akibat menahan kencing
Kesehatan Umum

Akibat Menahan Kencing: Bisa sampai Infeksi, lho!

dr. Wisniaty Condro | Desember 17, 2021
Share

Tahukah kamu, kalau akibat menahan kencing secara terus-menerus dapat sangat berbahaya? Ada beberapa penyakit yang dapat timbul dari menahan kencing, terutama bagi organ vital seperti ginjal.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin jangan sampai menahan kencing secara berlebihan. Akan tetapi, kamu mungkin berada di situasi yang mengharuskan kamu menahan kencing, misalnya saat di perjalanan atau hal lainnya. Kira-kira apa saja sih akibat menahan kencing yang perlu kamu waspadai? Yuk simak penjelas berikut.

Kandung kemih

Sebelum mengetahui akibat menahan kencing secara lebih detail, mari simak dulu penjelasan mengenai kandung kemih.

Kandung kemih adalah organ yang berfungsi untuk menampung urin yang dihasilkan ginjal sebagai hasil akhir dari proses metabolisme tubuh. Organ ini berbentuk tabung tipis dan berotot.

Kandung kemih akan mengembang sesuai dengan banyaknya urin. Ketika kandung kemih mengembang sampai batas tertentu, serabut saraf yang mendeteksi peregangan di kandung kemih mengirimkan sinyal ke otak, menunjukkan kebutuhan untuk buang air kecil.

Ketika seseorang buang air kecil, otak mereka mengirimkan pesan yang memberitahu kandung kemih untuk berkontraksi. Kontraksi ini akan menekan urin, sehingga menyebabkan urin mengalir ke uretra dan keluar dari tubuh.

Kapasitas kandung kemih anak di bawah usia 2 tahun adalah sekitar 113 ml. Seiring bertambahnya usia, ukuran kandung kemih akan mampu menampung lebih banyak urin. Kandung kemih orang dewasa bisa menampung urin hingga 450 ml.

Berapa kali normalnya seseorang berkemih dalam sehari?

Umumnya, seseorang berkemih sekitar 8 kali sehari dan tidak lebih dari satu kali setelah tidur di malam hari. Sedangkan pada anak-anak, frekuensi berkemih tidak boleh kurang dari 3 kali per hari menurut Urology Care Foundation.

Frekuensi berkemih juga tergantung seberapa banyak asupan cairan harian. Biasanya seseorang perlu berkemih setiap 3-4 jam.

Kondisi tertentu pada kandung kemih juga dapat memengaruhi seberapa sering seseorang berkemih. Hal ini merupakan hal tak terduga yang dialami seiring dengan pertambahan usia.

Apabila kamu memiliki gejala dan keluhan saat berkemih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan, terutama jika memiliki gejala seperti:

Kandung kemih overaktif

Seseorang yang memiliki kandung kemih overaktif akan merasakan keinginan kuat untuk berkemih secara tiba-tiba dan mengalami rembesan pada kandung kemih jika tidak langsung ke toilet. Kondisi ini mengakibatkan seseorang berulang kali ke toilet untuk mengosongkan kandung kemih.

Pilihan terapi yang ada berupa perubahan pola hidup dan terapi medis.

Inkontinensia urin

Inkontinensia urin terjadi saat seseorang kehilangan kemampuan untuk menahan dan mengeluarkan urin. Kandung kemih overaktif termasuk ke dalam kategori ini.

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih dapat mengiritasi kandung kemih dan meningkatkan frekuensi berkemih. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk menangani infeksi yang terjadi.

Mengapa wanita lebih sulit menahan buang air kecil?

Wanita memang lebih susah menahan kencing. Hal tersebut dikarenakan otot berbentuk cincin yang mengendalikan buang air kecil pada wanita lebih lemah jika dibandingkan dengan pria.

Terlebih pada saat kondisi hamil atau memiliki riwayat persalinan sebelumnya. Saat wanita hamil, rahim yang semakin membesar dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan wanita lebih sering berkemih. Dan setelah melahirkan, pada beberapa wanita pun juga sulit menahan buang air kecil sebab otot panggul setelah melahirkan terkadang melemah, sehingga sulit menahan urin di kandung kemih.

Dalam kondisi khusus seperti wanita yang sedang hamil, menahan kencing juga tidak disarankan. Sebab, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Akibat sering menahan kencing

Hampir semua orang tentu pernah menahan kencing pada satu waktu atau pada saat-saat tertentu. Kamu mungkin salah satunya.

Namun, dalam keadaan tertentu, menahan kencing untuk waktu yang lama bisa berbahaya. Jika kamu sering menahan buang air kecil, akibatnya bisa berpengaruh pada infeksi pada saluran kemih, dan beberapa penyakit lainnya, seperti:

  1. Pembesaran prostat pada pria
  2. Penyakit kandung kemih neurogenik
  3. Gangguan ginjal
  4. Retensi urin

Bahaya menahan kencing bagi kesehatan

Lalu apa saja bahaya akibat menahan kencing? Ketika seseorang sering menahan buang air kecil, ada beberapa efek buruk yang akan muncul:

Peningkatan risiko disfungsi kandung kemih

Menahan urin dapat memengaruhi cara saraf “peregangan” di kandung kemih berkomunikasi dengan otak. Hal ini kemungkinan dapat menyebabkan otak tidak lagi mengenali pesan dari kandung kemih secara efektif.

Peningkatan risiko ISK (infeksi saluran kemih)

Menahan urin dapat meningkatkan jumlah bakteri di kandung kemih. Meningkatkan jumlah bakteri ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).
Jika seseorang mengalami ISK, orang tersebut akan mengalami gejala seperti, meliputi keinginan untuk terus-menerus buang air kecil, sensasi terbakar saat buang air kecil, urin berbau menyengat, urin yang terlihat keruh, darah dalam urin dan nyeri panggul.

Batu kandung kemih

Orang yang terus menerus menahan kencing dapat memiliki risiko penyakit batu kandung kemih. Hal itu karena urin dalam ginjal mengandung kalsium dan natrium. Jika terlalu lama mengendap, akan dapat menimbulkan batu kandung kemih dengan berbagai ukuran.

Batu ini akan menghalangi aliran urin sehingga menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil.

Kandung kemih seseorang bisa ruptur karena retensi urin.

Peningkatan tekanan pada kandung kemih dapat menyebabkan kandung kemih mengalami ruptur atau robekan. Hal tersebut dapat terjadi jika ada area yang lemah di dinding kandung kemih. Memang hal ini cukup jarang terjadi, namun kamu juga perlu berhati-hati jika sering menahan buang air kecil.

Pada intinya, menahan kencing secara sering dan lama bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang berbahaya. Jika kamu mulai mengalami ketidaknyaman bahkan rasa sakit akibat menahan kencing terlalu sering, segeralah konsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Kapan ke dokter

Perkembangan otot dan pengendalian kontrol sensasi berkemih saat malam hari terjadi saat anak-anak menginjak usia 7 tahun.

Selain itu, beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan gangguan pada berkemih tanpa memandang usia. Kamu perlu mendapat penanganan medis jika mengalami gejala seperti:

  1. Terbangun beberapa kali saat malam hari untuk berkemih
  2. Infeksi saluran kemih berulang
  3. Kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih
  4. Frekuensi untuk berkemih meningkat hingga mengganggu aktivitas harian
  5. Inkontinensia urin atau rembesan urin
Reference
Share