panic attack

Pernahkah kamu tiba-tiba mengalami perasaan takut dan cemas luar biasa? Perasaan yang tiba-tiba datang itu terkadang muncul tanpa alasan yang jelas. Rasa panik ini juga dapat muncul karena fobia atau alasan tertentu dan berlangsung selama beberapa menit. Hal itu disebut dengan panic attack. 

Orang yang terkena serangan tersebut bisa kembali normal jika pemicunya mereda selama beberapa lama. Apa itu panic attack dan apakah sama dengan serangan jantung? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak selengkapnya disini!

Apa itu panic attack?

Serangan panik

Panic attack atau serangan panik adalah perasaan cemas dan takut yang muncul dengan atau tanpa alasan khusus. Gejala dari panic attack ini adalah rasa takut yang melumpuhkan. Serangan panik bisa menjadi kronis apabila terjadi terus menerus.

Setidaknya, serangan panik ini terjadi sekali hingga dua kali seumur hidup. Seseorang mungkin tidak menyadari bahwa telah terkena serangan panik dan menganggap bahwa panic attack sama dengan heart attack atau serangan jantung. Serangan panik ini memicu rasa takut akan malapetaka yang datang dan sebuah keinginan untuk melawannya.

Panic attack dapat dialami oleh siapapun, namun faktor risiko dibawah ini juga dapat membesar peluang seseorang terkena serangan panik, yaitu:

  • Usia. Serangan panik sering terjadi pada masa remaja hingga usia dewasa awal. Namun tidak menutup kemungkinan untuk anak-anak dan orang tua juga dapat mengalami serangan panik.
  • Jenis kelamin. Wanita dapat mengalami peluang gangguan panik 2x lebih besar dari pria.

Baca juga: Kenali Kondisi Cemas Berlebihan dan Efeknya Pada Tubuh!

Ciri-ciri panic attack

Serangan panik bisa menyerang siapa saja dalam keadaan yang memicu ketakutan datang tiba-tiba. Jika kamu mengalami setidaknya 4 gejala berikut ini, maka tandanya kamu telah mengalami serangan panik. Berikut gejala dari serangan panik yang biasanya muncul:

  • Sensasi panas atau menggigil yang datang tiba-tiba
  • Nyeri dan sesak di dada
  • Pusing, merasa akan pingsan
  • Merasa seperti tersedak
  • Perasaan kacau
  • Detak jantung tidak teratur
  • Berdebar kencang di dada
  • Kesemutan atau mati rasa, terutama pada ujung jari
  • Sulit bernapas dan seperti tercekik
  • Tubuh gemetar atau bergoyang
  • Merasa keluar dari peristiwa yang sedang dialami
  • Perasaan takut mati tiba-tiba
  • Hilang kendali
  • Durasi serangan panik bervariasi antara 10-30 menit hingga berjam-jam lamanya

Berapa lama panic attack umumnya berlangsung?

Menurut para ahli dalam bidang perawatan kesehatan, panic attack bisa berlangsung beberapa menit, namun jika ada gejala yang menyertai, kondisi ini bisa berlangsung selama berjam-jam. Kondisi sesak, pusing dan berdebar bisa muncul saat serangan panik terjadi. 

Banyak orang yang mengira bahwa mereka telah mengalami serangan jantung dan segera pergi ke rumah sakit. Efek dari serangan panik mungkin masih terasa setelah beberapa lama sehingga perlu perlakukan khusus jika kamu merasa telah mengalami serangan panik. Apakah panic attack sama dengan heart attack?

Perbedaan panic attack dan heart attack

Banyak orang yang mengira telah mengalami heart attack atau serangan jantung karena gejala dan tanda yang mirip. Kondisi serangan panik yang memicu jantung berdetak lebih cepat dan kesulitan bernafas sering disalah artikan sebagai serangan jantung. 

Hal ini dapat diartikan bahwa orang-orang masih banyak yang kesulitan dalam menemukan perbedaan keduanya. Apa perbedaan panic attack dan heart attack?

1. Penyebab terjadinya

Perbedaan antara serangan panik dengan serangan jantung yang paling terlihat yaitu dari penyebab bagaimana serangan ini terjadi. Penyebab panic attack adalah hormon yang memicu respon tubuh sehingga memicu jantung berdetak cepat, sesak napas dan nyeri dada.

Sedangkan heart attack terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah arteri. Gejala yang terjadi hampir mirip yaitu sulit bernapas, nyeri dada dan detak jantung lebih cepat.

2. Rasa sakit di bagian dada

perbedaan panic attack dan heart attack

Perbedaan antara serangan panik dan serangan jantung yaitu:

  • Serangan panik memunculkan rasa dada seperti ditusuk. Pada area dada akan semakin sakit saat ditekan.
  • Rasa sakit pada saat serangan jantung akan meningkat dari waktu ke waktu, rasa nyeri meluas hingga leher, punggung dan rahang. 

3. Waktu kemunculan

Waktu kemunculan juga menjadi pembeda antara serangan panik dan serangan jantung. Dikutip dari beth israel deaconess medical center, serangan jantung terjadi pada saat tubuh terlalu lelah, jantung bekerja terlalu keras seperti melakukan pekerjaan fisik berat dan kamu tidak terbiasa melakukan aktivitas tersebut.

Pada serangan panik, kondisi ini bisa datang kapan saja dan bahkan saat seseorang tidak sedang melakukan apapun. Serangan panik bisa reda dalam kurun waktu 20 menit dan gejalanya mereda dengan sendirinya. Sedangkan pada serangan jantung, gejala bisa lebih semakin parah.

4. Gejala yang menyertai

Gejala yang menyertai antara serangan panik dan serangan jantung juga dapat berbeda. Jika dalam serangan panik memicu nyeri dada, sesak nafas, hingga jantung yang berdegup dengan kencang.

Sedangkan pada serangan jantung, penderita akan merasakan mual dan ingin pingsan di samping nyeri dada, sesak dan detak jantung yang lebih cepat. 

Deteksi dini perlu dilakukan dengan segera apabila gejala dan tanda serangan sering kamu alami dan semakin parah sewaktu-waktu, hingga tidak hilang dengan sendirinya.

Cara mengatasi panic attack

Dokter atau penyedia kesehatan mental dapat membantu mendiagnosis serangan panik. Diagnosis ini dapat dilakukan jika ternyata kamu mengalami:

  • Khawatir terus menerus
  • Mengalami serangan panik lebih sering
  • Terobsesi kehilangan kendali selama terjadi serangan panik

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan panik sepert psikoterapi, obat-obatan atau kombinasi efektif dari keduanya. Pengobatan serangan panik membutuhkan waktu perawatan tergantung dari jenis dan tingkat keparahan yang dialami oleh pasien. Beberapa pilihan pengobatan serangan panik antara lain:

1. Psikoterapi

Dengan melakukan terapi perilaku kognitif (CBT), dokter akan melakukan psikoterapi atau terapi bicara. Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pikiran dan emosi kepada profesional kesehatan mental. Mereka akan membantu mengidentifikasi pemicu serangan dengan cara mengubah perilaku, pemikiran dan reaksi pasien.

2. Antidepresan

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi serangan panik seperti antidepresan. Obat ini membuat serangan menjadi berkurang. Ada beberapa obat yang akan direkomendasikan dan dipantau konsumsinya oleh dokter untuk mengatasi panic attack jika kemunculannya sudah terlalu parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Obat anti-kecemasan

Obat anti cemas yang sering dikonsumsi untuk mencegah serangan panik adalah benzodiazepine. Obat ini akan mengatasi kecemasan namun memiliki efek samping kecanduan.

Serangan panik merupakan gangguan mental yang dapat diobati, namun banyak orang yang menunda mencari bantuan atau salah menilai gejala sehingga mengira kondisi tersebut adalah serangan jantung dan mendapatkan perawatan yang keliru. 

Bicarakan dengan detail mengenai serangan panik tersebut agar dokter dapat merekomendasikan perawatan terbaik untuk meredakannya, ya!

Share artikel ini
Reference