ciri-ciri kontraksi palsu
Kehamilan

Ciri-ciri Kontraksi Palsu: Yuk, Kenali Agar tidak Terkecoh!

dr. Wisniaty Condro | Januari 24, 2022
Share

Kontraksi palsu yang dialami saat kehamilan adalah hal yang lazim. Ibu mungkin akan merasakan perasaan campur aduk ketika mengalaminya. Tapi, kontraksi tersebut bukan berarti sang buah hati akan lahir dalam waktu dekat karena bisa saja itu merupakan kontraksi palsu.

Untuk membedakannya dengan kontraksi persalinan, ibu perlu mengetahui apa saja ciri-ciri kontraksi palsu agar ibu dapat menjadi lebih tenang dalam mempersiapkan persalinan yang akan datang.

Lalu, bagaimana sebenarnya kontraksi palsu itu?

Apa itu kontraksi palsu?

Kontraksi palsu atau yang dikenal dengan kontraksi Braxton-Hicks adalah kontraksi rahim prodromal yang umumnya terjadi pada trimester dua dan tiga kehamilan. Kontraksi yang terjadi berupa rasa kencang pada area tertentu pada perut yang hilang timbul.

Kontraksi ini diyakini mulai pada sekitar minggu ke 6 kehamilan tetapi tidak dirasakan hingga memasuki trimester 2 dan 3 kehamilan. Kontraksi Braxton-Hicks merupakan cara tubuh mempersiapkan persalinan yang akan datang. Namun, bukan berarti kontraksi ini menjadi pertanda persalinan akan segera dimulai.

Beberapa wanita hamil mendeskripsikan kontraksi ini seperti kram perut saat haid atau rasa kencang pada perut bagian bawah. Derajat kontraksinya dapat bervariasi dan jarang terjadi pada awalnya. Tetapi, ketika memasuki trimester ketiga dan mendekati waktu persalinan, kontraksi ini dapat terjadi beberapa kali dalam beberapa jam.

Untuk membedakannya dengan kontraksi persalinan, kamu perlu mengetahui dulu apa saja ciri-ciri kontraksi palsu saat kehamilan.

Ciri-ciri kontraksi palsu

Apabila kamu masih bingung cara membedakan ciri-ciri kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan, jangan khawatir. Kontraksi palsu dapat dibedakan dengan kontraksi persalinan dengan memerhatikan durasi, frekuensi dan intensitasnya. Berikut faktor-faktor yang membedakannya:

Waktu kontraksi dimulai

Kontraksi palsu muncul saat trimester kedua atau ketiga kehamilan sedangkan kontraksi persalinan muncul di minggu ke 37, jika timbul kontraksi lebih awal dapat menandakan persalinan prematur.

Intensitas dan kualitas kontraksi

Kontraksi palsu terasa kencang dan tidak nyaman. Intensitasnya dapat kuat ataupun lemah, namun tidak semakin bertambah kuat. Sedangkan kontraksi persalinan berupa rasa kencang, nyeri ataupun kram yang intens hingga kamu tidak dapat berjalan atau berbicara, dan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

Lokasi kontraksi

Kontraksi palsu dirasakan pada perut bagian depan sedangkan kontraksi persalinan dimulai dari pinggang dan menjalar ke sekeliling perut.

Durasi kontraksi

Durasi kontraksi palsu dapat berlangsung selama 30 detik hingga 2 menit sedangkan kontraksi persalinan berlangsung selama 30-70 detik dan semakin memanjang seiring dengan waktu.

Frekuensi kontraksi

Kontraksi palsu terjadi dengan pola dan waktu tidak teratur, sedangkan kontraksi persalinan berlangsung lebih kuat, teratur dan lebih lama.

Waktu kontraksi selesai

Kontraksi palsu dapat hilang saat melakukan perubahan posisi, beristirahat, dan hidrasi cairan tubuh, sedangkan kontraksi persalinan tidak menghilang dengan hal tersebut.

Kontraksi Braxton-Hicks memiliki intensitas dan durasi yang tidak teratur, tidak dapat diprediksi dan tidak memiliki ritme. Kontraksi ini juga ikut meningkat menjelang persalinan sehingga sering disalahartikan sebagai kontraksi persalinan. Namun, kontraksi palsu tidak menyebabkan pembukaan pada serviks dan menyebabkan persalinan.

Pastikan untuk menghubungi bidan maupun dokter ketika kamu ragu dengan jenis kontraksi yang kamu alami.

Kenapa sering terjadi kontraksi palsu?

Penyebab pasti kontraksi palsu hingga saat ini masih belum diketahui. Namun, para peneliti yakin bahwa ada beberapa aktivitas yang membuat bayi stres dalam kandungan dan kontraksi tersebut membantu meningkatkan aliran darah ke ari-ari dan memasok lebih banyak oksigen kepada bayi.

Beberapa hal yang dapat memicu kontraksi palsu berupa:

Dehidrasi

Wanita hamil membutuhkan asupan cairan sekitar 10-12 gelas air per hari. Jadi kamu perlu menyiapkan botol minuman dan memenuhi kebutuhan cairan harian untuk mencegah dehidrasi ya.

Aktivitas

Aktivitas sehari-hari kamu juga dapat memengaruhi timbulnya kontraksi. Kamu mungkin memerhatikan bahwa kontraksi palsu yang terjadi muncul disaat kamu banyak beraktivitas atau melakukan olahraga.

Seks

Orgasme rupanya dapat memicu kontraksi pada rahim. Hal tersebut disebabkan karena tubuh memproduksi oxytocin yang memicu kontraksi otot pada rahim setelah berhubungan seksual. Selain itu, semen pada pria juga mengandung prostaglandin yang juga dapat memicu kontraksi.

Kandung kemih yang penuh

Kandung kemih yang penuh dapat menekan rahim dan menyebabkan kontraksi maupun kram perut saat hamil.

Selain itu, rupanya ada juga hal lain yang juga dapat memicu timbulnya kontraksi palsu yakni seperti saat seseorang menyentuh perut ibu hamil dan saat ibu maupun janin sangat aktif bergerak.

Kontraksi palsu yang terjadi dapat diatasi dengan melakukan perubahan posisi, beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kontraksi perut lainnya selain Braxton-Hicks juga dapat menimbulkan nyeri perut selama hamil seperti kehamilan ektopik, infeksi saluran kemih, solusio plasenta dan preeklamsia.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu segera menghubungi layanan kesehatan terdekat apabila mengalami hal seperti berikut:

  • Pendarahan dari vagina
  • Rembesan air dari vagina
  • Kontraksi kuat yang terjadi setiap 5 menit selama 1 jam
  • Kontraksi yang sampai menyebabkan ibu hamil tidak sanggup berjalan
  • Merasakan perubahan gerakan janin, atau jika gerakan janin kurang dari 10 kali setiap 2 jam

Jarak kontraksi palsu dengan persalinan

Jarak kontraksi palsu dengan persalinan bervariasi pada masing-masing individu. Kontraksi palsu akan semakin meningkat dari segi intensitas, kualitas dan frekuensinya menjelang munculnya kontraksi persalinan itu sendiri pada sekitar minggu ke 32 kehamilan.

Sedangkan kontraksi persalinan yang asli dapat diikuti dengan tanda-tanda dimulainya persalinan seperti munculnya lendir berwarna merah muda atau lendir darah yang disebut dengan bloody show.

Dengan banyaknya gejala persalinan termasuk persalinan prematur yang dapat membingungkanmu, maka sebaiknya kamu menghubungi dokter atau bidan untuk berkonsultasi secara langsung.

Jika kamu masih ragu apakah kontraksi yang kamu alami adalah kontraksi palsu atau kontraksi persalinan, kamu dapat melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Cobalah untuk mengukurnya sendiri dengan menulis catatan waktu kontraksi pertama muncul dan selesai di buku.
  • Tulislah juga secara berurutan jeda antara kontraksi satu dan kontraksi berikutnya yang muncul dalam rentang 1 jam.
  • Jika catatan kamu menunjukkan adanya 6 atau lebih kontraksi yang berdurasi 20-30 detik atau mengalami tanda persalinan, segera hubungi bidan atau dokter terdekat.

Nah, itu dia penjelasan tentang ciri-ciri kontraksi palsu yang dapat terjadi selama kehamilan. Semoga kamu sudah mengerti cara membedakan kontraksi palsu dan kontraksi persalinan. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain ya.

Reference
Share