sesak napas saat hamil
Kehamilan

Fakta-Fakta Seputar Sesak Nafas Saat Hamil

Imelda Rahmawati | Maret 17, 2022
Share

Sesak nafas saat hamil sering dialami oleh kamu yang tengah mengandung di trimester kedua. Dalam beberapa kasus, kondisi ini mulai terasa di trimester ketiga. Kamu mungkin akan merasa cepat lelah saat melakukan sesuatu dan kemudian merasakan sesak nafas.

Kamu mungkin langsung berburuk sangka, tapi sebenarnya itu benar-benar normal. Kondisi bayi juga tetap aman karena mereka tetap memiliki asupan oksigen melalui plasenta.

Kenapa sering sesak nafas saat hamil?

Sesak napas sering dimulai saat trimester kedua kehamilan. Pada trimester ketiga, sesak napas dapat meningkat seiring pertumbuhan bayimu.

Sesak napas bukanlah tanda kehamilan yang dapat diandalkan sebelum kamu mendapatkan tes kehamilan yang positif. Namun, beberapa orang yang merasakan sesak napas bisa menjadi tanda awal kehamilan jika disertai dengan gejala lain.

Tanda-tanda awal kehamilan ini termasuk merasa lelah, lelah, atau pusing. Kamu mungkin mengalami payudara yang bengkak atau nyeri, kram, dan bercak ringan sebelum waktu haid tiba. Gejala awal lainnya termasuk:

  • Indra penciuman yang meningkat
  • Kembung
  • Mengidam atau tidak menyukai makanan tertentu
  • Mual
  • Perubahan suasana hati
  • Peningkatan buang air kecil
  • Sembelit

Gejala awal kehamilan bisa mirip dengan tanda-tanda bahwa kamu akan mendapatkan menstruasi atau sakit. Itulah kenapa beberapa orang menggunakan gejala sesak nafas ini sebagai tanda kehamilan.

Sesak napas dapat disebabkan oleh faktor lain, yaitu perubahan hormonal yang terjadi di sekitar ovulasi dan selama fase luteal (paruh kedua) dari siklus menstruasi normal. Setelah ovulasi, kadar progesteron meningkat untuk membantu membangun lapisan rahim yang sehat. Jika kamu tidak hamil, tubuhmu akan melepaskan lapisan rahim ini saat mendapatkan menstruasi.

Penyebab sesak nafas saat hamil muda

Sesak nafas saat hamil muda disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron. Pada trimester pertama, mungkin sulit untuk bernapas karena tubuh kamu menyesuaikan diri dengan tingkat hormon baru. Gejala ini mungkin hilang setelah beberapa minggu, kemudian muncul kembali selama trimester kedua atau ketiga.

Hormon kehamilan merangsang otak untuk meningkatkan frekuensi dan kedalaman nafas, sehingga kamu mengambil lebih banyak oksigen untuk calon bayi yang sedang tumbuh. Hormon-hormon itu juga membengkakkan kapiler di saluran pernapasan dan mengendurkan otot-otot paru-paru dan saluran bronkial, membuat kamu merasa seperti sedang menghirup angin.

Kemudian dalam kehamilan, rahim mendorong diafragma saat janin tumbuh. Ini menekan paru-paru kamu, membatasi kemampuannya untuk mengembang sepenuhnya saat menarik napas dan menyebabkan kamu merasa seperti baru saja berlari maraton.

Sesak nafas saat hamil tidak menyebabkan kerusakan permanen. Setelah bayi lahir, organ kamu akan kembali ke posisi sebelum hamil. Saat kepala bayi turun ke jalan lahir —sekitar 2 atau 3 minggu sebelum melahirkan— kamu akan memiliki lebih banyak ruang untuk diafragma dan bernafas lebih mudah.

Cara mengatasi sesak nafas saat hamil

Meskipun kamu tidak dapat sepenuhnya menghilangkan gejala kehamilan yang umum ini, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk sedikit membantu meringankannya:

  1. Berdirilah setegak mungkin. Postur tubuh yang tepat memberi paru-paru kamu sedikit lebih banyak ruang untuk melakukan tugasnya.
  2. Kamu masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan terus berolahraga selama kehamilan. Dengarkan saja tubuhmu dan jangan terlalu memaksakan diri.
  3. Tidur di sisi kiri tubuh, yang merupakan posisi terbaik untuk sirkulasi.

Jika kamu terus-menerus merasa sesak napas, bicarakan dengan dokter. Sesak napas terkadang dapat disebabkan oleh anemia pada ibu hamil, karena penipisan sel darah merah pembawa oksigen. Dokter mungkin akan memeriksa kadar zat besi dalam tubuhmu.

Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter jika kamu menderita asma. Lain halnya, jika mengalami kesulitan bernapas dan bibir atau ujung jari tampak membiru, atau jika kamu mengalami nyeri dada dan denyut nadi cepat, segera hubungi dokter.

Reference
Share