penyebab muntah darah
Kesehatan Umum

Penyebab Muntah Darah: Awas! Masalah Serius Pada Saluran Cerna

dr. Wisniaty Condro | Maret 30, 2022
Share

Saat kondisi badan tidak fit atau kamu memiliki masalah pencernaan, kamu bisa lebih rentan mengalami muntah daripada mereka yang tidak memiliki gangguan pencernaan. Berbeda dengan muntah pada umumnya, muntah darah terjadi karena masalah kesehatan yang lebih serius.

Biasanya muntah yang dibarengi oleh keluarnya darah menandakan adanya kerusakan hati hingga kanker. Lantas, apa saja penyebab muntah darah dan bagaimana cara mengobatinya? Langsung simak penjelasan di bawah.

Muntah berdarah

Kerap disebut sebagai hematemesis, muntah darah adalah kondisi dimana makanan dari lambung kembali keluar dan bercampur dengan darah. Umumnya, muntah darah terjadi pada bagian atas saluran cerna atau lambung.

Adanya darah dalam muntah bisa terjadi karena masalah ringan yang tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang. Tapi, kondisi ini tidak menutup kemungkinan bahwa muntah darah terjadi karena masalah kesehatan yang serius.

Perlu diingat bahwa muntah darah dengan batuk darah adalah dua hal yang berbeda ya. Muntah darah berasal dari lambung, sedangkan batuk berdarah bukan berasal dari lambung atau perut.
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami muntah darah? Simak berbagai penyebabnya di bawah ini.

Penyebab muntah darah

Muntah yang dibarengi dengan darah terjadi karena berbagai hal dari masalah ringan hingga penyakit yang serius atau berat. Biasanya, untuk membantu mengetahui penyebab muntah darah kamu bisa memperhatikan warna darah yang terdapat pada muntahan.

Merah terang biasanya mengindikasikan adanya masalah pada kerongkongan (esofagus) atau perut sementara merah gelap menandakan gangguan saluran pencernaan. Tidak jarang, darah juga berwarna cokelat seperti kopi hingga hitam. Berikut adalah berbagai penyebab umum dari muntah darah:

  • Menelan darah setelah operasi mulut atau mimisan
  • Mengalami cedera internal
  • Mengalami pendarahan pada perut atau tukak duodenum
  • Ruptur organ dalam tubuh
  • Robeknya kerongkongan karena muntah berlebihan (Mallory-Weiss)
  • Masalah pada ulkus yang berdarah
  • Mengalami peradangan pada lambung (gastritis)
  • Refluks gastroesofageal yang parah (GERD)
  • Pembengkakan vena (varises) di kerongkongan dan saluran cerna bagian bawah
  • Pembengkakan dan iritasi kerongkongan (esofagitis)
  • Peradangan usus kecil (duodenitis)

Di sisi lain, kamu mungkin juga mengalami muntah darah karena hal yang lebih serius. Untungnya, beberapa penyebab muntah darah berikut ini masuk dalam kategori kurang umum. Berikut adalah sejumlah penyebab muntah darah serius yang jarang terjadi:

  • Varises esofagus
  • Hepatitis alkoholik
  • Penyakit atau kerusakan hati
  • Sirosis
  • Efek obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Mempunyai hemofilia
  • Mempunyai anemia
  • Menderita kanker kerongkongan atau perut
  • Memiliki tumor jinak (non-kanker) di perut atau kerongkongan
  • Menderita kanker pankreas

Selain beberapa penyebab tersebut, jika kamu secara tidak sengaja menelan racun maka kamu bisa saja mengalami muntah yang dibarengi dengan keluarnya darah. Biasanya, jika muntah darah terjadi karena racun, muntah akan berwarna kehitaman dan terlihat kotor.

Gejala muntah darah

Mengetahui muntah darah tentu bisa dilihat dari warna muntah. Sayangnya, mengetahui apakah kamu mengalami muntah darah yang telah tercampur dengan asupan makanan dan cairan yang kamu konsumsi sebelumnya bisa dibilang gampang-gampang susah.

Untuk menghindari kesalahan penilaian muntah darah dengan muntah berwarna merah akibat campuran makanan, kamu bisa mengingat seluruh asupan yang kamu konsumsi sebelumnya. Di sisi lain, kamu harus memperhatikan sejumlah gejala muntah darah berikut:

  • Mual
  • Perut terasa tidak nyaman hingga nyeri
  • Kulit terlihat pucat
  • Pusing hingga pingsan
  • Dada terasa sakit
  • Terdapat gumpalan berwarna merah pada muntahan
  • Sakit perut yang parah
  • Tubuh terasa lemas atau lemah
  • Tubuh terasa dingin terutama tangan dan kaki
  • Perubahan detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur
  • Perubahan napas menjadi pendek dan cepat

Jika kamu melihat adanya darah dalam muntah dibarengi dengan gejala-gejala di atas maka segera hubungi dokter. Muntah darah adalah kondisi darurat yang tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus diobati oleh dokter.

Lalu, bagaimana dengan muntah darah yang terjadi karena masalah pada lambung terutama maag? Coba simak ulasan berikut.

Muntah darah karena maag

Salah satu penyebab muntah darah adalah sakit maag atau gastritis yang parah. Biasanya penderita akan merasakan gejala seperti rasa sakit yang membakar pada perut, terutama lambung.

Dipicu oleh tukak lambung atau peradangan yang parah pada lapisan lambung, darah akan keluar ketika ulkus atau peradangan merusak pembuluh darah arteri. Akibatnya, ketika kamu mengalami muntah, darah juga akan ikut di dalamnya.

Pada kasus lain, seseorang dengan gangguan lambung seperti penyakit refluks gastroesofagus yang parah juga rentan mengalami muntah darah. Asam lambung yang keluar dari lambung dan naik ke kerongkongan akan mengiritasi lapisan kerongkongan.

Alhasil, terjadilah pendarahan yang keluar dari lambung ketika kamu mengalami muntah. Tapi, bagaimana dengan muntah darah yang terjadi saat kamu mengalami batuk?

Muntah darah saat batuk

Muntah darah dengan batuk berdarah adalah dua kondisi yang berbeda. Batuk darah yang biasa disebut sebagai hemoptisis berasal dari saluran udara atau paru-paru, sementara muntah darah berasal dari lambung.

Meskipun sulit dibedakan dengan muntah darah dan mimisan, batuk darah mengacu pada keluarnya darah ketika kamu batuk atau meludah. Berbeda dengan muntah darah yang biasanya keluar dalam jumlah besar, darah yang keluar saat batuk biasanya dalam jumah kecil.

Di sisi lain, meskipun sama-sama berwarna merah, batuk darah akan terlihat berbuih dan berlendir. Nah, kondisi ini bisa terjadi karena penyebab yang sangat serius seperti adanya masalah pada saluran pernapasan baik itu paru-paru maupun tenggorokan.

Tidak jarang, batuk darah juga terjadi karena bronkitis, tuberkulosis, hingga gagal jantung kongestif. Dalam pengobatannya, kamu mungkin akan menerima obat pereda batuk, antibiotik, ataupun obat steroid.
Lantas, apakah obat muntah darah sama dengan obat batuk berdarah? Cari tahu jawabannya melalui penjelasan di bawah ya.

Obat muntah darah

Perawatan dan pengobatan muntah darah dengan batuk berdarah tentu saja berbeda. Disesuaikan dengan penyebab terjadinya muntah darah, kamu mungkin memerlukan transfusi darah selama proses perawatan.
Tidak jarang, kamu tentu akan menerima obat-obatan untuk membantu menjaga tekanan darah hingga menurunkan kadar asam lambung. Kamu mungkin juga akan menerima alat bantu pernapasan, cairan yang diberikan melalui pembuluh darah, hingga pembedahan.

Perlu diingat, sebelum menerima sejumlah perawatan, kamu perlu melakukan sejumlah tes seperti tes darah atau tes fungsi hati. Selain itu, pemeriksaan dengan sinar X, pemeriksaan rektal, atau pemeriksaan dengan endoskopi juga mungkin dilakukan.

Reference
Share