penyebab tuberkulosis
Infeksi Penyakit

Apa Penyebab Tuberkulosis? Kenali Gejala dan Pengobatannya!

Imelda Rahmawati | Maret 9, 2022
Share

Tuberkulosis merupakan salah satu dari 10 penyakit paling mematikan di dunia. Mengetahui apa penyebab tuberkulosis bisa membuat kamu lebih aware dengan penyakit ini.

Orang yang terkena penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala batuk terus-menerus, penurunan berat badan, sesak napas, dan keringat malam meski tidak melakukan aktivitas. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Tuberkulosis adalah

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar ketika seseorang dengan TBC batuk, berbicara, bersin, tertawa, atau bernyanyi. Tuberkulosis juga disebut sebagai TB paru-paru.

Penularan TB membutuhkan kontak dekat dan jangka panjang dengan penderita. Semakin lama seseorang berinteraksi dengan pengidap TB, semakin tinggi risiko tertular. Oleh karena itu, penularan lebih sering terjadi pada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB.

Pada penderita TBC yang tidak mengalami gejala (TB laten), bakteri TBC tetap berada di dalam tubuh. Bakteri TB dapat berkembang menjadi aktif jika sistem kekebalan tubuh pasien melemah. Namun, orang dengan TB laten tidak menularkan bakteri penyebab tuberkulosis ke orang lain.

Apa penyebab penyakit tuberkulosis?

Tuberkulosis atau TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berkerabat dekat dengan spesies mikobakterium lain yang juga dapat menyebabkan tuberkulosis. Namun, sebagian besar kasus tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

Kemunculan bakteri ini masih belum diketahui secara pasti, namun diduga berasal dari hewan ternak. Jika tidak diobati, penyakit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Penularan TB terjadi ketika seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi Mycobacterium tuberculosis. Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri akan mulai menginfeksi paru-paru, tepatnya di alveolus yang merupakan kantong-kantong udara tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Gejala tuberkulosis

Coba cek kondisi kamu dan orang sekitar, karena mereka yang terkena penyakit ini menunjukkan gejala berikut:

1. Batuk lebih dari 3 minggu

Batuk adalah gejala TBC yang paling umum. Batuknya berbeda dengan jenis batuk yang diakibatkan oleh infeksi virus lainnya. Batuk TB biasanya berlangsung 3 minggu atau lebih. Padahal pada umumnya batuk karena infeksi virus atau alergi lebih cepat hilang.

Saat terkena infeksi bakteri, paru-paru akan menghasilkan lendir dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Nah, tubuh sendiri mengalami batuk sebagai respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing di saluran pernapasan, dalam hal ini banyak mengeluarkan lendir.

Itu sebabnya, salah satu ciri umum penderita TBC adalah batuk berdahak. Pada awalnya, kamu mungkin mengalami batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning, yang merupakan tanda infeksi bakteri.

Jika tidak diobati, orang yang terinfeksi bakteri TBC juga dapat mengalami batuk darah dari saluran pernapasan yang terluka karena batuk terus-menerus.

2. Sakit dada

Orang yang terinfeksi bakteri M. tuberculosis juga sangat mungkin mengalami nyeri dada. Nyeri dada ini bisa dirasakan saat batuk atau menarik napas. Adanya nyeri dada pada penderita tuberkulosis ini bisa akibat efusi pleura, yakni pembentukan cairan selaput tipis yang menutupi paru-paru dan rongga dada.

3. Demam

Demam merupakan respon alami yang muncul ketika tubuh sedang melawan kuman penyebab penyakit (patogen). Ini menandakan sistem imun tubuh sedang berusaha membunuh kuman. Seperti penyakit menular lainnya, penyebab tuberkulosis juga mengalami demam. Hal ini karena tubuh sedang berusaha melawan bakteri penyebab TBC di dalam tubuh.

4. Penurunan berat badan secara drastis

Penurunan berat badan juga merupakan salah satu gejala TBC yang mungkin terjadi. Hal ini juga masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yaitu kehilangan nafsu makan. Kehilangan nafsu makan dapat membuat penderita TBC kurang makan makanan yang bergizi.

Selain itu, penurunan berat badan yang terjadi akibat penyakit TBC juga disebabkan oleh gejala lain yang menyertai, seperti mual dan sakit perut. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan gizi yang dapat memperburuk tuberkulosis.

Bagaimana kondisi paru-paru pada penderita tuberkulosis?

Kondisi paru-paru pada penderita tuberkulosis (TB) bisa dikatakan mengkhawatirkan atau mematikan. Penderita TBC memiliki organ paru-paru yang tidak dapat bekerja dengan baik atau gangguan fungsi paru.

Biasanya disfungsi pada paru-paru ini akan dimulai dari kelainan yang ringan, sesak napas, dan kerusakan jaringan yang bisa meningkatkan risiko pada kematian.

Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar ke paru-paru atau organ lain di dalam tubuh. Selain infeksi bakteri, penyebab penyakit TBC karena gaya hidup yang buruk, seperti merokok, dapat mengancam kesehatan paru-paru dan menyebabkan penyakit paru-paru lainnya.

Penyebab tuberkulosis di paru-paru atau tenggorokan bisa menular. Bakteri tuberkulosis dapat menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Bakteri tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan tuberkulosis paru-paru atau tenggorokan batuk, berbicara, atau bernyanyi.

Orang di sekitar penderita TBC yang menghirup udara yang sama dapat terinfeksi bakteri tersebut. Yang perlu diingat, penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui:

  • Jabat tangan seseorang
  • Berbagi makanan atau minuman
  • Menyentuh sprei atau dudukan toilet

Ketika seseorang menghirup bakteri tuberkulosis, bakteri tersebut dapat tinggal di paru-paru dan mulai tumbuh. Setelah bakteri berhasil tumbuh, bakteri akan berpindah melalui aliran darah ke organ tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Pengobatan tuberkulosis

Pengobatan tuberkulosis (TB) adalah dengan mematuhi pengobatan selama jangka waktu yang direkomendasikan oleh dokter. Jika pasien berhenti minum obat sebelum waktu yang direkomendasikan, bakteri TB berpotensi menjadi resisten terhadap obat biasa. Hal ini berakibat TBC lebih bahaya dan sulit untuk diobati.

Obat yang diminum merupakan kombinasi dari dua atau empat obat berikut ini:

  • Isoniazid
  • Rifampisin
  • Pirazinamid
  • Etambutol

Pada pasien yang sudah resisten terhadap kombinasi obat di atas, dokter akan memberikan kombinasi obat yang lebih banyak dan lebih lama. Durasi pengobatan bisa mencapai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Diketahui penderita TBC semakin meningkat setiap tahunnya dan merupakan salah satu penyakit paru-paru yang mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Jadi, mari jaga kesehatan kamu dan orang sekitar dengan lebih baik, ya.

Reference
Share