Cara memilih pembalut yang tidak mengandung klorin dan aman digunakan
Period Period Hacks

Tips Memilih Pembalut yang Tidak Mengandung Klorin dan Aman Digunakan

Putri Aprillia | Maret 22, 2022
Share

Apakah kamu tahu pembalut sekali pakai terbuat dari apa? Kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Pembalut pada umumnya terbuat dari kapas. Namun, selain kapas, ada beberapa bahan atau zat lain yang ditambahkan. Beberapa bahan dinilai bisa berbahaya untuk kesehatan, termasuk klorin.

Saat menggunakan pembalut, pilihlah pembalut yang tidak mengandung klorin dan aman digunakan. Penggunaan pembalut yang mengandung klorin bisa berbahaya. Lalu, ketika haid, pembalut seperti apa yang sebaiknya digunakan? Simak ulasan berikut untuk mengetahui beberapa tips memilih pembalut yang aman bagi wanita.

Apa itu klorin?

Klorin adalah bahan kimia yang biasanya dipakai untuk bahan pembuat desinfektan. Zat ini sering dipakai untuk membasmi kuman dan menjernihkan air. Klorin tidak hanya tersedia dalam bentuk gas, namun juga tersedia dalam bentuk cair dan padat. Bahkan, zat ini bisa ditemui juga pada pembalut.

Berdasarkan The Jakarta Post, banyak pembalut yang mengandung klorin. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, klorin merupakan bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi. Karena ada banyak yang merasa khawatir dengan kandungan klorin pada pembalut, Kementerian Kesehatan telah mengklarifikasi bahwa pembalut yang saat ini telah mengantongi izin edar memiliki kadar klorin dalam batasan yang aman.

Bahaya klorin pada pembalut

Fungsi klorin pada pembalut adalah memutihkan serat pada pembalut agar terlihat bersih dan steril. Proses pemutihan serat pada pembalut menggunakan klorin bisa menimbulkan bahaya.

Proses ini akan menghasilkan dioksin yang sangat beracun. Meskipun kandungan dioksin pada sebuah produk pembalut cukup rendah, hal ini tetap bisa menimbulkan bahaya. Dioksin akan diakumulasi dari tahun ke tahun dan akan tersimpan selama 20 tahun dan bisa menimbulkan efek negatif.

Paparan dioksin bisa mengakibatkan radang panggul, endometriosis, dan disfungsi hormon. Berdasarkan Alodokter, klorin bisa menjadi zat yang berbahaya ketika terkena kulit, terutama dalam jumlah yang banyak. Klorin pada pembalut bisa menimbulkan iritasi kulit. Reaksi alergi yang biasanya muncul berupa rasa gatal dan kemerahan. Selain itu, paparan klorin juga bisa menimbulkan ruam dan kulit bersisik.

Tips memilih pembalut yang aman

Saat memilih pembalut, upayakan untuk tidak memilihnya secara sembarangan. Menggunakan pembalut yang tidak mengandung klorin dan aman digunakan adalah pilihan yang tepat.

  • Pilihlah pembalut yang tanggal kadaluarsanya belum expired.
  • Gunakan pembalut yang memiliki daya serap yang baik serta sesuai dengan banyaknya darah yang biasanya keluar saat kamu mengalami haid.
  • Sebaiknya, gunakan pembalut yang tidak ada kandungan parfumnya agar aman, terutama jika kamu memiliki kulit yang sensitif.
  • Pakailah pembalut yang tidak mengandung klorin. Klorin bisa menyebabkan terjadinya iritasi. Dalam jangka panjang, zat ini bisa memicu timbulnya kanker.
  • Baca kandungan bahan yang terdapat di dalamnya. Hindari pembalut yang mengandung pewangi, pestisida, dan pewarna.
  • Agar tetap bersih dan sehat, selalu ganti pembalut terutama saat jumlah darahnya banyak. Tujuannya agar perkembangan bakteri bisa dihindari.

Kebiasaan yang perlu dihindari saat pakai pembalut

Selain mengikuti beberapa tips untuk memilih pembalut yang aman, kamu perlu menghindari beberapa kebiasaan berikut ini.

  • Memakai pembalut yang sudah lama tergeletak di dalam tas. Pembalut yang sudah lama disimpan dalam tas ternyata bisa berbahaya. Walaupun terlihat masih bersih, sebenarnya pembalut yang disimpan dalam tas terlalu lama bisa menyerap kotoran di sekitarnya.
  • Jarang mengganti pembalut. Agar aman, gantilah pembalut beberapa jam sekali. Penggantian pembalut biasanya disesuaikan dengan jumlah darah yang keluar ketika haid.
  • Membuang pembalut ke dalam toilet. Kebiasaan ini bisa menyebabkan toilet menjadi macet.
  • Tidak membersihkan pembalut setelah digunakan. Bersihkan pembalut dari cairan haid setelah dikenakan. Kemudian, bungkus dengan plastik atau koran saat dibuang.
  • Tidak mencuci tangan. Agar tangan tetap bersih, cucilah tangan sebelum dan sesudah memegang pembalut.

Setelah memahami bahaya kandungan klorin pada pembalut, disarankan agar kamu tidak menggunakan pembalut yang mengandung zat tersebut. Apabila kamu mengalami reaksi alergi atau gejala lainnya akibat klorin, segera kunjungi dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Reference
Share