gejala gonore pada wanita
Kesehatan Umum

Gejala Gonore Pada Wanita: Bukan cuma Kencing Nanah, lho!

dr. Wisniaty Condro | Februari 6, 2022
Share

Seperti yang kita ketahui, salah satu infeksi bakteri yang paling sering menular melalui hubungan seksual selain sifilis adalah gonore. Istilah penyakit gonore yang umum dikenal masyarakat adalah kencing nanah. Namun ternyata gejala ini belum tentu dialami oleh semua individu yang terinfeksi oleh gonore.

Gejala gonore pada wanita dapat berbeda dengan pria. Wanita yang terinfeksi bisa saja tidak mengalami kencing nanah. Namun hal tersebut bukan berarti infeksi ini tidak perlu diwaspadai karena ternyata justru dapat memengaruhi organ dalam reproduksi wanita dan memengaruhi kesuburan.

Ingin tahu lebih lanjut apa saja gejala gonore pada wanita dan bahayanya? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Gonore

Penyakit gonore termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang juga sering disebut dengan istilah “the clap”. Pria dan wanita dapat tertular oleh bakteri ini, namun pria lebih sering terinfeksi.
Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seks berupa:

  • Hubungan seks anal
  • Hubungan seks oral
  • Hubungan seks melalui vagina

Penyebab gonore

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Biasanya bakteri ini tumbuh subur pada tempat-tempat yang hangat pada tubuh seperti saluran kemih (uretra), mata, tenggorokan, vagina, anus, dan saluran reproduksi wanita (tuba falopi, serviks, dan rahim).

Di samping itu, risiko terinfeksi gonore akan semakin meningkat jika:

  • Individu berusia muda
  • Melakukan hubungan seks dengan pasangan baru
  • Melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan
  • Memiliki partner seks yang banyak
  • Memiliki riwayat penyakit gonore sebelumnya
  • Memiliki penyakit menular seksual lainnya
  • Penyakit gonore pada wanita

Kebanyakan wanita yang terinfeksi gonore tidak menimbulkan gejala. Atau, meskipun menimbulkan gejala, biasanya hanya berupa gejala ringan dan mirip dengan infeksi lainnya. Gonore juga dapat menginfeksi bagian mata, tenggorokan, dan persendian.

Sama seperti kuman lainnya, kamu juga dapat terinfeksi gonore ketika menyentuh area infeksi seperti penis, vagina, mulut, dan anus penderita gonore. Wanita hamil yang mengalami gonore juga dapat menularkannya pada bayi saat bersalin.

Gejala gonore pada wanita

Gejala penyakit gonore biasanya muncul setelah 2 – 14 hari paparan. Namun, pada orang yang telah terpapar kadangkala bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Individu yang tidak bergejala disebut juga sebagai carrier asimtomatis dan masih dapat menularkan infeksi pada individu lainnya.

Wanita seringkali hanya mengalami gejala ringan dan dapat menyerupai gejala infeksi lain seperti candidiasis dan infeksi bakteri sehingga lebih sulit untuk dideteksi. Gejala penyakit gonore pada wanita dapat berupa:

  • Cairan dari vagina dengan konsistensi cair atau kental dan sedikit kuning-kehijauan disertai aroma tidak sedap
  • Infeksi pada anus yang menimbulkan rasa gatal, iritasi, lecet dan keluar cairan dari anus
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih
  • Keinginan untuk berkemih secara terus-menerus
  • Volume menstruasi yang berlebih atau muncul bercak-bercak darah atau adanya perdarahan diantara dua siklus menstruasi
  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri tajam pada bagian bawah perut dan kadang disertai rasa mual
  • Demam

Diagnosis gonore pada wanita

Diagnosis penyakit gonore dapat dideteksi oleh profesional kesehatan dengan beberapa cara. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan luar terlebih dahulu dan kemudian mungkin akan meminta pemeriksaan tambahan lain seperti:

  • Pengambilan sampel urin
  • Tes usap (swab test) dengan mengambil sampel cairan pada area penis, vagina, serviks, dan rektum atau tenggorokan
  • Pemeriksaan dalam pada wanita jika diperlukan

Terapi gonore pada wanita

Untuk mengobati gonore pada wanita, dokter akan memberikan antibiotik yang dapat membunuh bakteri penyebab gonore. Namun, beberapa varian bakteri ini mulai kebal terhadap antibiotik golongan tertentu. Oleh karena itu, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter dan menghabiskan obat yang diresepkan meskipun gejala gonore telah membaik.

Beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan untuk mengobati gonore adalah:

  • Ceftriaxone
  • Cefixime
  • Azithromycin
  • Doxycycline
  • Erythromycin
  • Amoxicillin

Untuk mencegah terjadinya infeksi ulang, baik kamu dan pasangan perlu diobati hingga sembuh. Penting juga bagi pasangan untuk tidak berhubungan seksual atau menggunakan pengaman hingga infeksi benar-benar telah sembuh.

Sementara itu, wanita hamil yang terinfeksi gonore perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat. Penyakit menular seksual ini dapat memengaruhi kesehatan janin. Oleh karena itu, penyakit ini perlu segera diobati agar menurunkan risiko komplikasi pada bayi.

Komplikasi gonore

Gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan komplikasi dalam jangka panjang berupa:

  • Meningkatkan risiko terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
  • Infeksi yang menyebar pada area lain di tubuh seperti kulit dan persendian
  • Infertilitas atau ketidaksuburan

Infeksi gonore pada wanita yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebar hingga saluran reproduksi bagian dalam wanita seperti rahim, tuba falopi dan ovarium. Kondisi ini dikenal juga sebagai penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) yang menyebabkan nyeri berat dan kronis serta kerusakan pada organ reproduksi. Penyakit radang panggul juga dapat disebabkan infeksi menular seksual lainnya.

Radang panggul pada wanita dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Terbentuknya jaringan parut yang menutup tuba falopi yang dapat mencegah proses kehamilan
  • Kehamilan ektopik
  • Infertilitas atau ketidaksuburan
  • Nyeri kronis pada panggul dan perut

Pencegahan gonore

Untuk mencegah infeksi gonore, kamu dapat melakukan beberapa tips di bawah ini:

  • Gunakan kondom untuk membantu mencegah penularan infeksi menular seksual. Jenis kontrasepsi ini berfungsi sebagai penghalang dan mencegah infeksi bakteri.
  • Penggunaan spermisida tidak mencegah kamu dari infeksi gonore.
  • Hindari berhubungan seksual dengan seseorang yang memiliki gejala gonore. Kedua pasangan wajib memeriksakan diri dan berobat hingga infeksi telah diobati.

Terakhir, kamu perlu untuk melakukan pemeriksaan bersama pasangan seksual secara berkala selama setahun sekali jika kamu:

  • Pria yang berhubungan dengan sesama pria
  • Wanita yang aktif berhubungan seks dibawah usia 25 tahun
  • Wanita yang berhubungan seks dengan pasangan yang baru, dengan beberapa pasangan, atau pasangan yang memiliki penyakit menular seks

Langkah terbaik untuk mencegah penyakit gonore dan infeksi menular seksual lainnya adalah dengan abstinensia atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Namun, jika kamu aktif berhubungan seks, maka ingatlah unutuk selalu gunakan pengaman seperti kondom.

Dengan pengobatan yang tepat, gonore dapat disembuhkan. Tetapi hal tersebut tidak melindungi kamu dari penyakit ini. Kamu tetap perlu menerapkan hubungan seks yang aman untuk mencegah terinfeksi oleh penyakit ini ya.

Reference
Share