pembersih kewanitaan yang berbahaya
Period Period Health

5 Dampak Memakai Pembersih Kewanitaan Yang Berbahaya

Imelda Rahmawati | Maret 18, 2022
Share

Pembersih kewanitaan yang berbahaya kini banyak beredar di pasaran. Produk tersebut bisa menimbulkan masalah pada area intim. Kamu mungkin pernah berpikir untuk menggunakan sabun kewanitaan agar area intim lebih bersih dan wangi.

Ketika berbicara tentang cara membersihkan vagina, ada banyak saran dan produk yang meragukan di luar sana. Iklan untuk pembersih area privat wanita akan membuat kamu percaya bahwa, vagina memerlukan produk khusus. Namun, apakah area intim memang butuh pembersih vagina?

Apakah pembersih kewanitaan berbahaya?

Banyak produk pembersih kewanitaan dijual secara bebas dengan peringatan mengenai efek samping yang sangat minim. Padahal beberapa kandungannya terdapat bahan yang bisa menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme normal pada vagina.

Salah satunya adalah Lactobacillus crispatus, yang dapat membantu menjaga produksi mukosa pada sistem reproduksi wanita. Jadi, pembersih kewanitaan sebaiknya tidak digunakan atau digunakan secara terbatas, ya.

Efek samping pembersih kewanitaan yang berbahaya dapat mengubah kondisi kekebalan vagina. Fungsi L. crispatus adalah pelestari sel epitel untuk menjaga kesehatan area kewanitaan. Jika pelestari sel epitel tersebut hancur, maka vagina akan mudah terkena penyakit.

Kenapa pembersih kewanitaan berbahaya?

Ketika menggunakan pembersih kewanitaan, kamu akan merasa bersih karena kandungan sabun dan beberapa parfum di dalamnya. Tetapi, sabun yang merupakan bahan dasar pembuatannya memiliki efek yang kurang baik untuk vagina.

Dengan menggunakan sabun, keseimbangan keasaman (pH) vagina menjadi terganggu. Area intim kamu memiliki pH alami, yang diproduksi tubuh untuk menjaga mikroflora normal pada area kewanitaan. pH atau keasaman pada vagina harus dalam keadaan sedikit asam. Jika pH nya menjadi basa maka beberapa mikroorganisme atau bakteri baik tidak akan bertahan. Selain itu, sabun juga bisa membuat bakteri jahat penyebab infeksi menjadi berkembang di vagina.

Akibat menggunakan pembersih kewanitaan

Beberapa wanita masih memiliki kebiasaan untuk menggunakan sabun atau pembersih kewanitaan. Hati-hati karena ada beberapa dampak yang tak bisa dihindari.

1. Infeksi vagina

Pada vagina terdapat sejumlah bakteri baik yang dapat melindungi tubuh dari berbagai infeksi. Produk-produk sabun pembersih kewanitaan yang mengandung pewangi dan warna dapat berisiko mengubah tingkat keasaman vagina, sehingga bisa mengurangi jumlah bakteri baik ini.

Ketika tingkat keasaman atau pH ini terganggu, maka bakteri atau jamur cenderung lebih mudah menginfeksi vagina. Gejala yang akan timbul salah satunya adalah rasa gatal pada vagina hingga rasa terbakar, serta terkadang vagina mengeluarkan keputihan yang cukup banyak.

2. Penyakit panggul

Efek lainnya yang akan terasa ketika menggunakan sabun kewanitaan adalah sakit pada panggul yang menandakan adanya infeksi di saluran rahim atau ovarium. Pada beberapa penelitian wanita yang menggunakan sabun pembersih memiliki risiko yang tinggi terkena penyakit ini.

Munculnya penyakit panggul memang agak sulit dideteksi dari gejalanya. Biasanya gejala awal infeksi tidak akan muncul. Baru ketika penyakit mulai menyebar akan timbul beberapa gejala, seperti demam dengan sakit saat kencing.

Gejala lain yang bisa muncul di antaranya adalah nyeri di bagian perut bawah atau panggul, keputihan yang tidak normal, adanya pendarahan setelah melakukan hubungan seksual, atau mengalami jadwal haid yang tidak teratur.

3. Risiko kelainan kehamilan

Risiko terjadinya komplikasi kehamilan lebih sering terjadi pada wanita, yang sering menggunakan sabun pembersih kewanitaan. Komplikasi ini berupa kehamilan ektopik yang membuat embrio menempel di luar rahim atau yang lebih dikenal dengan hamil anggur.

4. Kelembapan vagina terganggu

Menjaga kelembapan area kewanitaan ini sangatlah penting untuk kenyamanan dan keamanan vagina dari bakteri. Vagina yang kering karena sabun kewanitaan akan membuat vagina menjadi tidak nyaman dan mengalami risiko sakit, ketika melakukan hubungan seksual.

5. Risiko penyakit kelamin

Ketika menggunakan sabun kewanitaan bakteri akan menjadi berkurang pada vagina dan membuatnya menjadi mudah tertular penyakit seksual. Sehingga, orang yang menggunakan sabun kewanitaan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami penyakit kelamin.

Tips membersihkan vagina tanpa pembersih kewanitaan

Untuk membersihkan vagina kamu bisa menggunakan air bersih dan hangat, kemudian mengusapnya dari depan ke belakang. Bilas dengan bersih dan keringkan dengan baik supaya kelembapan vagina dapat terjaga dengan baik.

Kamu juga bisa menjaganya dengan menggunakan celana dalam berbahan katun dan sering menggantinya. Dengan begitu kebersihan vagina bisa terjaga dengan baik tanpa harus menggunakan sabum kewanitaan.

Ada beberapa produk sabun kewanitaan bisa kamu gunakan asalkan tidak mengandung bahan kimia yang berlebih. Pilih produk yang tidak mengandung pewarna, parfum, dan pengawet yang berlebih, karena dapat mengganggu kesehatan vagina.

Reference
Share