun. Setelah menerima suntikan, dalam waktu 6 hari setelah terpapar, antibodi dapat mencegah campak.

3. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat membantu meringankan gejala campak, termasuk obat demam, Seperti; acetaminophen, dan ibuprofen, untuk membantu meredakan demam akibat campak.

Selain itu, Vitamin A juga sangat penting. Jika kamu memiliki kadar vitamin A yang terbilang renda, bisa menyebabkan penyakit campak ini lebih parah. Pemberian vitamin A dapat mengurangi keparahan penyakit campak.

4. Isolasi

Campak sangat menular dari sekitar empat hari sebelum sampai empat hari setelah ruam pecah, penderita campak tidak boleh kembali ke aktivitas di mana mereka berinteraksi dengan orang lain selama periode ini.

5. Vaksinasi

Pastikan bahwa siapa pun yang berisiko terkena campak tapi belum menerima vaksinasi untuk melakukannya sesegera mungkin. Vaksinasi campak penting sebagai upaya pencegahan penyakit campak.

Orang dewasa yang lahir pada tahun 1957 atau lebih tua harus menerima setidaknya satu dosis vaksin MMR (campak, gondok, dan rubella).

Apakah campak pada orang dewasa harus ke dokter?

Tentu. Hal ini karena penyakit campak pada orang dewasa awalnya didiagnosis berdasarkan gejala seperti demam, ruam, dan bintik-bintik di mulut.

Oleh sebab itu, kamu harus menemui dokter untuk memastikan bahwa kamu tidak memiliki penyakit seperti demam berdarah, yang memerlukan perawatan berbeda. Dokter akan menentukan pengobatan dan perawatan yang sesuai dengan penyakit kamu.

Share artikel ini
Reference