trauma kapitis

Cedera kepala atau trauma kapitis, terjadi akibat benturan pada kepala yang dapat menyebabkan penyakit fatal. Banyak orang yang mengabaikan benturan kepala karena dirasa tidak sakit atau tidak menimbulkan pusing. 

Mungkin kamu pernah mengalami benturan kepala seperti menabrak tembok atau pintu, kondisi ini sebenarnya tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa jadi ada pendarahan di dalam. Apalagi jika benturan cukup keras dan membuat kepalamu pusing.

Trauma kapitis atau cedera kepala adalah

Cedera kepala atau trauma kapitis adalah salah satu penyebab paling umum kecacatan dan kematian pada orang dewasa. Cederanya mungkin bisa ringan seperti benjolan, memar. Atau bisa juga bersifat sedang hingga parah karena gegar otak, luka dalam atau luka terbuka, retak tulang tengkorak, atau masalah internal. 

Cedera kepala adalah istilah luas yang menggambarkan beragam cedera yang terjadi pada kulit kepala, tengkorak, otak, dan jaringan di bawahnya serta pembuluh darah di kepala. Cedera kepala juga sering disebut sebagai cedera otak, atau cedera otak traumatis, tergantung pada tingkat trauma kepala.

Apakah trauma kapitis berbahaya?

Trauma kapitis tentu bisa jadi hal yang membahayakan, apalagi jika benturan yang terjadi cukup parah. Ada beberapa jenis kondisi cedera kepala. Yaitu:

  • Eksternal dan melibatkan kulit kepala
  • Internal dan melibatkan tengkorak, otak, atau pembuluh darah

Cedera dapat menyebabkan gegar otak, memar, patah tulang, atau pendarahan:

  • Gegar otak, adalah jenis cedera otak traumatis ringan. Terjadi ketika kepala mengalami cedera seperti menggerakkan kepala bolak-balik dengan kuat. Hal ini menyebabkan perubahan kimiawi di otak dan terkadang merusak sel-sel otak.
  • Memar, terjadi ketika pukulan ke kepala melukai kulit dan jaringan lunak di bawahnya. Darah dari pembuluh darah kecil bocor, menyebabkan tanda merah atau ungu pada kulit. Memar sering terjadi di kulit kepala atau dahi. Cedera kepala yang lebih serius dapat menyebabkan memar otak.
  • Fraktur tengkorak, adalah patahnya tulang tengkorak. Fraktur tengkorak dapat terjadi di berbagai bagian tengkorak.
  • Pendarahan, dapat terjadi pada dan di bawah kulit kepala dan di dalam atau di sekitar otak.

Penyebab trauma kapitis

Ada banyak penyebab cedera kepala pada anak-anak dan orang dewasa. Trauma kapitis yang paling umum adalah dari kecelakaan kendaraan (mobil, sepeda motor, atau tertabrak pejalan kaki). Bisa juga karena kekerasan, dari jatuh, atau sebagai akibat dari pelecehan. 

Hematoma subdural dan perdarahan otak (disebut perdarahan intraparenkim) terkadang dapat terjadi secara spontan. Biasanya terjadi karena benturan kepala yang sangat parah.

Gejala trauma kapitis

Penderita trauma kapitis mungkin memiliki berbagai tingkat gejala yang terkait dengan keparahan cedera. Berikut ini adalah gejala cedera kepala yang paling umum:

Cedera kepala ringan:

  • Area yang cedera menjadi benjolan atau memar
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sensitif terhadap kebisingan dan cahaya
  • Mudah marah
  • Kebingungan
  • Bermasalah dengan keseimbangan tubuh
  • Mual
  • Bermasalah dengan memori atau konsentrasi
  • Perubahan pola tidur
  • Penglihatan kabur
  • Mata lelah
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Kelelahan 

Cedera kepala sedang hingga berat (memerlukan perhatian medis segera), gejalanya dapat mencakup salah satu diantara:

  • Penurunan kesadaran
  • Sakit kepala parah yang tidak kunjung hilang
  • Mual dan muntah berulang
  • Kehilangan memori jangka pendek, seperti kesulitan mengingat peristiwa yang mengarah ke dan melalui peristiwa traumatis
  • Bicara cadel
  • Kesulitan berjalan
  • Berkeringat
  • Warna kulit pucat
  • Kejang 
  • Darah atau cairan bening mengalir dari telinga atau hidung
  • Satu pupil melebar atau terlihat lebih besar dari mata yang lain dan tidak menyempit, atau mengecil saat terkena cahaya
  • Koma

Pengobatan trauma kapitis

Pengobatan trauma kapitis bersifat individual, tergantung pada sejauh mana kondisi cedera kepala. Jika pasien mengalami cedera kepala yang parah, ia mungkin memerlukan pemantauan untuk peningkatan tekanan intrakranial (tekanan di dalam tengkorak). 

Dokter mungkin akan memberikan pengobatan seperti:

  • Observasi
  • Mengompres cedera dengan es batu
  • Memberikan salep antibiotik
  • Memberi obat-obatan seperti obat anti kejang dan diuretic
  • Menjahit luka luar di kepala bila perlu
  • Melakukan operasi pembedahan untuk kondisi tengkorang yang patah, menghentikan pendarahan, menghilangkan gumpalan darah, dan kondisi parah lainnya.

Melindungi kepala sebaik mungkin menjadi cara paling tepat untuk menghindari trauma kapitis. Pastikan kamu selalu menggunakan helm SNI saat berkendara motor, meskipun jaraknya hanya dekat. Hindari tempat-tempat yang rawan bagi kepalamu, seperti konstruksi bangunan.

Share artikel ini
Reference