cara mengatasi ejakulasi dini sendiri
Seks & Relationship

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini Sendiri Yang Aman

Imelda Rahmawati | Februari 22, 2022
Share

Cara mengatasi ejakulasi dini merupakan topik seputar masalah seksual yang sering dibicarakan oleh para pria hingga sekarang. Karena sering dianggap sebagai masalah kepercayaan diri, dan berujung pada menyalahkan diri sendiri.

Benarkah demikian? Berikut cara mengatasi ejakulasi dini sendiri yang aman tanpa obat, dan bisa kamu coba segera.

Apa itu ejakulasi dini

Ejakulasi dini adalah suatu kondisi saat air mani keluar lebih cepat dari yang seharusnya. Kondisi ini bisa terjadi dalam waktu 30 detik hingga satu menit, bahkan mungkin sebelum penetrasi.

Meski penyebab pasti mengenai ejakulasi dini belum ditemukan, masalah ini sering dikaitkan dengan stres, depresi, serta kesehatan mental. Jika dibiarkan, masalah ini akan memengaruhi hubungan, karena kamu dan pasangan mungkin merasa sama-sama tidak puas.

Menurut penelitian American Urological Association, 1 dari 3 pria di Amerika berusia 18 hingga 59 tahun mengalami ejakulasi dini. Namun pada dasarnya, kamu juga bisa melakukan cara mengatasi ejakulasi dini sendiri secara perlahan.

Menurut penelitian, ejakulasi dini bukan hanya sesuatu yang memalukan dan membuat frustasi bagi pria, tapi juga merusak hubungan dan kualitas hidup. Bagi pria yang terlalu sering mengalaminya secara rutin, sebaiknya menjalani pengobatan.

Gejala ejakulasi dini

Gejala yang ditimbulkan oleh kondisi ini adalah ketidakmampuan menahan keluarnya sperma dan air mani, lebih dari satu menit setelah penetrasi seksual. Ini juga bisa terjadi saat masturbasi, loh. Untuk lebih jelasnya, ejakulasi dini dibagi jadi dua, yakni:

  • Ejakulasi dini primer. Kondisi ini yang terjadi sejak hubungan seksual pertama dan seterusnya.
  • Ejakulasi dini sekunder. Dalam hal ini, pasien tidak mengalami masalah ejakulasi pada hubungan seksual sebelumnya.

Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut dan tanpa penanganan bisa menjadi masalah jangka panjang. Dampaknya pria bisa menjadi stres dan frustasi. Selain itu, gejala psikologis lain yang muncul adalah menghindari seks, kurangnya kepercayaan diri dalam hubungan, cemas, malu, hingga depresi.

Penyebab ejakulasi dini

Penyebab ejakulasi dini dapat dibagi menjadi 2, yaitu karena faktor psikologis atau karena faktor medis seperti mengalami suatu kondisi penyakit lain. Ada beberapa faktor secara psikologis yang menjadi penyebab ejakulasi dini, yaitu:

  • Terlalu bersemangat, nafsu berlebihan, penis sangat sensitif, sering gugup, atau tidak nyaman dengan pasangan.
  • Depresi.
  • Perasaan bersalah atau tidak mampu.
  • Kurangnya pengalaman dalam berhubungan seks.
  • Masalah yang berkaitan dengan persepsi tubuh.
  • Kecemasan.

Faktor psikologis ini dapat memengaruhi pria yang sebelumnya tidak pernah mengalami kondisi tersebut, atau pria yang mengalami ejakulasi dini sekunder. Namun, sebagian besar faktor penyebab ejakulasi dini primer juga merupakan faktor psikologis. Ejakulasi dini primer juga memiliki sebab tertentu, seperti pendidikan seksual yang ketat sebelumnya atau adanya kejadian traumatis terkait hubungan seksual.

Sementara itu, faktor medis yang dapat menyebabkan ejakulasi dini adalah:

  • Rendahnya kadar serotonin kimia otak
  • Diabetes
  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Peradangan atau infeksi pada prostat atau uretra (tabung yang mengalirkan urin dan cairan mani)
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Adanya faktor keturunan
  • Gangguan hormonal

Cara mengatasi ejakulasi dini sendiri

Ada cara aman yang bisa kamu lakukan sendiri dan ampuh mengatasi ejakulasi dini. Berikut cara yang bisa kamu lakukan.

1. Teknik stop-start (berhenti-mulai)

Teknik ini bekerja dengan menstimulasi penis, hanya saja penis tidak ditekan jika dorongan untuk ejakulasi muncul, tetapi rangsangan penis dihentikan selama 30 detik atau sampai keinginan untuk ejakulasi hilang. Proses ini dapat diulang 3-4 kali kemudian dapat dilanjutkan dengan penetrasi.

Kurangi sensitivitas saat berhubungan seksual dengan memakai kondom untuk mempertahankan ejakulasi lebih lama. Ada juga kondom yang dirancang khusus untuk kontrol klimaks yang berfungsi untuk sedikit mengurangi respon saraf penis.

Kamu juga bisa melakukan masturbasi satu jam atau lebih dari satu jam sebelum hubungan seksual, untuk membantu kamu menunda ejakulasi dengan pasangan kamu.

2. Teknik pause-squeeze (tahan-tekan)

Pada awal berhubungan, penis dirangsang terlebih dahulu hingga terasa hampir siap untuk ejakulasi. Setelah itu, ujung penis ditekan oleh pasangan selama beberapa detik hingga keinginan untuk ejakulasi atau ereksi hilang.

Tekanan dapat diulang jika diperlukan sampai penetrasi dapat dimulai tanpa ejakulasi.

3. Latihan otot panggul bawah atau latihan Kegel

Latihan-latihan tersebut berguna untuk memperkuat otot dasar panggul yang dapat membantu mengontrol ejakulasi. Latihan ini dapat dilakukan dalam 3 set dengan 10 repetisi per hari.

4. Obat-obatan

Dokter spesialis bisa merekomendasikan obat seperti krim anestesi, antidepresan, dan obat disfungsi ereksi (sildenafil, vardenafil).

Bisakah ejakulasi dini dihindari?

Mulailah dengan gaya hidup sehat, seperti mengatur pola makan, berolahraga, berhenti merokok, dan minum alkohol. Namun, cara ini tidak sepenuhnya mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Kamu bisa segera mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi psikoterapi atau terapi seksual. Konsultasi dengan profesional akan sangat berguna jika kamu mengalami perasaan cemas, bersalah, atau frustrasi, tentang kehidupan seksual kamu bersama pasangan.

Selain itu, kamu tidak perlu merasa bersalah saat mengalami ejakulasi dini, karena hal ini cukup umum terjadi pada pria. Hindari kebiasaan mengasihani diri sendiri dan mulailah berkomunikasi lebih terbuka bersama pasangan, untuk mencapai puncak kenikmatan bersama pasangan.

Reference
Share