vaksin covid untuk ibu hamil
Penyakit

Vaksin Covid untuk Ibu Hamil Kini Diperbolehkan

dr. Wisniaty Condro | November 22, 2021
Share

Vaksin COVID untuk ibu hamil sudah mulai direkomendasikan pada masa pandemi ini karena dapat memberikan perlindungan bagi ibu dan janin dari perburukan penyakit COVID berupa gejala berat yang membutuhkan perawatan intensif dan penggunaan alat bantu pernafasan.

Vaksin COVID-19 sudah masif dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai upaya membangun herd immunity atau kekebalan imun yang dibentuk oleh populasi yang besar.

Berbagai kalangan dianjurkan untuk melakukan vaksinasi tak terkecuali ibu hamil. Sejak bulan Juni 2021 lalu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah menganjurkan vaksin COVID-19 untuk diberikan pada kalangan ibu hamil dan ibu menyusui.

Beberapa riset sejauh ini menyebutkan bahwa pemberian vaksin COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui tergolong aman.

Kapan ibu hamil diberikan vaksin COVID?

Ibu hamil yang terpapar virus COVID-19 lebih berisiko untuk melahirkan bayinya secara prematur. Penelitian sejauh ini juga menyebutkan bahwa ibu hamil yang terinfeksi virus Corona lebih berisiko mengalami gejala yang parah dan perlu menjalani perawatan secara intensif.

Karena kerentanan inilah maka ibu hamil dianjurkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Berdasarkan rekomendasi POGI, kini pemerintah Indonesia telah memperbolehkan vaksin COVID-19 untuk diberikan kepada ibu hamil dengan usia kandungan 13 minggu ke atas dan ibu menyusui.

Syarat ibu hamil boleh divaksin COVID

Jika kamu berencana untuk hamil atau sedang menempuh masa kehamilan awal, dan memiliki pertanyaan seputar vaksin COVID-19 bagi ibu hamil, kamu bisa berkonsultasi ke dokter kandungan sebelum menjalani vaksinasi.

Dokter kandungan pada umumnya akan memeriksa kondisi kamu terlebih dahulu dan menentukan apakah kamu bisa mendapatkan vaksin atau tidak.

Jika kamu sedang menyusui tetapi membutuhkan vaksin COVID-19 karena memiliki penyakit tertentu yang membuat kamu berisiko tinggi untuk terkena COVID-19 dan mengalami gejala yang parah, konsultasikan segera kepada dokter untuk menentukan tindakan yang sebaiknya dilakukan.

Perlu diingat juga bahwa pemberian vaksin COVID-19 tidak melindungi kamu sepenuhnya dari virus Corona.

Di samping pemberian vaksin, kamu tetap perlu menjalani protokol kesehatan selama pandemi ini masih berlangsung, agar risiko untuk terkena COVID-19 dapat ditekan seminimal mungkin sehingga kamu dan bayi dalam kandungan tetap aman.

Jenis vaksin COVID yang aman untuk ibu hamil

Terdapat beberapa jenis vaksin yang telah diproduksi dan digunakan secara massal di seluruh dunia dengan komposisi yang berbeda dan tetap aman bagi ibu hamil yaitu:

Vaksin inactivated virus

Jenis vaksin COVID-19 yang baru tersedia di Indonesia sejauh ini adalah vaksin Sinovac dan Coronavac produksi China, serta vaksin AstraZeneca dari Inggris.

Ketiga jenis vaksin ini terdiri dari virus yang dimatikan (inactivated virus), sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit COVID-19. Vaksin yang berisi virus yang sudah dimatikan sebenarnya sudah digunakan selama lebih dari setengah abad pada wanita hamil dan ibu menyusui, tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Secara umum. Vaksin dengan komposisi atau jenis inactivated virus dapat dikatakan aman bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Vaksin mRNA

Vaksi COVID-19 berjenis vaksin mRNA contohnya adalah vaksin buatan Moderna dan Pfizer. Beberapa penelitian mengatakan bahwa vaksin jenis ini kemungkinan besar aman diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui.

Jenis vaksin ini tidak mengandung virus, melainkan komponen genetik yang sudah dirancang khusus menyerupai materi genetik suatu virus (mirip virus tapi bukan virus). Setelah berhasil menghasilkan reaksi kekebalan tubuh atau antibodi terhadap virus Corona, komponen genetik mRNA tersebut akan musnah.

Vaksin mRNA diidentifikasi penggunaannya pada ibu hamil akan lebih aman bagi janin karena tidak menembus plasenta. Di sisi lain, antibodi yang terbentuk pada tubuh ibu bisa menembus plasenta, sehingga janin juga mendapatkan kekebalan terhadap virus Corona sampai ia dilahirkan.

Vaksin ini memiliki efikasi sebesar 95%. Meski begitu, tingkat keamanan dan efek samping vaksin jenis ini dalam jangka panjang terhadap ibu hamil dan ibu menyusui serta bayinya masih harus terus diteliti lebih lanjut dan lebih akurat.

Pencegahan penyebaran COVID setelah divaksin

Setelah kamu selesai divaksin, kamu tidak otomatis terlindungi dari penularan virus ini. Kamu tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan organisasi kesehatan.
Berikut langkah pencegahan yang dapat kamu praktikan untuk terhindar dari penularan virus COVID-19:

  1. Menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut.
  2. Mencuci tangan dengan benar
  3. Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik di seluruh tangan termasuk bawah kuku dan sela-sela jari di air bersih yang mengalir.
  4. Gunakan antiseptik tangan berbahan dasar alkohol
  5. Pilihlah pembersih tangan yang memiliki kandungan 60% alkohol.
  6. Menjaga jarak dengan orang-orang setidaknya 1,8 meter.
  7. Menjauhi kerumunan dan keramaian. Semakin kamu membatasi paparan orang-orang maka semakin baik.
  8. Hindari menyentuh wajah terutama mulut, mata, dan hidung.

Efek samping vaksin COVID pada ibu hamil

Efek samping dapat terjadi setelah menerima salah satu vaksin COVID-19 yang tersedia, terutama setelah dosis kedua untuk vaksin yang memerlukan dua dosis.

Orang yang hamil belum melaporkan efek samping yang berbeda dari orang yang tidak hamil setelah vaksinasi dengan vaksin mRNA COVID-19 (vaksin Modern dan Pfizer-BioNTech).

Beberapa efek samping vaksin ini yang umum terjadi adalah:

  1. Nyeri pada lokasi suntikan
  2. Merah dan bengkak pada lokasi penyuntikan
  3. Rasa lelah
  4. Nyeri kepala
  5. Nyeri otot
  6. Menggigil
  7. Demam
  8. Mual

Jika kamu mengalami demam setelah vaksinasi, kamu mungkin perlu mengonsumsi acetaminofen. Karena demam dapat berdampak pada proses kehamilan. Meski kasusnya jarang, beberapa orang mengalami reaksi alergi setelah menerima vaksin COVID-19.

Jika Anda memiliki reaksi alergi setelah menerima vaksin COVID-19 selama kehamilan, Anda dapat langsung segera berkonsultasi dengan dokter dan menerima pengobatan.

Penanganan efek samping vaksin COVID pada ibu hamil

Efek samping yang kamu alami mungkin dapat mengganggu aktivitas harian kamu selama beberapa hari. Pada beberapa kasus, rasa tidak nyaman berupa demam dan nyeri merupakan respon tubuh untuk membangun sistem kekebalan.

Bicaralah dengan dokter kandungan tentang dosis dan penggunaan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil seperti acetaminophen atau paracetamol, dan antihistamin untuk mengatasi ketidaknyaman yang kamu alami setelah divaksinasi.

Perlu diingat bahwa tidak dianjurkan untuk meminum obat-obatan ini sebelum vaksinasi untuk tujuan mencoba mencegah efek samping.

Tips di bawah ini dapat kamu coba di rumah untuk membantu meredakan efek samping setelah penyuntikan vaksin:

  1. Kompres dengan handuk yang telah dibasahi air dingin pada area suntikan
  2. Lakukan gerakkan ringan pada lengan
  3. Minum air dengan jumlah cukup
  4. Gunakan pakaian longgar

Kamu juga dapat langsung menghubungi dokter atau layanan kesehatan terdekat apabila:

  1. Rasa nyeri dan kemerahan pada lokasi penyuntikkan semakin memburuk setelah 24 jam
  2. Jika efek samping yang kamu rasakan semakin memburuk setelah beberapa hari.
Reference
Share