Penjelasan Alopecia Areata
Autoimun Penyakit

Apa itu Alopecia Areata? Penyakit Autoimun yang Sebabkan Kebotakan

Putri Aprillia | April 1, 2022
Share

Alopecia Areata merupakan penyakit yang bisa diderita oleh pria maupun wanita. Umumnya terjadi pada seseorang sebelum berusia 30 tahun. Kondisi ini paling sering mempengaruhi rambut di kulit kepala.

Sebenarnya apa sih penyakit Alopecia Areata itu? Nah, untuk tahu tentang penjelasannya, yuk baca ulasan di bawah ini!

Apa itu alopecia areata?

Alopecia Areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut di satu area dan kemudian meninggalkan bercak yang menyerupai satu atau lebih pola bulat di kepala. Namun, alopecia areata tidak hanya muncul di kulit kepala. Gangguan ini juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

Rambut rontok terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Tidak jarang alopecia areata berkembang menjadi alopecia sistemik, di mana rambut rontok total, dan pertumbuhan rambut terhambat.

Kondisi Alopecia Areata yang dialami Jada Pinkett Smith

Aktor Hollywood Will Smith baru-baru ini membuat kejutan di malam Oscar 2022. Smith tidak hanya memenangkan penghargaan Aktor Terbaik Tahun Ini, tetapi berita tentang ia yang sangat emosional kepada seorang presenter bernama Chris Rock juga viral. Hal ini dikarenakan sang presenter bercanda soal istri Smith, Jada Pinkett Smith, yang saat itu sudah botak.

Ternyata, Jada Pinkett Smith menderita alopecia yang diakibatkan penyakit autoimun. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, alopecia areata yang dialami Jada Pinkett Smith adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

Dalam kasus alopecia, orang yang terkena biasanya mengalami kerontokan rambut hanya di beberapa area, tidak semua area. Artinya rambut akan botak di beberapa area. Inilah yang dialami istri Will Smith sehingga ia harus memotong habis rambutnya.

Penyebab alopecia areata

Ada beberapa penyebab Alopecia Areata dapat menyerang seseorang, beberapa di antaranya terjadi karena faktor tertentu. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Riwayat keluarga

Salah satu faktor yang dapat memicu alopecia adalah riwayat keluarga. Artinya, ketika salah satu anggota keluarga mengalami kondisi ini, anggota keluarga lain juga berisiko mengalami masalah yang sama. Riwayat keluarga juga dapat mengindikasikan kapan usia seseorang mengalami kebotakan.

2. Hormon

Selain dipengaruhi oleh faktor genetik, rambut rontok juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon rambut rontok DHT (dihydrotestosterone). Hormon DHT dibuat dengan mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron dengan bantuan enzim tertentu.

Sekitar 10% testosteron dalam tubuh pria diubah menjadi hormon DHT, menyebabkan folikel rambut berkontraksi. Akibatnya, rambut tidak lagi tumbuh di dalamnya. Di sisi lain, rambut rontok pada wanita juga bisa disebabkan oleh perubahan hormonal selama menopause.

3. Stres

Faktanya, stres jangka pendek tidak menyebabkan kebotakan. Namun, stres jangka panjang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Jika tubuhmu stres atau kamu merasakan emosi negatif, rambut akan lebih mudah rontok. Hal ini karena stres dapat memicu suatu kondisi yang disebut telogen effluvium yang menyebabkan kerontokan rambut abnormal yang dapat berujung pada alopecia.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat depresi, antikanker, dan obat untuk tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerontokan rambut. Selain itu, kontrasepsi oral dan suplemen vitamin A yang berlebihan dapat menyebabkan masalah yang sama.

Gejala alopecia areata

Ada beberapa gejala umum yang terjadi ketika seseorang mengalami alopecia areata, yaitu:

  • Munculnya kebotakan dengan pola bulat pada satu atau beberapa area yang sebelumnya ditumbuhi rambut. Kebotakan ini bersifat sementara tapi bisa juga permanen.
  • Kebotakan bisa meluas sampai ke seluruh kulit kepala (alopecia totalis) dan bahkan di seluruh badan (alopecia universalis).
  • Gangguan yang terjadi di kuku jari tangan atau jari kaki, seperti kuku berubah bentuk, kuku bergaris putih dengan permukaan kasar dan tipis, atau bahkan terbelah.
  • Kebotakan dengan sensasi terbakar serta gatal pada kulit kepala.

Apakah alopecia areata berbahaya?

Pada gejala ringan, alopecia areata tidaklah berbahaya. Namun, jika kerontokan rambut tidak membaik atau malah memburuk, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, kerontokan rambut yang tiba-tiba merupakan tanda penyakit lain yang mungkin memerlukan perawatan khusus.

Oleh karena itu, kamu harus mengetahui penyebab kerontokan rambut sebelum mengobatinya dengan berbagai perawatan. Bicaralah dengan dokter kulit jika kamu mengalami rambut rontok parah saat disisir atau saat kamu keramas.

Pengobatan alopecia yang dijalani Jada Pinkett Smith

Saat ini, belum ada yang tahu pengobatan apa yang dijalani oleh Jada Pinkett Smith untuk pulih dari alopecia areata yang dialaminya. Namun, pada kebanyakan pasien, alopecia areata membaik secara spontan dalam waktu satu tahun tanpa pengobatan khusus. Sebaliknya, dalam beberapa kasus, kebotakan dapat bertahan lama.

Sejauh ini, tidak ada obat untuk alopecia areata. Perawatan biasanya ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut di kemudian hari.

Secara medis, dokter dapat mengobatinya dengan minoxidil untuk merangsang pertumbuhan rambut. Pilihan lain termasuk suntikan steroid atau penggunaan krim atau sampo kortikosteroid. Fotokemoterapi juga dapat diberikan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut.

Respons terhadap pengobatan pun bervariasi dari pasien ke pasien. Beberapa orang bahkan membutuhkan kombinasi beberapa jenis obat. Terapi alternatif lain juga tersedia, seperti aromaterapi, akupunktur, serta penggunaan herbal dan vitamin. Namun, terapi alternatif ini tidak terbukti secara klinis dan efektivitasnya tidak dapat ditentukan dan dapat bervariasi dari orang ke orang.

Reference
Share