stretch mark saat hamil bukan karena digaruk

Salah satu gejala yang bisa muncul selama hamil adalah stretch mark. Sayangnya, banyak yang masih keliru karena menganggap stretch mark saat hamil disebabkan oleh menggaruk kulit gatal.

Pada beberapa ibu hamil, kulit gatal mungkin saja muncul. Hal ini karena selama mengandung, kulit perut mengalami peregangan akibat meningkatnya berat badan ibu dan janin.

Meski menggaruk kulit yang gatal bisa meningkatkan bekas luka, akan tetapi hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya stretch mark. Oleh karena itu, mari cari tahu apa yang menyebabkan munculnya stretch mark.

Penyebab stretch mark saat hamil

Stretch mark atau tanda-tanda peregangan kulit sering muncul selama kehamilan karena perubahan fisik yang terjadi pada tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab umum stretch mark saat hamil:

1. Kulit meregang

Salah satu penyebab utama stretch mark adalah peregangan kulit yang terjadi selama kehamilan. Ketika janin tumbuh dalam rahim, perut dan kulit di sekitarnya meregang untuk memberikan ruang tambahan. Peregangan yang cepat dan signifikan ini dapat menyebabkan robekan pada lapisan tengah kulit yang disebut dermis, yang pada gilirannya menghasilkan stretch mark.

2. Kenaikan berat badan

Selama kehamilan, wanita biasanya mengalami peningkatan berat badan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat dapat mempercepat peregangan kulit dan munculnya stretch mark.

3. Perubahan hormon

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Hormon seperti estrogen dan progesteron pun dapat mempengaruhi elastisitas kulit sehingga membuatnya lebih rentan terhadap stretch mark.

4. Kehamilan kembar

Jika kamu mengandung lebih dari satu bayi, ukuran perut akan lebih besar dan lebih mungkin untuk mengalami peningkatan berat badan selama kehamilan. Jadi, kulit akan mengalami peregangan yang lebih banyak daripada hanya mengandung satu bayi saja.

Ketika peregangan pada kulit perut berlangsung lebih intens, kemungkinan untuk mendapatkan stretch mark pun akan semakin tinggi.

5. Faktor genetik

Kemungkinan untuk memiliki stretch mark juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika orang tua memiliki stretch mark saat hamil, kamu mungkin juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini selama kehamilan.

Menaikkan Hb secara Cepat, Ibu Hamil Wajib Tahu!

Tips mencegah stretch mark saat hamil berdasarkan penyebab

stretch mark saat hamil bukan karena digaruk ini tips mencegahnya

Meskipun stretch mark umum terjadi selama kehamilan, kondisi kulit ini tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan ibu atau bayi. Namun, jika kamu ingin mengurangi risiko munculnya stretch mark saat hamil, bisa coba menerapkan beberapa tips berikut ini.

1. Kontrol berat badan

Pertimbangkan untuk mengontrol kenaikan berat badan selama kehamilan dengan cara yang sehat. Peningkatan berat badan yang terlalu cepat atau berlebihan dapat meningkatkan risiko stretch mark. Jadi, coba konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk menentukan berapa kenaikan berat badan yang sesuai untuk kamu selama menjalani kehamilan.

2. Rutin menggunakan pelembap

Menjaga kulit kamu terhidrasi sangatlah penting selama kehamilan. Jadi, coba gunakan pelembap khusus ibu hamil atau minyak yang dirancang untuk mencegah stretch mark. Oleskan pelembap pada perut, payudara, paha, dan area lain yang rentan munculnya stretch mark secara rutin.

3. Konsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk mendukung kesehatan kulit, seperti vitamin C, vitamin E, dan zinc juga dianjurkan agar munculnya stretch mark bisa dicegah. Misalnya dengan perbanyak konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk menjaga kulit ibu hamil tetap sehat.

4. Minum air yang cukup

Pastikan kamu tetap terhidrasi dengan minum cukup air sepanjang hari. Air akan membantu tubuh dalam menjaga kelembapan kulit sehingga munculnya stretch mark bisa diminimalisir.

Tak hanya baik untuk kulit, hidrasi juga sangat diperlukan untuk mendukung proses tumbuh kembang janin selama kehamilan. Jadi, jangan sampai kamu mengalami dehidrasi, ya.

5. Rutin berolahraga

Berolahraga secara teratur selama kehamilan juga dapat membantu menjaga elastisitas kulit sehingga terhindar dari stretch mark. Jadi, tak ada salahnya untuk melakukan olahraga ringan yang aman bagi ibu hamil, seperti prenatal yoga atau berjalan kaki dengan rutin.

Itu dia beberapa penyebab stretch mark dan cara mencegah. FYI, munculnya stretch mark itu hal yang normal. Jadi kamu tak perlu khawatir dan insecure, ya!


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference