disorientasi adalah

Penyebab umum disorientasi adalah demensia, yaitu suatu kondisi yang memengaruhi perilaku, pola pikir, dan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, seseorang yang mengonsumsi obat kuat mungkin merasa sangat bingung sehingga dia tidak tahu siapa dia, di mana dia berada, atau di mana dia saat itu.

Apa sebenarnya penyebab disorientasi, dan apa saja gejalanya? Yuk ketahui lebih lanjut di bawah ini!

Disorientasi adalah?

Disorientasi merupakan perasaan bingung yang dapat mengganggu kemampuan kamu untuk mengidentifikasi di mana kamu berada, siapa kamu, jam berapa, tempat atau keadaan kamu saat ini. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit, penyalahgunaan obat, infeksi, atau salah satu penyebab lainnya.

11 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Disorientasi seringkali disertai dengan gejala lain seperti:

  • Kebingungan, atau tidak bisa berpikir jernih
  • Delirium, atau bingung dan mengalami gangguan perhatian
  • Khayalan, kondisi yang tidak bisa membedakan mana yang nyata atau tidak
  • Agitasi, perasaan agresif dan gelisah
  • Halusinasi, kondisi dimana melihat atau mendengar sesuatu hal yang tidak nyata

Penyebab disorientasi

anxiety adalah gangguan mental yang gejala dan tandanya tak boleh diabaikan

Dua penyebab umum disorientasi adalah demensia dan delirium. Dalam kebanyakan kasus, penderita demensia juga lebih mungkin mengembangkan delirium.

Demensia berkembang lebih lambat daripada delirium dan biasanya permanen, menyebabkan gejala yang konsisten. Disorientasi dan hilangnya ingatan jangka pendek bisa menjadi beberapa tanda awal demensia.

Demensia adalah suatu kondisi yang memengaruhi pemikiran, perilaku, dan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan delirium terjadi karena adanya gangguan mendadak pada kondisi pikiran seseorang yang disebabkan oleh infeksi atau obat-obatan.

Delirium juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Delirium hiperaktif menyebabkan terjadinya halusinasi dan perilaku gelisah pada seseorang
  • Delirium hipoaktif menyebabkan kantuk dan perilaku menarik diri dari lingkungan
  • Delirium campuran menyebabkan kedua jenis perilaku tersebut terjadi

Penyebab disorientasi lainnya adalah obat-obatan, terutama alkohol dan mariyuana, atau akibat efek samping obat-obatan tertentu. Adanya situasi yang darurat juga bisa menyebabkan disorientasi terjadi.

Minum Alkohol Saat Haid, Apakah Aman?

Selain penyebab di atas, disorientasi juga bisa terjadi karena hal-hal berikut:

  • Amnesia
  • Dehidrasi
  • Epilepsi
  • Infeksi pada sistem saraf pusat seperti radang otak (ensefalitis) atau selaput di sekitarnya (meningitis)
  • Kekurangan vitamin, natrium dan kalsium dalam tubuh
  • Sepsis atau keracunan darah
  • Hiperglikemia atau hipoglikemia, ketika gula darah kamu terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Gegar otak setelah cedera kepala
  • Sirosis dan gagal hati

Selain itu, penyebab disorientasi adalah perasaan bingung yang ternyata bisa menjadi depresi dan kecemasan yang ekstrim. Gangguan otak yang memengaruhi fungsi kognitif dan memori, seperti demensia, seringkali membuat orang merasa bingung.

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan disorientasi, baik selama maupun setelah narkoba berada di dalam tubuh. Penyalahgunaan zat yang berkepanjangan terkadang menyebabkan kerusakan otak yang dapat menyebabkan perasaan disorientasi kronis dan penurunan fungsi kognitif.

Reaksi terhadap beberapa obat juga dapat menyebabkan beberapa orang mengalami disorientasi.

Gejala disorientasi

Biasanya, disorientasi juga disertai beberapa gejala penyerta. Gejala disorientasi yang menyertai, termasuk:

  • Kebingungan, yaitu tidak mampu berpikir jernih seperti biasanya
  • Delirium atau kebingungan dan gangguan konsentrasi
  • Delusi yaitu percaya pada berbagai hal yang kenyataannya tidak terjadi
  • Agitasi yaitu perasaan marah dan gelisah
  • Halusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada

https://yoona.id/blog/apa-itu-obat-divalproex-sodium-ini-manfaat-dan-dosisnya/

Perawatan disorientasi

Disorientasi adalah perasaan bingung yang mengganggu diri sendiri, perawatannya tergantung pada penyebab disorientasi itu sendiri. Hal ini karena sering hilang begitu penyebab yang mendasarinya diobati.

Jika kamu merawat penderita demensia, kamu dapat membantu mereka dengan menyimpan barang-barang yang sudah dikenal di sekitar mereka, terutama di rumah.

Atur benda dan furnitur agar penderita dapat dengan mudah mengidentifikasi dan menemukan jalannya. Orang dengan demensia seringkali tiba-tiba bingung, bahkan di lingkungan yang sebelumnya akrab.

Jika penderita demensia meninggalkan lingkungan rumah, pastikan mereka membawa identitas diri, termasuk nama, alamat, dan nomor kontak darurat anggota keluarga kamu.

Perawatan untuk disorientasi sangat bervariasi. Saat-saat singkat disorientasi biasanya tidak memerlukan perawatan, tetapi orang yang mengalami perasaan disorientasi kronis mungkin memerlukan tes medis, perawatan psikologis, atau keduanya.
__

Penulis: Annisa Sukarno

Share artikel ini
Reference