Belekan pada Bayi

Belekan pada bayi merupakan hal yang wajar dan sering terjadi. Namun, ada suatu kondisi dimana belekan terlihat lebih banyak dan tampak tidak normal. Kondisi belekan yang cukup parah tersebut tentu membutuhkan penanganan khusus dengan segera.

Untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat, kamu perlu mengetahui penyebab belekan pada bayi tersebut. Nah, apa saja penyebab dan ciri-ciri belek perlu ditangani? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Kondisi belekan pada bayi

Belek atau kotoran mata adalah kumpulan dari air mata, minyak, debu, lendir serta kotoran lain yang mengumpul dan terbentuk di sudut mata. Bayi mengalami belekan adalah hal yang wajar dan normal.

Umumnya bayi mengeluarkan belek mata setelah bangun tidur. Hal ini disebabkan karena mata tertutup serta tidak berkedip selama tidur, padahal berkedip dapat membantu membersihkan benda asing atau kotoran sehingga tidak masuk ke mata.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, 5% bayi baru lahir akan mengalami sumbatan pada kedua atau salah satu saluran air mata. 90% kasus belekan dapat sembuh sendiri jika anak sudah berusia 1 tahun. Meskipun begitu, kondisi belekan tersebut tetap perlu mendapatkan penanganan khusus. Terlebih belekan tidak hanya terjadi saat bangun tidur.

Penyebab belekan pada bayi

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi belekan pada bayi, ada baiknya ketahui penyebabnya terlebih dulu. Ada beberapa penyebab bayi mengalami belekan, yaitu:

Sumbatan saluran air mata

Dilansir dari Mayo Clinic, adanya penyumbatan saluran air mata disebut dengan Obstruksi Duktus Nasolakrimalis. Kondisi ini menyebabkan air mata tidak dapat masuk ke saluran mata kembali. Saluran air mata berfungsi mengalirkan air mata dari sudut mata sampai ke hidung. Jika terjadi penyumbatan, maka air mata menumpuk ke sudut mata.

Penumpukan ini dapat membuat mata bayi menyebabkan belekan, berair, sembab, meneteskan air, kemudian dapat mengeringkan debu di sudut mata sehingga terjadi penumpukan kotoran. Kondisi ini sering dialami oleh bayi baru lahir.

Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan infeksi mata menular yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Mata bisa menjadi merah, bengkak, bernanah sehingga membuat kelopak mata menempel saat tidur. Virus dan bakteri dapat memperparah infeksi dan menyebabkan mata memiliki belekan.

Mata bayi kering

Air mata terbentuk dari lendir, air, minyak dan protein. Jika terdapat ketidakseimbangan pembentuk air mata, maka mata menjadi lebih kering. Mata akan merespon hal ini dengan membuat mata air darurat yang bisa mengeluarkan lebih banyak lendir dan menjadi sebab kerak pada mata.

Ciri ciri belekan pada bayi

Belek bayi merupakan hal yang umum terjadi, berikut adalah ciri-ciri belekan mata bayi:

  • Bulu mata bayi saling menempel setelah bangun tidur.
  • Terdapat warna merah/merah mudah di bagian mata putihnya
  • Kelopak mata terlihat bengkak
  • Mata anak sensitif terhadap cahaya
  • Mata gatal sehingga ada keinginan untuk menggosok mata

Ciri-ciri belek umum pada bayi dapat diatasi dengan beberapa cara mudah untuk mengeluarkan dan menghentikan belek. Namun, ada beberapa belekan yang perlu penanganan khusus jika ada gejala lain yang menyertai kemunculan belek mata bayi.

Apakah belekan pada bayi berbahaya

Meskipun wajar dialami oleh bayi, ada beberapa ciri belekan mata yang perlu penanganan lebih lanjut dengan ciri-ciri:

  • Bayi mengalami sakit mata yang parah
  • Demam tinggi
  • Kelopak mata lebih merah/bengkak
  • Penglihatan kabur
  • Bayi menggosok mata dan terlihat tidak nyaman
  • Bayi terlihat kesilauan dan tidak mau membuka mata
  • Kotoran berwarna kehijauan atau kekuningan
  • Ada nanah pada mata
  • Kotoran kering berpasir

Jika bayi mengalami gejala seperti diatas, segera konsultasi dokter sehingga bayi bisa mendapatkan perawatan terbaik untuk belek matanya.

Cara mengatasi belekan pada bayi

Mengatasi belek pada bayi sebenarnya bisa hilang atau berkurang tanpa perawatan apapun. Belekan yang normal akan segera hilang setelah beberapa minggu kelahiran. Namun jika hal ini sering terjadi, kamu dapat mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

Bersihkan belek bayi

Membersihkan belek pada bayi bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Pastikan tangan bersih, cuci dengan air dan sabun.
  • Usap mata bayi dengan lembut memakai kapas sampai kotoran lepas dari sudut matanya.
  • Hindari menyentuh mata bagian dalam.
  • Bersihkan belek dari arah mata keluar menuju hidung.
  • Bersihkan lagi tangan.

Beri pijatan lembut

Pijatan lembut dapat meringankan sumbatan saluran air mata. Pijatan ringan dapat menghilangkan belek pada bayi. Pemijatan menggunakan teknik pijat ringan untuk bola mata hingga pangkal hidung. Pelajari teknik pijat dari dokter agar aman dan praktekkan di rumah untuk pertolongan pertama.

Salep mata

Salep atau obat tetes dapat menghindari mata terkena infeksi. Rekomendasi salep dan obat tetes mata dari Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah Eritromisin. Konsultasi dengan dokter agar dapat memberikan obat sesuai kondisi belekan anak.

Belekan pada bayi wajar terjadi jika ciri-ciri belekan tidak menunjukkan gejala akan penyakit serius. Belekan dapat ditangani sendiri di rumah sebagai pertolongan pertama. Akan tetapi jika terdapat gejala berat lain, bawa segera bayi ke dokter agar dilakukan pengobatan segera.

Share artikel ini
Reference