obat ambeien untuk ibu hamil
Kehamilan

Obat Ambeien untuk Ibu Hamil: Yang Alami atau Medis?

dr. Wisniaty Condro | Desember 14, 2021
Share

Dapat terjadi pada semua orang tanpa melihat usia dan jenis kelamin, ambeien atau wasir sering berkembang selama kehamilan terutama pada trimester ketiga dan setelah melahirkan. Faktanya, sebanyak hingga 50% wanita hamil mengalami wasir dengan penyebab yang beragam.

Ambeien dapat diobati dengan melakukan perawatan medis maupun pengobatan rumahan. Akan tetapi, pengobatan ambeien untuk ibu hamil tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Makanya, yuk, cari tahu apa saja obat ambeien yang dinilai aman untuk ibu hamil.

Apa itu ambeien?

Ambeien atau disebut juga wasir adalah varises (pembesaran atau pembengkakan) pada pembuluh darah di dalam, sekitar anus, atau rektum bawah. Penyakit tersebut sering muncul pada trimester ketiga ketika rahim telah membesar dan dapat terasa menyakitkan.

Penyakit ini biasanya hilang secara perlahan setelah melahirkan. Biarpun demikian, rasa gatal dan nyeri akibat wasir kerap kali mengganggu aktivitas sang ibu terutama ketika atau setelah buang air besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, tidak jarang ibu hamil menggunakan obat ambeien tertentu yang dinilai ampuh dan aman untuk digunakan selama kehamilan, serta melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Penyebab ambeien pada ibu hamil

Dua penyebab utama ibu hamil mengalami ambeien atau wasir yang berbentuk seperti benjolan kecil (mirip kelereng atau anggur) adalah masalah konstipasi atau sembelit, serta peningkatan tekanan pada rektum dan perineum.

Selama kehamilan, seseorang akan lebih rentan terhadap masalah konstipasi. Pada penelitian yang dilakukan tahun 2014, di antara 280 wanita hamil, sebesar 45,7% mengalami sembelit. Terlepas dari masalah konstipasi, terdapat beberapa penyebab lain yang bisa menjadi faktor penyebab wasir yakni:

  • Menghabiskan terlalu banyak waktu pada aktivitas seperti berdiri atau duduk
  • Perubahan atau peningkatan hormon progesteron
  • Peningkatan tekanan pada pembuluh darah anus karena bayi dan rahim yang membesar
  • Mengejan berlebihan ketika sedang buang air besar atau karena beban ekstra dari janin
  • Mengonsumsi suplemen kehamilan ataupun vitamin yang mengandung zat besi

Wasir atau ambeien yang terjadi selama kehamilan dapat hilang setelah proses persalinan sebab, kadar hormon, volume darah, dan tekanan pada pembuluh darah menurun setelah melahirkan. Ibu hamil yang pernah mengalami ambeien pada kehamilan sebelumnya dapat kembali menderita wasir di kehamilan berikutnya.

Jenis-jenis ambeien pada ibu hamil

Ambeien yang dialami oleh ibu hamil dibagi menjadi dua jenis yaitu ambeien internal dan eksternal. Berikut adalah penjelasan dari kedua jenis ambeien tersebut:

Ambeien internal pada ibu hamil

Wasir internal terjadi di dalam rektum atau dengan kata lain terjadi dalam tubuh. Diagnosis ambeien internal lebih sulit dilakukan karena posisinya yang tersembunyi di rektum. Ibu hamil yang mengalami wasir internal dapat mengalami prolaps yang artinya wasir meluas ke luar lubang anus.

Meskipun biasanya tidak memberikan efek rasa sakit, ambeien internal dapat menyebabkan pendarahan. Belum lagi, ketika prolaps wasir internal terjadi maka ambeien dapat terasa sangat menyakitkan.

Ambeien eksternal pada ibu hamil

Wasir eksternal terjadi di luar tubuh atau terletak dekat anus. Ketika ambeien eksternal terjadi maka ambeien akan ditutupi oleh kulit yang sangat sensitif yang bisa meradang.

Jika terjadi pembengkakan atau pembekuan darah, wasir eksternal bisa berubah menjadi trombosis wasir yang terasa lebih menyakitkan. Terlebih lagi, ketika daerah wasir terbentuk gumpalan darah maka rasa sakit yang muncul dapat lebih buruk terutama dalam 48 jam pertama.

Gejala ambeien pada ibu hamil

Setiap jenis ambeien baik itu ambeien internal maupun eksternal memiliki gejala yang berbeda-beda. Namun, gejala ambeien pada ibu hamil yang paling umum dirasakan adalah seperti berikut ini:

  • Muncul rasa gatal di daerah anus
  • Mengalami rasa sakit atau nyeri pada anus ketika buang air besar
  • Terdapat darah pada tisu toilet saat kamu menyeka anus setelah buang air besar
  • Muncul benjolan kecil pada kulit dari anus (untuk ambeien jenis eksternal)
  • Mengalami pembengkakan pada anus

Jika dibandingkan dengan penderita ambeien eksternal, ibu hamil yang mengalami ambeien internal umumnya tidak merasakan gejala tertentu. Tetapi, ketika wasir internal terdorong keluar saat buang air besar maka pendarahan dan rasa tidak nyaman mungkin dirasakan oleh penderita.

Diagnosis ambeien

Seseorang akan dicurigai atau dinilai mengalami hemoroid (ambeien) oleh dokter jika menunjukan gejala-gejala atau tanda dari ambeien itu sendiri. Untuk membantu dokter memperkuat diagnosis, dokter mungkin akan meminta penderita melakukan pemeriksaan.

Beberapa pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan adalah pemeriksaan visual anus, pemeriksaan dubur secara digital, serta tes tambahan seperti anoskopi, sigmoidoskopi, dan kolonoskopi.

Kapan harus ke dokter

Ibu hamil yang mengalami wasir disarankan untuk segera menghubungi dokter agar memperoleh penanganan dan pengobatan yang tepat. Wasir dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan jika dibarengi dengan:

  • Demam atau kedinginan
  • Keluarnya nanah dari ambeien
  • Pecahnya ambeien yang menyebabkan pendarahan rektum
  • Anemia
  • Rasa sakit yang semakin parah
  • Merasa pusing hingga pingsan

Jika kamu mengalami satu dari beberapa situasi di atas maka kamu dapat segera mengunjungi dokter. Beberapa pendarahan dan anemia yang dialami ibu hamil dapat saja disebabkan oleh masalah kesehatan lain. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terutama jika kamu telah melakukan berbagai pengobatan tetapi tak kunjung membaik.

Pengobatan ambeien pada ibu hamil

Wasir biasanya memburuk setelah melahirkan dan kemudian membaik secara perlahan selama periode postpartum. Namun, tentu saja wasir meninggalkan rasa tidak nyaman dan terkadang rasa sakit. Untuk memastikan pengobatan dan perawatan tidak menimbulkan risiko bagi ibu dan janin, pengobatan ambeien dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Dokter akan memberikan resep obat, salep pereda nyeri, maupun melakukan operasi ringan jika memang diperlukan. Beberapa pengobatan atau perawatan medis yang mungkin akan kamu terima untuk mengatasi ambeien selama kehamilan yakni:

  • Pencahar atau suppositoria, dimasukkan ke dalam anus untuk mengatasi atau meredakan masalah buang air besar seperti sembelit.
  • Hydrocortisone atau pramoxine, mampu mengurangi rasa sakit, peradangan, dan gatal yang disebabkan oleh wasir. Tetapi, obat jenis oles yang dijual bebas ini mungkin tidak aman untuk kehamilan.
  • Hidrosmin, mampu mengurangi dan meredakan gejala wasir. Sayangnya, hidrosmin tergolong sebagai obat keras yang mungkin dapat membahayakan ibu hamil.
  • Ligasi karet gelang, ditempatkan di sekitar pangkal wasir untuk mencegah wasir berulang di lokasi yang sama. Ligasi karet gelang akan menghentikan aliran darah ke darah ambeien hingga ambeien jatuh terlepas. Perawatan ini membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 12 hari.
  • Skleroterapi, disuntikkan langsung ke ambeien sehingga ambeien menyusut. Perawatan dengan larutan kimia ini tidak sepenuhnya menghilangkan wasir sehingga wasir dapat muncul kembali bahkan setelah melakukan skleroterapi.
  • Hemoroidektomi, sebagai pembedahan wasir dianjurkan untuk wasir yang parah seperti wasir multipel atau wasir yang prolaps. Pembedahan memiliki risiko termasuk anestesi, kerusakan otot anus, rasa sakit, dan waktu pemulihan yang lama.
  • Stapled Hemorrhoidopexy, menempatkan kembali jaringan wasir ke dalam anus dan menahannya dengan menggunakan staples bedah.

Apabila kamu ingin menggunakan obat ambeien selama kehamilan, lakukanlah pemeriksaan terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter.

Bahaya ambeien pada ibu hamil

Meskipun dikatakan dapat membaik secara perlahan dengan sendirinya, kamu lebih baik tidak mengabaikan ambeien yang terjadi selama kehamilan. Siapa yang menyangka kalau mengabaikan ambeien justru dapat menyebabkan komplikasi seperti peningkatan rasa sakit hingga anemia akibat pendarahan dari pecahnya ambeien.

Menghubungi dokter untuk melakukan diagnosis dan mengobati ambeien adalah pilihan yang bijak sebab, pendarahan yang terjadi dekat anus selama kehamilan bisa saja bukan disebabkan oleh wasir melainkan masalah lainnya.

Pengobatan alternatif untuk ambeien pada ibu hamil

Ambeien selama kehamilan mungkin bisa menjadi hal yang sulit dicegah. Entah kamu sedang menjalankan pengobatan dokter entah sedang merencanakan, kamu bisa melakukan beberapa alternatif pengobatan rumahan berikut ini:

  • Menggunakan baking soda di area anus untuk mengurangi rasa gatal
  • Menggunakan air hangat saat mandi dan berendam untuk mengurangi nyeri
  • Batasi aktivitas seperti berdiri dan duduk dalam waktu yang lama yang dapat menambah tekanan pada pembuluh darah rektum
  • Mengompres daerah ambeien dengan es batu selama 10 hingga 15 menit untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan
  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi untuk menghindari sembelit
  • Mempertahankan kenaikan berat badan yang disarankan oleh dokter kandungan
  • Kurangi beban dari pembuluh darah di area panggul dan tingkatkan peredaran darah dengan melakukan senam yang aman untuk kehamilan
  • Hindari mengejan saat buang air besar
  • Minum banyak cairan terutama air putih
  • Minum jus buah prune
  • Berhenti menahan apalagi menunda keinginan untuk buang air besar
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Tidur dengan memperhatikan posisi yang baik untuk ibu hamil
  • Lakukan senam kehamilan untuk memperkuat otot

Pengobatan alternatif di atas mungkin tidak dapat mengobati wasir secara menyeluruh. Kebanyakan hanya berperan untuk mencegah, mengurangi, dan meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan dari ambeien. Intinya, jika kamu ingin mengobati wasir, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter sambil mengubah gaya hidup yang lebih sehat.

Reference
Share