Tujuan pendidikan seks bagi remaja

Memberikan pendidikan seks bagi anak-anak dan remaja sangatlah penting. Tujuan pendidikan seks adalah agar anak-anak memiliki pemahaman mengenai anatomi tubuh manusia, sistem reproduksi, hingga penyakit seksual yang menular. Dengan memberikan edukasi seks yang tepat, kita dapat mencegah terjadinya perilaku seksual yang merugikan mereka.

Dalam hal ini, peran orang tua sangatlah diperlukan untuk memberikan edukasi seks pada buah hatinya sejak dini. Namun, banyak orang tua mungkin belum begitu memahami tujuan pendidikan seks dan cara memberikan edukasi seks yang tepat.

Oleh sebab itu, di artikel ini, kami akan membahas tuntas mengenai pentingnya pendidikan seks untuk anak-anak. Yuk simak penjelasan berikut.

Apa saja yang perlu diberikan dalam pendidikan seks?

Pendidikan seks adalah pengajaran dan pembelajaran mengenai topik yang berkaitan dengan seks atau seksualitas, misalnya mengenai kesehatan reproduksi.

Pendidikan seks mungkin telah didapatkan oleh anak di sekolah. Namun, orang tua merupakan pihak utama yang memiliki peran untuk memberikan pendidikan seks.

Pendidikan seks yang komprehensif mencakup berbagai topik yang berkaitan dengan:

  • Perkembangan Manusia (termasuk reproduksi, pubertas, orientasi seksual, dan identitas gender)
  • Hubungan (termasuk keluarga, persahabatan, hubungan romantis dan kencan)
  • Keterampilan Pribadi (termasuk komunikasi, negosiasi, dan pengambilan keputusan)
  • Perilaku Seksual (termasuk pantangan dan seksualitas sepanjang hidup)
  • Kesehatan Seksual (termasuk penyakit menular seksual, kontrasepsi, dan kehamilan)
  • Masyarakat dan Budaya (termasuk peran gender, keragaman, dan seksualitas di media)

Kapan sebaiknya pendidikan seks diberikan?

Menurut psikolog keluarga Retno Lelyani Dewi, pendidikan seks idealnya diberikan atau diajarkan pada saat dua tahun sebelum anak-anak mengalami masa akil balik. Anak perempuan biasanya pertama kali mendapat haid sekitar umur 11 tahun dan ketika anak laki-laki mendapatkan mimpi basah pada usia 12 sampai 15 tahun.

Akan tetapi, menurut Retno, tidak ada salahnya memberikan pendidikan seksual pada anak sedini mungkin. Hal yang perlu orang tua pelajari adalah cara penyampaian yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak seusianya. Sehingga, anak mudah memahami maksud dari pendidikan seks yang diberikan.

Bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada remaja?

Memberikan edukasi seks dari orang tua dan anak memang tidak selalu mudah. Apalagi tujuan pendidikan seks adalah tujuan yang berkelanjutan.

Artinya, memberikan edukasi seks tidak hanya dilakukan sekali saja. Perlu pembelajaran bertahap supaya pendidikan seks berhasil. Berikut adalah beberapa cara untuk memberikan pendidikan seks:

Memperhatikan situasi yang tepat

Menemukan waktu yang pas untuk memberikan pendidikan seks tidak terlalu sulit, kok. Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan saat bersama-sama mendengarkan informasi yang berkaitan dengan kasus perilaku seksual di media. Orang tua dapat memanfaatkan berita tersebut sebagai batu loncatan untuk diskusi. Jadi, momen sehari-hari juga sangat bisa dimanfaatkan, kok.

Berbicara jujur

Sebagai orang tua, kamu mungkin belum bisa memberikan jawaban secara mendalam dan memuaskan untuk anak remaja. Jika belum mampu menjawab pertanyaan secara tepat, kamu dapat jujur bahwa kamu perlu mencari informasi yang tepat terlebih dulu. Tawarkan juga untuk menemukan jawabannya dengan mencari bersama-sama.

Menyampaikan dengan lugas

Memberikan edukasi seks perlu disampaikan dengan lugas. Hal ini supaya anak mudah memahami dan tidak salah tafsir. Kamu bisa menjelaskan risiko-risiko dari hubungan seksual, misalnya infeksi menular seksual, dan kehamilan yang tidak direncanakan.

Jangan menakut-nakuti

Memberikan pendidikan seksual dengan cara menakut-nakuti sebaiknya dihindari. Tak jarang, remaja justru malah merasa tertantang untuk mencobanya. Cobalah untuk memberikan pemahaman dari sisi anak, misalnya berfokus pada cita-citanya, memberikan motivasi berprestasi.

Tujuan pendidikan seks pada remaja, mengapa penting untuk diajarkan?

Utamanya, tujuan pendidikan seks adalah memberikan pemahaman pentingnya menjaga tubuhnya. Terlebih lagi, ada pengaruh lingkungan dan teknologi yang semakin canggih, sehingga memudahkan para remaja mendapatkan informasi yang berkaitan dengan seks.

Nah, berikut ini beberapa tujuan pentingnya pendidikan seks bagi remaja:

1. Mencegah efek buruk media dan lingkungan

Sebagai orang tua, kamu tentu khawatir jika anak mendapatkan informasi yang kurang tepat di luar sana. Terlebih informasi kini sangat mudah menyebar dan didapatkan. Dengan memberikan pendidikan seks pada anak, kamu bisa melindunginya dari efek negatif media informasi agar anak tidak terjerumus dalam hubungan seks bebas atau tindakan kriminal.

2. Mengetahui risiko penyakit seksual menular

Selanjutnya, tujuan pendidikan seks adalah memberitahukan risiko penyakit seksual menular. Dengan mengajarkan mengenai risiko penyakit seksual menular yang berbahaya, anak dapat lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Misalnya, terkait HIV dan infeksi menular seksual lainnya.

3. Mempererat hubungan dan kepercayaan orang tua dengan anak

Membahas pendidikan seks secara terbuka dengan anak akan memberikan kesempatan pada orang tua untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat. Sehingga anak tidak akan mencari-cari sumber sendiri yang belum tentu aman dan tepat. Di samping itu, membicarakan ini dengan terbuka akan mempererat hubungan anak dan orang tuanya dan menumbuhkan rasa saling percaya.

4. Melindungi anak dari pergaulan seks bebas

Jika dilakukan dengan cara yang tepat, pendidikan seks dapat menyadarkan anak untuk menyadari pentingnya menjaga otoritas atas tubuhnya sendiri. Anak juga akan lebih mudah menyadari bahwa ia tidak boleh menerima perlakuan buruk terhadap tubuhnya.

Share artikel ini
Reference