Pembalut: Apa saja Komponen Penyusunnya?

Pembalut merupakan salah satu produk kewanitaan yang digunakan untuk menghadapi siklus menstruasi setiap bulan. Umumnya pembalut digunakan oleh perempuan di usia produktif selama 40 hingga 45 tahun hidupnya.

Pembalut dirancang sedemikian rupa agar memberikan kenyamanan saat digunakan. Berbagai lapisan dan komponen dalam pembalut memiliki fungsinya masing-masing. Agar kamu semakin paham dengan komponen pembalut, mari kita simak ulasan berikut.

Apa itu pembalut?

Pembalut adalah lapisan tipis yang terdiri dari bahan penyerap yang berfungsi menyerap darah saat siklus menstruasi tiba. Pada umumnya, pembalut hanya bersifat sekali pakai dan langsung dibuang setelah selesai digunakan.

Jenis pembalut yang tersedia di pasaran umumnya merupakan pembalut sekali pakai. Selain itu, ada juga jenis pembalut yang dapat digunakan kembali seperti pembalut kain yang dapat dicuci, dikeringkan, dan digunakan beberapa kali.

Pembalut mempunyai berbagai bentuk dan ukuran, dengan kapasitas berbeda untuk menyerap darah menstruasi. Seringkali, kamu perlu bereksperimen dengan berbagai jenis pembalut untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Fungsi pembalut

Fungsi pembalut utamanya adalah untuk menyerap dan menahan darah menstruasi agar tidak terjadi kebocoran. Sifat-sifat yang penting dan perlu ada pada sebuah pembalut agar berfungsi dengan baik adalah:

  • Tidak mudah bocor,
  • Tidak tampak tercetak saat dipakai,
  • Tidak berbau,
  • Posisi pembalut tidak mudah bergeser dari tempatnya,
  • Nyaman dipakai (menyesuaikan bentuk tubuh), dan
  • Memiliki higienitas yang tinggi.

Beragamnya produk pembalut kini banyak tersedia di pasaran, dengan berbagai fungsi yang disesuaikan. Misalnya, pembalut untuk siang dan malam hari. Pembalut malam hari biasanya lebih lebar atau tebal karena bertujuan untuk mencegah kebocoran selama kamu tidur.

Bentuk dan fungsi pembalut bisa kamu sesuaikan dengan kenyamanan dan ukuran yang kamu butuhkan selama membantu agar kamu tetap bebas beraktivitas selama menstruasi.

Lapisan di dalam pembalut

Suatu pembalut dikatakan baik apabila perpindahan cairan dari satu lapisan ke lapisan lainnya tidak mengalami hambatan. Hambatan tersebut berupa celah yang tidak rapat antar lapisan pada pembalut.
apabila ditemukan celah, maka cairan yang mengalir dapat merembes dan menyebabkan pembalut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Lapisan pada pembalut pada umumnya terbagi menjadi 5 bagian sebagai berikut:

Lapisan atas berupa permukaan berpori

Lapisan ini adalah lapisan paling atas yang merupakan lembaran tipis dan lembut serta nyaman menempel di kulit. Banyak penelitian telah dilakukan untuk menjaga permukaan atas tetap kering agar tidak menempel pada tubuh dan tetap nyaman.

Lapisan ini adalah lapisan dengan pori-pori rapat yang memungkinkan cairan melewatinya dengan cepat ke dalam dan tetap kering. Karena cairan langsung terkunci di lapisan ini, dengan demikian mengurangi kemungkinan kebocoran.

Lapisan akuisisi

Lapisan ini berada di bawah lembaran paling atas. Lapisan ini berfungsi untuk menarik dan mengarahkan cairan ke area yang paling menyerap cairan.

Lapisan inti

Lapisan ini berfungsi untuk menyerap kelembaban atau cairan, biasanya dalam lapisan ini terdapat gel atau bulir-bulir penyerap super. Karakteristik dari lapisan ini adalah untuk menahan cairan dalam jangka waktu yang lama dan menghindari kebocoran karena tekanan.

Lembar belakang

Lapisan pada lembar belakang ini merupakan lapisan tahan air untuk memastikan tidak terjadi kebocoran.

Perekat dan kertas pelepas

Lapisan ini memiliki lem yang berfungsi untuk menempelkan pembalut ke pakaian dan kertas anti lengket sebagai penutupnya.

Komponen dalam pembalut

Setelah mengetahui tentang lapisan pembalut, penting juga untuk kamu mengetahui tentang komponen apa saja yang terdapat dalam pembalut. Berikut adalah penjelasannya:

Permukaan body (side liner)

Komponen pada lapisan ini terbuat dari bahan ultra-tipis yang berasal dari serat selulosa, serat sintetis atau polimer sintetik. Contoh komponen bahannya seperti poliester, polietilen, polipropilen, rayon, dan kapas.

Lapisan distribusi

Lapisan ini terdiri dari bahan yang berpori, yakni serat selulosa atau sintetis atau bahan yang terbuat dari polimer sintetis. Contoh komponen bahannya adalah kapas atau selulosa/serat pulp.

Inti penyerap

Lapisan ini terdiri dari komponen selulosa atau serat sintetis dengan atau tanpa polimer penyerap super atau SAP (Super Absorbent Polymer).

Lapisan bawah

Komponen lapisan ini biasanya terdiri dari bahan non-tenun yang tahan air. Contoh komponen bahannya seperti polietilen, polipropilena, dan asam polilaktat.

Perekat

Bahan perekat pada bagian belakang pembalut biasanya terdiri dari komponen resin sintetis dan polimer termoplastik.

Kertas pelindung perekat

Komponen ini adalah kertas yang melindungi lem di bagian belakang pembalut. Bahannya terdiri dari kertas dengan lapisan silikon.

Pembalut memang tak luput dari kebutuhan pokok setiap perempuan. Nah, setelah mengetahui informasi di atas, tidak hanya sekadar memakainya tetapi kamu juga sudah lebih tahu komponen apa saja yang menyusun sebuah pembalut.

Edana. https://www.edana.org/nw-related-industry/nonwovens-in-daily-life/absorbent-hygiene-products/feminine-care diakses pada 4 November 2021
Menstrupedia. https://www.menstrupedia.com/articles/girls/sanitary-pad diakses pada 4 November 2021
Sciencedirect. https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/sanitary-napkin
diakses pada 4 November 2021
Technicaltextile. https://www.technicaltextile.net/articles/an-overview-on-sanitary-napkins-7850 diakses pada 4 November 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.