minum kopi saat hamil muda
Kehamilan

Minum Kopi saat Hamil Muda dan 10 Efek Sampingnya

dr. Wisniaty Condro | Desember 28, 2021
Share

Minum kopi saat hamil muda mungkin pernah terbesit dalam benak saat kamu membutuhkan asupan kafein agar tetap berenergi dan terjaga saat beraktivitas. Kopi memang menjadi primadona bagi sebagian besar orang di kehidupan sehari-hari.

Namun, banyak hasil penelitian yang justru menyarankan agar kafein dihindari selama kehamilan. Lalu bagaimana jika kamu telah terbiasa mengonsumsi kopi sebelum hamil dan apa saja dampak kopi bagi kesehatan kehamilan? Yuk, kita cari tahu.

Minum kopi saat hamil muda

Beberapa wanita sudah terbiasa mengonsumsi kopi bahkan sebelum hamil. Untungnya, minum kopi saat hamil muda dan sepanjang periode kehamilan dibolehkan, namun dengan jumlah tertentu karena kopi bersifat stimulan dan diuretik.

Disebut stimulan karena dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Sedangkan sifat diuretik berarti bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sang ibu.
Oleh karena itu, untuk menurunkan risiko kesehatan dalam kehamilan bagi ibu dan janin, patuhi jumlah asupan yang disarankan oleh profesional kesehatan.

Dosis anjuran kopi saat hamil

Untuk memudahkan kamu menghitung takaran yang tepat, pastikan kamu hanya mengonsumsi jenis kopi yang sama dari satu merek. Selain itu, cermati kandungan kafein dari minuman lain seperti teh, soda, dan coklat. Dalam hal ini, 200 mg bukan berarti 200 mg kafein kopi dan 200 mg kafein pada soda, melainkan total dari seluruh asupan kafein harian.

Bagi ibu yang sedang menyusui, pastikan kamu menunda atau menghindari konsumsi kafein lebih dari 400 mg setiap hari sebab kafein dapat masuk ke dalam sirkulasi air susu ibu (ASI). Tidak jarang kafein yang diserap ASI memengaruhi bayi menjadi lebih mudah rewel dan gelisah.

Tanyakan pada dokter terkait kondisi kehamilan yang memungkinkanmu untuk minum kopi dan dosis kafein yang dianggap aman.

Apa efek samping minum kopi saat hamil?

Kafein yang dikonsumsi dapat dimetabolisme oleh tubuh ibu hamil. Tetapi tidak demikian halnya dengan bayi. Kafein dapat menembus sawar plasenta dan menyebabkan perubahan aktivitas janin dalam kandungan.

Sehingga, mengonsumsi kafein dalam jumlah berlebih dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dikandung seperti hipertensi, gangguan penyerapan mineral tertentu dan bahkan keguguran.
Berikut adalah beberapa akibat atau efek samping minum kopi saat hamil yang perlu kamu ketahui:

Minum kopi saat hamil dapat mengakibatkan kecacatan bayi

Minum kopi saat hamil tidak membawa manfaat lain selain membantu menstimulasi tubuh agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam sejumlah penelitian yang dilakukan pada hewan, kafein dalam kopi justru dapat menyebabkan bayi cacat lahir.

Meskipun belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia khususnya ibu hamil, akan lebih baik jika ibu memilih untuk menghindarinya.

Meningkatkan risiko keguguran

Menurut American Journal of Obstetrics and Gynecology, wanita yang mengonsumsi 200 mg atau lebih kafein setiap hari, 2 kali lebih mungkin mengalami keguguran apabila dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi kafein.

Dalam meta-analisis di tahun 2015, setiap peningkatan 150 mg kafein per hari mampu meningkatkan risiko keguguran sebesar 19%. Sementara, setiap peningkatan dua cangkir kopi per hari atau sekitar 24 ons meningkatkan risiko keguguran sebesar 8%.

Selain itu, kafein yang dikonsumsi dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi pelepasan hormon katekolamin pada tubuh ibu sehingga meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati.

Dalam studi lain, minum kopi saat hamil sebanyak 200 mg per hari dinilai tidak meningkatkan risiko kehamilan. Karena banyaknya hasil studi yang berbeda, American College of Obstetrician and Gynecologists serta March of Dimes menyarankan ibu hamil untuk membatasi asupan kafein hingga kurang dari 200 mg per hari.

Meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah

Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kilogram) biasanya disebabkan oleh asupan kafein yang berlebihan. Ketika hal ini terjadi maka kemungkinan besar bayi memiliki risiko penyakit lain seperti masalah pernapasan dan penyakit kuning.

Minum kopi saat hamil mengakibatkan insomnia

Sulit tidur atau insomnia adalah efek samping yang umum dari mengonsumsi kafein. Ketika hamil, metabolisme tubuh 1,5-3,5 kali lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan kafein dalam tubuh.

Meskipun kehamilan memang membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk, pastikan kamu tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Siapa yang menyangka kalau ibu hamil yang ingin tidur justru merasa kesulitan untuk bisa tidur dengan lelap karena rahim yang membesar membuat ibu tidak nyaman.

Hipertensi

Peningkatan tekanan darah atau hipertensi bisa terjadi bagi banyak orang terutama bagi mereka yang tidak biasa mengonsumsi kopi berkafein selama kehamilan. Kondisi hipertensi bisa semakin buruk jika kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Minum kopi saat hamil menyebabkan dehidrasi

Karena sifatnya yang diuretik, minum kopi saat hamil dapat meningkatkan produksi urin sehingga ibu hamil lebih sering buang air kecil. Saat hal ini terjadi, kadar cairan dalam tubuh menurun dan mengakibatkan dehidrasi saat hamil.

Minum kopi saat hamil mengakibatkan masalah perilaku anak

Pada penelitian yang memindai otak anak usia 9 dan 10 tahun, menemukan bahwa anak yang terpapar kafein dalam rahim dapat mengalami kesulitan untuk fokus dan hiperaktif ketika tumbuh di kemudian hari.

Meskipun tidak membuat perbedaan yang berarti, beberapa janin yang lebih rentan bisa memiliki risiko yang lebih tinggi. Untungnya, dalam studi yang dilakukan, kafein dalam kopi ditemukan tidak mengubah kecerdasan atau kemampuan berpikir anak.

Memperparah gejala nyeri ulu hati

Bagi sebagian ibu hamil, kafein dalam kopi yang dikonsumsi selama kehamilan dapat meningkatkan asam lambung sehingga memicu rasa mulas atau nyeri ulu hati serta mual dan muntah.

Pada trimester kedua atau ketiga, rasa mulas akibat kafein perlu diwaspadai karena dapat menstimulasi kontraksi palsu. Jika kamu ingin minum kopi, pilihlah kopi dengan kandungan asam yang rendah dan pastikan kamu tidak minum kopi saat perut kosong.

Minum kopi saat hamil menurunkan hormon serotonin

Produksi serotonin atau hormon yang memberikan rasa senang dalam diri dapat terhambat jika ibu sering mengonsumsi kopi berkafein dalam jangka panjang. Ketika hormon ini menurun maka ibu hamil dapat mengalami depresi dan perubahan suasana hati.

Jika dikonsumsi dalam perut kosong, kafein pada kopi mampu memengaruhi perubahan mood sang ibu. Terlepas dari itu, kafein tidak hanya memengaruhi regulasi emosional sang ibu melainkan juga pada bayi dan anak di kemudian hari.

Menghambat penyerapan zat besi

Anemia memang terjadi karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh. Siapa yang menyangka kalau kafein ternyata mempunyai senyawa fenol yang bisa menghambat penyerapan zat besi.

Ketika senyawa fenol bekerja, risiko anemia pada ibu hamil akan meningkat. Padahal, zat besi merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan selama kehamilan karena berperan sebagai pengantar oksigen dalam tubuh khususnya janin.

Kafein sebenarnya tidak hanya terdapat pada kopi melainkan juga teh, soda, cokelat, dan beberapa obat pereda sakit kepala yang dijual bebas. Oleh karena itu, ibu hamil dapat lebih mencermati segala nutrisi dan obat yang digunakan selama kehamilan.

Selain beberapa hal di atas, minum kopi saat hamil muda dapat mengakibatkan penurunan kesuburan, kemandulan, dan masalah reproduksi lainnya. Sebagai alternatif untuk melepas rasa rindu dengan kopi, kamu dapat minum kopi tanpa kafein saat hamil, teh hijau ataupun teh hitam dengan kadar kafein yang lebih rendah.

Meskipun tidak sepenuhnya bebas dari kafein, dekafein menghilangkan 97% kandungan kafein dalam kopi. Jika dokter mengizinkan, kamu juga dapat mencampur kopi biasa dengan kopi tanpa kafein.

Reference
Share