Cara mengatasi mual saat haid

Apakah kamu sering merasa mual saat menstruasi? Banyak wanita yang merasakan gejala menstruasi umum seperti kram dan sakit pada bagian perut dan punggung, namun sebagian lainnya juga merasakan mual saat menstruasi.

Mual bisa terjadi menjelang atau selama haid. Apakah mual ini wajar saat haid? Mengatasi mual bisa kamu simak dari daftar berikut ini. Yuk catat!

Kondisi mual saat haid

Mual dan muntah menjelang atau saat menstruasi dapat terjadi dan merupakan gejala dari nyeri menstruasi. Sebagian wanita mungkin tidak akan terganggu jika mual hanya terjadi sesekali, namun bagaimana jika mual terjadi pada saat haid? Adakah cara mudah untuk mengatasinya tanpa harus perlu ke dokter?

Kondisi mual pada saat haid merupakan hal yang wajar karena adanya perubahan hormon yang terjadi saat haid. Terkadang mual membuat kamu tidak dapat melanjutkan aktivitas ya ladies. Jika memang hal tersebut terjadi, kamu bisa berhenti sejenak dan lakukan beberapa aktivitas ringan yang bisa membantu meredakan mual saat menstruasi.

Kenapa mual saat haid bisa terjadi?

Mungkin kamu akan bertanya-tanya, mengapa mual pada saat haid bisa terjadi? Mual menjadi salah satu gejala pada wanita yang umum terjadi saat menstruasi. Hal ini terjadi karena perubahan hormon dan kimiawi dalam tubuh.

Hormon yang berperan menyebabkan mual adalah hormon prostaglandin yang dilepaskan dalam siklus menstruasi. Fungsi hormon ini sendiri sebenarnya merangsang otot rahim berkontraksi dan membantu mengeluarkan darah menstruasi. Hormon kemudian masuk ke aliran darah dan menyebabkan mual, diare, muntah, dan sakit kepala.

Apa saja yang menjadi penyebab umum mual pada saat haid? Simak terus pembahasannya!

Penyebab mual saat haid

Mual tidak hanya dialami oleh wanita hamil atau orang yang sedang sakit, selama haid, mual bisa terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya?

Dismenore

Istilah medis ini sama artinya dengan kram perut yang terkadang disertai dengan rasa mual yang mengganggu. Mual bisa terjadi saat menjelang haid bersamaan dengan nyeri perut bawah menyebar ke punggung dan bagian paha dalam.

Pra menstruasi (PMS)

Sindrom premenstruasi atau PMS terjadi pada 90% wanita setiap bulannya, hal ini dikutip dari Office on Women’s Health. Terjadi perubahan hormon dalam tubuh yang mengalir menuju lapisan rahim untuk merangsang kontraksi dan sisa hormon masuk ke aliran darah menyebabkan muntah, mual, dan sakit kepala.

Endometriosis

Mual bisa terjadi karena endometriosis. Di mana jaringan ini mirip dengan lapisan rahim yang tumbuh di tempat lain di dalam tubuh. Jaringan dapat berubah sepanjang bulan dan menyebabkan peradangan saat wanita mengalami menstruasi.

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Mual bisa terjadi karena kondisi sindrom pramenstruasi (PMS) yang lebih parah, yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). PMDD jarang terjadi dan menurut Office on Women’s Health, kondisi ini menyerang sebanyak 5 persen wanita pada usia subur.

Kondisi ini erat kaitannya dengan perubahan hormone dan menyebabkan kram, mual perubahan emosi dan sebagainya. Lalu bagaimana cara mudah mengatasinya?

Cara mengatasi perut mual saat haid

Perut yang mual saat mulai haid biasanya akan mereda saat nyeri PMS hilang. Cara mengatasi mual pada menstruasi antara lain:

1. Minum air rebusan jahe

Perut yang mual dan membuat kamu muntah bisa membuat cairan dalam tubuh berkurang. Usahakan minum banyak air putih dan minuman yang menyegarkan seperti teh jahe atau wedang jahe. Minum air rebusan jahe membuat tubuh menjadi hangat dan dapat mengatasi mual. Jahe juga memiliki sifat anti inflamasi yang dapat menenangkan perut.

2. Hirup udara segar

Pada saat terasa mual, coba buka jendela lebar-lebar dan buatlah sirkulasi udara berganti. Nyalakan kipas angin untuk mengganti udara dan mengusir bau kurang sedap. Jika belum membantu, coba jalan ke luar ruangan untuk menikmati udara segar.

3. Makan buah

Mengatasi mual saat haid bisa dikurangi dengan makan buah atau cemilan. Hindari buah dengan bau menyengat dan makan dalam porsi kecil agar gula darah tetap stabil.

4. Minum suplemen

Makan suplemen bisa meringankan gejala mual pada saat haid. Jika bingung dengan suplemen apa yang sebaiknya dikonsumsi, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter jika mual sangat mengganggu aktivitas. Suplemen yang biasa diresepkan untuk mual seperti obat anti nyeri atau vitamin B6 untuk mengurangi mual.

5. Jalan santai

Lakukan aktivitas ringan seperti jalan santai agar tekanan pada rahim bisa mereda dan memberikan udara segar masuk ke dalam paru-paru. Cukup jalan santai di sekitar rumah kamu, sudah cukup membatu.

6. Kompres dingin

Untuk meredakan mual, kamu dapat mengompres dengan air dingin area perut atau bagian yang nyeri sehingga membuat tubuh ringan dan rileks.

7. Makan makanan ringan hambar

Makanan hambar dapat mengurangi mual seperti roti kering atau kerupuk. Hindari makanan dengan aroma kuat yang malah akan membuat kamu semakin mual atau tidak bernafsu menyantapnya.

8. Sediakan makanan ringan

Menyediakan makanan kecil dapat menjadi energi tambahan saat haid dan mengurangi mual karena membantu kadar gula darah stabil dan menjadi cara mudah mengembalikan energi ketika muntah.

9. Minum obat anti mual

Ada beberapa obat anti mual yang dijual bebas dan dapat meredakan mual ringan atau sedang. Namun tentunya obat anti mual ini bisa dikonsultasikan dahulu untuk resep dan konsumsinya kepada dokter. Apakah mual saat haid memerlukan penanganan dokter lebih lanjut?

Mual saat haid, apakah perlu ke dokter?

Mual saat haid bisa terjadi secara wajar, namun mual juga dapat menunjukkan berbagai masalah kesehatan yang memerlukan perawatan medis segera. Kapan kamu perlu menemui dokter? Penanganan lebih lanjut dapat dilakukan jika:

  • Mual disertai dengan diare dan gejala dehidrasi berat
  • Mual terjadi untuk pertama kalinya
  • Pusing
  • Buang air kecil sedikit/tidak sama sekali
  • Sakit kepala dan kepekaan terhadap cahaya
  • Demam
  • Penurunan berat badan

Mual saat haid bisa diatasi dengan mudah di rumah, namun jika mual disertai dengan gejala yang semakin parah serta mengkhawatirkan, maka segera konsultasi ke dokter dan lakukan perawatan ya, ladies!

Share artikel ini
Reference