Penyebab BAB Bayi Berlendir dan Berbiji
Kesehatan Anak

Bahayakah BAB Bayi Berlendir dan Berbiji? Berikut Ulasannya!

Putri Aprillia | Desember 31, 2021
Share

Salah satu indikator kesehatan pencernaan bayi bisa dilihat dari kondisi BAB-nya. BAB bayi yang berlendir dan berbiji bisa jadi merupakan pertanda gejala suatu penyakit tertentu dalam pencernaan si kecil. Sebagai orang tua, kamu tentu panik dengan kondisi tersebut. Namun, kamu jangan buru-buru dulu menyimpulkan. Sebab, kondisi tersebut mungkin bukanlah hal yang berbahaya.

Untuk itu, kamu perlu mengetahui ciri dan penyebabnya terlebih dahulu. Jadi, kamu dapat memberikan penanganan yang tepat pada si kecil. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini!

Ciri-ciri BAB bayi berlendir dan berbiji

BAB pada bayi tentu berbeda dengan orang dewasa. Hal ini karena bayi lebih banyak mengkonsumsi makanan cair. Namun, ada kalanya BAB bayi yang dikeluarkan berlendir. Biasanya lendir pada BAB bayi akan terlihat seperti agar-agar, bertali, dan membentuk garis. Kondisi ini umum ditemukan pada bayi dengan pemberian ASI eksklusif.

Hal tersebut pun merupakan suatu hal yang wajar, usus akan mengeluarkan lendir secara alami untuk membantu feses keluar dengan mudah. Akan tetapi, kondisi BAB bayi berlendir dan berbiji bisa menunjukkan gejala penyakit tertentu.

Gejala BAB bayi berlendir dan berbiji yang berbahaya

Bayi yang mengeluarkan BAB dengan lendir dan berbiji terkadang memang bukan hal yang serius. Namun, jika disertai gejala lain, ada baiknya bayi segera di bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Berikut beberapa gejalanya:

  • Lendir terlalu banyak
  • Demam dan nyeri
  • Bayi lahir prematur atau kurang dari 3 bulan
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Ditemukan darah pada feses
  • Feses berwarna pucat
  • Dehidrasi, seperti bibir pecah, jarang buang air, mata terlihat cekung
  • Tidak nafsu makan

Penyebab BAB bayi berlendir dan berbiji

Jika BAB bayi berlendir dan berbiji terjadi dengan frekuensi sering dan disertai beberapa gejala di atas, si kecil memerlukan penangan khusus agar segera dapat diatasi. Nah, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Bayi mengalami infeksi

Bayi yang mengalami BAB berlendir bisa terjadi karena infeksi virus atau bakteri. Infeksi ini akan membuat iritasi pada usus sehingga menyebabkan radang. Infeksi ini akan meningkatkan lendir pada BAB bayi. Sehingga, bayi mungkin juga mengalami rewel disertai dengan demam.

Adanya infeksi juga dapat membuat tinja berwarna hijau. Jika, bayi mengalami kondisi ini, dokter akan menyarankan pengobatan antibiotik untuk meringankan BAB berlendir dan berbiji.

2. Alergi terhadap makanan

BAB berlendir dan berbiji bisa disebabkan karena alergi makanan. Makanan yang kurang tepat dapat mengakibatkan lendir dan diare. Bagi bayi yang menyusui, perubahan makanan pada ibu juga dapat menjadi penyebabnya. Sensitivitas pada kedelai, bahan susu formula, dan zat besi juga turut ikut berperan membuat bayi mengalami BAB berlendir.

3. Cystic Fibrosis

Cystic Fibrosis adalah penyakit turunan yang dapat menyebabkan lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Biasanya kondisi ini terjadi pada usus, hati, pankreas, dan pari-paru. Nah, BAB bayi yang berlendir dan berbiji bisa jadi disebabkan oleh penyakit ini. Jika dibiarkan penyakit turunan ini kemungkinan dapat menghambat pertumbuhan pada bayi. Untuk itu, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Intususepsi

Intususepsi adalah kondisi medis yang terjadi saat usus bayi bergesekan. Sehingga, menyebabkan aliran darah ke usus hilang dan terjadi penyumbatan feses. Pada kondisi ini, bayi hanya mengeluarkan lendir mirip agar-agar dengan warna merah gelap. Gejala lain dari intususepsi adalah lelah, sakit perut, muntah, dan mengantuk.

5. Steatorea

Bayi yang menderita steatorea dapat menyebabkan BAB menjadi berlendir dan mempunyai biji. BAB yang berbiji bisa terjadi karena tubuh yang gagal menyerap kandungan lemak pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. Penyakit ini membuat BAB menjadi berbiji dengan tekstur lendir. Menurut IDI atau Ikatan Dokter Indonesia, kadang kala BAB dapat ditemukan seperti berlemak dan menyerupai ingus.

Cara mengatasi BAB bayi berlendir dan berbiji

Bayi yang mengalami gejala diatas dapat segera dibawa ke dokter untuk ditangani sesuai dengan keluhannya. Beberapa penanganan yang diperlukan untuk mengobati kondisi BAB tersebut, di antaranya:

  • Mengubah pola makan. Jika terdapat alergi pada susu tertentu, segera ganti asupan bayi.
  • Pastikan bayi tetap terhidrasi.
  • Tindakan media tertentu, seperti pemberian obat atau pembedahan.

Nah, supaya lebih cepat mendapatkan penanganan dan mencegah kondisi BAB bayi memburuk, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Jadi, Apakah BAB bayi berlendir dan berbiji berbahaya?

BAB Bayi berlendir tanpa disertai gejala seperti demam dan lainnya, umumnya tidaklah berbahaya. hal ini terjadi karena proses pencernaan bayi yang belum sempurna. Akan tetapi, jika disertai gejala seperti demam, ditemukan darah pada feses, hal itu mungkin merupakan kondisi yang perlu mendapatkan penanganan dari dokter. Untuk itu, jangan ragu untuk segera tanya pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Reference
Share