diabetes kering
Endokrin Penyakit

Diabetes Kering dan Basah, Apa Bedanya?

Imelda Rahmawati | Februari 26, 2022
Share

Sebenarnya tidak ada istilah diabetes kering dan basah di dunia medis, masyarakat hanya membedakannya sesuai gejala yang diderita.

Diabetes kering merupakan sebutan untuk luka di kulit yang kemudian menghitam, tanpa disertai luka terbuka. Sementara diabetes basah memiliki luka terbuka dan sulit untuk sembuh, terkadang disertai nanah.

Apa itu diabetes kering

Diabetes kering adalah diabetes tipe 2 atau melitus, yang disebabkan oleh resistensi insulin. Artinya insulin dalam tubuh kamu tidak mampu bekerja dengan optimal, sehingga merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin.

Ketika tubuh tidak mampu menyerap insulin dengan benar maka gula darah akan meningkat, hal inilah yang menyebabkan kamu terkenal diabetes tipe 2. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90% orang yang terkena diabetes tipe 2 ini. Bahayanya, diabetes jenis ini dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seseorang terserang diabetes melitus adalah:

  • Genetika
  • Kurang olahraga
  • Kelebihan berat badan

Ciri-ciri diabetes kering

Banyak orang yang terlambat menyadari adanya penyakit diabetes pada tubuh mereka, karena mengabaikan gejalanya. Kamu bisa melakukan antisipasi sedini mungkin untuk mencegah penyakit agar tidak semakin parah. Berikut ini adalah ciri-ciri diabetes kering yang harus kamu curigai:

1. Sering buang air kecil

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut poliuria disebabkan oleh kadar gula yang sudah sangat tinggi. Hal ini menyebabkan ginjal tidak mampu menyerapnya lagi dan akhirnya membuangnya dalam bentuk urin. Kamu harus waspada saat merasa terlalu sering buang air kecil, apalagi sampai terbangun di malam hari karena kebelet.

2. Mudah haus dan lapar

Saat tubuh kamu terlalu sering buang air kecil, kamu akan merasakan dehidrasi sehingga mudah harus. Sementara rasa mudah lapar disebabkan oleh hormon insulin yang tidak bekerja maksimal. Hormon ini bertugas mengubah makanan menjadi energi, sehingga saat ia tidak bekerja, kamu akan merasa lapar terus menerus karena kurangnya asupan ke sel-sel tubuh.

3. Kulit kering dan terkadang disertai gatal

Penyakit diabetes akan sangat memengaruhi kondisi kulit penderitanya, kamu mungkin akan merasa kulit semakin kering, gatal, pecah-pecah, hingga bersisik. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan cairan, sehingga kehilangan kelembapan alaminya.

4. Kemampuan penglihatan menurun

Kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam darah akan menyebabkan kerusakan saraf di area mata. Kamu harus waspada jika penglihatan mulai terasa buram, keruh, dan kabur. Beberapa kasus yang parah bahkan dapat mengakibatkan glaukoma, katarak, hingga kebutaan permanen.

5. Mudah lelah dan mengantuk

Kondisi terjadi karena seluruh sel dalam tubuh kekurangan nutrisi, sehingga tidak adanya tenaga. Kamu akan mudah merasa lelah dan mengantuk meskipun tidak melakukan kegiatan yang menguras tenaga.

6. Terdapat luka yang sulit sembuh

Ciri utama dari penyakit diabetes adalah adanya luka yang sulit sembuh, karena pembuluh darah yang rusak dan kehilangan kemampuan untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Jika kamu sudah mengalami tanda ini, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala diabetes kering

Diabetes melitus dengan gejala luka kering akan menimbulkan bercak hitam pada lipatan kulit seperti ketiak dan leher. Hal ini menunjukan adanya kerusakan atau luka di bagian dalam tubuh yang sulit sembuh. Penderita diabetes kering juga akan merasakan nyeri atau mati rasa di area kaki.

Diabetes tipe 2 ini lebih banyak diderita oleh orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Namun anak muda yang memiliki gaya hidup buruk yang atau tidak banyak gerak, serta faktor keturunan diabetes juga sangat mungkin terkena penyakit ini. Selain itu, orang dengan berat badan berlebih juga rawan terkena gejala diabetes ini.

Apa bedanya diabetes kering dan basah

Diabetes kering dan basah, keduanya sama-sama masuk golongan tipe 2. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya kandungan gula darah, sehingga mengganggu sistem perbaikan pembuluh darah.

Pembuluh darah yang terluka akan rusak dan tidak mampu melakukan perbaikan, sehingga menyebabkan luka di kulit sulit sembuh. Kondisi ini juga menyebabkan pembuluh darah tidak dapat mengalirkan nutrisi ke seluruh tubuh, sehingga jaringan dan sel akan mati karena kekurangan asupan.

Saat jaringan atau sel mati, akan timbul luka yang menghitam di dalam kulit. Kondisi inilah yang disebut oleh masyarakat sebagai diabetes kering. Di sisi lain, orang menyebut diabetes basah saat kondisi luka seseorang sulit kering dan masih terbuka.

Obat diabetes melitus tipe 2

Jika diabetes melitus cukup parah dan membutuhkan obat, biasanya dokter akan meresepkan obat diabetes melitus tipe 2 berikut ini:

Metformin

Dokter mungkin meresepkan metformin dalam bentuk pil untuk orang dengan diabetes tipe 2. Obat ini berfungsi untuk menurunkan gula darah dan membuat kerja insulin lebih efektif.

SGLT2 inhibitors dan GLP-1 receptor agonists

Bagi mereka dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik dan risiko tinggi gagal jantung, pedoman menyarankan dokter untuk meresepkan SGLT2 inhibitors. Sementara A GLP-1 receptor agonists bekerja dengan meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi tubuh dan menurunkan jumlah glukosa yang memasuki aliran darah.

Obat-obat tersebut harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter, untuk menyesuaikan dosis dan kebutuhan tubuhmu.

Reference
Share