Cara merawat tali pusar
Ibu & Anak Setelah Melahirkan

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Agar Terhindar dari Infeksi, Yuk Pelajari!

Putri Aprillia | Februari 25, 2022
Share

Tali pusar bayi merupakan salah satu bagian yang harus mendapatkan ekstra perhatian setelah bayi lahir. Terkadang banyak orang yang masih bingung cara merawat tali pusar bayi karena merasa perawatan yang sulit dan belum terbiasa.

Perlu diketahui bahwa merawat tali pusar memang harus dilakukan agar menghindari infeksi dan cepat kering. Simak bagaimana cara merawatnya dengan benar dalam ulasan berikut ini.

Apa itu tali pusar bayi?

Tali pusar bayi adalah penghubung bayi saat berada di dalam kandungan untuk mendapatkan nutrisi dari apa yang ibu konsumsi. Menurut Cleveland Clinic, tali pusar membawa dan menyalurkan nutrisi untuk dapat mendukung tumbuh kembang janin di dalam perut.

Bentuk tali pusar mempunyai struktur fleksibel dan dikelilingi zat seperti jeli dengan panjang kira-kira 50 cm. Setelah bayi lahir, tali pusar akan dijepit dan dipotong sampai menyisahan tunggul 2-3 cm di perut bayi. Tali pusar ini bisa layu dan rontok dalam waktu seminggu dan diperlukan perawatan agar tali pusar bisa rontok dan tidak menyebabkan infeksi.

Tunggul pusar yang tadinya berwarna hijau kekuningan akan berubah menjadi coklat dan hitam sebelum rontok atau lepas. Berapa lama tali pusar menempel dan bagaimana perawatannya agar tetap bersih dan kering? Yuk simak pembahasannya pada bab selanjutnya!

Berapa lama tali pusar bayi akan menempel

Selain mengetahui cara merawat tali pusar bayi, ketahui juga berapa lama tali pusar akan menempel sebelum terlepas. Pada prosesnya, setelah tali pusar dipotong, biasanya butuh waktu penyembuhan seperti dibawah ini:

  • Setelah tali pusar terlepas butuh sekitar 7-10 hari agar sembuh sepenuhnya.
  • Kemudian butuh waktu 5-15 hari setelah lahir agar sisa tali pusar bisa kering, menjadi hitam dan lepas dengan sendirinya.
  • Dibutuhkan perawatan dengan benar sampai sisa tali rontok dan lepas.

Cara merawat tali pusar bayi

Mengapa tali pusar bayi perlu dirawat mempunyai tujuan untuk menghindari bahaya infeksi. Berikut ini adalah caranya dengan benar:

1. Lakukan perawatan tali pusar dengan lembut

Jangan pernah pernah berpikir untuk mencabut atau menarik sisa tali pusar bayi. Rawat bayi dengan lembut dan biarkan tali pusar mengering sampai terlepas dengan sendirinya. Jika menariknya, bisa saja terjadi perdarahan yang tidak diinginkan.

2. Jaga tali pusar tetap bersih dan kering

Pastikan kamu merawat tali pusar dengan benar. Jaga agar tali pusar tetap kering agar dapat mencegah infeksi. Jaga tali pusar tetap terlihat dengan tidak menutupnya dengan popok bayi.

3. Terus pantau tali pusar

Pantau terus perkembangan tali pusar sehingga bisa tetap kering dan terhindar dari infeksi. Beri pakaian bayi dengan hati-hati agar tidak menyentuh tali pusar.

4. Rawat dengan hati-hati

Last but not least, kamu perlu merawat dengan hati-hati. Selama tali pusar belum lepas, bayi bisa di lap saat mandi untuk menghindari tali pusar basah dan lebih lama kering dengan sendirinya.

Tips dan trik menjaga kebersihan tali pusar bayi

Beberapa tips cara merawat tali pusar bayi tetap dalam keadaan bersih dengan cara di bawah ini:

  • Pada saat mengganti popok, pastikan untuk melipat tepi popok agar tidak menutup tali pusar sehingga bisa kering lebih cepat.
  • Jangan pernah berusaha menarik tali pusar karena akan lepas dengan sendirinya
  • Mencabut tali pusar yang belum kering dapat menyebabkan perdarahan sehingga hal ini cukup berbahaya.
  • Perhatikan apakah ada tanda infeksi. Jika ada segera hubungi dokter saat tanda infeksi mulai terlihat.

Kondisi Infeksi Tali Pusar

Cara merawat tali pusar bayi penting diketahui agar dapat menghindari bahaya infeksi. Untuk ciri dari tali pusar yang terinfeksi antara lain:

  • Terdapat darah di ujung tali pusar
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar tali pusar
  • Bayi menagis jika tali pusar tidak sengaja tersentuh
  • Mengeluarkan nanah putih hingga kekuningan
  • Terdapat kotoran pada tali pusar sampai berbau busuk

Jika kamu melihat tanda ini, maka sebaiknya bayi segera dibawah ke dokter anak agar dapat dilakukan perawatan sampai tali pusar mengering dan sembuh.

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa kondisi kesehatan yang terkait dengan infeksi tali pusar seperti di bawah ini:

  • Omphalitis. Ini adalah saat area tali pusar terinfeksi. Gejalanya berupa sakit saat ditekan, pendarahan atau terdapat tali pusar mengeluarkan cairan, bengkak hingga kemerahan. Untuk mengatasinya, perlu antibiotik agar infeksi tidak semakin parah.
  • Hernia umbilikalis. Kondisi ini terjadi saat usus bayi menusuk melalui otot-otot di sekitar tali pusar. Hal ini tidak serius dan biasanya akan membaik pada usia 2 tahun.

Hingga kini belum ada obat khusus yang dapat diberikan untuk membuat tali pusar cepat kering dan lepas. Satu-satunya cara adalah merawat dengan baik agar kering dan lepas dengan sendiri. Pelajari cara merawat tali pusar bayi dengan benar agar tali pusar bebas dari infeksi.

Reference
Share