manfaat kondom dan efek samping
Seks & Relationship

Apa Saja Manfaat dan Efek Samping Kondom?

dr. Wisniaty Condro | Maret 18, 2022
Share

Sebagai salah satu alat kontrasepsi, kondom memberikan sejumlah manfaat baik untuk kesehatan hingga kenikmatan seksual. Sayangnya, beberapa pasangan mungkin mengalami beberapa efek samping setelah melakukan hubungan seksual dengan kondom.

Oleh karena itu, untuk menghindari kemungkinan efek samping, perhatikanlah bahan dari kondom yang hendak dibeli. Tapi, apa itu kondom, apa manfaatnya, dan apa saja efek samping dari penggunaan kondom? Cari tahu informasi lengkapnya melalui penjelasan berikut.

Apa itu kondom?

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh pria dan wanita selama berhubungan seksual. Kondom bisa bermanfaat untuk kesehatan termasuk membantu mencegah kehamilan dan mengurangi risiko infeksi menular seksual.

Meskipun dinilai tidak memberikan efek samping yang berbahaya bagi tubuh, penerapan penggunaan kondom harus dilakukan dengan baik dan benar. Selain menjaga tingkat efektivitas, memilih dan menggunakan kondom yang tepat menghindari kamu dari masalah iritasi kulit daerah organ intim.

Terlebih lagi, terdapat sejumlah jenis kondom dengan aturan pakai yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis-jenis kondom yang bisa kamu perhatikan.

Jenis-jenis kondom

Bagi sebagian orang mungkin mengira kondom hanya memiliki satu jenis yaitu lateks. Padahal, terdapat banyak jenis kondom mulai dari lateks hingga kondom dengan lapisan pelumas atau disebut lubricated condoms.

Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli satu kondom tertentu, coba simak dulu daftar jenis-jenis kondom berikut ini:

  • Kondom berbahan lateks
  • Kondom berbahan non-lateks
  • Kondom wanita
  • Kondom kulit domba
  • Kondom dengan berbagai rasa
  • Kondom glow-in-the-dark
  • Kondom dengan tekstur rusuk atau bergerigi
  • Kondom dengan spermisida
  • Kondom dengan ketebalan tipis atau ultra tipis
  • Kondom berpelumas

Sementara itu, berdasarkan cara penggunaannya kondom dibagi menjadi dua jenis yaitu kondom eksternal dan kondom internal. Kondom eksternal atau disebut sebagai kondom pria digunakan di luar tubuh. Sementara, kondom internal atau disebut sebagai kondom wanita digunakan di dalam vagina.

Kondom pria adalah

Alat kontrasepsi eksternal atau yang digunakan di luar tubuh sebagai penghalang atau pengendali kelahiran adalah kondom pria. Artinya, cara penggunaan kondom pria adalah dengan memasangkan kondom menutupi penis.

Jika digunakan dengan benar, kondom dinilai efektif mencegah kehamilan hingga 98%. Tapi, kalau kamu memiliki tujuan penggunaan kondom untuk mencegah kehamilan maka sebaiknya dibarengi dengan alat kontrasepsi lain seperti pil KB.

Kondom pria adalah salah satu alat kontrasepsi yang dijual dengan harga cukup murah serta mudah ditemukan di toko-toko. Kamu bisa membelinya di minimarket, supermarket, apotek, atau klinik kesehatan.

Lalu bagaimana dengan kondom yang digunakan oleh wanita?

Kondom wanita adalah

Alat kontrasepsi internal yang digunakan di dalam vagina adalah kondom wanita. Digunakan untuk mencegah kehamilan dengan membantu menghalangi masuknya sperma ke vagina, kondom wanita bisa digunakan ketika melakukan hubungan seksual oral ataupun anal.

Sama seperti kondom pria, kondom wanita akan semakin efektif jika dipasangkan dengan benar di dalam vagina. Sayangnya, tingkat persentase kemungkinan mencegah kehamilan pada kondom wanita dinilai lebih rendah daripada kondom pria, atau sekitar 75%.

Bahan kondom yang aman

Bila sebelumnya, kamu telah mengetahui salah satu jenis kondom yakni kondom lateks maka kamu mungkin telah menduga bahwa kandungan yang terdapat pada kondom adalah lateks. Ya, lateks adalah salah satu bahan yang dinilai aman jika bersentuhan dengan kulit di daerah organ intim.

Tapi, tentu saja alat kontrasepsi kondom tidak hanya terbuat dari lateks. Ada beberapa bahan aman lain yang terkandung dalam kondom seperti:

  • Poliuretan
  • Poliisoprena (bentuk sintetis dari lateks)
  • Kulit domba (sekum domba)

Perlu diingat bahwa beberapa jenis kondom mungkin hadir dengan tekstur, warna, atau bahkan rasa yang beraneka macam. Jadi, beberapa kondom mungkin memiliki campuran seperti perasa atau mungkin pelumas tambahan.

Tidak perlu khawatir, baik dengan perasa atau tidak, bahan tersebut dinilai aman untuk digunakan dalam kegiatan seksual vaginal. Tapi, apa saja manfaat penggunaan kondom?

Manfaat kondom

Bukan hanya untuk kesehatan semata, penggunaan kondom bagi beberapa pasangan dinilai memberikan sensasi seksual yang berbeda dari biasanya. Memang, secara umum manfaat kondom tidak lepas dari pencegahan penyakit. Berikut adalah sejumlah manfaat kondom yang sayang untuk kamu lewatkan:

Mencegah infeksi menular seksual

Penggunaan kondom yang tepat dinilai dapat membantu mencegah penularan dan penyebaran infeksi menular seksual seperti HIV. Meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penularan, kondom bisa mencegah klamidia dan gonore.

Mencegah kehamilan

Sebagai alat kontrasepsi, kondom tentu saja bisa membantu 75-95% kemungkinan kehamilan. Untuk hasil yang lebih maksimal, pasangan diharapkan menggunakan alat kontrasepsi lain seperti pil KB.

Tidak memengaruhi kesuburan

Secara fisik, kondom tidak mengubah tingkat kesuburan setiap pasangan yang menggunakannya. Beberapa jenis kondom justru malah bisa membantu hubungan seksual terasa lebih menyenangkan.

Hadir dengan harga yang terjangkau

Salah satu manfaat kondom yang tidak boleh dilupakan adalah harganya yang terjangkau. Jika dibandingkan dengan pil kontrasepsi wanita, kondom bisa jadi solusi cepat yang tidak memerlukan banyak waktu untuk bekerja.

Bisa dibeli dengan mudah

Bukan hanya harga, akses pembelian kondom hadir bahkan dari apotek, klinik kesehatan, minimarket, hingga supermarket sekalipun. Artinya, kamu tidak memerlukan resep dokter untuk memperoleh kondom dan bisa menghemat lebih banyak waktu.

Mencegah ejakulasi dini

Dalam beberapa kasus, manfaat kondom yang jarang diungkap adalah mampu membantu mencegah ejakulasi dini. Jadi, kalau kamu memiliki masalah dengan ejakulasi, kondom bisa menjadi salah satu solusi untuk kamu.

Bisa digunakan siapa saja

Kondom hadir dalam bentuk dan ukuran yang beraneka ragam. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba beberapa kondom untuk menemukan ukuran dan bentuk yang tepat.

Selain beberapa manfaat tersebut, kondom tentu bisa gunakan sebagai alat kontrasepsi tambahan. Maksudnya, kalau kamu tidak memiliki rencana untuk hamil dan telah menggunakan pil kontrasepsi maka penggunaan kondom dapat semakin meningkatkan persentase kehamilan.

Lantas, apakah penggunaan kondom selama berhubungan seksual dapat memberikan efek samping tertentu?

Efek samping kondom

Apabila diperhitungkan dengan baik, kondom memberikan jauh lebih besar keuntungan dan kenyamanan daripada kerugiannya. Intinya, tidak ada efek samping nyata dari penggunaan kondom selama melakukan hubungan seksual.

Tapi, perlu diperhatikan, cara penggunaan kondom yang salah bisa membawa efek samping seperti:

  • Menurunkan tingkat efektivitas kondom dalam mencegah penyakit
  • Memungkinkan risiko kehamilan
  • Berpotensi menyebabkan iritasi kulit
  • Menyebabkan reaksi alergi

Beberapa pasangan mungkin merasa kondom memberikan efek samping berupa rasa tidak nyaman. Maksudnya, sensasi ketika berhubungan seksual dengan menggunakan kondom dinilai mengalami penurunan. Akan tetapi, beberapa pasangan menilai bahwa penggunaan kondom yang tipis bisa membantu mengatasinya.

Lalu, bagaimana jika seseorang mengalami iritasi akibat penggunaan kondom? Coba cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut.

Iritasi akibat kondom

Siapa yang menyangka jika penggunaan kondom yang dinilai aman justru dapat menyebabkan masalah pada kulit. Ya, kondom bisa saja berpotensi menyebabkan iritasi kulit seperti dermatitis kontak atau reaksi alergi tertentu.

Biasanya iritasi terjadi karena kulit sensitif terhadap bahan yang terdapat pada kondom. Entah itu lateks, spermisida, pelumas, atau wewangian, kulit daerah intim yang sensitif bisa saja mengalami reaksi alergi.

Jadi, kalau kamu mengalami gatal-gatal, muncul ruam, serta kemerahan di daerah organ intim maka cobalah mengganti merek kondom yang kamu gunakan. Perhatikan kandungan yang terdapat pada kondom dan sebisa mungkin hindari kondom berbahan lateks.

Reference
Share