celestamine

Woman hand holds two packs of tablets on blue background. Healthcare and medical concept with copy space. Treatment of diseases, sale of tablets, tablets in blister pack. Top view.

Celestamine adalah obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit seperti alergi pada saluran pernafasan, kulit dan mata. Obat celestamine mengandung betametason, merupakan obat yang termasuk kelas kortikosteroid, dan dexchlorpheniramine maleate, obat yang termasuk antihistamin.

Sebelum kamu konsumsi, yuk ketahui dosis dan efek samping celestamine tablet berikut ini.

Celestamine tablet obat apa?

Celestamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan alergi, gangguan pernapasan, dan urtikaria (penyakit kulit). Selain itu, obat ini juga untuk mengobati peradangan parah pada kondisi seperti asma parah, alergi, rheumatoid arthritis, kelainan darah tertentu, lupus, multiple sclerosis, hingga kondisi mata.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, dan termasuk dalam kelompok obat keras. Kamu hanya bisa membeli obat ini setelah dapat rekomendasi dari dokter.

Kandungan celestamine tablet

Obat Celestamine adalah obat dengan zat aktif utama Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg dan juga Betamethasone 0,25 mg per tablet. Obat ini merupakan antihistamin yang dapat mencegah gejala alergi yang sebagian besar disebabkan oleh alergi (debu, tungau, suhu dingin, bulu binatang).

Indikasi

Obat Celestamine (Betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate) digunakan untuk pengobatan kondisi berikut:

  • Digunakan untuk mengurangi gejala rinitis alergi (hay fever) termasuk rinitis alergi tahunan atau musiman.
  • Digunakan untuk bentuk alergi lain seperti rinitis vasomotor, konjungtivitis alergi karena inhalan dan alergen makanan, manifestasi alergi kulit seperti urtikaria dan angioedema, perbaikan reaksi alergi terhadap darah atau plasma.
  • Mengobati kondisi alergi yang disertai dengan peradangan dimana terapi dengan kortikosteroid diperlukan.

Dosis celestamine tablet

Berikut batas konsumsi yang aman:

Dosis dewasa

Biasa: 1-2 tablet sehari.
Maksimum: 8 tablet sehari.

Dosis anak

Untuk anak di bawah usia 2-6 tahun: dosis 1/4 tablet diminum sehari 3 kali.
Anak 6 hingga 12 tahun : 1/2 tablet diminum sehari 3 kali.
Usia 12 tahun lebih : 1 atau 2 tablet, diminum 4 kali sehari.

Obat harus diminum dengan makanan atau susu untuk mengurangi efek samping lambung dan memaksimalkan penyerapan.

Dalam memilih obat, penting untuk memastikan bahwa manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risiko bagi pasien. Oleh karena itu, penggunaan celestamine (Betametason dan deksklorfeniramin maleat) harus sesuai anjuran.

Efek samping celestamine tablet

Berikut adalah beberapa kemungkinan efek samping penggunaan obat celestamine yang perlu kamu ketahui:

  • Meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes melitus harus dihindari.
  • Menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein yang menyusun tulang menyusut drastis. Oleh karena itu, obat ini tidak dianjurkan untuk lansia. Bagi anak-anak dapat menghambat pertumbuhan, terutama pertumbuhan tulang.
  • Berpengaruh pada proses metabolisme lemak dalam tubuh.
  • Obat ini juga dapat menyebabkan berkurangnya massa otot.
  • Mengurangi fungsi limpa yang menyebabkan sel limfosit berkurang dan menyusut. Hal inilah yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh akibat penggunaan obat celestamine, sehingga meningkatkan risiko terkena infeksi virus, jamur atau bakteri.
  • Menderita sindrom Cushing, yaitu gejala seperti wajah tembem, penebalan punggung dan perut seperti selulit, hipertensi, penurunan toleransi karbohidrat dan gejala lainnya. Sindrom Cushing dapat sembuh ketika terapi dihentikan, tetapi cara menghentikan terapi harus dengan menurunkan dosis secara bertahap.
  • Penggunaan jangka panjang obat ini dapat menyebabkan insufisiensi adrenal.
  • Pasien dengan riwayat gangguan jiwa, dapat mengalami gangguan jiwa berat, paranoia atau depresi.
  • Menyebabkan kantuk, pusing, mulut kering, hidung dan tenggorokan, sakit kepala, jantung berdebar, retensi urin, sedasi, kelemahan, tinitus dan gangguan pencernaan seperti, mual, muntah, diare dan sembelit.

Baca juga: Lapifed Tablet, Ketahui Kandungan dan Dosis Tepatnya.

Celestamine tablet untuk ibu hamil

Penelitian pada hewan telah menunjukkan teratogenisitas ketika kortikosteroid oral diberikan, atau steroid kuat diberikan secara topikal. Namun, hingga kini belum ada data mengenai penggunaan obat ini bagi ibu hamil.

Konsumsi obat ini direkomendasikan hanya selama kehamilan tidak ada pengobatan alternatif dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Obat ini tidak aman jika diminum pada wanita yang sedang menyusui atau berniat untuk mulai menyusui.

Hal ini karena kortikosteroid dapat memiliki efek buruk pada janin atau bayi dan dapat mengganggu pertumbuhan normal bayi baru lahir. Selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan Celestamine jika kamu sedang menyusui bayi.

Sebelum kamu konsumsi celestamine tablet, beritahu dokter kamu jika kamu memiliki masalah kesehatan seperti infeksi jamur atau infeksi malaria, infeksi herpes, atau masalah saraf, ya.

Share artikel ini
Reference