cinta bertepuk sebelah tangan
Hubungan Harmonis Seks & Relationship

Apa Itu Cinta Bertepuk Sebelah Tangan? Sadari dan Waspadai Tandanya!

Imelda Rahmawati | Februari 21, 2022
Share

Ketika orang yang kamu sukai tidak memiliki perasaan yang sama dengan kamu, atau bahkan mengabaikan kamu, jelas ada perasaan sedih dan sakit hati. Bahkan tak jarang pengalaman cinta bertepuk sebelah tangan ini terjadi berulang kali tanpa kamu sadari.

Lalu apa saja tanda-tandanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini!

Apa itu cinta bertepuk sebelah tangan

Ada kalanya seseorang memiliki perasaan romantis yang kuat terhadap seseorang, hanya untuk mengetahui bahwa mereka tidak merasakan hal yang sama. Disebut sebagai cinta yang bertepung sebelah tangan atau tidak dihargai. Cinta seperti ini bisa membuat kamu sedih, malu, dan merasa sakit hati.

Saatnya kamu perlu sadari sejak sekarang, dan waspadai apa saja tanda tandanya untuk kamu atasi supaya tidak galau lagi.

Tanda cinta bertepuk sebelah tangan

Mengetahui apakah cinta kamu bertepuk sebelah tangan atau tidak mungkin susah awalnya. Beberapa orang merasa bingung karena tidak tahu pasti apakah orang tersebut benar-benar memberikan sinyal yang baik.

Kamu harus tahu bagaimana pasangan memperlakukan kamu selama menjalin hubungan. Berikut adalah tanda-tandanya.

1. Masalah komunikasi

Cara untuk mengetahui apakah cinta kamu bertepuk sebelah tangan atau tidak adalah melalui komunikasi. Sebab pada dasarnya, komunikasi merupakan landasan penting dalam membangun hubungan, terutama dalam menghadapi konflik.

Melalui komunikasi kamu bisa mencegah perasaan yang bisa membuat kamu merasa sakit hati. Jika kamu mulai menyadari komunikasi kamu dengan pasangan kurang, kamu dapat mengetahui bahwa cinta kamu bertepuk sebelah tangan.

2. Tidak akrab lagi

Ada saat-saat ketika kamu bisa tertawa bersama dan berbagi cerita. Cara mengetahui apakah cinta kamu bertepuk sebelah tangan atau tidak adalah melalui keakraban hubungan yang telah terjalin.

Misalnya, jika pasangan kamu tidak bisa menjelaskan atau menceritakan tentang diri kamu kepada orang lain, seperti teman, rekan kerja, atau orang tuanya, artinya ia tidak terlalu dekat dengan kamu. Kedekatan yang memudar bisa membuatnya tidak lagi mencintai kamu.

3. Sentuhan fisik

Ini adalah salah satu hal penting yang harus kamu ketahui. Hubungan bisa berjalan ketika ada sentuhan fisik. Melalui sentuhan fisik, ini bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah cinta yang selama ini bertepuk sebelah tangan atau tidak.

Kamu dan pasangan bisa merasakan kebahagiaan dan mempererat hubungan satu sama lain melalui sentuhan fisik. Coba, deh, kapan terakhir kali ia memegang tangan kamu duluan. Dapat dipertanyakan apakah kamu satu-satunya yang mencoba memegang tangannya atau mencoba melakukan insiatif sentuhan kepada pasangan.

4. Tidak melihat pasangan kamu secara realistis

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kamu dan pasangan sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cara untuk mengetahui apakah cinta itu sepihak adalah dengan cara dia melihat kamu.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling mengakui dan menerima kekurangan, kelemahan, dan ketidaksempurnaan satu sama lain. Menjaga pengertian melalui kekurangan satu sama lain, adalah kunci kedekatan emosional dan bisa menjadi investasi dalam suatu hubungan ke depannya.

Jika pasangan tidak mau memahami atau menerima semua yang ada pada diri kamu, itu tandanya dia tidak membalas cinta yang telah kamu berikan padanya.

Cara mengatasi cinta bertepuk sebelah tangan

Melupakan cinta yang bertepuk sebelah tangan memang tidak mudah. Meski begitu, masih ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk memulai hidup baru sambil melupakan orang tersebut. Berikut adalah caranya:

1. Cobalah untuk terima kenyataan

Terima kenyataan pahit bahwa momen bersamanya sudah berakhir. Bukan berarti cinta ditolak karena kamu kurang menarik atau tidak pantas. Cinta bertepuk sebelah tangan ini bisa menjadi sinyal bahwa dia bukan orang yang tepat untuk kamu cintai.

Cobalah untuk mengingat hal-hal menyebalkan yang dia lakukan, seperti berbohong atau makan dengan suara keras. Ini akan membantu kamu menyadari bahwa dia tidak sempurna, sehingga akan lebih mudah bagi kamu untuk melepaskannya.

Luangkan waktu untuk mengingat apa passion kamu dan apa tujuan hidup kamu selanjutnya. Sadari bahwa hidup belum berakhir, akan ada orang lain yang mencintaimu lebih baik lagi.

2. Curahkan semua perasaanmu

Wajar jika merasa sedih, marah, atau kecewa setelah putus cinta. Karena itu, menangis, berteriak, atau marah tidak apa-apa. Duduklah di tempat yang tenang, seperti di kamar tidur atau kamar mandi, dan keluarkan semua amarahmu.

Jika kamu merasa kesulitan mengungkapkan perasaan kamu secara lisan, kamu dapat menulis surat yang ditujukan kepada orang tersebut, tetapi jangan mengirimkannya. Dengan begitu, kamu akan merasa terbebaskan, dan akhirnya lebih lega menerima kenyataan.

3. Berhenti mengikuti di media sosial

Jika kamu memang ingin melupakannya, segera ambil keputusan: apakah kamu akan rehat sejenak dari dunia maya atau jika tidak, berhenti mengikuti atau blokir saja mantanmu dari semua akun media sosialmu.

Jika perlu, hapus juga nomor telepon tersebut. Selain itu, gunakan filter di media sosial kamu untuk hanya memunculkan berita atau gambar positif, sehingga kamu lebih bersemangat menjalani hari tanpa bayangannya.

Jangan mengikuti akun-akun galau, yang hanya akan memperpanjang atau menggagalkan proses melupakan si dia.

4. Cari aktivitas baru

Sebaiknya kamu tidak terus menyalahkan diri sendiri, mengingat kembali ke masa lalu hanya membuat hati semakin sakit. Fokus pada saat ini dan jangan lupa untuk membuat diri bahagia.

Cobalah untuk menyibukkan diri dengan hal-hal yang kamu sukai. Seperti misalnya baca buku atau menonton film untuk memperluas wawasan kamu, pergi ke gym, dan dengarkan motivasi positif. Lakukan ini sesegera mungkin untuk menghindari pikiran depresi.

5. Coba jatuh cinta lagi

Cobalah untuk mulai membuka diri lagi kepada orang lain, meskipun kamu mungkin belum sepenuhnya siap untuk berkomitmen kembali. Tidak ada yang salah dengan keluar rumah, bergabung dengan komunitas baru, melakukan aktivitas baru, dan mengenal orang baru.

Boleh saja kamu mencintai seseorang. Namun ingat, jangan sampai terjebak pada cinta bertepuk sebelah tangan. Kamu harus menciptakan kebahagiaan sendiri, sebab hubungan yang sehat adalah hubungan dua orang yang sama-sama berjuang untuk tetap bersama.

Reference
Share