berhubungan badan saat pms

Happy Asian couple on the bed at home

iTidak sedikit pasangan ragu untuk berhubungan badan saat PMS karena anggapan bahwa melakukan seks saat menstruasi dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan. Namun, pada beberapa pasangan, melakukan hubungan badan saat haid dapat menjadi pengalaman seks yang menyenangkan.

Bolehkah berhubungan badan saat PMS

Dilihat dari kacamata medis, berhubungan badan saat menstruasi sebenarnya boleh untuk dilakukan selama darah menstruasi masih sedikit atau belum terlalu deras. Jika pasangan melakukannya di saat PMS dimana masih berupa flek, maka hubungan badan dapat dilakukan.

Selain itu, berhubungan badan saat PMS atau menstruasi juga dapat meredakan kram atau nyeri perut yang umum dialami wanita saat menstruasi. Pasalnya, ketika berhubungan seks, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang dapat memicu perasaan senang dan juga mengurangi rasa nyeri.

Mitos dan fakta berhubungan badan saat pms

Ada beberapa mitos dan fakta seputar berhubungan seks saat PMS atau menstruasi. Jangan sampai salah kira, ya.

1. Mengurangi stres

Selain dapat mengurangi nyeri haid, melakukan hubungan badan saat PMS atau menstruasi juga dapat mengurangi stres yang diakibatkan sejumlah gejala PMS seperti perubahan suasana hati.

2. Mempersingkat masa haid

Seks ternyata juga dapat membuat haid menjadi lebih cepat berakhir. Pasalnya, melakukan seks saat menstruasi dapat merangsang pelepasan jaringan dinding rahim serta kontraksi otot pada dinding rahim. Alhasil, sel telur dan darah haid yang tidak dibuahi akan lebih cepat keluar.

3. Memberikan kepuasan lebih

Berhubungan seks saat menstruasi juga dapat memberikan kepuasan lebih pada pasangan, terutama wanita. Ini karena wanita mengalami perubahan hormon selama menstruasi yang membuatnya lebih bergairah.

4. Melakukan seks saat menstruasi pasti aman adalah mitos

Meskipun melakukan hubungan seks saat menstruasi diperbolehkan namun bukan berarti kamu terbebas dari berbagai risikonya. Pasalnya, penetrasi penis ke vagina dapat menyebabkan darah haid yang seharusnya keluar justru kembali masuk dan menempel di sekitar dinding rahim.

Berhubungan saat PMS apakah bisa hamil?

Tidak sedikit orang yang meyakini melakukan hubungan seks saat wanita menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan. Padahal, ini tidak sepenuhnya benar. Berhubungan seks tanpa kondom sekalipun sedang menstruasi tetap memiliki kemungkinan kehamilan. Hanya saja peluangnya lebih kecil, dibandingkan dengan melakukan seks pada saat masa subur.

Risiko berhubungan saat PMS

Hal terpenting yang perlu kamu tahu sebelum melakukan hubungan badan saat menstruasi adalah risikonya. Meskipun boleh-boleh saja, tetapi hubungan seks saat haid berisiko menyebabkan:

1. Risiko endometriosis

Perempuan yang sedang menstruasi dan melakukan hubungan seks dapat meningkatkan risiko endometriosis. Pasalnya, darah haid dapat kembali masuk ke dinding rahim dan memicu penyakit tersebut. Jika dibiarkan, endometriosis dapat menyebabkan tumor dan kanker

2. Berisiko menyebabkan infeksi

Melakukan seks saat menstruasi juga dapat berisiko menyebabkan infeksi di dalam rahim. Pasalnya, mulut rahim akan terbuka ketika haid, dan kemungkinan akan ada iritasi atau kuman yang dari luar yang masuk ke vagina karena penetrasi.

Beberapa infeksi yang mungkin terjadi adalah infeksi Human papilloma virus (HPV). Infeksi yang satu ini juga menular lewat hubungan seksual.

3. Rasa tidak nyaman

Berhubungan badan saat PMS mungkin dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama bagi wanita yang juga sedang mengalami nyeri haid atau gejala lainnya.

Cara berhubungan saat PMS

  1. Beberapa cara di bawah ini dapat membantu kegiatan seks lebih aman dan nyaman untuk dilakukan:
    Utarakan dengan jujur pada pasangan mengenai perasaan kamu tentang berhubungan badan saat PMS maupun menstruasi. Tanyakan pula apa pendapatnya tentang hal ini. Jangan sampai salah satu pasangan merasa tidak nyaman ketika melakukan hubungan seks tersebut.
  2. Lepaskan pembalut atau tampon yang kamu gunakan sebelum melakukan hubungan intim
  3. Sebarkan alas atau handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk menampung darah haid yang keluar. Kamu juga bisa melakukan seks di bak mandi atau pancuran jika merasa ribet dengan cara tersebut.
  4. Gunakan kondom untuk mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS)
  5. Lakukan hubungan seks dalam posisi yang nyaman
  6. Bersihkan area organ intim setelah melakukan hubungan seks.
Share artikel ini
Reference