squat jump

Squat jump bisa jadi solusi olahraga bagi kamu yang ingin mengecilkan bagian tubuh. Selain itu, latihan ini efektif untuk perkuat dan membantu mengencangkan bagian bawah tubuh secara keseluruhan, seperti paha, bokong, dan betis.

Lantas, apa saja manfaat squat jump? Yuk simak berbagai manfaatnya, dan tips melakukannya!

Apa itu squat jump

Squat jump adalah jenis olahraga sederhana yang bisa dilakukan di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus. Latihan ini melibatkan lebih banyak otot bagian bawah yang meliputi perut, bokong, panggul, tungkai, kaki, dan paha.

Squat jump bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat bagi para atlet atau kamu yang sering melakukan olahraga seperti tenis, bola basket, atau sepak bola.

Untuk mengurangi risiko cedera, mulailah dengan durasi yang singkat. Misalnya, hari ini squat jump selama 5 menit, lalu tambahkan 10 menit di hari-hari berikutnya. Selain itu, waspadai jika kamu memiliki kondisi tertentu, seperti penyakit jantung. Boleh juga konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memulai melakukan squat jump secara rutin.

Bagaimana cara melakukan squat jump?

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari squat jump, kamu harus melakukan gerakan dengan benar. Berikut panduannya:

  • Berdiri tegak dengan kaki dibuka selebar bahu.
  • Tekuk lutut kamu dan dorong pantat kamu ke bawah seolah-olah kamu akan duduk.
  • Lompat dengan mendorong kaki kamu dari lantai.
  • Lalu mendarat dalam posisi jongkok.

Manfaat gerakan squat jump

Melakukan squat jump dan variasinya secara rutin dapat membantu kamu yang ingin membentuk tubuh. Jenis olahraga ini ternyata efektif untuk bantu hilangkan lemak pada bagian bawah tubuh, serta dapat mengencangkan otot bokong, kaki, dan meningkatkan keseimbangan badan.

Berikut manfaatnya untuk pembentukan tubuh kamu, supaya lebih sehat dan kuat:

1. Bakar kalori dan lemak

Melakukan 30 squat jump dapat membakar sekitar 100 kalori, tergantung pada berat badan dan intensitas latihan kamu. Banyak wanita cenderung menumpuk lemak di tubuh bagian bawah, yang berhubungan dengan banyak masalah kesehatan.

Nah, menambahkan latihan ini ke dalam rutinitas olahraga kamu dapat membantu membakar kalori dan meluruhkan lemak dari tubuh bagian bawah.

2. Tingkatkan performa olahraga

Studi ilmiah telah menyimpulkan bahwa latihan ini membantu atlet untuk tampil lebih baik, terutama dalam latihan ketahanan. Itu sebabnya squat jump adalah latihan pokok di sebagian besar sesi pelatihan atletik.

3. Meningkatkan kesehatan

Berolahraga dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan dari olahraga termasuk membantu meningkatkan regulasi glukosa, metabolisme lipid, dan sensitivitas insulin. Nah, dengan melakukan latihan kardio berintensitas tinggi, kamu bisa menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, obesitas, dan diabetes.

4. Meningkatkan kesehatan tulang

Tidak hanya membantu wanita membentuk tubuh indah, latihan ini juga bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang dan menjaga kesehatan tulang, lho.

5. Kencangkan bokong, kaki, dan perut

Squat jump juga merupakan versi plyometrik dari jongkok biasa. Latihan pliometrik atau disebut juga latihan jump atau pylos adalah latihan yang membuat otot mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu singkat dengan tujuan meningkatkan daya. Karena itulah, olahraga dengan intensitas tinggi ini efektif untuk mengencangkan otot-otot kaki, bokong, dan juga perut.

Tips melakukan squat jump secara optimal

Pada dasarnya, squat jump juga membutuhkan tips untuk melakukan dengan benar, yuk terapkan tips berikut ini:

1. Pemanasan dulu

Sebelum memulai sesi latihan, sangat penting untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu agar aliran darah ke otot lancar dan cedera otot dapat dihindari. Kamu bisa melakukan pemanasan dengan melakukan peregangan, berjalan di tempat, atau berjalan-jalan santai selama beberapa menit.

2. Perhatikan tempat latihan

Dalam melakukan latihan ini, disarankan agar kamu berlatih di permukaan yang datar dan tidak licin. Hal ini dimaksudkan agar kamu dapat merasa nyaman dalam sesi latihan kamu dan terhindar dari cedera, seperti terpeleset karena permukaan yang licin.

3. Jangan lakukan jika sedang cedera

Jika kamu mengalami cedera atau nyeri pada bagian tubuh tertentu, seperti nyeri lutut, pergelangan kaki, pinggul, punggung, atau leher, sebaiknya hindari melakukan gerakan ini. Pasalnya, squat jump berisiko menyebabkan persendian semakin meradang, bengkak, dan nyeri.

Agar lebih aman, sebaiknya pilih jenis olahraga lain yang tidak membuat persendian bekerja lebih keras, seperti berenang, yoga, atau jalan kaki.

4. Lakukan sesi latihan squat jump yang cukup

Jika kamu ingin melakukannya secara rutin, ada baiknya kamu melakukannya dengan benar dan tidak berlebihan. Disarankan agar kamu melakukan sesi latihan 2-3 kali per minggu agar latihan ini bisa efektif dan terhindar dari cedera.

Salah satu cedera yang dapat terjadi adalah nyeri patellofemoral, yaitu suatu kondisi nyeri dan kaku pada bagian depan atau tempurung lutut. Nyeri ini biasanya disebabkan oleh perubahan mendadak dalam frekuensi, durasi, dan intensitas aktivitas fisik atau olahraga.

Gerakan ini biasanya termasuk dalam rangkaian latihan kardio. Olahraga ini baik untuk menjaga berat badan, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan menjaga daya tahan tubuh.

Latihan kardio dianjurkan setidaknya 150 menit per minggu. Untuk sehari, kamu bisa membaginya menjadi berbagai macam sesi. Setelah memahami apa itu squat jump, bagaimana cara melakukannya, dan tips melakukan dengan benar, kini kamu bisa terapkan segera.

Squat jump merupakan salah satu latihan untuk memperkuat otot-otot tubuh bagian bawah serta meningkatkan keseimbangan dan kelincahan tubuh. Namun demikian, kamu juga harus mencegah supaya tidak terjadi cedera. Sebaiknya sadari kondisi tubuh kamu sebelum memulainya, ya!

Share artikel ini
Reference