Pangan ringan tangan

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu kasus yang semakin meningkat di Indonesia. Tidak jarang kasus ini dipicu karena tindakan ringan tangan pasangan yang tidak diwaspadai sejak dini.

Apakah kamu pernah mendapati perilaku pasangan yang suka memukul dan melakukan kekerasan jenis lain? Yuk coba ketahui apa yang menjadi ciri ciri, penyebab dan risiko berhubungan dengan pasangan yang punya kebiasaan melakukan kekerasan.

Apa itu ringan tangan?

Ringan tangan sebenarnya memiliki 2 arti yang banyak dipahami oleh masyarakat, bisa digunakan sebagai ungkapan suka menolong dan suka memukul. Namun dalam konteks hubungan kali ini, yang dimaksud adalah suka memukul atau melakukan kekerasan kepada pasangan.

Jika saat ini status hubungan kamu masih pacaran tapi pasangan diketahui suka melakukan kekerasan, hal ini bisa mengindikasikan bahwa kebiasaan itu akan terus dilakukan hingga berumah tangga, lho. Waspadai tindak kekerasan pasangan dan kenali ciri ciri serta potensi pasangan melakukan kebiasaan memukul.

Ciri ciri pasangan yang ringan tangan

Terkadang pada saat pendekatan, seseorang melihat bahwa pasangannya sempurna, namun jika ada tanda seperti dibawah ini, kamu harus waspada akan bahaya kekerasan di masa depan. Ciri ciri pasangan yang dapat memicu KDRT antara lain:

Mengancam dengan kekerasan

Pasangan tidak segan mengancam dengan kekerasan akan berbagai hal, meskipun hal itu masih dalam tahap kekerasan verbal, namun kamu harus waspada jika pasangan benar-benar melakukan kekerasan fisik.

Mengikat secara emosional

Pasangan yang mengikat secara emosional di awal hubungan dapat menjadi ciri pelaku KDRT. Pasangan ingin ada keterikatan eksklusif yang membuat kamu terbebani dengannya.

Memberi batasan ekstrem dalam bersosialisasi

Pasangan mengisolasi kamu dari orang lain. Membatasi hubungan dengan teman, rekan kerja atau bahkan keluarga. Terkadang alasan cinta menjadi bisa menjadi senjata pasangan agar kamu dapat menuruti keinginannya. Waspada dengan perilaku pasangan yang demikian karena bisa berpotensi melakukan kekerasan.

Menyalahkan orang lain

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ada sikap menyalahkan orang lain dan peningkatan emosi baik itu marah atau kesal akan suatu hal yang tidak diharapkan.

Suka menghina

Pasangan sering melakukan kekerasan verbal yang dapat membuat kamu sakit hati dengan perkataannya. Waspada dengan ciri pasangan ini karena bisa berpotensi melakukan kekerasan dan jenis KDRT lainnya.

Mood mudah berubah

Mood berubah dengan cepat, dari baik-baik saja sampai marah dan membentak kamu di depan umum hingga tidak segan ringan tangan dan melakukan pemukulan.

Jahat terhadap anak-anak dan binatang

Tidak segan melakukan hal brutal kepada hewan. Membuat anak-anak menangis tanpa alasan dan jenis perbuatan lain yang mengindikasikan bahwa pasangan adalah orang yang kasar.

Mengontrol kehidupan

Pasangan mengontrol kehidupan kamu secara berlebihan, mengancam hubungan dan membuat kamu seakan tidak memiliki pilihan selain melakukan apa yang diinginkan pasangan.

Cemburu berlebihan

Menunjukkan perilaku cemburu ekstrem seperti menelpon setiap waktu, melarang ini itu, dan lain lain yang membuat kamu tertekan. Hal ini bisa dikategorikan sebagai pacar posesif terhadap pasangan.

Hipersensitif

Pasangan merasa mudah terhina dan cenderung langsung meledak untuk hal kecil yang seharusnya tidak menjadi masalah.

10 perilaku ini bisa menjadi tanda bahwa pasangan dapat melakukan KDRT sehingga jika kamu mendapatkan perilaku serupa, waspadalah dan sering berdiskusi dengan pasangan untuk mencari solusinya.

Penyebab pasangan ringan tangan

Kekerasan bisa terjadi baik ketika kamu berada hubungan pacaran atau pernikahan. Faktor risiko kekerasan ini bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  • Konflik dalam hubungan. Konflik dalam hubungan bisa memicu pasangan melakukan kekerasan dan main tangan.
  • Ketidakpuasan pernikahan. Pasangan yang tidak puas akan hubungan bisa mengeluarkan emosi terpendam seperti marah akan hal kecil, melakukan ancaman dan kekerasan.
  • Tekanan ekonomi. Ketidakstabilan emosi bisa menjadikan rumah tangga atau hubungan kacau dan memicu pasangan melakukan kekerasan.
  • Ketidakseimbangan kekuasaan. Pasangan merasa ingin lebih berkuasa di dalam sebuah hubungan yang memicu perilaku kekerasan.
  • Ketidakseimbangan pendidikan. Salah satu pasangan memiliki pendidikan yang lebih rendah atau tinggi bisa menjadi penyebab kekerasan dalam hubungan.

Lalu bagaimana cara menghadapi pasangan yang sering melakukan kekerasan?

Cara menghadapi pasangan yang ringan tangan

Menghadapi pasangan yang suka melakukan kekerasan memang tidak mudah. Penting bagi kamu untuk melindungi diri dari tindakan penganiayaan. Tentunya kamu dapat meminta bantuan orang lain jika perilaku pasangan sudah mengancam nyawa.

Bagaimana sebaiknya menghadapi pasangan yang suka melakukan kekerasan?

  • Menyadari bahwa diri kamu berharga. Tidak ada orang yang pantas mendapatkan kekerasan. Sadari bahwa dirimu terlalu berharga untuk berada dalam sebuah hubungan yang hanya memperlihatkan rasa takut didalamnya.
  • Memiliki sikap tegas. Penting untuk tidak mentoleransi kekerasan dalam rumah tangga. Tidak ada salahnya menuntut pasangan meminta maaf dan memastikan bahwa kekerasan tidak akan pernah terjadi lagi. Tidak perlu takut untuk melawan dan mempertahankan diri.
  • Minta dukungan keluarga dan teman. Hal terbaik saat terjadi KDRT adalah meminta dukungan dari kerabat atau teman. Dengan begitu akan ada perlindungan tambahan dan memberi solusi atas hubungan.
  • Minta bantuan tenaga ahli. Jika pasangan ada niat untuk berubah, maka berkonsultasi kepada ahli dapat menjadi solusi terbaik.
  • Berbicara kepada pihak berwenang. Jika tindakan pasangan sudah diluar batas maka berbicara kepada pihak berwenang bisa menyelamatkanmu dari tindak kekerasan pasangan.

Banyak pasangan kasar yang kerap memanipulasi agar pasangannya tetap dalam hubungan meski tahu bahwa dia suka melakukan kekerasan. Hal ini tentu harus segera disadari bahwa sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk keluar dari hubungan. Bagaimana jika tetap bertahan?

Risiko berhubungan dengan pasangan yang ringan tangan

Memiliki pasangan yang suka main tangan bisa memiliki risiko tersendiri untuk kamu dan hubungan. Risiko itu antara lain:

  • Terjebak dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Memiliki pasangan suka melakukan kekerasan berarti kamu dalam sebuah hubungan yang tidak sehat. Segera sadari dan beri keputusan tegas akan kelanjutan hubungan.
  • Dipaksa untuk menerima perlakuan kasar pasangan. Kamu akan dipaksa menerima bahwa pasangan kamu adalah orang yang kasar. Sifat memang sulit diubah, namun kamu terlalu berharga untuk menjadi objek kekerasan dalam hubungan.
  • Menghancurkan hubungan. Dengan adanya tindak kekerasan, hubungan tidak akan berjalan dengan bahagia dan kamu akan terbebani selama menjalani hubungan.

Tidak mudah mengambil keputusan apakah tetap bertahan atau melanjutkan hubungan jika memiliki pasangan ringan tangan. Sadari perilaku ini sejak dini dan minta bantuan ahli atau orang terdekat jika pasangan berpotensi melakukan kekerasan dalam hubungan, ya.

Share artikel ini
Reference