bayi terlilit tali pusar
Kesehatan Anak

Bayi Terlilit Tali Pusar, Apa Penyebabnya?

dr. Wisniaty Condro | Desember 23, 2021
Share

Sering memengaruhi banyak kehamilan, sebanyak sekitar 12% insiden bayi terlilit tali pusar sering dialami oleh ibu hamil di usia kehamilan 24 hingga 26 minggu. Kemudian, sekitar 37% kasus terjadi menjelang minggu ke-40.

Pada studi lain, sebanyak sekitar 20% kasus bayi terlilit tali pusar dikatakan sering terjadi di leher bayi. Meskipun sebagian besar tidak menimbulkan bahaya, menurut The Journal of Obstetrics and Gynecology of India, bayi yang terjerat tali pusar berisiko mengalami komplikasi. Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika bayi terlilit tali pusar?

Kondisi bayi terlilit tali pusar

Sebagai organ khusus yang memiliki tiga lapisan yakni lapisan luar, tengah, dan dalam, tali pusar berperan dalam memfasilitasi pergerakan darah, oksigen, dan nutrisi pada bayi. Terhubung dari pusar ke plasenta, tali pusar ternyata dapat membungkus atau melilit leher bayi sampai 360 derajat. Kondisi ini disebut sebagai tali nuchal.

Tali nuchal dialami oleh banyak kehamilan dengan 20% kasus melibatkan lilitan tali pusar di sekitar leher bayi dan sebanyak 5% kasus melibatkan beberapa simpul atau lilitan multipel.

Meskipun sekitar 1 dari 3 bayi dengan tali nuchal lahir dengan sehat sempurna, saat bayi terlilit tali pusar biasanya dapat memengaruhi proses persalinan sehingga berlangsung lebih lama. Tidak hanya itu, lilitan dapat memotong aliran darah dan menurunkan detak jantung bayi selama kontraksi berlangsung.

Apa penyebab bayi terlilit tali pusar?

Lilitan tali pusar disebabkan oleh gerakan tubuh bayi di dalam rahim. Tali pusar dapat dengan mudah melilit berbagai bagian tubuh bayi beberapa kali selama kehamilan. Dan seiring dengan pertumbuhan bayi dalam rahim, maka pergerakan bayi akan semakin terbatas.

Disamping itu, lilitan tali pusar pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Ibu dengan kehamilan kembar sehingga bayi berbagi satu kantung ketuban
  • Ibu memiliki sedikit atau bahkan kekurangan cairan ketuban
  • Ibu memiliki cairan ketuban yang berlebihan
  • Tali pusar dengan ukuran yang lebih panjang
  • Perkembangan struktur atau kondisi tali pusar yang kurang baik
  • Ukuran bayi yang lebih kecil sehingga memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak

Bayi juga dapat terlilit oleh tali pusar jika tidak memiliki jeli Wharton yang cukup. Jeli Wharton sebagai lapisan lembut yang melindungi lapisan terluar tali pusar (tunica externa), akan menjaga tali pusar tetap fleksibel sehingga bayi tidak akan terjerat ketika sedang menggeliat atau membalikkan badan.

Gejala bayi terlilit tali pusar

Ya, tali nuchal yang terikat cukup kencang memang dapat mengancam jiwa bayi. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada gejala atau tanda spesifik terjadinya tali nuchal. Ibu hamil yang mengalami kondisi bayi terlilit tali pusar tidak menunjukkan adanya perubahan pada tubuh ataupun gejala lainnya.

Jika kamu ingin mengetahui atau merasa takut apabila bayi terlilit tali pusar, kamu dapat melakukan pemeriksaan untuk membantu mendiagnosis kondisi tersebut. Biasanya, dokter mencurigai tali nuchal jika detak jantung bayi sangat rendah atau tidak konsisten.

Dokter juga akan memeriksa pergerakan dan tingkat keaktifan bayi. Bayi yang terlilit tali pusar biasanya akan lebih sulit bergerak sehingga dinilai kurang aktif.

Penanganan bayi terlilit tali pusar

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lilitan maka, dokter mungkin akan melakukan penanganan berupa operasi. Tetapi, operasi caesar yang dilakukan untuk mengeluarkan bayi secepatnya hanya dilakukan jika lilitan berdampak buruk pada janin.

Dampak buruk yang dimaksud adalah lilitan pada leher terlalu kencang sehingga aliran darah bayi berkurang dan detak jantung melemah. Tapi, kamu tidak perlu khawatir sebab, dokter akan terus memantau dan memeriksa kondisi bayi dengan menggunakan ultrasonografi atau USG sebelum melakukan penanganan.

Pada kasus lain, bayi terlilit tali pusar dinilai tidak membahayakan sehingga penangan khusus dianggap tidak perlu dilakukan. Artinya, bayi masih aktif bergerak dan memiliki detak jantung normal yang stabil.

Apakah lilitan tali pusar pada bayi dapat terbuka?

Jika dokter tidak melakukan penanganan apapun pada lilitan bayi yang dianggap tidak berbahaya, mungkin kamu akan bertanya apakah lilitan dapat terbuka dengan sendirinya? Jawabannya adalah tidak, lilitan tali pusar pada bayi tidak dapat terbuka dengan sendirinya.

Pada kebanyakan kasus, lilitan tali pusar tidak terlalu kencang sehingga tidak membahayakan. Dokter atau bidan akan melepas ikatan atau lilitan tali pusar pada bayi saat proses persalinan berlangsung.

Disamping itu, ingatlah bahwa tali pusar memiliki jeli Wharton. Jeli Wharton yang melapisi tali pusar membantu menjaga tali pusat tetap fleksibel, bebas dari ikatan, ataupun melilit leher bayi.

Reference
Share