gejala menopause dini
Period Siklus Menstruasi

Waspada Gejala Menopause Dini di Usia 30-an

Imelda Rahmawati | Maret 7, 2022
Share

Menopause dini menjadi mimpi buruk bagi para perempuan berusia 30-an. Gejala menopause dini bisa jadi sebuah pertanda tubuh kamu sedang mengalami penyakit tertentu. Normalnya, menopause dialami oleh perempuan berusia 40-an. Tidak hanya berhenti menstruasi, menopause juga menimbulkan gejala-gejala lain yang membuat tubuh tidak nyaman.

Gejala utama yang akan dirasakan saat menopause yaitu kemerahan pada kulit yang terasa panas. Kondisi ini tentunya akan sangat mengganggu, namun tidak perlu khawatir karena kulit yang kemerahan akan segera sembuh dengan sendirinya.

Apa itu menopause

Menopause adalah kondisi ketika ovarium berhenti memproduksi telur, sehingga menurunkan tingkat estrogen yang merupakan hormone pengontrol siklus reproduksi. Kamu bisa didiagnosa menopause jika sudah tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan. Tapi gejalanya bisa saja muncul jauh sebelum menopause, kondisi tersebut dinamakan perimenopause.

Menopause dini terjadi karena ovarium tidak lagi bekerja dengan normal. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal yang terkait dengan kesehatan reproduksi. Menopause umumnya dialami oleh wanita berusia 45-55 tahun. Jika kamu mengalaminya sebelum usia 40-an, maka kemungkinan kamu mengalami menopause dini.

Pada usia 40-an biasanya permenopause sudah dialami kebanyakan wanita, kondisi ini juga bisa dialami saat usia 30-an dan dianggap sebagai menopause dini, saat ovarium mulai memproduksi lebih sedikit hormone estrogen.

Berikut ini adalah beberapa fase yang akan dialami wanita sebelum dan sesudah menopause;

  • Perimenopause. Fase ini biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menopause, ketika ovarium secara perlahan membuat lebih sedikit estrogen. Kamu akan mengalami gejala-gejala menopause pada fase ini.
  • Menopause. Fase ini bisa disebut juga sebagai puncak fase, saat kamu sudah tidak mengalami menstruasi selama setahun penuh. Ovarium telah berhenti melepaskan sel telur dan tidak lagi memproduksi sebagian besar estrogennya.
  • Pascamenopause. Fase ini adalah tahun-tahun setelah menopause. Gejala menopause seperti kulit kemerahan biasanya akan mereda. Tetapi risiko kesehatan yang terkait dengan hilangnya estrogen meningkat seiring bertambahnya usia.

Gejala menopause dini

Gejala menopause dini dimulai saat kamu mengalami menstruasi yang tidak teratur, siklus menstruasi juga terasa lebih lama atau lebih pendek dari siklus normal sebelumnya. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa kamu alami:

  • Pendarahan hebat.
  • Bercak merah pada kulit.
  • Menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Siklus menstruasi jadi lebih lama.

Kamu juga bisa saja mengalami gejala menopause umum yang dialami wanita berusia 40-an, berikut adalah gejalanya;

  • Perubahan suasana hati.
  • Perubahan perasaan atau hasrat seksual.
  • Kekeringan vagina.
  • Susah tidur.
  • Tubuh terasa panas.
  • Keringat malam.
  • Kehilangan kontrol kandung kemih sehingga terlalu sering buang air kecil.

Penyebab menopause dini

Penyebab menopause dini tidak diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Berikut adalah beberapa hal yang memungkinkan menjadi penyebab menopause dini:

1. Genetika

Jika penyebab menopause tidak diketahui secara media, maka kemungkinan besarnya yaitu karena genetika. Cari tahu kapan orangtua kamu mengalami menopause, hal ini akan menjadi petunjuk tentang kapan kamu akan mengalami menopause juga.

Jika ibumu mengalami menopause lebih awal, peluang kamu menopause di usia muda juga lebih besar. Tapi tenang saja, karena tidak banyak kasus menopause dini yang disebabkan oleh faktor genetika.

2. Merokok

Merokok dapat mempengaruhi produksi estrogen, sehingga tidak heran jika perokok aktif mengalami menopause dini. Penelitan menunjukan bahwa wanita yang merokok mengalami menopause 1-2 tahun lebih awal daripada wanita yang tidak merokok.

3. Berat badan

Indeks massa tubuh (BMI) juga dapat menjadi faktor menopause dini. Hal tersebut karena hormon estrogen disimpan dalam jaringan lemak. Wanita yang memiliki badan kurus dengan sedikit lemak, hanya akan menyimpan sedikit estrogen yang kemudian cepat habis. Kondisi inilah yang menyebabkan menopause dini.

4. Masalah kromosom

Ada beberapa masalah kromosom dapat menyebabkan menopause dini. Salah satunya, sindrom Turner (disebut juga monosomi X dan disgenesis gonad) yang mengakibatkan kelahiran dengan kromosom yang tidak lengkap.

Wanita dengan sindrom Turner akan memiliki ovarium yang tidak berfungsi. Hal ini menyebabkan mereka mengalami menopause sebelum waktunya. Sindrom ini biasanya akan diturunkan dalam keluarga.

5. Penyakit autoimun

Beberapa penyakit autoimun seperti penyakit tiroid atau rheumatoid arthritis, memiliki gejala menopause dini. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan salah mengira bagian tubuh sebagai penyerbu dan menyerangnya. Peradangan yang disebabkan oleh beberapa penyakit ini dapat mempengaruhi ovarium, sehingga ovarium berhenti bekerja.

6. Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan kejang yang berasal dari otak. Seseorang dengan epilepsi lebih mungkin mengalami insufisiensi ovarium primer, yang menyebabkan menopause. Perubahan kadar hormon karena menopause dapat mempengaruhi kejang pada penderita epilepsi.

Mencegah menopause dini

Tidak ada perawatan atau pengobatan khusus yang dapat mencegah gejala menopause dini. Namun, wanita yang telah mencapai menopause bisa melakukan pengobatan yang dapat membantu meringankan gejala.

  1. Cari tahu faktor risiko. Mengetahui adanya faktor genetika yang menyebabkan menopause dini, kamu bisa lebih preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.
  2. Olahraga rutin tapi tidak berlebihan. Olahraga yang berlebihan akan menimbulkan ketidakseimbangan hormone, sehingga menyebabkan ovulasi tidak teratur dan kemungkinan terjadinya penipisan hormon dini.
  3. Berhenti merokok. Kandungan kimia yang terdapat pada rokok, dapat mengakibatkan penurunan produksi estrogen dan sel telur.
  4. Gunakan produk ramah lingkungan. Produk dengan bahan-bahan kimia tertentu dapat mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh. Meskipun kecil kemungkinannya, sebaiknya kamu hindari penggunaan bahan kimia terlalu banyak jika memiliki faktor risiko menopause dini.
  5. Berhenti mengonsumsi alkohol. Minum terlalu banyak alkohol dapat menjadi faktor pemicu menopause dini, apalagi jika kamu memiliki faktor risiko lainnya.
  6. Menjaga berat badan. Pastikan berat badan kamu tetap ideal agar penyimpanan hormon estrogen tidak bekurang atau cepat habis, karena estrogen tersimpan di jaringan lemak.
  7. Pertimbangkan untuk terapi hormon. Jika gejala menopause dini sudah terasa, kamu bisa mempetimbangkan untuk melakukan terap hormon HRT. Lakukan konsultasi kepada dokter untuk tindakan ini.

Menopause pada wanita memang sudah pasti akan terjadi seiring bertambahnya usia. Namun kamu pasti khawatir saat menopause terjadi lebih awal. Maka dari itu, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini demi menjaga kesehatan reproduksi.

Reference
Share