apakah asma menular

Penyakit asma merupakan penyakit yang cukup umum ditemukan. Namun, ada satu pertanyaan seputar penyakit ini yang selalu ditanyakan, apakah asma menular?

Asma bukanlah penyakit menular. Bahkan bila kamu bersentuhan atau menggunakan barang yang sama dengan penderita asma, kamu tidak akan tertular. Berikut ini fakta seputar asma yang kamu wajib tahu.

Apa itu asma?

Asma adalah kondisi bengkak atau meradangnya saluran di paru-paru. Asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran udara. Penyebab penyakit ini bisa bermacam-macam., sehingga membuat penderitanya ekstra sensitif terhadap hal-hal di sekitarnya.

Saat penderita asma menghirup pemicu, bagian dalam saluran udara semakin membengkak. Ini mempersempit ruang bagi udara untuk bergerak masuk dan keluar dari paru-paru. Otot-otot yang membungkus saluran udara juga bisa mengencang, membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Penyebab asma

Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan asma. Penyebabnya dapat bervariasi dari orang ke orang. Ada karena faktor lingkungan yang kurang bersih, alergi pada sesuatu, bahkan juga bisa penyebab mental seperti kecemasan.

Penyebabnya sebagian besar masih belum diketahui, tetapi para peneliti telah menentukan bahwa asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Namun, hanya karena memiliki orang tua dengan asma (atau alergi) tidak berarti kamu juga akan menderita asma.

Pemicu asma

Ada cukup banyak pemicu asma. Beberapa pemicu terbilang sulit dihindari sementara yang lainnya jarang ditemui. Beberapa penderita asma mungkin juga lebih sensitif atau kebal pada pemicu tertentu.

  • Alergi (makanan, minuman, obat, hewan)
  • Olahraga terlalu berat
  • Maag dan radang dalam selaput lendir
  • Merokok
  • Cuaca dan polusi udara
  • Asap pembakaran kayu atau perapian dan asap dari bahan kimia
  • Bau menyengat dari parfum
  • Bahan pembersih
  • Emosi yang kuat seperti stres, kecemasan, menangis, berteriak, marah, atau tertawa terbahak-bahak juga dapat memicu serangan asma.

Apakah asma menular?

Penyakit asma memang menyerang organ pernapasan, tetapi berbeda dengan penyakit lainnya yang biasa menyerang paru-paru, penyakit asma sama sekali tidak menular. Orang-orang yang berinteraksi atau berada di sekitar penderita asma tidak perlu merasa takut dan khawatir tertular penyakit tersebut.

Bahkan jika kita melakukan kontak langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan alat pribadi, penyakit tersebut tidak akan menular sama sekali.

Faktor risiko asma

Hal-hal yang mungkin membuat kamu lebih mungkin menderita asma meliputi:

  1. Faktor keluarga atau gen
  2. Obesitas atau berat badan berlebih
  3. Ras. Diketahui bahwa asma lebih sering terjadi pada orang keturunan Afrika-Amerika.
  4. Anak laki-laki lebih mungkin menderita asma daripada anak perempuan. Pada remaja dan orang dewasa, ini lebih sering terjadi pada wanita.
  5. Kondisi lain seperti infeksi paru-paru, alergi, atau obesitas

Diagnosis asma

Asma umunya mudah dikenali. Bila nafas menjadi mengi atau sesak karena suatu pemicu, kemudian kesulitan mengontrol irama pernafasan, bisa jadi ini pertanda kamu menderita asma. Namun untuk lebih meyakinkan, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis paru. Mereka akan menanyai gejala yang kamu punya dan menjalani tes untuk melihat seberapa baik paru-paru kamu bekerja. Tes yang dijalankan termasuk:

  • Spirometri. Tes pernapasan sederhana ini mengukur seberapa banyak udara yang kamu hembuskan dan seberapa cepat.
  • Arus puncak. Ini mengukur seberapa baik paru-paru mendorong udara keluar. Pengukur aliran puncak atau peak flow rate meter, dapat membantu kamu mengetahui apa yang memperburuk asma, apakah perawatan berhasil, dan kapan membutuhkan perawatan darurat.
  • Tantangan metakolin. Tes ini melibatkan penggunaan pemicu asma. Selama tes ini, kamu menghirup bahan kimia yang disebut metakolin sebelum dan sesudah spirometri untuk melihat apakah itu membuat saluran udara menyempit.
  • Uji oksida nitrat yang dihembuskan. Kamu bernapas ke dalam tabung yang terhubung ke mesin yang mengukur jumlah oksida nitrat dalam napas. Tubuh kamu membuat gas ini secara normal, tetapi kadarnya bisa tinggi jika saluran udara meradang.

Tes lain yang mungkin kamu dapatkan meliputi:

  • Rontgen dada. Ini bukan tes asma, tetapi dokter kamu dapat menggunakannya untuk memastikan tidak ada hal lain yang menyebabkan gejala asma.
  • CT. Pemindaian paru-paru dan sinus kamu dapat mengidentifikasi masalah atau penyakit fisik (seperti infeksi) yang dapat menyebabkan masalah pernapasan atau memperburuknya.
  • Tes alergi. Ini bisa berupa tes darah atau kulit.
  • Eosinofil dahak. Tes ini mencari tingkat tinggi sel darah putih (eosinofil) dalam campuran air liur dan lendir (dahak) yang keluar saat kamu batuk.

Pengobatan asma

Banyak perawatan asma dapat meringankan gejala kamu. Berikut ini adalah beberapa obat untuk pada penderita asma.

Salah satu pengobatan cepat dan tersedia di pasaran adalah inhaler. Obat pencegahan dan kontrol jangka panjang mengurangi pembengkakan (peradangan) di saluran udara yang menyebabkan gejala. Sementara inhaler adalah bantuan cepat yang membuka saluran udara bengkak yang membatasi pernapasan.

Obat pengontrol asma jangka panjang, umumnya untuk setiap hari atau sesuai resep dokter. Obat-obatan ini menjaga asma tetap terkendali setiap hari dan mengurangi kemungkinan kamu terkena serangan asma. Jenis obat kontrol jangka panjang meliputi Inhaled corticosteroids, Leukotriene modifiers, dan Theophylline.

Bahaya asma

Jika tidak terkontrol, asma dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari kamu, seperti:

  1. Kelelahan
  2. Kurang olahraga dan penambahan berat badan
  3. Kunjungan rumah sakit atau UGD yang rutin dan melelahkan
  4. Masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi
  5. Kesulitan fokus pada pekerjaan atau tugas sekolah
  6. Kegagalan pernafasan
  7. Kolaps paru-paru
  8. Pneumonia dan komplikasi lain dari infeksi umum seperti flu
  9. Persalinan dini atau kehilangan kehamilan
  10. Saluran bronkial yang menyempit secara permanen di paru-paru kamu

Jika tidak ingin asma yang kamu derita semakin parah, sangat penting untuk berkonsultasi ke dokter dan menentukan pengobatan yang pas.

Share artikel ini
Reference