penyebab sakit kepala
Kesehatan Umum

Penyebab Sakit Kepala pada Wanita yang Perlu Kamu Ketahui

dr. Wisniaty Condro | November 25, 2021
Share

Penyebab sakit kepala pada wanita dikelompokkan berdasarkan ada atau tidaknya penyakit yang mendasarinya. Sakit kepala juga dapat muncul pada setiap lokasi di kepala dengan intensitas nyeri yang berbeda-beda.

Gejala sakit kepala yang muncul saat aktivitas harian sedang padat dapat merusak hari kerja, merenggangkan hubungan dengan anggota keluarga, serta mempengaruhi kegiatan seperti olahraga.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sakit kepala pada wanita, yuk kita simak ulasan di bawah ini.

Apa itu sakit kepala?

Sakit kepala adalah kondisi muncul rasa sakit di setiap lokasi kepala. Pada wanita dapat terjadi pada satu atau kedua sisi kepala, terpusat di lokasi tertentu, atau bahkan tersebar di seluruh kepala.

Wanita juga sering merasakan sensasi sakit yang tajam, sensasi berdenyut, atau hanya sakit tumpul yang ringan. Dapat berlangsung kurang dari satu jam hingga beberapa hari, sakit kepala dapat berkembang secara bertahap ataupun tiba-tiba.

Jenis-jenis sakit kepala

Sakit kepala pada wanita dikelompokkan berdasarkan ada atau tidaknya penyakit yang mendasarinya. Jenis sakit kepala yang dapat dialami wanita umumnya dapat terbagi ke dalam tiga jenis yaitu:

Sakit kepala primer

Sakit kepala primer disebabkan oleh aktivitas berlebihan ataupun gangguan pada struktur titik nyeri pada kepala. Kondisi ini bukanlah gejala dari penyakit tertentu.

Aktivitas kimiawi pada otak, saraf dan pembuluh darah di sekitar kepala maupun struktur otot di daerah kepala dan leher (atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut) berperan dalam timbulnya sakit kepala primer.

Yang termasuk kelompok sakit kepala primer tersering adalah sakit kepala tegang atau tension headache, sakit kepala cluster, dan migrain.

Sakit kepala sekunder

Sakit kepala sekunder adalah gejala nyeri kepala yang dapat timbul akibat dari penyakit pada tubuh yang dapat mengaktifkan titik saraf nyeri pada kepala.

Beberapa kondisi nyeri dapat bervariasi sesuai dengan keparahan masing-masing penyakit. Yang termasuk kelompok sakit kepala sekunder tersering adalah cedera kepala, sakit gigi, dehidrasi, infeksi telinga, stroke, dll.

Sakit kepala lainnya

Pada wanita, penyebab sakit kepala tersering adalah tension headache dan migrain. Namun, selain itu ternyata kondisi tersebut juga dapat dipicu oleh fluktuasi kadar hormon estrogen.

Penyebab sakit kepala pada wanita

Sakit kepala dapat disebabkan oleh faktor genetika dan diet. Namun, perubahan hormon estrogen adalah penyebab sakit kepala pada wanita yang paling umum.

Hormon estrogen bertanggung jawab dalam perkembangan dan pengaturan sistem reproduksi wanita. Saat mengalami fluktuasi, hormon dapat menyebabkan wanita mengalami sakit kepala. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengubah tingkat hormon estrogen:

Menstruasi

Sesaat sebelum menstruasi, tingkat estrogen dan progesteron turun ke tingkat terendah sehingga menyebabkan wanita merasa sakit kepala.

Kehamilan

Selama kehamilan kadar estrogen akan meningkat sehingga sakit kepala hormonal yang dirasakan wanita hilang. Akan tetapi, beberapa wanita mengalami migrain pertama selama awal kehamilan dan menurun setelah trimester pertama.

Disamping itu, setelah melahirkan, kadar estrogen turun dengan cepat sehingga sakit kepala pada wanita dapat muncul kembali.

Perimenopause dan menopause

Pada tahun-tahun menjelang menopause (perimenopause) terjadi fluktuasi kadar hormon estrogen yang menyebabkan sakit kepala pada wanita.

Sekitar dua pertiga wanita yang mengalami migrain merasa lebih baik saat mencapai masa menopause. Namun, bagi sebagian orang, migrain justru memburuk.

Kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon

Kadar hormon estrogen yang naik turun dapat disebabkan oleh pil KB dan terapi penggantian hormon.
Pada wanita yang mengalami migrain karena perubahan hormon saat menggunakan pil KB cenderung mengalami serangan migrain menjelang akhir siklus saat pil yang diminum tidak mengandung hormon.

Penyebab sakit kepala pada wanita tidak hanya disebabkan karena perubahan hormon. Ada beberapa faktor lain yang memicu sakit kepala ataupun migrain seperti:

  1. Faktor genetik
  2. Melewatkan jam makan
  3. Terlalu banyak atau sedikit tidur
  4. Berada di tempat dengan cahaya yang terlalu terang
  5. Mendengar suara keras yang nyaring
  6. Mencium aroma yang tajam
  7. Perubahan cuaca yang parah
  8. Mengonsumsi alkohol, terutama anggur merah
  9. Banyak mengonsumsi kafein
  10. Stress
  11. Sering mengonsumsi daging olahan
  12. Makanan mengandung MSG
  13. Penambah rasa
  14. Gemar mengonsumsi alkohol, garam, ataupun cokelat
  15. Pemanis buatan

Tanda dan gejala sakit kepala

Penyebab sakit kepala pada wanita seperti sakit kepala hormonal ditandai dengan sakit kepala tegang atau migrain.

Sakit kepala tegang secara umum dideskripsikan sebagai rasa nyeri dan tegang seperti terikat tali kuat di kepala. Sedangkan rasa nyeri berdenyut pada kepala disebut dengan sakit kepala migrain.

Gejala sakit kepala migrain berupa:

  • Nyeri pada salah satu ataupun kedua sisi kepala
  • Rasa nyeri bertambah berat saat beraktivitas
  • Mual dan atau muntah
  • Sensitif pada cahaya, suara, dan aroma
  • Rasa nyeri dapat berlangsung selama 4-72 jam

Diagnosis sakit kepala

Diagnosis sakit kepala biasanya didapatkan berdasarkan deskripsi yang penderita rasakan dan pemeriksaan umum dari profesional kesehatan. Biasanya sakit kepala tidak memerlukan pemeriksaan khusus.

Dalam beberapa keadaan serius atau gejala penderita dirasa tidak biasa oleh dokter, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan computerized tomography scan atau CT scan.
Pemeriksaan CT scan biasanya hanya digunakan jika dokter menemukan beberapa hal berikut:

  • Penderita merasa sakit kepala terus memburuk meskipun telah diobati
  • Terdapat perubahan mendadak dalam pola sakit kepala penderita
  • Adanya tanda atau gejala yang menunjukkan kondisi medis lainnya

Cara mengatasi sakit kepala pada wanita

Memahami bagaimana hormon mempengaruhi tubuh serta pola kinerja hormon adalah cara terbaik untuk mengatasi sakit kepala pada wanita. Hal ini memudahkan untuk memilih terapi yang sesuai.

Namun, tidak masalah jika kamu belum sepenuhnya memahami pola kinerja hormon pada tubuh. Kamu dapat membuat kalender untuk melacak kapan gejala dimulai sambil melakukan upaya berikut:

  • Terus hidrasi tubuh dengan air setiap hari
  • Mulai dengan pola hidup sehat
  • Mengelola stress
  • Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Membatasi asupan kafein dan minuman energi lainnya
  • Memberikan kompres dingin di kepala
  • Memijat area yang terasa nyeri
  • Menjaga kualitas tidur yang cukup dengan mengatur cahaya dan ruangan yang tenang tanpa gangguan
  • Melakukan terapi penggantian hormon
  • Lakukan latihan pernapasan dalam
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran

Selain upaya-upaya di atas, kamu dapat melakukan terapi fisik seperti di sekitar leher dan bahu untuk meredakan kekakuan otot yang menyebabkan sakit kepala. Kamu juga dapat mengurangi stress dengan melakukan relaksasi yang dapat mengobati sakit kepala.

Tanda bahaya sakit kepala

Sakit kepala dapat menjadi penyakit berbahaya karena umumnya orang yang mengalami sakit kepala memiliki risiko komplikasi seperti depresi, kecemasan, serta gangguan tidur. Wanita yang sering mengalami sakit kepala hormonal rentan dengan komplikasi ini.

Segera cair pertolongan medis bila kamu mengalami sakit kepala parah secara tiba-tiba dengan beberapa gejala di bawah:

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Leher kaku
  • Ruam
  • Sesak nafas
  • Rasa lemas pada salah satu sisi tubuh
  • Kehilangan penglihatan
Reference
Share