dampak bullying
Ibu & Anak

Tak Disadari, Dampak Bullying Bagi Korban Bisa Berlangsung Lama

Imelda Rahmawati | Maret 20, 2022
Share

Bullying atau perundungan sering terjadi di lingkungan anak-anak. Dampak bullying bagi korban tidak boleh disepelekan. Semakin berlanjut, semakin buruk pula dampaknya bagi si korban baik secara mental maupun fisik.

Dampaknya juga bisa didapatkan oleh si pelaku. Risiko tersebut salah satunya adalah cenderung terlibat dalam tindakan kriminal. Emosi yang tidak terkontrol membuat si pelaku akan mudah terpancing untuk melampiaskan masalahnya pada orang lain. Karena itu, mari kita kenali dampak dan cara memperlakukan anak korban maupun pelaku bullying.

Apa itu bullying?

Sederhananya, bullying adalah perilaku agresif berulang saat satu orang (atau sekelompok orang) dalam posisi berkuasa dengan sengaja mengintimidasi, menyalahgunakan, atau memaksa individu dengan maksud untuk menyakiti orang itu secara fisik atau emosional. Tindakan ini bisa berupa fisik atau verbal.

Para remaja paling sering melakukan perundungan karena secara biologis, emosi mereka belum stabil, dan secara sosial, mereka sedang memperbaiki keterampilan sosial dan tumbuh menjadi orang dewasa. Meskipun interaksi ini tidak menyenangkan, ada garis yang jelas antara konflik dan intimidasi, dan karenanya harus dicegah sebelum merugikan pihak lain.

Ciri-ciri perilaku bullying

Terkadang kita sering salah membedakan antara bentuk bullying, candaan, konflik, dan lainnya. Namun, ada beberapa karakteristik yang dapat dikenali apakah suatu tindakan tergolong bullying atau tidak. Setidaknya, tindakan bullying mencakup 3 ciri-ciri berikut:

  1. Berulang- tindakan agresif ini terjadi berulang kali dari waktu ke waktu kepada orang atau kelompok orang yang sama.
  2. Unsur disengaja. Perilaku agresif dan upaya yang disengaja untuk menyakiti orang lain.
  3. Ketidakseimbangan kekuatan. Orang yang merundung memiliki kekuatan fisik atau sosial yang lebih besar atau tinggi daripada yang dirundung.

Dampak bullying bagi korban dan pelaku

Semua anak dari kalangan manapun berpotensi mengalami pembullyan. Potensi ini lebih besar dialami oleh mereka dari kelompok tertentu. Seperti anak-anak penyandang disabilitas, LGBT, transgender, korban pelecehan, dan dari kelompok yang memiliki stigma negatif seperti memiliki anggota keluarga mantan teroris atau pelaku kejahatan lainnya.

  • Dampak bullying pada korban anak-anak mungkin mengalami hal-hal berikut:
  • Depresi, kecemasan, gangguan makan, dan pikiran untuk bunuh diri.
  • Masalah kesehatan seperti sakit kepala, masalah tidur, sakit perut, dan kelelahan, yang bisa memicu beragam penyakit serius.
  • Masalah akademik termasuk kehadiran yang buruk, nilai ujian yang rendah, dan putus sekolah.

Bagi si pelaku, merundung menimbulkan hal-hal seperti:

  • Berisiko lebih besar untuk merokok, minum alkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan.
  • Berperilaku buruk di sekolah dan memiliki persepsi yang buruk tentang lingkungan sekolah.
  • Lebih cenderung terlibat dalam kriminalitas dan kejahatan lainnya.

Cara mencegah bullying pada anak

Penelitian menunjukkan bahwa tindakan dimulai dari pelecehan verbal. Bagaimana “korban” merespons pelecehan verbal pertama menentukan, apakah perundungan akan berlanjut atau tidak.

Bermain peran dengan anak kamu adalah cara yang bagus untuk mempersiapkan mereka menghadapi pembullyan. Tunjukkan pada anak bahwa si penindas ingin memprovokasi respons yang membuatnya merasa kuat. Jadi menunjukkan emosi dan melawan adalah hal yang tepat bagi si penindas.

Jelaskan bahwa dia selalu dapat mengontrol responsnya sendiri. Bagaimana dia merespons dapat membesar-besarkan situasi atau meredakannya. Berlatihlah sampai anak percaya diri dalam menangani situasi sulit.

Strategi terbaik adalah selalu merespon secara merata dan tegas, menjaga martabat semua anak yang terlibat. Persiapkan anak kamu dengan frasa sederhana yang langsung dan tidak antagonis: “Saya akan mengabaikan komentar itu.” “Jangan lakukan itu.” “Tidak.” “Yah, itu yang kamu pikirkan.” Lalu pergi.

Ajari anak untuk bertindak berani, tatap mata si penindas, dan katakan salah satu dari hal-hal di atas. Berlatihlah sampai anak kamu memiliki nada suara yang kuat dan percaya diri. Tegaskan dengan berdiri tegak dan menggunakan suara yang kuat.

Cara lainnya ialah ajarkan mereka cara mengabaikan pelaku. Pelaku suka jika ejekannya membuat korbannya kesal, jadi bantu anak kamu menemukan cara untuk tidak membiarkan perundungan berlanjut. Cara tersebut seperti berpura-pura tidak terlihat, pergi tanpa melihat, memandang ke arah yang lain dan tertawa, dan memandangnya sebagai sesuatu yang tidak menarik.

Tips memberikan pengertian pada anak korban bullying

Jika anak kamu diganggu, cobalah lakukan beberapa hal berikut.

  1. Yakinkan anak bahwa kamu mempercayai mereka dan bahwa mereka tidak sendirian.
  2. Tegaskan bahwa ini bukan kesalahan mereka.
  3. Tetapkan bahwa ada hal-hal yang dapat kamu lakukan untuk membantunya.
  4. Laporkan bullying kepada sekolah.
  5. Ambil tindakan ketika anak kamu mengatakan diganggu. Segera nilai situasi dan keadaan si anak, lalu ambil langkah cepat.
Reference
Share