Cara mengobati anosmia
Penyakit Saraf

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Anosmia Dengan Tepat

Putri Aprillia | Maret 25, 2022
Share

Kehilangan kemampuan penciuman tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari ya, ladies. Hal ini sering disebut dengan anosmia. Jika sudah mengalami anosmia, maka bisa menjadi tanda datang beragam penyakit, apalagi saat ini pandemic Covid-19 tengah merebak dan kehilangan indra penciuman bisa menjadi salah satu tandanya.

Bagaimana cara mengobati anosmia yang tepat? Yuk simak cara mengatasinya agar dapat dilakukan tindakan pencegahan risiko lain karena anosmia.

Apa itu anosmia?

Anosmia adalah kehilangan kemampuan penciuman karena beberapa penyebab yang beragam. Anosmia kerap dialami oleh penderita covid-19 yang kehilangan indera penciumannya. Proses penciuman terjadi jika bau masuk ke hidung dan diterima oleh sel saraf pembau. Sel akan mengirim sinyal ke otak untuk dapat mengidentifikasi bau.

Jika sudah mengalami tanda anosmia, maka harus segera mengetahui cara mengobati anosmia karena bisa menimbulkan komplikasi dan bahayanya lain seperti:

  • Keracunan makanan karena tidak mampu mencium aroma basi atau busuk
  • Makan terlalu banyak atau sedikit karena kemampuan mencium merasakan makanan berkurang atau hilang
  • Hilangnya keintiman dengan pasangan karena aroma parfum atau feromon hilang
  • Bahaya kebakaran karena tidak dapat mencium bau terbakar atau gas bocor

Dilansir dari Healthline, untuk dapat mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat, ketahui apa saja yang menjadi penyebab anosmia.

Penyebab anosmia

Cara mengobati anosmia bisa disesuaikan dengan penyebab dari anosmia itu sendiri. Beberapa gangguan anosmia dapat berupa:

Gangguan dinding dalam hidung

Anosmia yang terjadi di dinding dalam hidung dapat disebabkan karena:

  • Flu
  • Pilek
  • Rhinitis non alergi
  • Rhinitis alergi
  • Sinusitis
  • Kebiasaan merokok

Penyumbatan rongga hidung

Kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan rongga hidup sehingga penderita mengalami anosmia antara lain:

  • Tumor
  • Polip hidung
  • Kelainan tulang belakang

Kerusakan otak dan sistem saraf

Kerusakan otak bisa menyebabkan sistem saraf yang mengirim sinyal bau ke otak menjadi terhambat. Penyebabnya dan cara mengobati anosmia, antara lain:

  • Diabetes
  • Penuaan
  • Sindrom kallman
  • Bedah otak
  • Aneurisme otak
  • Tumor otak
  • Penyakit alzheimer
  • Penyakit paget
  • Multiple sclerosis
  • Kekurangan nutrisi
  • Efek samping obat
  • Paparan racun

Gejala anosmia

Sepertinya yang telah dijelaskan, anosmia adalah hilangnya kemampuan untuk dapat mencium bau. Penderita anosmia terkadang tidak dapat mencium bau tubuhnya sendiri dan bahkan sesuatu yang menyengat seperti gas bocor tidak dapat tercium olehnya. Beberapa gejala dan cara mengobati anosmia dari anosmia antara lain:

  • Sakit kepala. Pada penderita anosmia, saluran napas terganggu sehingga penderita bisa mengalami sakit kepala. Hindari makanan yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti pisang atau kafein.
  • Hilang kepekaan terhadap bau. Gejala anosmia juga menjadi parah saat penderita sudah kehilangan kepekaan terhadap bau. Ketidakpekaan ini tentu akan menimbulkan masalah dan gangguan kesehatan lain.
  • Wajah membesar. Wajah penderita anosmia cenderung membesar sebagai salah satu gejala anosmia.
  • Suara berubah. Penderita anosmia akan mengalami perubahan suara dan ini adalah gejala yang sering ditemukan sebagai tanda anosmia.
  • Kebiasaan mendengkur. Gejala anosmia dapat menyebabkan penderitanya mendengkur saat tertidur. Kebiasaan ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang menderita anosmia.
  • Telinga membesar. Gejala lain dari anosmia selain kepala yang membesar adalah telinga yang juga membesar.
  • Kerusakan otak. Gejala dari anosmia yang lain adalah kerusakan pada otak. Perlu pemeriksaan lebih lanjut jika ada trauma kepala apabila terdapat gangguan anosmia atau bukan.
  • Timbul polip. Gejala lain dari anosmia adalah timbulnya polip yang dapat memblokir saluran udara. Kondisi ini bisa berdampak pada sinusitis dan pernapasan seseorang.
  • Defisiensi zinc. Kekurangan zinc bisa menjaid gejala dari anosmia. Zinc merupakan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh dan sebagai tanda kekebalan tubuh manusia.
  • Rongga hidung tersumbat. Anosmia membuat penderitanya tidak dapat menggunakan indra penciuman dengan benar. Penyebabnya bisa dari flu atau rongga tersumbat yang merupakan gejala dari anosmia.

Cara mengobati anosmia bisa disesuaikan dengan gejala yang timbul dan penyebabnya yang paling banyak menjadi faktor munculnya anosmia. Hal ini bisa menjadi tahapan saat mengobati anosmia pada seseorang.

Cara mengobati anosmia

Cara mengobati anosmia disesuaikan dengan gejala dan riwayat penyakit yang dialami. Umumnya dokter akan menanyakan mengenai bau apa saja yang tidak tercium oleh pasien dan apakah terdapat gangguan pada indra pengecapnya atau tidak.

Dokter akan melakukan endoskopi untuk melihat apakah ada peradangan, pembengkakan, polip atau nanah pada hidung. Pemeriksaan saraf yang bisa dilakukan untuk proses pengobatan anosmia antara lain:

  • MRI. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit yang berhubungan dengan otak dan apabila pasien tidak mengalami sinus atau gangguan pada hidung.
  • CT Scan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi gangguan sinus, tumor, dan patah tulang pada hidung.

Beberapa pengobatan anosmia bisa dilakukan tergantung dari penyebabnya, antara lain:

  • Pembedahan. Ini dilakukan untuk mengatasi anosmia yang disebabkan kelainan tulang hidung, polip hidung dan tumor hidung.
  • Penghentian konsumsi obat-obatan anosmia
  • Pemberian obat dekongestan untuk hidung tersumbat
  • Pemberian antibiotik jika anosmia terjadi karena infeksi bakteri

Bagaimana mengatasi anosmia dengan bahan alami?

Bahan alami untuk mengobati anosmia

Anosmia bisa diredakan dengan beberapa bahan alami serta direkomendasikan dokter antara lain:

  • Minyak kayu putih. Penderita anosmia bisa menghirup kayu putih agar dapat merangsang penciuman kembali. Hirup 2-3 kali sehari dan rangsang juga hidung dengan aroma kuat selama 20 detik.
  • Minyak jarak. Minyak jarak bisa menjadi cara mengatasi anosmia. Selain itu minyak jarak juga dapat mengurangi peradangan karena alergi dan pilek. Caranya yaitu panaskan minyak, pastikan suhu minyak cukup. Teteskan atau oles pada lubang hidung. Minyak jarak bisa dipakai saat bangun dan sebelum tidur.
  • Larutan garam. Larutan garam bisa dipakai untuk mengobati anosmia dan alergi. Larutan garam bisa dipakai dengan menyemprotkan cairan ke hidung untuk mengeluarkan lendir dan alergen menyumbat rongga.
  • Jahe. Jahe memiliki aroma menyengat namun khas. Jahe bisa digunakan untuk melatih kemampuan indra penciuman. Jahe juga dapat diminum untuk meredakan peradangan pada saluran pernapasan hidung.

Cara mengobati anosmia cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan gejala serta penyebab yang timbul. Waspadai dan tandai jika mulai kehilangan kemampuan indera penciuman agar menghindari datangnya penyakit lainnya.

Reference
Share