urin berbusa
Kesehatan Umum

Urin Berbusa, Tanda Penyakit Apa?

dr. Wisniaty Condro | Februari 11, 2022
Share

Bukan hanya perubahan warna, urin yang tiba-tiba berbusa terlihat cukup mengkhawatirkan. Terlebih lagi jika urin tidak pernah mengeluarkan busa sebelumnya atau justru tak kunjung membaik.
Dalam kondisi tertentu, urin berbusa terjadi karena penyakit yang dinilai bisa membahayakan tubuh. Berikut adalah macam-macam penyebab urin berbusa hingga cara mengobatinya.

Urin berbusa

Urin berbusa adalah kondisi di mana kandung kemih mengeluarkan air seni dibarengi dengan busa. Meskipun dalam satu situasi urin berbusa dianggap sebagai hal yang normal, air seni yang berbusa sebenarnya bisa terjadi karena beberapa hal yang membahayakan tubuh.

Jika urin terus-menerus berbusa atau dengan kata lain tidak kunjung membaik, maka sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan hasil evaluasi penyebab urin berbusa.

Penyebab urin berbusa

Urin berbusa terjadi karena berbagai faktor mulai dari kebiasaan sederhana seperti menahan keinginan untuk buang air kecil, kebiasaan minum minuman tertentu, penggunaan obat-obatan, hingga penyakit tertentu. Berikut penjelasan terkait penyebab air seni berbusa:

Menahan keinginan buang air kecil

Kebiasaan menahan urin akan menyebabkan kandung kemih penuh. Akibatnya, urin akan keluar dengan tekanan tinggi dalam jumlah besar, banyak, ataupun cepat sehingga memicu busa di air toilet.

Kecepatan aliran urin

Sama halnya dengan menahan keinginan buang air kecil, urin berbusa yang hanya terjadi sesekali bisa saja disebabkan oleh aliran urin yang cepat atau deras.

Dehidrasi

Bukan hanya berubah menjadi lebih keruh, kental, dan pekat, tidak minum banyak air atau kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan urin berbusa. Dalam hal ini, air mineral berfungsi membantu mengencerkan zat dalam urin.

Infeksi saluran kemih

Saat bakteri masuk ke dalam kandung kemih, air seni yang keluar melalui saluran kemih bisa saja memunculkan busa. Dibarengi dengan rasa terbakar saat buang air kecil hingga adanya darah dalam urin merupakan salah satu tanda infeksi saluran kemih.

Diabetes

Penyebab urin berbusa berikutnya adalah diabetes. Kadar gula darah yang tinggi pada diabetes dapat menyebabkan peningkatan kadar albumin yang melewati ginjal sehingga air seni berbusa. Ditambah lagi, diabetes berhubungan erat dengan perubahan struktur dan bentuk pada ginjal.

Penyakit atau masalah ginjal

Tidak mampu menyaring protein dalam darah dan zat lainnya, masalah pada ginjal menyebabkan protein bocor dari ginjal ke dalam urin (albuminuria atau proteinuria). Saat urin dikeluarkan, protein akan bereaksi dengan udara dan membentuk busa.

Preeklampsia

Sering terjadi setelah 20 minggu kehamilan, ibu yang sedang hamil berpotensi mengalami preeklampsia. Selain menyebabkan urin berbusa, preeklampsia juga memicu pembengkakan pada kaki.

Masalah pada usus dan usus besar

Dikenal sebagai fistula, adanya saluran yang menghubungkan antara usus dan usus besar yang tidak normal dapat menyebabkan bakteri masuk ke kandung kemih hingga bercampur dengan urin. Akibatnya, tidak jarang air seni penderita fistula berbusa.

Ejakulasi retrograde

Meskipun jarang terjadi, ejakulasi retrograde pada pria bisa menyebabkan pria mengeluarkan air seni yang berbusa. Kondisi ini terjadi ketika air mani pria yang seharusnya dilepaskan melalui penis justru kembali ke kandung kemih.

Amiloidosis

Penyebab urin berbusa selanjutnya adalah amiloidosis atau penumpukan cairan dan masalah pada ginjal. Biasanya amiloidosis terjadi karena terjadi penumpukan protein tertentu yang memengaruhi banyak organ dalam tubuh.

Penggunaan obat-obatan

Terbilang jarang terjadi, penggunaan antibiotik atau obat seperti phenazopyridine adalah salah satu penyebab urin berbusa lainnya. Obat tersebut biasanya digunakan oleh mereka yang mengalami infeksi saluran kemih.

Terlepas dari berbagai macam penyebab di atas, busa pada urin bisa saja disebabkan oleh produk pembersih toilet yang kamu gunakan. Bagi kebanyakan orang, penyebab yang satu ini jarang terpikirkan. Padahal, bahan kimia dari produk pembersih bisa memicu gelembung dan busa.

Agar kamu tidak keliru dalam membedakan antara urin berbusa karena kondisi kesehatan dan zat kimia pembersih toilet, kamu bisa memperhatikan beberapa gejala di bawah ini.

Gejala urin berbusa

Apabila normalnya urin berwarna kuning pucat hingga kuning gelap, urin berbusa tentu ditandai dengan munculnya gelembung busa. Akan tetapi, ada beberapa gejala lain yang menandakan kalau urin berbusa terjadi karena penyakit dan bukan zat kimia dari produk pembersih.

Berikut adalah hal lain yang dapat mengiringi gejala urin berbusa yang sebaiknya kamu perhatikan:

  • Tangan, kaki, wajah, dan perut yang membengkak
  • Tubuh mudah merasa lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dibarengi atau tanpa muntah
  • Kesulitan untuk tidur
  • Perubahan jumlah urin
  • Warna urin keruh hingga gelap
  • Sakit punggung
  • Urin beraroma tidak sedap hingga busuk
  • Munculnya darah atau nanah dalam urin

Di samping beberapa gejala tersebut, gejala yang sebaiknya diperhatikan oleh pria yang mengalami urin berbusa adalah ketika orgasme apakah jumlah air mani sedikit atau kering atau justru tidak mengeluarkan air mani, serta memiliki masalah kesuburan atau infertilitas.

Apabila terdapat gelembung atau busa pada air seni yang dibarengi dengan salah satu dari berbagai gejala di atas, konsultasikanlah dengan dokter.

Apakah urin berbusa berbahaya?

Urin berbusa yang jarang atau hanya terjadi sesekali bukanlah hal yang berbahaya. Kamu mungkin saja kekurangan cairan atau menggunakan produk pembersih toilet yang menyebabkan gelembung busa.

Tapi, jika busa pada urin tidak hilang dalam beberapa hari (termasuk setelah kamu mengganti produk pembersih toilet atau mencoba buang air kecil di toilet berbeda) mungkin saja kamu mengalami beberapa masalah kesehatan.

Jika dibarengi dengan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebaiknya kamu segera menghubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Dengan menguji sampel urin, menghitung jumlah albumin dan kreatinin, hingga ultrasound (USG) ginjal, dokter mungkin akan menemukan penyebab gelembung pada urin.

Urin berbusa tanda penyakit apa?

Kalau kamu melihat air seni berbusa sepanjang hari dan tidak membaik dalam beberapa hari, mungkin saja kamu mengalami satu dari beberapa masalah kesehatan. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kamu melakukan pemeriksaan.

Umumnya, penyakit yang menyebabkan urin berbusa dalam jangka waktu yang lama adalah seperti:

  • Penyakit atau masalah ginjal kronis hingga akut
  • Kerusakan ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Proteinuria
  • Infeksi saluran kemih

Selain beberapa penyakit di atas, urin berbusa yang tidak kunjung hilang bisa menandakan kalau kamu mengalami peradangan atau penyakit Crohn, tumor, kerusakan saraf akibat cedera tulang belakang, hingga komplikasi bedah.

Nah, untuk membantu mengatasi urin yang berbusa, coba simak berbagai cara pengobatan berikut.

Cara mengobati urin berbusa

Pengobatan air seni yang bergelembung atau berbusa akan lebih efektif jika disesuaikan dengan penyebab utamanya. Jika urin berbusa karena dehidrasi maka minumlah lebih banyak cairan untuk meredakan dehidrasi dan menghentikan busa.

Untungnya, secara umum ada beberapa langkah pengobatan rumahan yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengobati busa pada urin dan mendukung proses pemulihan tubuh yakni:

  • Mengonsumsi makanan yang seimbang
  • Rutin melakukan olahraga
  • Rutin memeriksa gula darah
  • Konsumsi garam secukupnya
  • Hindari menahan keinginan buang air kecil
  • Hindari makanan berprotein tinggi termasuk suplemen protein
  • Hindari kebiasaan merokok
  • Batasi minum minuman beralkohol

Jika kamu menerima obat dari dokter, minumlah obat sesuai dengan apa yang telah dokter tetapkan. Mengubah atau dengan sembarangan minum obat maupun vitamin justru dapat memperburuk atau mengurangi tingkat keefektifan obat.

Reference
Share