posisi tidur untuk meredakan nyeri haid

Posisi tidur untuk meredakan nyeri haid dapat membantu kamu untuk tidur lebih nyenyak meskipun sedang kram perut. Tidak sedikit wanita yang mengalami kurang tidur karena kram perut yang menyiksa sepanjang malam. Bahkan mungkin tidak hanya kram, tapi disertai juga dengan perubahan mood dan nyeri payudara.

Berbagai gejala nyeri bisa dialami saat haid, biasanya hal ini tidak berlangsung lama hanya sekitar 1-3 hari saja. Meski begitu, kamu harus tetap mengatasinya terutama jika sudah mengganggu waktu tidur. Setidaknya waktu istirahat bisa meredakan nyeri haid yang kamu alami.

Mengenal kondisi nyeri haid yang menyebabkan susah tidur

Beberapa wanita akan mengalami PMS (pra menstruasi syndrom) setidaknya seminggu sebelum mens. Kamu mungkin akan merasakan hari yang selalu melelahkan, suasana hati buruk, dan badan terasa nyeri. Kondisi ini tidak jarang membuat waktu tidur menjadi terganggu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh US National Sleep Foundation, 30% orang mengalami gangguan tidur selama menstruasi. 23% juga mengatakan mereka berjuang untuk mendapatkan delapan jam penuh dalam seminggu menjelang menstruasi mereka.

Sementara orang dengan PMS dua kali lebih mungkin mengalami insomnia. 70% orang dengan gangguan dysphoric pramenstruasi mengatakan, mereka mengalami masalah seperti insomnia dan merasa lelah berlebih setelah melakukan kegiatan sehari-hari.

Macam macam penyebab susah tidur saat nyeri haid

Wanita akan mengalami berbagai gejala PMS yang membuatnya merasa lelah dan susah tidur. Berikut adalah penyebab umum wanita susah tidur saat nyeri haid:

  • Suhu tubuh menjadi lebih panas,
  • Perasaan cemas dan stres,
  • Kram perut,
  • Nyeri pinggang,
  • Area payudara dan bokong pun sakit.

Berbagai posisi tidur untuk meredakan nyeri haid

Kamu bisa mengatasi sulit tidur karena nyeri haid dengan memperbaiki posisi tidur. Ada beberapa posisi tidur yang ampuh dan bisa membuatmu tidur nyenyak meskipun sedang nyeri haid. Ada tiga posisi tidur, yaitu:

Posisi fetal atau janin

Posisi tidur fetal sama seperti janin dalam kandungan, semua anggota tubuh meringkuk. Saat kamu tidur dengan cara ini, otot-otot di sekitar area perut menjadi rileks sehingga kram perut dapat mereda. Posisi ini juga mengurangi kemungkinan kebocoran saat tidur, sekalipun aliran mens kamu sedang deras.

Tidur dengan bantal di bawah lutut

Ambil bantal bundar dan tidak terlalu tinggi. Berbaring telentang dan simpan bantal ini di bawah lutut kamu. Jaga agar kaki tetap lurus dan tidak lebih tinggi atau lebih rendah karena dapat mempengaruhi aliran darah.

Jika kamu tidak punya bantal bundar, kamu bisa menggulung handuk atau kain lainnya dan menyimpannya di bawah lutut. Ini akan membantu mengendurkan otot-otot dan membuat tidur jadi lebih nyaman.

Child pose

Kamu mungkin merasa aneh karena child pose adalah pose yoga. Tapi di luar sana banyak yang tidur dengan posisi tersebut. Posisi ini akan memberi sensasi kelegaan yang luar biasa. Pose ini juga dapat membantu menenangkan sakit kepala yang sering dialami wanita saat kram menstruasi.

Child pose juga membantu kamu tidur karena dapat menenangkan pikiran. Sebelum tidur, gunakan kantong air panas, atur suhu di dalam ruangan, dan minum secangkir teh panas dapat meredakan kram menstruasi dan membuatmu merasa lebih baik.

Pengaruh posisi tidur untuk meredakan nyeri haid

Posisi tidur sangat mempengaruhi kualitas tidur, terutama saat kamu mengalami nyeri haid. Sebenarnya kamu bisa mengatur sendiri posisi tidur sesuai kenyamanan. Mulai dari tengkurap, telentang, menyamping, atau yang lainnya.

Tapi posisi tidur yang berbeda dapat memberikan manfaat berbeda pula. Beberapa ahli telah menyarankan posisi tidur terbaik untuk meredakan nyeri haid. Posisi tidur sangat berkaitan dengan aliran darah dan relaksasi otot. Hal ini sangat penting diperhatikan saat sedang nyeri haid.

Hal lain yang dapat meredakan nyeri haid

Selain mengatur posisi tidur, kamu juga bisa melakukan hal lain untuk meredakan nyeri haid. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Mandi air hangat
  • Atur suhu kamar menjadi lebih sejuk
  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan parasetamol

Nyeri haid memang biasa dialami oleh wanita ketika menjelang haid hingga 2-3 hari setelah haid. Meski begitu, rasa sakitnya harus selalu diatasi agar kondisi tubuh jadi lebih nyaman. Tidak hanya nyeri secara fisik, gejala mens terkadang juga mempengaruhi kondisi mental wanita.

Share artikel ini
Reference