apa itu lgbt
Hidup Sehat

Mengenal Apa Itu LGBT Secara Psikologis Dan Medis

Imelda Rahmawati | Maret 3, 2022
Share

Kamu pasti sudah sering mendengar tentang apa itu LGBT, karena beberapa tahun terakhir istilah ini menjadi perbincangan yang cukup ramai. Istilah ini digunakan untuk orang-orang yang memiliki orientasi seksual sesama jenis, dua jenis sekaligus, dan transgender.

LGBT menjadi identitas seksual yang bervariasi, bersebrangan dengan orientasi seksual dan gender yang sudah ditetapkan oleh masyarakat umum yaitu heteroseksual dan cisgender. Tidak heran jika akhirnya banyak masyarakat yang menolak LGBT, terutama bagi masyarakat konvesional beragama.

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa ini adalah sebuah penyakit yang harus disembuhkan. Mari mengenal pengertiannya secara psikologis dan medis.

Apa itu LGBT

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, bisexual, dan transgender yang menggambarkan kelompok dengan budaya homoseksual. Istilahnya kini semakin berkembang untuk merepresentasikan kelompok secara menyeluruh maka muncul LGBTQIA atau LGBTQ+. Berikut adalah beberapa pengertian dari istilah-istilah yang sering digunakan:

  • Lesbian, menggambarkan perempuan yang memiliki orientasi seksual pada perempuan juga. Seorang transpuan (perempuan yang berjenis kelamin laki-laki), dapat disebut lesbian juga saat tertarik pada transpuan lainnya.
  • Gay, merujuk pada seseorang yang memiliki orientasi seksual pada sesama jenis. Bisa laki-laki terhadap laki-laki.
  • Biseksual, seseorang yang memiliki ketertarikan kepada semua gender seperti laki-laki, perempuan, nonbinary, transgender, dan lain-lain.
  • Transgender, seseorang yang memiliki ekspresi gender (maskulin dan feminin) berbeda dengan jenis kelaminnya.
  • Queer, istilah ini adalah dalam lgbtqia dan lgbtq+. Seseorang yang memiliki ketertarikan pada banyak gender, queer tidak termasuk dalam kategori heteroseksual dan cisgender.
  • +(plus), ada dalam istilah lgbtq+, tanda + merangkum orientasi seksual dan identitas gender yang tidak ada dalam singkatan lgbt. Di antaranya;
  • Non binary, seseorang yang tidak mengindentifikasikan dirinya sebagai laki-laki maupun perempuan.
  • Aseksual, seseorang yang tidak memiliki ketertarikan seksual namun bisa mengalami ketertarikan secara romantis.
  • Interseks, seseorang yang terlahir dengan karakter biologis (jenis kelamin, hormone, kode genetik) bervariasi sehingga tubuhnya tidak tergolong sebagai perempuan atau laki-laki.
  • Panseksual, ketertarikan kepada seseorang dengan kepribadian tertentu tanpa melihat gender dan orientasi seksualnya.

LGBT adalah

Pada dasarnya, LGBT merujuk pada identitas gender dan orientasi seksual seseorang. Menurut peneliti Susan Cochran dan Vickie Mays, orientasi seksual mencakup dimensi berikut: ketertarikan seksual; perilaku seksual; fantasi seksual; preferensi emosional, sosial, dan gaya hidup; dan identifikasi diri

Orientasi seksual adalah ketertarikan secara seksual, romantis, dan emosional kepada seseorang dengan jenis kelamin tertentu seperti; homoseksual, biseksual, panseksual, aseksual, dan lain-lain. Identitas gender adalah perasaan atau kesadaraan seseorang yang akhirnya mengklaim dirinya sebagai perempuan, laki-laki, transgender, bigender, nonbinary, dan lain-lain. Ini tidak berkaitan dengan jenis kelamin seseorang, kamu bisa saja mendefinisikan dirimu sebagai laki-laki meskipun sebenarnya kamu adalah perempuan.

Identitas gender tidak menentukan orientasi seksual seseorang. Misalnya identitas gender perempuan memiliki orientasi seksual atau menyukai perempuan lagi. Hal itu sangat mungkin dalam konsep LGBT.

Apa penyebab LGBT

Orientasi seksual dapat disebabkan oleh faktor biologis atau bawaan sejak lahir. Kamu tidak bisa mengubah atau membuat orientasi seksual seseorang. Ada beberapa faktor yang memungkinkan seseorang menjadi LGBT. Berikut adalah beberapa faktornya:

  • Lingkungan, beberapa kasus menyatakan bahwa pergaulan dapat mempengaruhi orientasi seksual seseorang sehingga akhirnya menjadi lgbt.
  • Genetik, hormon yang tidak seimbang dalam tubuh memungkinkan seseorang memiliki orientasi seksual yang tidak biasa.
  • Traumatis, pengalaman buruk terhadap percintaan menimbulkan trauma sangat memungkinkan seseorang untuk berubah orientasi seksualnya.

Apakah LGBT penyakit?

Pada tahun 1977 WHO mengkategorikan homoseksual ke dalam daftar penyakit atau International Classification of Diseases (ICD) ke 9. Namun pada ICD-10 tahun 1990, homoseksual tidak lagi dimasukkan ke dalam daftar penyakit tersebut. Hal ini menunjukan secara eksplisit bahwa LGBT atau homoseksual bukan kelainan.

Meskipun sudah ditetapkan oleh WHO, perdebatan masyarakat dunia mengenai lgbt masih tidak bisa dihentikan. Di Indonesia sendiri, banyak psikiater yang menganggap lgbt adalah penyakit mental. Hal ini mengacu pada UU No.18/2014 tentang Kesehatan Jiwa dan Pedoman Diagnostik Kesehatan Jiwa dan Gangguan Jiwa. Di dalamnya terdapat kategori homoseksual dan biseksual sebagai ‘orang dengan masalah kejiwaan’, sedangkan transgender memiliki ‘gangguan jiwa’.

Istilah LGBT merangkum aneka ragam identitas gender dan orientasi seksual yang terus berkembang. Banyak negara yang sudah menormalisasi hal ini, sehingga tidak lagi menganggap tabu orang-orang dengan orientasi seksual tertentu.

(Photo by Brielle French/Unsplash)

Reference
Share