payudara sakit saat menyusui

payudara sakit saat menyusui

Tahukah kamu ketika menyusui ternyata beberapa wanita mengalami rasa sakit atau nyeri pada payudara. Tidak sedikit ibu yang merasa khawatir akan kondisi ini.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah normal kondisi payudara sakit saat menyusui dan apa penyebabnya di bawah ini!

Apakah normal payudara sakit saat menyusui?

Ya, rasa sakit pada payudara saat menyusui bisa dianggap normal dalam beberapa kasus. Sensasi sakit atau ketidaknyamanan pada payudara saat menyusui bisa terjadi karena proses memompa dan mengeluarkan ASI. Hal ini memicu kontraksi otot-otot di dalam payudara. 

Selain itu, perubahan hormon selama menyusui dapat memengaruhi kepekaan payudara. Jika rasa sakit berlanjut atau menjadi sangat parah, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli laktasi atau tenaga medis. Ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada masalah serius yang perlu ditangani.

Penyebab payudara sakit saat menyusui

Payudara yang sakit ketika menyusui mungkin kerap terjadi pada ibu baru. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa hal, termasuk infeksi pada payudara.

Kabar baiknya, sebagian besar nyeri payudara akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui apa penyebab payudara nyeri saat menyusui untuk lebih waspada. 

1. Penyumbatan pada saluran ASI

Salah satu penyebab nyeri payudara saat menyusui adalah adanya penyumbatan pada saluran ASI. Bila aliran ASI terhalang, ini bisa menyebabkan penumpukan susu di dalam saluran tersebut. 

Akibatnya, daerah tersebut bisa mengalami peradangan dan pembengkakan, yang pada gilirannya memicu rasa sakit, kekakuan, dan kemerahan pada payudara. Sementara itu, tekanan yang dihasilkan saat bayi menyusu bisa memperparah rasa sakit. 

2. Mastitis

Mastitis adalah kondisi peradangan pada payudara yang biasanya terjadi saat menyusui. Hal ini dapat menyebabkan sakit pada payudara karena infeksi bakteri masuk ke dalam saluran ASI yang tersumbat atau lecet pada puting susu. 

Kondisi ini bisa mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan payudara. Gejalanya meliputi rasa sakit yang tajam atau terbakar pada payudara, kulit merah, panas, dan adanya benjolan atau abses. Penderita mastitis juga bisa merasa demam dan lesu. 

3. Sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi adalah infeksi ragi yang umumnya terjadi pada mulut bayi dan bisa menyebar ke puting susu ibu saat menyusui.

Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada payudara karena bayi yang terinfeksi thrush dapat mengalami iritasi dan merasa tidak nyaman saat menyusu. 

Kondisi ini sering membuat bayi menggigit atau menarik puting susu dengan kuat. Tidak hanya itu, infeksi ini bisa memicu peradangan pada puting susu yang dapat menyebabkan rasa sakit saat menyusui. 

4. Masalah pada puting

Masalah pada puting, seperti puting yang cenderung cekung ke dalam atau datar daripada menonjol keluar, bisa menjadi penyebab payudara sakit saat menyusui. Hal ini bisa menyulitkan proses menyusui karena bayi susah mengambil puting susu dengan baik. 

Saat bayi menyusui, puting yang cekung atau datar bisa mengalami tarikan yang berlebihan dan gesekan. Kondisi ini bisa menyebabkan iritas dan rasa sakit pada puting susu dan area sekitarnya. 

Hal tersebut juga bisa memicu rasa sakit saat menyusui karena gesekan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit meradang dan sensitif. 

5. Pembengkakan payudara

Pembengkakan pada payudara saat menyusui, yang juga dikenal sebagai engorgement, terjadi ketika payudara terisi penuh dengan susu.

Kondisi ini dapat menyebabkan payudara menjadi kencang, keras, dan membesar, yang pada gilirannya bisa menyebabkan rasa nyeri saat bayi menyusu. 

Pembengkakan ini bisa menghambat aliran susu dan membuat bayi kesulitan dalam mengambil puting susu dengan baik. Akibatnya, ini dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada ibu selama proses menyusui. 

Cara meredakan nyeri payudara saat menyusuiCara meredakan nyeri payudara saat menyusui

Perlu diingat, beberapa tips di bawah ini tidak akan efektif jika posisi menyusui bayi tidak benar. Jika sudah sesuai, coba cara meredakan payudara yang sakit saat menyusui di bawah ini. 

1. Pastikan posisi menyusui sudah benar

Untuk memastikan posisi menyusui yang benar dan meredakan nyeri payudara saat menyusui, pastikan bayi ditempatkan dengan posisi yang tepat.

Pastikan kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus, dengan mulut bayi menghadap puting susu secara langsung.

Lihat juga apakah bayi sudah membuka mulutnya lebar-lebar sebelum menempelkan puting ke mulutnya. Jangan lupa untuk mengecek apakah bayi mengambil sebagian besar areola ke dalam mulut, bukan hanya putingnya.

Jika bayi menghisap dengan benar, kamu akan merasa nyaman dan biasanya tidak akan merasakan nyeri yang berlebihan. 

2. Gunakan kompres hangat dan dingin bergantian

Kompres hangat dan dingin dapat meredakan nyeri pada payudara saat menyusui dengan mekanisme yang berbeda. 

Kompres hangat membantu melonggarkan saluran susu dan memperlancar aliran susu. Hal ini bisa mengurangi tekanan dan pembengkakan pada payudara. Sementara itu, kompres dingin dapat mengurangi peradangan dan membantu meredakan rasa sakit.

Aturannya, gunakan kompres hangat sebelum menyusui atau saat mengalami penyumbatan saluran susu, dan gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi peradangan. Pastikan kompres tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merusak kulit.

3. Pakai krim 

Jika ibu atau bayi mengalami sariawan, segera diobati dengan krim anti-jamur yang sudah diresepkan oleh dokter. Bila dibiarkan, kamu justru akan kembali menularkan satu sama lain. 

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan, memisahkan handuk, dan menggunakan bra katun yang bersih.

Kamu tidak perlu berhenti menyusui selama perawatan karena kondisi kamu mungkin akan membaik dalam waktu satu minggu. 

4. Pijat payudara dengan lembut

Untuk meredakan payudara sakit saat menyusui, kamu dapat melakukan pijatan lembut pada area payudara yang terasa sakit. Pastikan tangan sudah bersih dan hangat sebelum memijat. 

Gunakan ujung jari dengan gerakan melingkar atau menggosok ringan dari bagian luar menuju ke puting.

Pijatan ini dapat membantu memperlancar aliran susu, mengurangi penyumbatan saluran susu, dan meredakan ketegangan pada payudara. 

Namun, pastikan tidak melakukan pijatan terlalu keras agar tidak memperparah rasa sakit atau merusak jaringan payudara. 

5. Berkonsultasi dengan ahli laktasi

Jika nyeri berlanjut atau parah, konsultasikan dengan ahli laktasi atau dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut.


Penulis: Nabila Azmi

Share artikel ini
Reference