Kurma Muda untuk Promil
Kehamilan

Kurma Muda untuk Promil, Benarkah Efektif?

Putri Aprillia | Desember 16, 2021
Share

Banyak orang percaya bahwa kurma muda cukup manjur digunakan untuk program hamil (promil). Tak heran, banyak pasangan muda yang mencoba mengkonsumsi kurma muda secara teratur supaya promil yang dijalankan segera berhasil.

Namun, apakah benar kurma muda untuk promil terbukti efektif? Sebenarnya apa saja kandungan dan manfaat yang ada pada kurma muda? Untuk lebih jelasnya, kamu dapat membacanya secara detail di artikel ini. Yuk simak pembahasannya berikut ini!

Fakta Kurma Muda untuk Kesuburan Wanita

Orang-orang percaya bahwa kurma, khususnya kurma muda dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan wanita atau pria. Khusus untuk wanita, mengonsumsi kurma muda secara teratur dipercaya dapat meningkatkan kesuburannya.

Pada sebuah penelitian, pemberian ekstrak kurma polen pada tikus betina dewasa ternyata dapat meningkatkan jumlah folikel, hormon estrogen, progesteron, dan testosteron yang berperan dalam reproduksi. Meskipun demikian, sebenarnya belum ada penelitian mendetail yang membuktikan bahwa kurma muda secara efektif dapat membuat wanita cepat hamil.

Hanya saja, dalam buah kurma memang terdapat kandungan seng, asam folat, vitamin A, vitamin B, protein, kalsium. zat besi, dan antioksidan yang dikandungnya dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Dengan kandungan inilah, seseorang yang mengonsumsi kurma muda berpeluang sukses dalam promil.

Kandungan kurma muda untuk promil

Kurma memang tak hanya enak, tetapi juga kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram kurma muda terkandung vitamin B6 yang dapat memenuhi 12% kebutuhan vitamin B6 harian kita.

Menurut American Pregnancy Association, vitamin B6 penting untuk produksi hormon wanita dan untuk menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini memiliki dampak yang besar pada tingkat kesuburan pria dan wanita.

Selain vitamin B6, kurma muda lebih kaya vitamin C dibanding dengan kurma kering. Pada 100 gram kurma muda terdapat sekitar 30mg vitamin C. Vitamin C seperti diketahui kaya akan antioksidan yang tak hanya membantu radikal bebas tetapi juga menguatkan dinding pembuluh darah dan melawan infeksi yang dapat mengganggu proses ovulasi.

Jenis-jenis kurma yang cocok untuk program hamil

Ada beberapa jenis kurma yang cocok untuk menyukseskan program hamil. Kurma jenis ini juga sudah cukup mudah didapatkan di Indonesia. Berikut ini beberapa jenis kurma yang bisa kamu coba untuk promil:

  • Kurma Ajwa. Salah satu jenis kurma yang cocok untuk program ibu hamil adalah Kurma Ajwa. Kurma jenis ini sudah cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Teksturnya lembut dan tidak terlalu manis. Warnanya coklat cenderung gelap dengan kulitnya yang berkerut.
  • Kurma Sukari. Berdasarkan penelitian, Kurma Sukari mengandung asam amino, zat besi, magnesium, vitamin, dan potasium yang baik untuk persiapan kehamilan. Kurma ini memiliki cita rasa yang lebih manis dibanding jenis kurma lainnya.
  • Kurma Deglet Noor. Jenis kurma ini juga dipercaya dapat menyukseskan program hamil. Tekstur kurma ini kering dan tidak terlalu manis.

Manfaat kurma muda untuk promil

Meskipun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kurma muda dapat menyukseskan promil, kurma tetap memiliki manfaat yang bagus, terutama untuk wanita. Berikut ini beberapa manfaat kurma muda untuk kesehatan reproduksi.

1. Merangsang ovulasi

Pada wanita, vitamin C dalam kurma muda dapat merangsang ovulasi. Bagi pria, manfaat kurma muda dengan kandungan vitamin C adalah meningkatkan kualitas dan jumlah sperma sekaligus merangsang pergerakan sperma sehingga dapat mencapai sel telur lebih cepat.

2. Mengatasi ketidaksuburan

Kurma muda dianggap sebagai obat untuk infertilitas pria. Biji dan serbuk sari kurma muda diketahui mengandung senyawa yang berperan sebagai hormon reproduksi baik pria maupun wanita. Ini juga mengandung vitamin B6 yang dikenal dapat menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron, hormon tubuh yang penting untuk proses reproduksi.

3. Membantu memperlancar persalinan

Penelitian dari Jordan University of Science and Technology yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa wanita yang secara rutin mengkonsumsi kurma muda di akhir masa kehamilan memiliki pengalaman yang lebih baik saat melahirkan. Hal itu karena kandungan kurma dapat merangsang kelancaran melahirkan dan mempersingkat waktu persalinan.

Manfaat kurma muda berkaitan dengan kandungannya, mirip dengan oksitosin, hormon yang berperan utama dalam proses kelahiran ibu hamil. Selain itu, kurma muda mengandung tanin yang bertindak untuk mendorong kontraksi. Buah ini juga mengandung gula alami, yang dapat membantu ibu hamil tetap berenergi saat melahirkan.

Cara makan kurma muda untuk program hamil

Buah kurma sendiri memang tidak tumbuh di Indonesia. Namun, kamu dapat membelinya di berbagai toko, termasuk toko online. Jika kurma muda diletakkan di dalam kulkas, ia dapat bertahan hingga 8 bulan. Jika disimpan di ruang kedap udara, masa bertahannya dapat mencapai hingga 1 tahun.

Untuk cara mengonsumsinya, kamu bisa makan buah kurma secara langsung. Selain itu, kurma muda dapat dikonsumsi dengan cara lain, seperti diseduh untuk mendapatkan sari kurma dan disajikan dengan susu, madu, atau air lemon, Selain itu, menyajikan kurma juga bisa dengan dijadikan jus dan dicampurkan pada bubur untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Manfaat lain kurma muda bagi kesehatan

Kurma muda untuk promil memang memiliki manfaat. Namun tidak hanya berhenti di sana, kurma muda juga memiliki manfaat lain bagi kesehatan, seperti:

  • Mengontrol kadar gula darah. Kurma muda mengandung serat yang cukup sulit dicerna oleh tubuh. Karena itu, kadar gula darah tidak akan langsung naik setelah memakannya.
  • Mencegah sembelit. Di dalam 100 gram kurma muda, terdapat hingga 7 gram serat yang dapat mencukupi 25% kebutuhan serat harianmu. Serat yang kita konsumsi tentu dapat membantu untuk mencegah konstipasi atau sembelit.
  • Menangkal radikal bebas. Di dalam buah kurma, ada tiga jenis antioksidan yang bisa ditemukan, yaitu asam phenolic untuk mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung, flavonoid untuk mengurangi risiko diabetes, alzheimer, serta beberapa jenis kanker, dan carotenoid untuk menyehatkan jantung dan mata.
Reference
Share