bayi alergi sabun bayi

Memandikan bayi adalah momen yang menyenangkan. Setelah mandi, bayi tentu saja akan terlihat segar, harum, dan lebih menggemaskan. Tetapi bagaimana jika kamu melihat bintik-bintik merah di kulitnya setelah ia dimandikan? Bisa jadi itu salah satu dari ciri-ciri bayi alergi sabun mandi.

Selain ciri-ciri tersebut, ada beberapa ciri lainnya yang perlu kamu ketahui. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasan di bawah ini agar kamu tahu detailnya!

Alergi sabun mandi pada bayi

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki kulit yang sensitif. Untuk itu, orang tua harus jeli dalam memberikan perawatan terhadap produk perawatan kulit untuk bayi.

Jika memilih memandikan bayi dengan sabun, sabun yang diberikan pun tidak boleh asal-asalan. Orang tua harus memperhatikan apa kandungan sabun tersebut. Jika tidak, bayi bisa mengalami alergi sabun.

Penyebab bayi alergi sabun pun beragam. Ada yang alergi karena kandungan sabun tidak cocok untuk kulit bayi. Oleh karena itu, kamu sebagai orang tua harus hati-hati.

Baca juga: 10 Penyebab Bintik Merah pada Kulit Bayi

Ciri ciri bayi alergi sabun mandi

ruam di kulit

Reaksi alergi bervariasi pada setiap bayi. Ada bayi yang mengalami reaksi ringan, ada yang berat, tergantung pada sensitivitas kulitnya. Berikut ciri-ciri alergi sabun bayi yang perlu kamu ketahui.

1. Ruam kemerahan

Munculnya ruam atau benjolan merah kecil bisa menjadi gejala alergi. Bayi di bawah 6 bulan lebih mungkin mengalami ruam di kulit kepala, wajah, dan dahi. Pada usia 6 bulan hingga 1 tahun, bayi yang mengalami alergi sering mengalami ruam pada lutut dan siku.

2. Gatal-gatal

Coba perhatikan, apakah bayimu sering menggaruk bagian tertentu di kulitnya? Ini bisa jadi salah satu ciri-ciri bayi alergi. Ketika bayi mengalami alergi, sel-sel dalam tubuhnya melepaskan zat kimia histamin yang menyebabkan rasa gatal.

3. Kulit kering

Kulit kering dan bersisik juga merupakan tanda bahwa bayi memiliki alergi. Kondisi ini merusak kulit bayi, apalagi jika tergores.

Sabun dapat menjadi penyebabnya jika gejala di atas muncul segera setelah bayi dimandikan dengan sabun. Jika kasusnya demikian, kamu harus segera mengganti sabun yang dipakai dengan sabun bayi yang lebih alami dan lembut.

Baca juga: Pentingnya Mengetahui Skincare Bayi Baru Lahir untuk Ibu Muda

Tips memilih sabun bayi yang aman

tips memilih sabun bayi

Selain hal di atas, memilih sabun bayi yang tepat juga dapat mencegah kekeringan dan iritasi pada kulit sensitif bayi. Kamu disarankan memilih sabun bayi yang mengandung bahan-bahan ringan dan dapat menjaga keseimbangan pH kulit bayi.

Berikut beberapa kriteria dalam memilih sabun bayi:

Mengandung Gliserin

Skincare bayi dengan kandungan gliserin cenderung melembabkan kulit bayi. Dengan kandungan gliserin yang cukup, sabun tersebut bisa mencegah kulit kering dan peradangan.
pH seimbang

Penting juga untuk memastikan bahwa pH sabun bayi seimbang. Carilah sabun mandi bayi dengan pH yang seimbang dan sesuaikan agar mendekati pH kulit bayi. Hal ini akan membantu melindungi kesehatan lapisan kulit bayi. .

Hypoallergenic

Jika dalam kemasan sabun bayi terdapat keterangan “hipoalergenik”, berarti produk tersebut memiliki risiko yang rendah untuk menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Pilihlah sabun mandi dengan keterangan tersebut.

Bebas pewangi berbahaya dan alkohol

Untuk menghindari risiko iritasi kulit bayi, kamu disarankan memilih sabun bayi yang tidak mengandung pewangi atau alkohol berbahaya. Kedua kandungan ini terlalu keras untuk kulit bayi yang sensitif.

Bebas paraben

Paraben sering digunakan sebagai pengawet untuk mencegah kontaminasi bakteri dan jamur pada produk-produk tertentu. Namun, perlu diketahui bahwa produk yang mengandung paraben memiliki risiko tinggi dalam memicu sel kanker.

Hindari produk dengan label antibakteri

Kandungan ini tidak umum pada produk khusus bayi. Meski tampaknya membantu menjaga kesehatan kulit pada bayi, ternyata penggunaan sabun antibakteri pada bayi ternyata bisa menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, jangan lupa pilih sabun bayi untuk kulit sensitif, bukan sabun bayi antibakteri.

Share artikel ini
Reference