favikal obat apa

2020 menjadi tahun yang menggemparkan seluruh dunia karena virus bernama korona. Pasien yang terjangkit virus korona sampai sekarang masih ditemukan di beberapa daerah. Salah satu obat yang direkomendasikan untuk virus ini adalah favikal. Lalu, favikal obat apa sebenarnya?

Yuk, cari tahu favikal obat apa dan apa saja manfaatnya! Cek juga cara penggunaan obat ini dan efek sampingnya dengan membaca artikel ini!

Favikal obat apa?

Favikal obat apa, ya? Obat keras yang satu ini merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengobati virus korona atau COVID-19. BPOM sendiri belum menyetujui obat spesifik untuk virus ini tetapi obat ini menjadi obat darurat untuk menghentikan pertumbuhannya. WHO sendiri sudah tidak merekomendasikan obat ini sebagai bagian dari pengobatan COVID-19.

Favikal merupakan merek dagang dari favipiravir, sebuah obat antivirus yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa jenis virus penyebab flu. Obat ini bekerja dengan cara melawan virus RNA dengan menghambat enzim polimerase-nya. Virus membutuhkan enzim ini untuk terus tumbuh dan ketika enzim ini dihambat, maka pertumbuhan virus pun bisa dihentikan.

Manfaat obat favikal

Obat ini digunakan untuk mengatasi beberapa virus RNA yang menjadi penyebab flu burung dan flu babi. Obat ini umumnya hanya digunakan ketika obat antivirus lain tidak efektif untuk mengatasi kemunculan flu baru seperti seperti korona yang juga disebabkan oleh virus RNA. Ketika korona atau COVID-19 muncul, favikal menjadi obat darurat yang diizinkan oleh BPOM untuk mengatasinya dan hanya diperbolehkan untuk pasien COVID-19 dewasa.

Selain untuk Covid-19, Oseltamivir 75 mg Obat Apa? Yuk, Cek Manfaatnya!

Dosis atau aturan pakai

manfaat efek samping dosis favikal obat apa

Favikal adalah obat resep dokter jadi kamu tidak bisa mendapatkannya secara bebas di apotek. Dosis dan penggunaan obat yang diresepkan oleh dokter biasanya untuk durasi pengobatan selama 5 hari. Durasi ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Penggunaan favikal untuk mengatasi infeksi virus influenza pada orang dewasa yaitu:

  • Hari pertama: 1.600 mg 2 kali sehari
  • Hari kedua: 600 mg 2 kali sehari sampai hari kelima

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:

  1. Ibu hamil tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi obat ini. Jika kehamilan terjadi saat mengonsumsi obat ini, maka konsumsi obat harus dihentikan
  2. Obat ini juga tidak boleh diberikan kepada ibu menyusui
  3. Penderita penyakit asam urat, TBC, asma, liver, diabetes, dan hepatitis harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini
  4. Perlunya menggunakan alat kontrasepsi untuk pria dan wanita yang masih dalam usia subur untuk menghindari risiko kecacatan janin jika terjadi kehamilan selama mengonsumsi obat ini

Bagaimana cara mengonsumsi obat favikal yang benar? Pastikan kamu mengonsumsi obat ini di jam yang sama setiap harinya. Jangan mengurangi atau melebihkan dosis yang sudah ditentukan oleh dokter ya! Obat ini hanya bisa digunakan untuk pasien COVID-19 dewasa dengan tingkat keparahan gejala ringan hingga sedang, jadi kamu perlu menjauhkan obat ini dari anak-anak.

Efek samping favikal

Beberapa orang yang telah menggunakan obat favikal mengeluhkan adanya beberapa efek samping yang dirasakan setelah mengonsumsinya. Efek samping ini bisa terjadi ketika penggunaannya tidak mengikuti petunjuk dan arahan yang diberikan oleh dokter. Beberapa efek samping tersebut termasuk:

  1. Nyeri perut
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Diare
  5. Gangguan fungsi hati
  6. Meningkatnya kadar asam urat
  7. Perilaku yang berubah (kebingungan)
  8. Pada beberapa orang, obat ini dapat menyebabkan eksim dan gatal
  9. Penurunan produksi sel darah merah

Methisoprinol Obat Apa? Ternyata Bisa Mengatasi Herpes dan Covid-19

Interaksi favikal dengan obat lain

Ada beberapa interaksi yang terjadi jika obat favikal dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, yaitu:

  1. Menurunnya efektivitas obat famciclovir atau sulindac
  2. Risiko meningkatnya efek samping favikal jika dikonsumsi dengan teofilin
  3. Risiko meningkatnya efek samping hipoglikemia
  4. Kadar asam urat akan meningkat jika dikonsumsi dengan pyrazinamide

Sudah paham kan sekarang favikal obat apa? Obat resep yang satu ini memang dapat membantu kamu untuk mengatasi influenza yang disebabkan oleh virus, termasuk COVID-19. Pastikan kamu menggunakan obat favikal sesuai dengan arahan dan petunjuk dokter. Jika setelah masa pengobatan selesai gejala flu yang kamu alami tidak kunjung sembuh, kamu harus segera berkonsultasi ke dokter ya!


Penulis: Tara Anugerah

Share artikel ini
Reference