Free Happy Woman Enjoying Nature. Beauty Girl Outdoor. Freedom concept. Beauty Girl against sunny flowers field. Sunbeams. Enjoyment.

Sebagai salah satu penyakit yang sering dialami wanita, kista ovarium ternyata bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat.

Makanan seperti daging merah yang dinilai bermanfaat bagi tubuh, justru menyebabkan atau bahkan memperburuk kista ovarium.

Jadi, apa saja makanan penyebab kista ovarium yang sebaiknya dihindari dan bagaimana cara menghindarinya?

Mari simak daftar dan tips menghindari makanan penyebab kista di bawah ini.

Apa itu kista ovarium?

Kista ovarium adalah kantung atau kantong berisi cairan yang muncul di atau pada permukaan ovarium.

Bisa memberikan sedikit rasa ketidaknyamanan, kista ovarium yang tidak berbahaya bisa saja menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Tapi, jika kista yang terdapat di ovarium atau permukaannya pecah maka dapat menyebabkan kondisi atau gangguan kesehatan yang serius.

Nah, untuk melindungi diri dari kista ovarium, kamu bisa melakukan pemeriksaan panggul secara rutin dan menghindari beberapa makanan yang bisa memperburuk kista ovarium.

Penasaran apa saja makanan yang bisa menyebabkan dan memperburuk kista ovarium? Simak jenis-jenisnya di bawah ini.

Jenis-jenis makanan penyebab kista ovarium

Meskipun tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, akan lebih baik jika kamu membatasi hingga menghindari makanan pemicu kista.

Mulai dari daging merah hingga minuman berkafein, berikut adalah makanan penyebab kista ovarium:

Daging merah

Penyebab kista ovarium yang pertama adalah daging berwarna gelap atau daging merah.

Entah itu sapi, babi, hingga domba, makanan tidak hanya memicu terbentuknya kista tetapi juga memperburuk kista ovarium.

Alkohol

Hobi minum-minuman keras seperti alkohol? Sebaiknya kamu menghindari minuman yang satu ini.

Alkohol mengubah keseimbangan hormon tubuh dan menghasilkan pembentukan kista ovarium.

Gandum olahan

Masuk dalam kategori karbohidrat sederhana, gandum olahan mengandung asam fitat yang akan mengikat mineral seperti magnesium dan seng.

Ketika mineral tersebut terikat maka potensi kista meningkat.

Karbohidrat sederhana

Selain gandum olahan, karbohidrat sederhana seperti tepung halus atau olahan dan roti putih juga harus dihindari.

Memiliki indeks glikemik yang tinggi, cepat dicerna, diserap, dan dimetabolisme, jenis makanan ini mampu meningkatkan glukosa darah secara tiba-tiba hingga memproduksi insulin dalam jumlah besar.

Minuman berkafein

Memicu ketidakseimbangan hormon, minuman yang diinduksi kafein menyebabkan dehidrasi dan peradangan dalam tubuh.

Entah itu kopi, teh, soda, maupun minuman ringan lainnya, mereka bisa memperburuk kista yang sudah ada hingga menghasilkan kista ovarium baru.

Makanan tinggi gula

Salah satu jenis makanan berpotensi tinggi menyebabkan kista ovarium adalah gula halus atau gula rafinasi (sari tebu).

Menyebabkan ketidakseimbangan hormon, membentuk hingga memperburuk kista, kamu bisa membatasi minuman ringan, jus olahan, kue basah, kue kering, serta permen.

Makanan gorengan

Mampu meningkatkan beberapa risiko jenis kanker dan kenaikan berat badan, hindarilah jenis gorengan seperti kentang goreng dan ayam goreng.

Minyak nabati olahan dari gorengan mengandung zat yang bisa mengganggu hormon serta menyebabkan kista.

Makanan kaya lemak

Meskipun tubuh membutuhkan lemak, lemak yang dikonsumsi secara berlebihan (terutama lemak jenuh) akan meningkatkan kadar kolesterol, memicu pertumbuhan kista hingga tumor, serta serangan jantung dan stroke.

Hindarilah jenis makanan seperti mentega, keju, krim, junk food, dan makanan bersantan.

Makanan bertepung

Jenis makanan penyebab kista ovarium yang harus dihindari berikutnya adalah kentang goreng, jagung, pasta, roti, dan pisang goreng.

Sama seperti karbohidrat sederhana, makanan bertepung akan meningkatkan lonjakan gula dalam darah, meningkatkan berat badan, dan membentuk kista ovarium.

Makanan cepat saji

Paling sering memicu kista ovarium dan tidak disadari, makanan cepat saji berlemak tidak hanya menyebabkan kista tetapi juga meningkatkan kolesterol jahat dan gula darah.

Belum lagi, fast food berkaitan erat dengan serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Daging bakar

Bukan hanya daging merah, daging yang diolah dengan cara dibakar ternyata dapat menciptakan senyawa karsinogen, meningkatkan risiko kista, serta menyebabkan kanker.

Jadi, hindarilah mengonsumsi satai berlemak, terutama yang dibakar dalam suhu tinggi.

Makanan laut

Jenis makanan penyebab kista ovarium yang terakhir adalah makanan laut. Kamu bisa membatasi dan menghindari beberapa jenis ikan, terutama yang diolah dengan cara digoreng.

Meskipun harus dihindari, kamu bisa mengubah asupan makanan secara perlahan. Artinya, kamu tidak harus sepenuhnya menolak makanan tersebut namun mengurangi dan membatasi. Tidak lupa, pastikan untuk beralih mengonsumsi makanan organik yang segar.

Kandungan berbahaya dalam makanan penyebab kista ovarium

Dari jenis-jenis makanan yang telah disebutkan sebelumnya, kamu mungkin penasaran mengapa makanan tersebut harus dibatasi atau bahkan dihindari.

Nah, berikut adalah sejumlah kandungan berbahaya dalam makanan penyebab kista ovarium:

  • Asam fitat
  • Gula olahan
  • Karsinogen penyebab kanker
  • Lemak jenuh
  • Kolesterol jahat

Selain beberapa kandungan tersebut, hindarilah penggunaan minyak nabati olahan secara berlebihan.

Kandungan sintetis yang terdapat dalam minyak nabati dapat mengganggu hormon yang ada dalam tubuh.

Lantas, bagaimana cara agar tubuh tetap ternutrisi meskipun kamu menghindari makanan-makanan penyebab kista ovarium tersebut? Mari simak tips di bawah ini.

Tips menghindari makanan penyebab kista ovarium

Menjalankan diet atau mengubah pola makan agar terhindar dari kista ovarium mungkin terlihat sulit bagi sebagian orang.

Jadi, kamu bisa mulai secara perlahan dengan mengurangi beberapa jenis makanan penyebab kista ovarium yang telah disebutkan sebelumnya.

Di samping itu, kamu bisa memperbanyak asupan makanan yang lebih menyehatkan seperti:

  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti sayuran hijau, kangkung, labu, dan brokoli
  • Mengonsumsi kacang-kacangan seperti almond dan kacang kedelai
  • Memperbanyak asupan buah-buahan seperti buah beri dan tomat
  • Menambah asupan protein tanpa lemak seperti ikan segar dan tahu
  • Memperbanyak konsumsi makanan atau rempah anti-inflamasi seperti kunyit
  • Beralih menggunakan minyak zaitun sebagai minyak masak yang lebih sehat

Selain beberapa tips di atas, kamu bisa mulai beralih mengonsumsi makanan-makanan organik. Tidak lupa, pastikan kamu minum banyak air putih dan memenuhi kebutuhan asupan lemak omega-3.

Share artikel ini
Reference