hipomenorea

Siklus haid memang berbeda-beda pada tiap wanita. Mungkin dibanding dengan bulan lalu, bulan ini kamu haid lebih cepat dengan perdarahan haid yang lebih banyak.

Tapi mungkin juga sebaliknya, kamu haid lebih lama dengan perdarahan haid yang lebih sedikit. Karena itu, kamu mungkin pernah mendengar istilah hipomenorea. Apa sih maksudnya?

Yuk, cari tahu arti kondisi ini!

Apa itu hipomenorea?

Hipomenorea adalah suatu kondisi di mana perdarahan haid lebih sedikit dari haid normal. Selain jumlah darah yang keluar juga relatif sedikit, siklus haid hipomenorea juga lebih pendek dari haid normal.

Siklus haid yang normal pada setiap wanita dan berlangsung dari 21 hingga 35 hari dengan rata-rata haid dari 2-7 hari.

Siklus haid semua wanita juga bisa berubah karena pengaruh faktor internal dan eksternal. Faktor internal bisa karena hormon, sementara faktor eksternal karena pengaruh pola makan, misalnya.

Jika siklus haid wanita lebih pendek dibanding normal, kondisi ini disebut hipomenorea.

Baca juga: 7 Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur, Yuk Baca!

Apa perbedaan hipomenorea dan hipermenorea?

Gangguan haid sendiri ada dua, yaitu hipomenorea dan hipermenorea. Seperti dijelaskan sebelumnya, hipomenorea merupakan kondisi ketika perdarahan haid lebih sedikit dari normalnya.

Sebaliknya, hipermenorea merupakan kondisi di mana perdarahan haid menjadi lebih banyak dari biasanya. Jika seseorang mengalami hipermenorea, artinya orang tersebut harus lebih sering mengganti pembalut.

Gangguan haid memang bisa dilihat dari durasi siklus dan jumlah volume darah yang keluar. Mungkin volume darah yang keluar tidak bisa diukur dengan gelas ukur.

Namun, kamu bisa mengetahuinya dari jumlah pembalut yang kamu gunakan saat kamu dalam masa haid.

Apa penyebab hipomenorea?

alergi pembalut

Hipomenorea dapat disebabkan karena kondisi genetik atau adanya riwayat keluarga yang mengalami kondisi yang sama. Namun, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan hipomenorea, yaitu:

1. Usia

Banyak atau sedikitnya darah yang keluar saat haid juga dapat dipengaruhi oleh usia. Jika kamu baru saja mengalami haid, misalnya saat remaja, perdarahan menstruasi biasanya lebih ringan.

Saat usia 20-an hingga 30-an, kamu akan mengalami perdarahan haid normal. Nah, saat memasuki masa menopause, yang terjadi justru sebaliknya.

Siklus haid menjadi tidak teratur dan volume darah yang keluar menjadi lebih sedikit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kondisi hipomenorea dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon.

 2. Efek samping kontrasepsi

Selain faktor usia, ternyata penggunaan pil KB juga memicu hipomenorea. Mulai dari pil kontrasepsi, IUD, atau implan mengandung estrogen yang cukup rendah, sehingga mengurangi pertumbuhan endometrium. Hal tersebut menyebabkan darah haid menjadi lebih sedikit.

Dalam beberapa kasus, beberapa dokter  menyarankan  wanita yang mengalami kondisi ini untuk melanjutkan penggunaan kontrasepsi. Hal ini dilakukan untuk membantu siklus haid tetap konsisten.

Baca juga: Cara Kerja dan Efek Samping KB Suntik 3 Bulan

 3. Perubahan berat badan

Berat badan dan lemak tubuh dapat mempengaruhi siklus haid karena efek hormon yang  tidak normal.

Penurunan berat badan yang disebabkan oleh hilangnya nafsu makan dan bulimia juga dapat menyebabkan kondisi ini terjadi.

Oleh karena itu, kekurangan berat badan dapat menyebabkan tubuh  berovulasi tidak teratur. Nah, untuk mencegah kondisi ini terjadi, jaga berat badanmu dengan  berolahraga secara teratur, tapi jangan berlebihan.

4. Hamil

Haid biasanya berhenti pada wanita hamil. Namun, noda darah mungkin tetap muncul. Jika kamu mengalami perdarahan menstruasi kurang dari normal, periksa apakah kamu sedang hamil. Ini bisa menjadi tanda awal  kehamilan.

Kamu bisa membeli test pack di apotek atau langsung melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter. Jika memang hamil, dokter akan menyarankan perawatan terbaik untukmu.

5. Stres

Jika kamu mengalami stres terus-menerus, siklus haidmu bisa tergantung. Hal ini karena otak dapat mengubah hormon siklus haidmu sehingga kamu mungkin tidak mengalami haid sama sekali atau kamu mungkin mengalami hipomenore.

Cobalah lakukan kegiatan-kegiatan untuk menghilangkan stres agar siklus haidmu normal kembali. Jika hal ini berlangsung pada waktu yang lebih lama, segera konsultasi ke dokter.

Gejala hipomenorea

Beberapa gejala yang mungkin mengindikasikan hipomenorea adalah:

  • Pendarahan yang berlangsung kurang dari 2 hari
  • Volume darah sedikit dan mungkin hanya flek saja
  • Lebih dari satu siklus haid

Kapan harus ke dokter dan bagaimana penanganan hipomenorea?

kram haid
Menstruation, period cycle day of monthly, hurt asian young woman, female hand in stomachache, suffer from PMS premenstrual, belly or abdomen pain on bed at home. Health problem Inflammation in body

Terkadang haid ringan bisa terjadi tanpa sebab. Namun, berhati-hatilah jika salah satu dari kondisi  berikut terjadi:

  • Tidak ada haid ringan meski sedang tidak hamil
  • Siklus haid tidak teratur
  • Pendarahan di antara siklus haid
  • Nyeri hebat saat haid

Jika kamu mengalami salah satu kondisi di atas, segera temui dokter untuk memeriksa kondisimu dan cari tahu pengobatan lebih lanjut.

Pengobatan Hipomenorea

Hipomenorea bisa saja terjadi hanya sekali dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Oleh karena itu, pengobatan hipomenorea harus selalu disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

Jika gejalanya menetap selama beberapa bulan, maka diperlukan perawatan khusus. Dokter akan mencari kemungkinan penyebab kondisi gangguan haid tersebut. Tujuannya adalah untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat.

Hipomenorea sendiri dapat diatasi dengan memperbaiki gaya hidup dan minum obat tertentu (jika penyebabnya adalah kondisi medis tertentu).

Dokter mungkin juga  meresepkan atau merekomendasikan kontrasepsi hormonal. Hal ini karena bagi sebagian orang, kontrasepsi hormonal dapat membuat siklus haid menjadi lebih teratur.

Nah, itulah informasi yang perlu kamu ketahui tentang hipomenorea. Hipomenorea adalah kondisi yang mungkin dialami oleh semua wanita, sehingga kamu tidak perlu khawatir.

Tetap jaga pola hidup sehat. Jika siklus haid tidak normal berlangsung lama, segera hubungi dokter.

Share artikel ini