FREE ONGKIR MIN ORDER RP 125.000. CEK S&K

Ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh saat sedang hamil hingga setelah melahirkan. Perubahan yang terjadi tidak hanya dari bentuk tubuh, tetapi juga kondisi kulit. Salah satu kondisi kulit yang sering dialami beberapa wanita adalah biduran. Seperti apa gejala biduran setelah melahirkan?

Yoona kali ini akan mengajakmu untuk mengetahui lebih jauh tentang biduran setelah melahirkan, beragam gejalanya, penyebabnya, cara mengatasinya, serta pencegahannya. Simak terus penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Gejala biduran setelah melahirkan

Biduran setelah melahirkan merupakan kondisi ruam merah yang muncul pada kulit setelah proses persalinan. Ruam merah ini biasanya diikuti dengan rasa gatal. Kondisi ini tidak berbahaya, tapi bisa sangat mengganggu jika menyebar hampir ke seluruh tubuh.

Biasanya, biduran setelah melahirkan dapat sembuh dengan sendirinya setelah proses persalinan. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, biduran perlu penanganan lebih lanjut. Konsultasi ke dokter diperlukan jika rasa gatalnya sudah berlebihan dan disertai dengan rasa perih atau panas.

Moms mungkin mengalami biduran setelah melahirkan jika ada beberapa gejala berikut:

  1. Muncul benjolan berwarna kemerahan pada kulit
  2. Benjolan tersebut terasa gatal
  3. Saat ditekan, benjolan tersebut berubah menjadi warna putih

Beberapa bagian tubuh yang biasanya sering terserang biduran antara lain:

  • Lengan atas atau bawah
  • Dada
  • Bokong
  • Punggung
  • Perut

Sakit Pinggang setelah Melahirkan, Perhatikan Penyebabnya!

Penyebab biduran setelah melahirkan

Moms sudah mengetahui gejala biduran setelah melahirkan, sekarang saatnya mencari tahu penyebabnya. Baik itu saat hamil atau setelah melahirkan, biasanya tubuh Moms akan mengalami berbagai perubahan, termasuk munculnya biduran.

Penyebab atau pemicu dari berbagai perubahan yang timbul ini antara lain:

1. Daya tahan tubuh

Baik itu saat hamil maupun setelah melahirkan, daya tahan ibu hamil biasanya akan menurun. Hal ini membuatnya sangat rentan terhadap penyakit. Ketika daya tahan tubuh menurun, maka kulit menjadi salah satu bagian tubuh yang dapat dengan mudah terkena penyakit, termasuk biduran.

2. Perubahan hormon

Penyebab kedua dari biduran setelah melahirkan adalah perubahan hormon. Perubahan hormon selama masa kehamilan bisa berlanjut sampai dengan setelah melahirkan. Hormon yang berubah bisa memicu berbagai macam kondisi, salah satunya adalah biduran pada kulit.

3. Puritic uritical papules and plaques of pregnancy

Puritic uritical papules and plaques of pregnancy atau PUPPP adalah penyebab biduran setelah melahirkan yang ketiga. Gejala PUPPP belum bisa dipastikan mengapa bisa terjadi namun diduga karena adanya pada peregangan pada dinding perut dan jaringan ikat kulit.

4. Gangguan pada organ hati

Saat hamil, organ hati pada ibu hamil bekerja lebih keras. Semakin lama, organ yang satu ini bisa melemah dan menyebabkan ketidakseimbangan enzim atau pemupukan zat di dalam darah. Dua hal ini bisa penyebab biduran.

5. Riwayat alergi

Jika sebelum hamil seorang wanita sudah memiliki riwayat alergi, maka kemungkinan risiko terkena biduran setelah melahirkan sangatlah tinggi. Ketika hormon tubuh dan daya tahan tubuh berubah, reaksi alergi akan lebih sering muncul, termasuk reaksi alergi yang muncul pada kulit seperti biduran.

Perut Gatal setelah Melahirkan, Jangan Dibiarkan!

Cara mengatasi biduran setelah melahirkan

penyebab dan cara mengatasi biduran setelah melahirkan

Bagaimana sih cara mengatasi biduran setelah melahirkan? Penanganan biduran pada setiap orang berbeda-beda tergantung penyebabnya. Biduran yang diakibatkan oleh PUPPP biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah proses persalinan.

Jika biduran yang muncul diakibatkan oleh alergi, maka cara mengatasi yang tepat adalah dengan menghindari sesuatu yang menjadi pemicunya. Penanganan mandiri di rumah untuk mengatasi biduran yaitu:

  • Tidak menggaruk bagian ruam kulit yang terasa gatal
  • Menggunakan pelembab nonparfum
  • Gunakan pakaian dengan bahan yang ringan dan tidak ketat
  • Mandi air dingin

Beberapa orang mungkin juga membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi biduran, yaitu:

  • Antihistamin
  • Salep oles untuk mengatasi rasa gatal
  • Kortikosteroid

Jika sedang menyusui, maka ada baiknya jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis obat apa bisa dikonsumsi. Hal ini untuk menjaga kandungan obat meresap ke dalam ASI dan mempengaruhi kesehatan bayi.

13 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Normal dan Caesar

Pencegahan biduran setelah melahirkan

Jika Moms salah satu dari sekian banyak ibu yang telah menjalani proses melahirkan dan ingin mencegah biduran, berikut cara mencegahnya:

  • Mengurangi konsumsi makanan yang dapat memicu biduran, terutama jika Moms memiliki alergi terhadap makanan tertentu
  • Mengganti pakaian dengan rutin terutama ketika berkeringat
  • Gunakan produk kulit yang sesuai dengan jenis kulit
  • Gunakan tabir surya ketika keluar rumah
  • Jika alergi terhadap suhu dingin, gunakan pakaian hangat
  • Hindari stres

Nah, sudah paham kan apa saja gejala biduran setelah melahirkan, penyebabnya, dan bagaimana cara mencegahnya? Selain mengikuti cara mengatasi dan mencegah biduran di atas, jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang ya, Yoonies!


Penulis: Tara Anugerah

Singkong termasuk dalam kelompok umbi-umbian yang sehat untuk dikonsumsi ibu hamil. Hal ini dikarenakan manfaat singkong untuk ibu hamil berpengaruh pada kelancaran pencernaan dan pembentukan sel darah merah di dalam tubuh.

Apalagi, singkong juga bisa dijadikan sebagai pengganti nasi, lho. Jika dilihat dari asalnya, singkong berasal dari tumbuhan yang tumbuh sebagai semak dengan batang mengandung getah. Daunnya berbentuk telapak tangan dan memiliki tepi bergigi. 

Tanaman singkong inilah menghasilkan umbi yang tumbuh di bawah tanah. Umbinya memiliki kulit yang kasar dan daging putih atau kuning. 

Kira-kira, bolehkah singkong dikonsumsi ibu hamil? Apa saja manfaatnya? Yuk, kita bahas di sini!

Kandungan singkong

Sebelum membahas manfaatnya untuk ibu hamil, perlu diketahui dulu bahwa ada berbagai kandungan nutrisi di dalam singkong, seperti:

  • Kalori: 330 gram
  • Protein: 2,8 gram
  • Karbohidrat: 78,4 gram
  • Serat: 3,7 gram
  • Kalsium: 33,0 mg
  • Magnesium: 43,0 mg
  • Kalium: 558,0 mg
  • Vitamin C: 42,4 mg
  • Tiamin: 0,087 mg
  • Riboflavin: 0,048 mg
  • Niasin: 0,854 mg

Dari rincian kandungan nutrisi tersebut, singkong memang mengandung protein dan karbohidrat, tetapi tidak banyak. Jadi, bila makanan satu ini dijadikan sebagai hidangan pokok pengganti nasi, tentu kamu harus sembari mengonsumsi makanan yang mengandung protein lainnya.

Manfaat singkong untuk ibu hamil

Secara keseluruhan, ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi singkong sebagai bagian dari makanan pokok selama hamil karena dianggap tidak aman. 

Namun, jika kamu hanya mengonsumsinya sebagai camilan, ada berbagai manfaat baik singkong untuk ibu hamil, seperti berikut ini.

  • Menyehatkan usus

Singkong mengandung pati resisten yang tidak sepenuhnya dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga bisa mencapai usus besar dalam bentuk yang tidak berubah. Di usus besar, pati resisten ini akan menjadi makanan bagi bakteri baik (prebiotik) yang hidup di usus.

Dampaknya, singkong bisa merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di usus. Bakteri baik ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga baik untuk sistem kekebalan tubuh, penyerapan nutrisi, dan kesehatan usus secara keseluruhan.

  • Menambah energi

Manfaat singkong untuk ibu hamil juga bisa menjadi sumber energi yang baik. Sebab, singkong mengandung karbohidrat kompleks dalam bentuk pati, yang merupakan sumber utama energi bagi tubuh. 

Nah, karbohidrat dalam singkong ini akan diubah menjadi glukosa setelah dicerna, dan glukosa akan digunakan sebagai bahan bakar tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas. Selain karbohidrat, singkong juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan dan memberikan dukungan energi bagi tubuh.

  • Membantu pertumbuhan janin

Selain itu, manfaat singkong untuk ibu hamil juga berkaitan dengan pertumbuhan janin karena kandungan fosfornya. Hal ini dikarenakan fosfor berperan dalam pembentukan dan mineralisasi tulang serta gigi janin. Fosfor juga termasuk komponen penting dalam pembentukan DNA dan RNA, yang merupakan materi genetik dalam sel-sel tubuh.

  • Menjaga kesehatan mata

Singkong mengandung vitamin A yang berperan dalam pembentukan pigmen visual dalam mata yang disebut rodopsin. Rodopsin ini penting untuk memungkinkan kamu bisa melihat dalam kondisi pencahayaan rendah, seperti saat malam hari.

Resep olahan singkong

Nah, bila kamu ingin menjadikan singkong sebagai camilan, ada berbagai olahan lezat dan praktis yang bisa diikuti. Ini dia beberapa inspirasi resep olahan singkong untukmu.

  • Singkong panggang keju

Bahan-bahan:

  • 3 buah singkong yang sudah dicuci dan dikupas
  • 3 siung bawang putih
  • Gula
  • Oregano
  • Minyak zaitun
  • Merica
  • Garam
  • Keju 

Cara membuat singkong panggang keju:

  • Rendam singkong di air bersih selama 10 menit, kemudian kukus sampai empuk.
  • Tambahkan bawang putih, gula, oregano, merica, dan garam secukupnya.
  • Oleskan minyak zaitun pada papan panggangan.
  • Panggang singkong di oven dengan suhu 200 derajat celsius selama 15 menit.
  • Jika sudah, taburkan keju di atasnya dan singkong siap dihidangkan.

Singkong susu almond

Bahan-bahan:

  • 1 buah singkong dipotong-potong
  • 500 ml susu almond
  • 150 ml air mineral
  • 150 gram gula merah
  • 3 helai daun pandan
  • Garam
  • Bubuk kayu manis

Cara membuat singkong susu almond:

  • Masak gula merah, air, daun pandan, dan garam di panci sampai mendidih.
  • Masukkan singkong dan tunggu sampai empuk.
  • Tambahkan susu almond dan bubuk kayu manis selagi diaduk.
  • Jika sudah matang, kamu bisa menyajikannya di mangkuk.

Bagaimana? Mudah, bukan? Dengan cara sederhana, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat singkong untuk ibu hamil hanya dengan membuat hidangan di atas.


Penulis: Nabila Ramadhani

Trauma karena cinta menjadi hal nyata yang berdampak pada emosional secara mendalam. Ketika hubungan cinta berakhir dengan luka, hal itu bisa menyebabkan rasa trauma yang sulit diatasi. Namun, jangan khawatir, kami akan memberikan beberapa tips agar kamu bisa mengurangi rasa trauma tersebut!

Yuk, simak penjelasannya!

Penyebab trauma karena cinta

Cara menghilangkan trauma masa lalu

Pengalaman trauma seseorang bisa sangat bervariasi, tergantung hal apa yang membuat mereka sedih dan kecewa. Secara umum, trauma karena cinta dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Pengalaman masa lalu. Pengalaman cinta yang buruk atau hubungan yang beracun di masa lalu dapat meninggalkan bekas yang mendalam dan menyebabkan trauma.
  • Pengkhianatan kepercayaan. Rusaknya kepercayaan dalam cinta biasanya menjadi penyebab utama dalam trauma emosional.
  • Perpisahan yang menyakitkan. Perpisahan dengan pasangan yang sangat menyakitkan atau tiba-tiba bisa meninggalkan luka batin yang dalam. Misalnya diselingkuhi atau pasangan meninggal dunia.
  • Kekerasan dalam hubungan. Jika hubungan sudah dipenuhi dengan kekerasan fisik atau emosional, maka trauma yang dialami biasanya akan lebih serius.
  • Penolakan dan perasaan tidak dihargai. Penolakan berulang kali atau merasa tidak dihargai dalam hubungan cinta bisa membuat seseorang merasa trauma karena cinta.

Tanda kamu mengalami trauma dalam cinta

cara melewati masa putus cinta

Kondisi trauma memang tidak bisa ditentukan oleh diri sendiri, perlu pemeriksaan khusus dengan ahlinya. Namun jika beberapa tanda ini ada pada dirimu, bisa jadi kamu mengalami trauma dan tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisimu. 

  • Gelisah dan sulit move on. Kamu merasa gelisah dan sulit untuk melupakan kenangan dengan mantan pasangan.
  • Kesulitan mempercayai orang lain. Setelah mengalami trauma dalam cinta, kamu mungkin kesulitan untuk mempercayai orang baru dalam hubungan.
  • Flashback kenangan buruk. Kamu sering mengalami flashback atau kenangan buruk tentang hubungan masa lalu yang menyakitkan.
  • Kecemasan dan ketakutan. Kamu merasa cemas dan takut terluka lagi jika terlibat dalam hubungan baru.
  • Menghindari hubungan baru. Kamu cenderung menghindari untuk terlibat dalam hubungan baru karena takut mengalami luka yang sama.
  • Perubahan mood yang ekstrem. Kamu mengalami perubahan mood yang ekstrem, dari sedih yang mendalam hingga marah yang tak terkendali.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial. Kamu cenderung menarik diri dari lingkungan sosial dan lebih suka menyendiri, tenggelam dalam pikiran dan emosi negatif.

Cara menghilangkan rasa trauma karena cinta

Mengatasi trauma karena cinta memerlukan waktu dan usaha, tapi kamu pasti bisa melalui masa sulit ini. Berikut adalah beberapa cara yang mudah dilakukan untuk menghilangkan rasa trauma karena cinta:

1. Terima perasaanmu

Terimalah perasaanmu dengan tulus dan jangan menekan emosi, biarkan dirimu merasakan dan melepaskan apa yang kamu rasakan.

2. Bicarakan dengan orang terdekat

Bicarakan perasaanmu dengan orang terdekat yang bisa dipercaya. Berbagi beban emosional dapat membantu meringankan rasa trauma.

Salah Satu Ciri Philophobia Adalah Selalu Ingin Putus, Yuk Kenali Penyebabnya!

3. Temukan dukungan profesional

Jika merasa kesulitan menghadapi trauma sendiri, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari terapis atau konselor. Ingat, mendapat dukungan dari professional bukan berarti kamu ‘sakit’.

4. Fokus pada pertumbuhan pribadi

Gunakan waktu ini untuk fokus pada pertumbuhan pribadi dan mengejar kegiatan yang membuatmu bahagia. Hal ini juga akan memberikan perasaan puas terhadap dirimu sendiri.

5. Latih teknik relaksasi

Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau olahraga untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan. Kamu bisa mempelajarinya melalui internet atau langsung belajar dengan ahlinya.

6. Jangan terburu-buru dalam hubungan baru

Jangan terburu-buru untuk terlibat dalam hubungan baru. Beri dirimu waktu untuk pulih dan memahami diri sendiri. Tidak apa-apa untuk menarik diri sementara, demi kebaikan diri sendiri.

7. Berikan maaf pada dirimu sendiri

Maafkan dirimu sendiri atas apa pun yang terjadi dalam hubungan masa lalu dan berikan dirimu kesempatan untuk memulai kembali. Langkah ini akan menjadi awal yang baik untuk membuka lembaran hidup yang lebih positif.

Menghadapi trauma karena cinta memang tidak mudah, tapi kamu bisa melaluinya dengan dukungan dan kesabaran. Terimalah perasaanmu dengan tulus dan berikan dirimu waktu untuk pulih. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terdekat atau profesional jika diperlukan. 

Ingatlah bahwa kamu layak untuk bahagia dan mendapatkan hubungan yang sehat. Semoga cara-cara di atas bisa membantu kamu menghilangkan rasa trauma karena cinta dan membuka lembaran baru yang lebih indah dalam hidupmu!

_________

Penulis: Afifa

Medical check up dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga bisa segera dilakukan pengobatan jika terdiagnosis penyakit tertentu. Setidaknya seseorang perlu melakukan pemeriksaan kesehatan sekali dalam setahun. Namun, bolehkah medical check up saat haid?

Kira-kira apakah hasil pemeriksaan fisik saat haid akan akurat? Yuk, simak pembahasan faktanya di artikel ini, Yoonies!

Apa itu medical check up

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan rutin yang ditujukan untuk mengetahui masalah kesehatan sejak dini. Kamu akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan tubuh tetap sehat. Apabila terdiagnosis penyakit, kamu bisa segera melakukan pengobatan demi mencegah kondisi yang lebih parah. 

Ketika melakukan pemeriksaan dokter akan bertanya tentang catatan kesehatan kamu, riwayat kesehatan keluarga untuk mengetahui apakah ada penyakit turunan, gaya hidup, kegiatan fisik, berat badan, diet, hingga kebiasaan merokok. 

Adanya medical check up bermanfaat untuk memperbesar peluang kesembuhan karena semakin dini dideteksi dokter bisa mengambil langkah pengobatan yang tepat. Manfaat medical check up, yaitu:

  1. Membantu menerapkan pola hidup sehat
  2. Mengetahui risiko masalah kesehatan yang berpotensi terjadi di masa depan
  3. Memperbarui imunisasi atau proteksi jika diperlukan

Tes MCU (medical check up) yang dilakukan meliputi pemeriksaan radiologi, kolesterol, gula darah, fungsi ginjal, hati, tes laboratorium, dan cek fungsi jantung. Sementara untuk perempuan tes lainnya seperti: 

  • Pemeriksaan pap smear
  • TORCH
  • Kanker payudara
  • Pemeriksaan penyakit seksual menular
  • Pemeriksaan kulit
  • Pemeriksaan kepadatan tulang
  • USG perut
  • Pemeriksaan tiroid

Wajib Tahu 5 Penyakit Ginekologi Dan Jenis Pemeriksaannya

Bolehkah medical check up saat haid?

bolehkah medical check up saat haid ini yang harus diperhatikan

Bolehkah medical check up saat haid? Yup, medical check up bisa dilakukan saat haid. Namun, beberapa pemeriksaan sebaiknya dilakukan setelah menstruasi selesai. Alasannya karena darah yang keluar bisa saja memengaruhi hasil tes. 

Contohnya pemeriksaan pap smear, di mana dibutuhkan sampel sel serviks dari vagina. Dikhawatirkan darah menstruasi bisa ikut terbawa saat sampel diambil. Beberapa tes yang sebaiknya tidak dilakukan saat haid, yaitu:

1. Pemeriksaan ovarium dan rahim

Pemeriksaan fisik ovarium dan rahim dilakukan di dalam tubuh. Untuk mengetahui kondisi organ tersebut, dokter memasukkan jari yang sudah bersarung tangan dan dilumasi ke dalam vagina. Sementara tangan satunya menekan bagian luar perut bagian bawah. 

Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa bentuk dan ukuran rahim serta indung telur. Apabila ada pertumbuhan abnormal dan jaringan lunak di bagian tersebut, dokter akan mencatat dan membuat diagnosis. Selain itu, bagian rektum juga akan diperiksa. 

2. Pemeriksaan visual dalam

Pemeriksaan vagina dan leher rahim menggunakan spekulum yakni alat logam berbentuk seperti paruh bebek untuk membuka dinding vagina. Sebelum dimasukkan, spekulum akan dihangatkan agar kamu terasa lebih nyaman. Lantaran dimasukkan ke vagina, darah menstruasi bisa mengganggu proses masuk dan visualisasi. 

3. Pap smear

Pap smear berguna untuk mendeteksi kanker serviks yang rentan dialami perempuan. Kamu bisa saja melakukan pap smear ketika haid. Namun, sebaiknya dilakukan setelah menstruasi usai. Darah yang keluar bisa mengubah keakuratan hasil pemeriksaan, terlebih jika kamu memiliki aliran darah yang deras. 

4. Pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan saluran kencing

Pemeriksaan ginjal, infeksi saluran kemih, dan fungsi hati biasanya dilakukan dengan mengambil urine untuk dianalisis. Dikhawatirkan darah dan cairan keputihan ikut terbawa dan menyebabkan diagnosis palsu. 

Misalnya, ketika darah bercampur dengan urine, dokter bisa saja salah menyimpulkan dan mengatakan bahwa seseorang mengalami hematuria. Ini karena munculnya darah menjadi tanda kerusakan pada sistem kemih. 

Apa itu Mamografi? Ini Fungsi dan Prosedur Pemeriksaannya!

Hal yang harus diperhatikan sebelum medical check up

Sebelum melakukan medical check up ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Selain memastikan jadwal pemeriksaan tidak berbarengan dengan tanggal menstruasi, pastikan kamu tidak melakukan hal di bawah ini:

  • Mengonsumsi alkohol
  • Tidak cukup tidur
  • Minum air terlalu banyak

Kamu bisa menggunakan pakaian yang nyaman dan menghindari aksesoris berbahan metal, agar memudahkan medical check up

Pertanyaan bolehkah medical check up saat haid sudah terjawab. Sekarang tak perlu khawatir lagi ya, Yoonies! Buatlah janji temu dengan dokter ketika tidak sedang menstruasi. Jika datang bulan muncul tiba-tiba, pertimbangkan untuk mengubah jadwal MCU. 


Penulis: Silvia Wardatul

Estrogen dikenal sebagai hormon “wanita”, sedangkan testosteron dikenal sebagai hormon “pria”. Meskipun begitu, baik wanita atau pria memiliki kedua hormon tersebut. Namun, biasanya wanita punya estrogen lebih tinggi dan pria memiliki lebih banyak testosteron. Lalu, bagaimana ciri-ciri hormon tinggi pada wanita?

Seiring dengan progesteron, estrogen berperan dalam kesehatan reproduksi wanita. Perkembangan karakteristik seks sekunder, seperti perubahan payudara, pinggul, menstruasi, kehamilan dan menopause semuanya terjadi karena peran estrogen.

Tak hanya itu, estrogen juga berperan penting dalam sistem tubuh lainnya. Namun, tinggi rendahnya estrogen secara konsisten menandakan kondisi yang butuh perhatian.

Lantas, bagaimana mengetahui ciri-ciri hormon tinggi pada wanita? Benarkah hormon tinggi pada wanita bisa berbahaya bagi kesehatan? Yuk, temukan jawabannya!

Estrogen dan efeknya pada tubuh 

Estrogen adalah hormon untuk kesehatan pria dan wanita serta perkembangan seksual. Pasalnya, hormon ini tidak hanya berfungsi pada kesehatan seksual wanita, melainkan juga berperan dalam mengatur kadar kolesterol, menjaga kesehatan tulang, dan memengaruhi suasana hati. 

Ada 3 jenis utama estrogen meliputi:

  • Estron (E1): Ini adalah jenis utama estrogen pada pria. Ini juga merupakan bentuk utama estrogen pada wanita setelah menopause. Ovarium, plasenta, testis, dan jaringan lemak menghasilkan estron dari androstenedion atau androgen.
  • Estradiol (E2): Pada wanita yang tidak hamil dan melahirkan anak, ini adalah hormon estrogen utama. Sangat penting dalam kesuburan dan membantu kesehatan otak dan tulang.
  • Estriol (E3): Plasenta menghasilkan estrogen jenis ini yang meningkat selama kehamilan. Jumlah estriol juga meningkat seiring pertumbuhan janin.

Coba Cara Ini untuk Memperbaiki Hormon Haid yang Tidak Teratur

Ciri-ciri hormon tinggi pada wanita

Ciri-ciri hormon tinggi pada wanita berupa:

  1. Penambahan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar pinggul dan pinggang
  2. Perdarahan menstruasi ringan atau berat
  3. Memburuknya sindrom pramenstruasi (PMS) dari biasanya
  4. Kelelahan
  5. Fibroid (tumor non-kanker) di dalam rahim
  6. Merasa tertekan atau cemas
  7. Benjolan payudara fibrokistik
  8. Kembung
  9. Sakit kepala
  10. Rambut rontok
  11. Penurunan gairah seks
  12. suasana hati atau kecemasan yang rendah
  13. Kualitas tidur buruk

Apabila kamu mengalami ciri-ciri hormon tinggi pada wanita seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan atau berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab hormon tinggi pada wanita

ciri-ciri hormon tinggi pada wanita dan penyebabnya

Kadar estrogen dapat menjadi tinggi karena beberapa alasan antara lain:

  • Produksi estrogen yang berlebihan
  • Perubahan cara tubuh dalam memecah estrogen
  • Perubahan cara tubuh dalam mengeluarkan estrogen

Selain itu, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kadar estrogen yang tinggi pada wanita, seperti:

1. Obesitas

Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan kadar estrogen lebih tinggi karena jaringan lemak mensintesis estrogen.

2. Stres

Stres meningkatkan kadar kortisol. Tingkat kortisol yang tinggi secara konsisten dapat menguras kadar progesteron dengan efek lanjutan pada estrogen.

3. Mengonsumsi alkohol

Perlu diketahui bahwa asupan alkohol yang tinggi dapat meningkatkan kadar estradiol dan membuat tubuh sulit memproses estrogen.

4. Dysbiosis

Dysbiosis usus adalah kondisi ketika terdapat banyak spesies bakteri berbahaya yang hidup di usus besar. Beberapa jenis bakteri usus dapat mengurangi kinerja tubuh dalam menghilangkan kelebihan estrogen dalam tubuh.

5. Obat-obatan

Sejumlah obat-obatan dapat memicu tingkat estrogen dan menekan hormon progesteron. Oleh karena itu, jika kamu juga mengalami ciri-ciri hormon tinggi pada wanita, penting mengetahui efek obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

6. Kondisi kesehatan tertentu

Ada sejumlah kondisi kesehatan yang berhubungan atau menyebabkan dominasi estrogen. Kondisi kesehatan tersebut termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), fibroid rahim, resistensi insulin, endometriosis, dan jenis kanker tertentu.

7. Kondisi genetik

Beberapa kondisi genetik atau bawaan, seperti sindrom kelebihan aromatase dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak estrogen dari biasanya. Itu dapat memengaruhi pria atau wanita.

15 Makanan Penambah Hormon Wanita, Coba Asupan Bermanfaat Ini!

Berbahayakah jika hormon wanita tinggi?

Setelah mengetahui ciri-ciri hormon tinggi pada wanita, kamu mungkin penasaran, apakah kondisi ini berbahaya? Faktanya, tingkat estrogen ada kalanya naik dan ada kalanya turun dan fluktuasi seperti itu adalah hal yang normal.

Misalnya, normal jika kadar estrogen meningkat selama masa pubertas dan menurun saat wanita mendekati menopauseSelain itu, kadar estrogen yang meningkat selama ovulasi juga hal yang normal karena dengan begitu tubuh dapat mempersiapkan diri untuk kehamilan.

Jika kamu ingin mengetahui kadar estrogenmu, bisa diukur dengan tes darah sederhana di laboratorium untuk dianalisis.  Pada dasarnya, kadar estrogen yang tinggi dan rendah memiliki dampak pada kesehatan.

Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko penyakit tertentu. Bahkan, peningkatan kadar estrogen pada wanita telah dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti polip, fibroid, PCOS, nyeri endometriosis, dan tumor ovarium.

Kondisi lain yang terkait dengan kadar estrogen yang tinggi termasuk demensia, penyakit jantung, kanker payudara, ovarium, dan rahim, serta resistensi insulin. 

Kadar estrogen yang rendah sering kali menjadi tanda bahwa kamu telah mendekati menopause. Estrogen rendah juga bisa menandakan masalah kesuburan, kekurangan gizi, kondisi seperti sindrom Turner.

Jadi, penting untuk mengetahui kadar estrogen yang tinggi karena dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Jika kamu mengalami ciri-ciri hormon tinggi pada wanita, segera konsultasi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.


Penulis: Silvia Wardatul

Sejak pubertas, wanita mengalami pasang surut atau perubahan hormon. Saat hormon seimbang, biasanya tubuh akan baik-baik saja. Namun, ketika hormon tidak seimbang, berbagai masalah kesehatan bisa saja muncul, salah satunya sindrom ovarium polikistik (PCOS). Lalu, apa tanda-tanda PCOS pada wanita?

PCOS adalah gangguan metabolisme dan hormonal yang memengaruhi sekitar 10% wanita. Sindrom ini terjadi ketika ovarium menghasilkan jumlah androgen (hormon seks pria yang biasanya ada pada wanita dalam jumlah kecil) yang tidak normal.

Wanita bisa terkena PCOS kapan saja setelah pubertas. Namun paling banyak kasus ini terjadi pada wanita yang berusia 20 sampai 30-an. Lantas, apa penyebab dan apa saja tanda-tanda PCOS pada wanita?

Apa itu PCOS?

Sindrom ovarium polikistik adalah kondisi hormonal yang kompleks yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “banyak kista”. Kondisi ini mengacu pada banyak folikel yang terbentuk sebagian di ovarium, yang masing-masing berisi sel telur dan jarang tumbuh hingga dewasa atau menghasilkan telur yang bisa dibuahi.

Jika kamu menderita PCOS, ovarium akan menghasilkan hormon dalam level tinggi atau disebut dengan androgen. Hal ini menyebabkan hormon reproduksi menjadi tidak seimbang. Akibatnya, penderita PCOS sering mengalami siklus haid tidak teratur, terlambat haid, dan ovulasi yang tidak bisa diprediksi.

10 Makanan Untuk Penderita PCOS yang Menyehatkan!

Lalu, apa penyebab PCOS pada wanita?

Kabar mengejutkannya, meski 10 juta wanita di seluruh dunia memiliki PCOS, namun para ahli belum mengetahui penyebab pastinya. Dokter Andrea E. Dunaif, profesor kedokteran di Mount Sinai Health System di New York City mengungkapkan, ada hubungan genetik yang kuat antara perempuan dalam keluarga terkait masalah PCOS.

Misalnya, jika saudara perempuanmu didiagnosis menderita PCOS, kamu memiliki risiko sekitar 40% untuk memiliki kondisi tersebut. Penyebab potensial lainnya termasuk perubahan dalam rahim, khususnya paparan hormon yang disebut hormon anti-Mullerian.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang memperburuk gejala PCOS, di antaranya:

1. Tingkat hormon androgen yang lebih tinggi

Tingkat androgen yang tinggi mencegah indung telur melepaskan sel telur yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Ovulasi yang tidak teratur juga dapat menyebabkan kantung kecil berisi cairan berkembang di ovarium.

2. Resistensi insulin

Resistensi insulin berarti tubuh tidak memproses insulin dengan benar yang menyebabkan kadar glukosa tinggi dalam darah. Peningkatan kadar insulin menyebabkan ovarium membuat dan melepaskan hormon androgen. Peningkatan hormon androgen akan menekan ovulasi dan berkontribusi pada gejala PCOS lainnya.

3. Peradangan

Wanita dengan PCOS sering mengalami peningkatan peradangan di tubuh. Terlebih jika mereka memiliki masalah kelebihan berat badan. 

Jangan Keliru, Ini Perbedaan PCO dan PCOS yang Wajib Kamu Ketahui!

Tanda-tanda PCOS pada wanita

tanda-tanda pcos pada wanita penyebab dan pengobatannya

Untuk mencegahnya berkembang lebih lanjut, kamu perlu memahami tanda-tanda PCOS pada wanita. Namun, perlu diingat, tidak semua wanita memiliki setiap gejala yang sama. Berikut tanda-tanda PCOS pada wanita yang perlu kamu waspadai:

  1. Haid tidak teratur
  2. Pertumbuhan rambut abnormal
  3. Obesitas
  4. Penggelapan kulit terutama di lipatan leher, ketiak, selangkangan, dan di bawah payudara
  5. Kista
  6. Infertilitas
  7. Rambut menipis
  8. Ovarium yang besar atau memiliki banyak kista
  9. Potongan kecil kulit berlebih di leher atau ketiak (skin tag)
  10. Pertambahan berat badan, terutama di sekitar perut (abdomen)

Apa saja pengobatan untuk PCOS?

Pengobatan untuk PCOS tergantung pada sejumlah faktor, seperti usia, seberapa parah gejalanya, dan kondisi kesehatanmu secara keseluruhan. Jenis pengobatan juga tergantung pada apakah kamu ingin hamil di kemudian hari.

Jika berencana untuk hamil, pengobatan untuk PCOS mungkin termasuk:

  • Perubahan pola makan dan aktivitas
  • Obat untuk menginduksi ovulasi (melepaskan sel telur) 
  • Pembedahan
  • Fertilisasi in vitro (IVF)

Jika tidak berencana untuk hamil, pengobatan meliputi:

  • Alat kontrasepsi hormonal. Pilihannya meliputi pil KB , tambalan, suntikan, cincin vagina atau alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
  • Obat sensitisasi insulin
  • Obat untuk memblokir androgen

Tips PCOS Diet Untuk Menurunkan Berat Badan

Bisakah PCOS dicegah?

Tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah PCOS, tetapi kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi gejalanya dan risikonya. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal.

Dengan mengelola gejala dan memilih gaya hidup sehat, kamu dapat mencegah komplikasi yang timbul akibat resistensi insulin dan tekanan darah tinggi, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Lantas, kapan sebaiknya harus menemui dokter? Jika mengalami tanda-tanda PCOS pada wanita, seperti siklus menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut di wajah dan tubuh yang tidak normal, ada gejala diabetes seperti rasa haus atau lapar yang berlebihan, sebaiknya temui dokter dan lakukan konsultasi.


Penulis: Silvia Wardatul

Memahami laki-laki bisa jadi hal yang menarik dan juga menantang, karena terkadang perilakunya sulit ditebak. Pria dan wanita memiliki cara berpikir yang berbeda, itulah yang membuat komunikasi dalam hubungan seringkali kompleks. Agar tidak salah menilai, yuk cari tahu cara memahami laki-laki!

Cara memahami laki-laki

cara pdkt dengan pria introvert

Memahami laki-laki itu sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan loh! Kamu hanya perlu tahu beberapa hal berikut ini:

1. Percaya diri

Laki-laki cenderung menunjukkan rasa percaya diri mereka, meskipun di dalamnya mungkin masih ada keraguan. Mereka ingin dianggap kuat dan mampu mengatasi tantangan. Hal ini juga berkaitan dengan stereotip maskulinitas pada laki-laki.

2. Komunikasi singkat 

Laki-laki cenderung berbicara lebih sedikit dan langsung ke inti permasalahan. Jadi, ketika berbicara dengan mereka, gunakan bahasa yang jelas dan langsung agar mereka langsung paham inti pembicaraannya.

3. Memberi solusi

Saat wanita cenderung ingin didengar dan mendapat dukungan emosional, laki-laki lebih condong memberikan solusi ketika dihadapkan pada masalah. Meski tidak semua orang pandai memberi solusi, setidaknya kamu bisa mendengarkannya dengan baik.

Agar Selalu Langgeng, Ini 5 Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh

4. Kesulitan dalam berbagi perasaan

Memang tidak semua laki-laki seperti ini, tapi beberapa dari mereka kesulitan dalam berbagi perasaan dengan detail. Ini bukan berarti mereka tidak peduli, hanya cara mereka mengekspresikannya berbeda.

5. Perhatian pada kegembiraan

Pria cenderung tertarik pada kegiatan yang menyenangkan. Kamu bisa mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain di wahana atau berolahraga bersama.

6. Kesulitan menghadapi drama

Laki-laki umumnya cenderung enggan menghadapi drama atau konflik emosional, baik dengan teman, keluarga, maupun pasangan. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi masalah.

Cara mengetahui laki-laki jatuh cinta

cara mengaklukan hati pria yang cuek

Memahami laki-laki secara perilaku mungkin tidak akan ada habisnya, karena setiap orang menunjukan hal yang berbeda. Tapi, jika kamu ingin mengetahui tanda-tanda ketika seorang laki-laki jatuh cinta bisa, berikut adalah beberapa isyarat cinta mereka yang bisa kamu pahami:

1. Mengutamakan kualitas waktu

Saat seorang pria jatuh cinta, dia akan mengutamakan kualitas waktu bersama orang yang disukainya. Dia ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin, bahkan menjadikanmu prioritas dari segala jadwal kegiatan apapun.

2. Menunjukkan perhatian

Pria yang jatuh cinta akan menunjukkan perhatian khusus padamu, hal ini biasanya sulit disembunyikan. Dia akan ingat detail kecil tentangmu dan mengingat hal-hal yang kamu ceritakan.

3. Melakukan pengorbanan

Saat dia benar-benar peduli, dia akan rela melakukan pengorbanan untuk kebahagiaanmu. Misalnya dari hal kecil, dia akan memprioritaskan makanan kesukaanmu atau menghadiahkan barang kesukaanmu.

4. Membuat rencana untuk masa depan

Pria yang serius akan membuat rencana untuk masa depan bersamamu. Dia akan membicarakan impian dan harapan bersamamu. Pastinya harus disertai dengan tindakan dan tidak hanya bicara saja.

Gentleman, Ini 5 Cara Peka terhadap Wanita

5. Mengenalkan pada orang tersayang

Ketika dia jatuh cinta, dia akan ingin kamu dikenalkan pada keluarga dan teman-temannya. Dia bangga punya kamu dalam hidupnya, dia juga akan memastikan kamu nyaman berada di tengah lingkungannya.

6. Pengungkapan emosi

Meskipun mungkin dengan canggung, dia akan mencoba untuk lebih terbuka tentang perasaannya dan mengungkapkan rasa cintanya kepadamu.

7. Melakukan hal kecil yang istimewa

Pria yang jatuh cinta akan melakukan hal kecil yang istimewa untukmu. Bisa berupa mengirim pesan manis, memberikan kejutan, atau memberikan hadiah kecil yang berarti.

8. Menghargai opini dan mimpi-mimpimu

Dia akan menghargai opini dan mimpi-mimpi yang kamu miliki. Dia akan mendukungmu untuk mencapai apa pun yang kamu inginkan, sekalipun itu hal yang orang lain anggap kecil.

9. Selalu ada saat dibutuhkan

Pria yang mencintaimu akan selalu ada disampingmu ketika kamu membutuhkannya, baik di saat senang maupun sedih. Dia juga tidak menghakimi saat kamu bercerita tentang kesulitanmu.

Memahami laki-laki memang butuh sedikit usaha dan pengertian. Penting untuk selalu berkomunikasi dengan baik dan terbuka agar hubungan semakin erat dan harmonis. Ingat, laki-laki yang benar-benar jatuh cinta kepadamu tidak akan membuatmu bingung tentang perasaannya. Dia akan menunjukkannya dengan jelas agar kamu tidak ragu dan paham.

______

Penulis: Afifa

Hubungan jarak jauh (LDR) memang menjadi tantangan tersendiri untuk setiap pasangan yang menjalaninya. Tidak semua orang bisa mempertahankan hubungan jarak jauh, karena dirasa terlalu sulit dan jarang menemukan kepastian. Tapi jika kamu sedang menjalani hubungan jarak jauh, jangan khawatir karena ada berbagai cara mengatasi rindu LDR. 

Yuk, simak selengkapnya!

10 Cara mengatasi rindu dalam LDR

cara hubungan ldr bertahan lama

Jangan membuat rindu merusak kebahagiaan dalam hubungan kamu dan pasangan. Berikut cara-cara yang bisa kamu coba dan praktekan langsung kepada pasangan untuk mengatasi rindu dalam LDR.

1. Komunikasi rutin

Jalin komunikasi yang rutin bersama pasangan. Dengan melakukan komunikasi yang intens di setiap waktu, rindu yang kamu rasakan akan sedikit terobati. Misalnya saling mengirim pesan singkat atau jika ada waktu lebih kamu bisa meneleponnya.

2. Agendakan video call

Dengan teknologi yang canggih, kini meski terpisah oleh jarak kamu tetap bisa melihat wajah pasangan dengan melakukan video call. Cara ini mungkin salah satu cara terbaik untuk merasa dekat meskipun berjauhan. 

3. Nikmati waktu bersama

Meskipun jarak yang jauh memisahkan, tetapi kamu tetap harus memiliki quality time bersama pasangan. Dengan cara menikmati waktu bersama dengan pasangan, ketika berbicara dengan pasangan misalnya dan jadikan waktu tersebut sebagai saat-saat yang berharga.

Cara Membahagiakan Pacar Biar Selalu Happy

4. Ciptakan kegembiraan

Cara lain yang bisa kamu lakukan yaitu membuat rencana untuk melakukan aktivitas bersama meski terpisah oleh jarak. Kamu bisa membuat rencana nonton film bersama secara online atau melakukan permainan secara online.

5. Fokus pada tujuan bersama

Untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis selain dengan melakukan komunikasi yang intens, kamu juga harus berfokus pada tujuan bersama. Hal ini bisa dengan cara saling memberikan motivasi dan saling menguatkan hubungan.

6. Jaga kedekatan emosional

Buatlah keadaan untuk menjaga kedekatan emosional bersama pasangan kamu. Salah satunya bisa dengan saling jujur terhadap perasaan yang dirasakan, serta dengarkan juga apa yang pasangan kamu sampaikan.

7. Berbagi aktivitas

Berbagi aktivitas atau melakukan aktivitas bersama-sama bisa membantu kamu merasa lebih dekat walaupun dipisahkan oleh jarak. Kamu bisa mencoba membaca buku, serial drama atau tv bersama, sehingga akan selalu ada pembahasan yang menarik bersama pasangan.

Agar Selalu Langgeng, Ini 5 Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh

8. Berkunjung secara virtual

Jika kamu memiliki waktu luang yang lebih, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat yang memiliki arti tersendiri untuk kamu dan pasangan. Seperti tempat pertama bertemu, tempat yang sering dikunjungi bersama atau kuliner yang sering didatangi.

9. Tetap aktif bersosial

Jangan terlalu murung dan terfokus pada rindu terhadap pasangan hingga mengabaikan lingkungan sekitar. Tetaplah aktif dan jalin hubungan yang baik dengan lingkungan sosial bersama teman-teman dan keluarga supaya tidak merasa kesepian.

10. Berfokus pada keberhasilan

Menjalin LDR memang bukan hal yang mudah dan tidak semua pasangan bisa melaluinya dengan baik. Tapi kamu juga harus selalu ingat dan fokus pada keberhasilan untuk mencapai kebahagiaan masa depan bersama pasangan kamu.

Cara kirim chat rindu saat ldr

cara pdkt lewat chat

Saling mengirim pesan singkat yang penuh rindu bisa menumbuhkan senyum bahagia. Nah, dengan begitu rasa sedih dan sepi yang terasa ketika berpisah dengan pasangan akan sedikit berkurang. Berikut ada beberapa contoh chat rindu yang bisa kamu coba saat LDR:

  • Hari ini aku merasa hampa tanpa kamu di sini. Aku rindu suara tawa dan senyum cantik kamu, sayang.”
  • Kamu tahu nggak, aku sepertinya nggak sabar banget buat ketemu kamu lagi. Rindu kamu banget.”
  • seiring waktu yang berjalan, rinduku padamu semakin besar. Kamu bagai cahaya dalam hidupku yang gelap.”
  • Meskipun jarak memisahkan kita, hatiku akan selalu dekat denganmu. Rindu sekali rasanya.”
  • Aku nggak bisa berhenti memikirkanmu. Kamu selalu ada dalam pikiranku, sayang.”
  • Saat-saat sulit seperti ini membuatku merasa semakin yakin kalau kamu itu adalah orang yang tepat untukku.”
  • Aku beruntung punya pasangan sepertimu dalam hidupku. Rindu ingin segera kembali bersamamu.”
  • Kamu adalah orang yang selalu bisa membuatku tersenyum, bahkan ketika jarak memisahkan kita.”
  • Jarak memang sulit dilawan, tapi aku tahu cinta kita kuat. Aku rindu banget, tapi nggak akan pernah menyerah.”
  • Kangen rasanya duduk berdua sambil bercanda seperti dulu. Semoga waktu bisa cepat berlalu dan  kita bisa bersama lagi secepatnya.”

Cara mengatasi rindu LDR memang tidak mudah, perlu komitmen, usaha, dan keyakinan yang kuat dari setiap pasangan. Selalu ingat untuk saling mendukung dan tidak saling menyalahkan karena jarak. Kamu bisa mencoba tips-tips di atas untuk memperkuat hubungan kamu meski sedang dalam masa LDR.

Selamat mencoba!

__________

Penulis: Afifa

Memiliki anak yang cerdas merupakan harapan setiap orang tua. Tidak sedikit dari parents yang memasukkan anak ke sekolah berkualitas dan les tambahan, agar meraih prestasi akademik. Namun, tahukah kamu kalau kecerdasan anak itu juga diturunkan dari orang tuanya? 

Kamu mungkin sering mendengar jika anak mendapatkan kecerdasan dari ibu. Akan tetapi, benarkah demikian? Yuk, simak kecerdasan anak menurun dari siapa hingga cara meningkatkan kemampuan berpikir buah hati di sini!

Kecerdasan anak menurun dari siapa?

Beberapa studi menunjukkan bahwa gen turut berpengaruh pada IQ seseorang. Orang tua menyumbang sekitar 40-60% kecerdasan, tetapi masih belum diketahui gen mana yang paling dominan berkontribusi dalam kecerdasan anak, apakah itu ayah atau ibu. 

Penelitian tentang gen kecerdasan cukup menantang dan masih perlu diteliti lebih lanjut. Melansir dari Medicine Plus, studi belum secara yakin mengidentifikasi gen apa pun yang memiliki peran utama dalam perbedaan kecerdasan. 

Kemungkinan besar, sejumlah besar gen terlibat yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kecil bagi kecerdasan seseorang. Sebagai tambahan, studi juga menjelaskan ada area lain yang berkontribusi pada kecerdasan, yaitu ingatan dan kemampuan verbal. 

Melansir Health Desk, penelitian terdahulu menemukan gen kecerdasan penting terdapat pada kromosom X. Perempuan membawa kromosom XX, sedangkan pria membawa kromosom XY. 

Kromosom X terbukti berkaitan dengan pengambangan otak. Mungkin karena inilah banyak menyimpulkan bahwa perempuan lebih berpotensi menurunkan kecerdasan karena memiliki 2 kromosom, sedangkan laki-laki hanya membawa satu kromosom X. 

Cara Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini yang Bisa Moms Terapkan

Faktor lain yang memengaruhi kecerdasan anak

kecerdasan anak menurun dari siapa

Gen bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kepintaran anak. Selama masa kehamilan hingga si kecil lahir, makanan serta cara mendidik turut berpengaruh pada kecerdasannya. 

1. Pola asuh

Gaya mengasuh yang orang tua berikan turut berdampak bagi kecerdasan emosional anak. Berdasarkan jurnal Universitas Negeri Yogyakarta, emotional coaching parenting style berdampak pada EQ anak. 

Pola asuh ini menyadari emosi anak dan melihat emosi tersebut sebagai peluang untuk menjalin keintiman serta mengajarkan si kecil. Orang tua tipe ini membantu anak mengungkapkan emosinya, memvalidasi, menanamkan empati, hingga membantu menyelesaikan mereka. 

Pengasuhan turut memainkan peran penting untuk membuat anak mampu mewujudkan potensi penuh, mempengaruhi kecerdasan sosial, emosional, dan intelektualnya. 

2. Gaya belajar

Mengetahui gaya belajar anak bisa membantu memaksimalkan kecerdasan anak. Sebagai orang tua Anda bisa mempelajari bagaimana anak memecahkan masalah? Apakah mereka cenderung mudah memahami pembelajaran berbasis visual, kinestetik, atau auditori?

3. Nutrisi

Salah satu faktor yang berpengaruh pada kecerdasan anak adalah nutrisi. Asupan yang dikonsumsi akan mempengaruhi perkembangan otak si kecil. Misalnya, makanan yang baik untuk otak yaitu ikan salmon, kacang merah, susu, telur, dan bayam. Selama masa kehamilan ibu perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi bagi janin. 

Jangan Asal Berikan! Ini Mainan Anak Perempuan Sesuai dengan Usianya

Cara meningkatkan kecerdasan anak

Terlepas dari ayah atau ibu yang menurunkan kecerdasan. Mom bisa melakukan cara di bawah ini untuk meningkatkan kecerdasan si kecil. 

1. Melakukan stimulasi

Stimulasi yang diberikan mungkin tampak tidak berpengaruh ketika masa toddler. Namun, stimulasi yang rutin diberikan akan terlihat saat anak sudah memasuki masa sekolah. Otak yang masih berkembang dan diberikan stimulasi yang tepat, akan berdampak pada cara anak berkomunikasi dan berpikir. Contohnya, mengajak anak main puzzle, mengobrol, hingga menonton tayangan edukatif. 

2. Memperhatikan kecukupan nutrisi

Asupan yang si kecil makan turut berkontribusi untuk kecerdasan. Oleh sebab itu, pastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi, sehingga mencegah stunting dan masalah perkembangan otak lainnya. 

Stunting yang terjadi akibat kurangnya gizi berpotensi mengganggu kemampuan berpikir, membuat anak kesulitan belajar, dan risiko penyakit seperti diabetes. 

3. Memberikan pujian agar anak memiliki mindset tumbuh

Selain memberikan stimulasi, orang tua perlu memuji usaha anak sehingga mereka merasa berharga dan mendorong si kecil melakukan kegiatan lainnya. Ketika mendapat pujian anak juga jadi sadar apa yang mereka lakukan. 

4. Melatih ingatan 

Orang tua dapat mengajak anak bermain permainan untuk melatih ingatan dan menanyakan kegiatan si kecil ketika di sekolah. Ini akan mendorongnya mengingat dan menjelaskan apa yang sudah ia lakukan. 

10 Dampak Pola Asuh Permisif untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui!

Jadi, sudah tahukan kecerdasan anak turun dari siapa? Nah, moms bisa ikuti langkah-langkah di atas untuk membantu perkembangan otak si kecil. 


Penulis: Silvia Wardatul

Tumbuh gigi merupakan salah satu tonggak penting bagi anak karena kondisi ini menandakan bahwa perkembangannya sudah sesuai. Secara umum, bayi tumbuh gigi mulai muncul di tahun pertama. Lalu, seperti apa ciri ciri anak tumbuh gigi? 

Menurut American Dental Association, umumnya gigi susu pertama bayi tumbuh pada usia 6-9 bulan. Ada juga gigi bayi yang tumbuh lebih cepat pada usia 3-4 bulan. Jika di usia 6 bulan bayi belum menunjukkan tanda-tanda tumbuh gigi, jangan khawatir karena tumbuh gigi pertama terjadi dalam rentang waktu 3-12 bulan.

Perlu diketahui, bayi membutuhkan waktu sekitar 2 tahun sampai gigi susu bayi lengkap sejak gigi pertamanya tumbuh. Setiap bayi memiliki cara dan kecepatan tumbuh kembangnya masing-masing, termasuk pertumbuhan giginya yang dipengaruhi oleh kecukupan gizi tubuh dan genetik orang tuanya,

Mengingat pertumbuhan gigi pada setiap bayi berbeda-beda. Untuk itu, orang tua harus mengetahui ciri ciri bayi tumbuh gigi dan tahapan pertumbuhan giginya.

Tahapan pertumbuhan gigi susu berdasarkan usia

Sebagai orang tua, kamu perlu mengetahui tahapan pertumbuhan gigi susu anak  menurut usianya.

  • Usia 5-7 bulan: Gigi seri depan bawah
  • Usia 6-8 bulan: Gigi seri depan atas
  • Usia 9-11 bulan: Gigi seri samping
  • Usia 12-16 bulan: Gigi geraham pertama bagian atas dan bawah
  • Usia 16-20 bulan: Gigi taring bagian atas tumbuh, disusul dengan gigi taring bagian bawah
  • Usia 20-30 bulan: Gigi geraham kedua yang tumbuh di rahang atas dan bawah

Ciri-Ciri Speech Delay pada Anak, Moms Perlu Waspadai!

Ciri ciri anak tumbuh gigi yang perlu orang tua ketahui

Ciri ciri anak tumbuh gigi bisa sangat bervariasi. Bagi beberapa anak, tumbuh gigi dapat menyebabkan gejala ringan yang hanya berlangsung beberapa hari. Terlebih, gejala tumbuh gigi pada anak bisa muncul bersamaan dengan penurunan imunitas si kecil. Sehingga pada saat yang sama, si kecil rentan terhadap penyakit lain seperti infeksi ringan. 

Namun, bagi beberapa anak lainnya, tumbuh gigi itu menyakitkan dan bisa bertahan lebih lama. Nah, daripada Moms bingung, berikut ciri ciri anak tumbuh gigi yang wajib diketahui:

1. Sulit untuk tidur nyenyak di malam hari

Rewel saat tumbuh gigi bisa membuat si kecil sulit tidur nyenyak di malam hari. Faktanya, pertumbuhan gigi pada anak terjadi lebih aktif pada malam hari.

2. Gusi bengkak

Proses yang menyakitkan bagi banyak anak saat proses tumbuh gigi ialah gusi bengkak dan kemerahan. 

3. Senang menggigit

Saat hendak tumbuh gigi pertamanya, si kecil akan memiliki kebiasaan baru seperti senang menggigit benda apapun. Kebiasaan ini muncul akibat adanya tekanan dari gusi yang membuat bayi tidak nyaman. 

4. Tidak mau makan atau menyusu

Saat tumbuh gigi, anak akan merasa tidak nyaman akibat gusi bengkak karena gigi berusaha keluar melalui gusi. Tak heran jika rasa sakit ini membuat nafsu makan si kecil berkurang, bahkan terkadang ia menolak untuk diberikan susu.

5. Suhu tubuh meningkat

Salah satu ciri ciri anak tumbuh gigi yang juga kerap terjadi yaitu adanya peningkatan suhu tubuh. Suhu tubuh yang meningkat biasanya tidak lebih dari 39° Celcius.

Kenali Gejala dan Pengobatan Asma pada Anak yang Tepat!

Kenapa bayi demam saat tumbuh gigi?

ciri ciri anak tumbuh gigi kenapa bisa demam

Beberapa orang tua percaya bahwa tumbuh gigi dapat menyebabkan demam. Padahal, tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Memang benar bahwa tumbuh gigi dapat sedikit meningkatkan suhu tubuh, tetapi tidak akan menyebabkan demam. 

Pasalnya, demam pada anak didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas 38° Celcius. Selain itu, saat demam, anak juga biasanya mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Mengeluarkan banyak keringat
  • Menggigil 
  • Kehilangan selera makan
  • Dehidrasi
  • Pegal-pegal

12 Penyebab Anak Sering Menangis Tanpa Sebab

Cara mengatasi bayi tumbuh gigi

Selama bayi tumbuh gigi, yang dibutuhkan orang tua dalam menghadapi si kecil adalah kesabaran. Memberikan perhatian dan kasih sayang ekstra pada si kecil dapat membantu mengalihkan perhatian si kecil dari rasa sakit.

Sementara itu, ada juga hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman akibat tumbuh gigi antara lain:

  • Memastikan kebutuhan cairan anak tetap terjaga dan tubuhnya terhidrasi. Mengingat bayi yang sedang tumbuh gigi menghasilkan banyak air liur untuk menggantikan cairan yang hilang.
  • Berikan teether pada anak sebagai media untuk menggigit.
  • Berikan gosokan lembut pada gusi bayi dengan tangan bersih.
  • Bagi anak yang sudah mendapatkan makanan padat, makanan seperti buah dingin dapat diberikan untuk memberikan sensasi nyaman saat gusi bengkak.

Itulah ciri ciri anak tumbuh gigi yang perlu orang tua ketahui. Sebagian besar gejala tumbuh gigi dapat ditangani di rumah. Namun, jika si kecil sangat rewel atau tidak nyaman, tidak ada salahnya untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter.


Penulis: Silvia Wardatul

Anak yang ceria dan suka bercerita tentu menjadi impian semua orang tua. Biasanya anak yang memasuki usia 2 tahun akan lebih banyak bicara. Hal ini karena ia mulai belajar bahasa dan struktur kata sehingga kemampuan berbicaranya semakin lancar dan jelas. Lalu, bagaimana jika mengalami speech delay pada anak?

Ada kalanya beberapa anak mengalami keterlambatan bicara atau speech delay. Tentunya hal ini akan membuat khawatir para orang tua. Agar tak salah ambil keputusan dalam penanganan, yuk ketahui fakta seputar speech delay pada anak, termasuk ciri-cirinya!

Apa itu speech delay?

Speech delay atau keterlambatan bicara adalah kondisi di mana kemampuan anak untuk belajar berbicara lebih lambat dari yang diharapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa si kecil berbicara kurang lancar daripada teman sebayanya. Pada usia dua hingga tiga tahun, rata-rata anak mulai mengucapkan kata-kata sederhana dengan berbagai tingkat artikulasi.

Ciri anak mengalami speech delay

Keterlambatan bicara ditandai dengan perkembangan bicara dan komunikasi anak yang lebih lambat. Hal ini terlihat dari kosakata mereka yang terbatas jika dibandingkan dengan teman sebayanya.

Berikut beberapa ciri speech delay pada anak yang perlu orang tua pahami dan waspadai:

  • Di usia 7-12 bulan, si kecil tidak merespons saat seseorang memanggil namanya, hanya mengeluarkan sedikit suara, tidak menggunakan gerakan seperti melambai atau menunjuk (7-12 bulan).
  • Pada rentang usia 7 bulan sampai 2 tahun ia tidak mengerti apa yang dikatakan orang lain.
  • Di usia 1-1,5 tahun, anak hanya mengatakan beberapa kata, lebih memilih isyarat daripada vokalisasi untuk berkomunikasi, kesulitan menirukan suara.
  • Pada usia 1,5-3 tahun, si kecil tidak dapat merangkai kata menjadi kalimat.
  • Pada usia 2 tahun, ia memiliki nada suara yang tidak biasa (seperti suara serak atau sengau) dan  tidak bisa mengikuti petunjuk sederhana.
  • Mengalami kesulitan bermain dan berbicara dengan anak lain meski usianya telah memasuki 2-3 tahun.
  • Memiliki banyak kesulitan mengucapkan suara atau kata-kata, merentangkan suara (seperti ‘ffffffarm’) atau sering berhenti saat berbicara pada usia 2,5-3 tahun.

Jangan Asal Berikan! Ini Mainan Anak Perempuan Sesuai dengan Usianya

Faktor penyebab anak terlambat bicara

penyebab speech delay pada anak

Banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara. Berikut beberapa hal yang dapat memicu anak mengalami speech delay, antara lain:

1. Masalah pendengaran

Anak-anak tunarungu mungkin mengalami kesulitan berbicara, memahami, meniru, dan menggunakan bahasa.

2. Lidah pendek

Selain bibir sumbing, anak yang memiliki lidah pendek atau kelainan rahang juga bisa mengalami keterlambatan bicara.

3. Kurangnya rangsangan

Tidak selalu karena faktor medis, penyebab anak terlambat berbicara juga karena orang-orang di sekitarnya jarang mengajaknya untuk berkomunikasi.

4. Gangguan pada saraf

Adanya gangguan pada otak yang dapat mempengaruhi sistem saraf reseptif (penerimaan) dan ekspresif (cara bicara). Biasanya ini terjadi pada mereka yang mengalami kondisi Autisme, ADHD, Cerebral Palsy.

5. Malnutrisi

Nutrisi yang tidak tercukupi dengan baik juga menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara.

6. Infeksi telinga

Infeksi telinga terutama infeksi kronis, dapat memengaruhi pendengaran si kecil. Namun selama ada pendengaran normal di satu telinga, bicara dan bahasa akan berkembang secara normal.

Cara Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini yang Bisa Moms Terapkan

Bagaimana orang tua dapat membantu anak yang mengalami keterlambatan bicara?

Sebagai orang tua, kamu juga dapat membantu si kecil yang mengalami keterlambatan bicara dengan melakukan beberapa cara berikut:

  • Ajak anak bicara setiap hari
  • Gunakan gerak tubuh, benda, warna, orang, dan kata-kata sehingga anak dapat dengan mudah membalas apa yang kamu katakan 
  • Bacakan buku untuk mereka dan beritahu tentang gambar saat kamu membaca
  • Nyanyikan lagu dengan gerakan tubuh 
  • Berikan perhatian penuh saat kamu berbicara dengan mereka
  • Biarkan si kecil berinteraksi dengan anak yang sudah bisa berbicara, karena hal ini dapat membantu mereka mengembangkan komunikasi dengan lebih baik
  • Ajukan pertanyaan dan beri mereka waktu untuk menjawab

Pilihan terapi mengatasi speech delay

Terapi bicara-bahasa adalah perawatan yang biasa dilakukan untuk anak dengan gangguan bicara maupun bahasa. 

Dalam terapi wicara, Ahli patologi wicara-bahasa (SLP) bekerja dengan seorang anak secara pribadi, dalam kelompok kecil, atau di ruang kelas untuk mengatasi masalah. Terapis menggunakan berbagai strategi, termasuk:

1. Kegiatan intervensi bahasa

SLP akan berinteraksi dengan anak dengan cara  bermain dan berbicara, menggunakan gambar, buku, benda, atau kejadian yang sedang berlangsung untuk merangsang perkembangan bahasa. 

Terapis dapat mencontohkan kosa kata maupun tata bahasa yang benar, dan menggunakan latihan pengulangan untuk membangun keterampilan bahasa.

2. Terapi artikulasi

Latihan artikulasi, atau produksi suara, melibatkan terapis yang membuat model suara dan suku kata yang benar dalam kata dan kalimat. 

SLP akan menunjukkan kepada anak cara membuat bunyi tertentu, seperti bunyi “r”, dan mungkin menunjukkan cara menggerakkan lidah untuk membuat bunyi tertentu.

3. Terapi oral-motorik/makan dan menelan

SLP dapat menggunakan berbagai latihan oral – termasuk pijat wajah dan berbagai latihan lidah, bibir, dan rahang – untuk memperkuat otot mulut untuk makan, minum, dan menelan. 

Keterlambatan bicara adalah masalah umum pada anak-anak dan dapat ditangani dengan deteksi dini. Dalam beberapa kasus, keterlambatan bicara disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan yang mendasarinya. 

Oleh karena itu, orang tua tidak boleh mengabaikan ciri-ciri awal speech delay pada anak. Sebab, seorang anak dapat dengan mudah mengatasi kondisi ini dengan usaha yang cukup dan perhatian yang cukup dari orang tua.


Penulis: Silvia Wardatul

Belum lama ini jagat dunia TikTok dihebohkan dengan sejumlah video wanita yang memperlihatkan transformasi bentuk hidung mereka yang tampak normal sebelum hamil hingga membesar selama kehamilan sampai melahirkan atau dikenal dengan pregnancy nose.

Lantas, dari video tersebut, tak sedikit yang bertanya “Benarkah kehamilan bisa membuat hidung wanita menjadi lebih besar?”. Yaps, wanita memang tidak bisa menghindari berbagai perubahan tubuh selama kehamilan, mulai dari bentuk payudara yang semakin besar, pembengkakan pada kaki, bahkan hidung pun juga bisa terkena dampak mengalami perubahan selama kehamilan.

Hidung yang membesar dikenal juga dengan istilah pregnancy nose. Namun, apa yang sebenarnya menjadi penyebab perubahan hidung pada wanita hamil bahkan hingga saat melahirkan? Yuk, simak fakta selengkapnya!

Apa itu pregnancy nose?

Pembengkakan hidung pada kehamilan juga dikenal sebagai rinitis kehamilan atau pregnancy nose adalah kondisi di mana wanita hamil mengalami hidung tersumbat dan pembengkakan pada saluran hidung.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah selama kehamilan yang menyebabkan peradangan pada jaringan hidung.

Di samping itu, pregnancy nose juga disebabkan oleh kadar estrogen dan progesteron yang lebih tinggi selama kehamilan yang dapat menyebabkan pembuluh darah di saluran hidung melebar dan menjadi lebih sensitif.

Pada akhirnya, hal ini dapat mengakibatkan hidung tersumbat hingga bengkak. Selain itu, peningkatan volume darah selama kehamilan juga dapat menyebabkan pembengkakan.

Meskipun pembengkakan hidung saat hamil tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, hal itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu tidur. Bahkan dapat memicu stres dan frustasi.

Namun, apakah pregnancy nose terjadi pada setiap ibu hamil? Jawabannya tidak, fenomena ini tidak terjadi pada setiap wanita yang sedang hamil. Itu karena tubuh setiap wanita merespons perubahan hormonal yang berbeda-beda.

10 Ciri Ciri Orang Hamil dari Raut Wajah, Calon Ibu Wajib Tahu!

Mengapa hidung bisa membengkak saat hamil?

apa itu pregnancy nose viral di tiktok

Mengalami pregnancy nose mungkin akan membuat para wanita khawatir dan takut untuk hamil. Sebab, gejala kehamilan ini tidak dirasakan oleh setiap wanita. Lantas, mengapa hidung bisa membengkak saat hamil? Ada beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini, di antaranya:

  • Selama trimester pertama kehamilan, pembuluh darah melebar untuk mengirim lebih banyak darah ke janin yang sedang tumbuh. Pembuluh darah ini juga melebar di sinus dan saluran hidung sehingga menyebabkan sedikit pembengkakan di hidung.
  • Selama trimester terakhir kehamilan, retensi air di wajah dapat menyebabkan hidung membengkak.
  • Tingkat tekanan darah tinggi selama kehamilan juga dapat menyebabkan pembengkakan di hidung.
  • Pembengkakan di hidung atau peningkatan ukuran hidung dapat dikaitkan dengan perubahan sistem hormonal tubuh.
  • Peningkatan kadar estrogen dalam tubuh dapat meningkatkan aliran darah ke selaput lendir yang berada tepat di bawah hidung. Aliran darah yang meningkat memperluas otot-otot di hidung.
  • Otot dan selaput di bawah hidung mengembang karena lebih banyak darah yang dipompa melalui hidung.
  • Wanita hamil juga dapat mengalami asma, alergi, atau kepekaan yang meningkat terhadap zat tertentu, seperti serbuk sari atau debu, yang dapat menyebabkan pembengkakan hidung.

Inilah alasan beberapa wanita mungkin melihat hidung mereka semakin lebar dan berubah bentuk selama kehamilan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan: Gunakan Rumus Sederhana Ini!

Cara mencegah pregnancy nose

Meski banyak kasus pembengkakan di hidung bukan hal yang dapat memicu penyakit serius, tapi bagi banyak wanita, perubahan sejumlah tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan menurunnya tingkat percaya diri.

Kendati demikian kamu tak perlu khawatir sebab ada beberapa cara untuk mengatasi dan mengurangi pembengkakan tersebut. Jika kamu melihat adanya pembengkakan di hidungmu, cobalah untuk mengurangi asupan garam secara keseluruhan.

Dengan cara ini nantinya akan mengurangi tingkat retensi air dan mengatur tekanan darah tinggi. Selain itu, kamu juga bisa memenuhi asupan cairan yang cukup, karena asupan air membantu mengurangi retensi air dan mengurangi pembengkakan. 

Kapan harus menghubungi dokter?

Meski biasanya pregnancy nose bisa hilang dengan sendirinya, namun kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter jika melihat adanya pembengkakan di bagian tubuh lain, seperti tangan, wajah, atau kaki. 

Jika kamu melihat pembengkakan yang parah atau tiba-tiba, itu mungkin karena tekanan darah tinggi atau preeklampsia ditambah dengan retensi air yang tidak baik untuk kehamilan. Jadi sebaiknya segera lakukan konsultasi, ya!


Penulis: Silvia Wardatul

Kelahiran prematur adalah kondisi di mana bayi dilahirkan sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu. Kondisi ini cukup serius karena bisa menimbulkan masalah berbahaya bagi kesehatan ibu dan anak. 

Maka dari itu, penting untuk para ibu mengetahui apa bahaya dari bayi lahir prematur, mulai dari penyebab hingga pencegahannya. Simak informasi selengkapnya di sini!

Apa itu kelahiran prematur?

ciri bayi prematur yang sehat

Kelahiran prematur terjadi ketika bayi lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu. Normalnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu, dan bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap prematur. 

Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Bayi yang lahir prematur dapat juga direncanakan dalam situasi medis tertentu jika kesehatan ibu atau bayi terancam

Penyebab kelahiran prematur

Seperti yang kamu tahu, kelahiran prematur bisa terjadi secara tiba-tiba. Sayangnya, tidak ada yang mengetahui apa penyebab pasti dari kondisi kehamilan ini. Ada kalanya dokter harus memulai persalinan lebih awal karena alasan medis tertentu. 

Sementara itu, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami persalinan prematur. Berikut deretan faktor risikonya. 

  • Penyakit kronis, seperti diabetes atau infeksi. 
  • Penyalahgunaan obat atau alkohol. 
  • Hamil bayi kembar dua, tiga, atau seterusnya. 
  • Tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia).
  • Masalah pada rahim atau leher rahim ibu. 
  • Usia ibu terlalu muda atau terlalu tua. 
  • Perdarahan atau infeksi vagina selama kehamilan

Ini Dampak Stres Saat Hamil, Bisa Membuat Bayi Lahir Prematur

Gejala kelahiran prematur

Pada kebanyakan kasus, persalinan prematur terjadi secara tidak terduga. Namun, gejala dari persalinan ini mirip dengan persalinan biasa. Berikut ini tanda-tanda persalinan dini yang perlu kamu waspadai. 

  • Kontraksi: perut mengencang seperti kepalan tangan setiap 10 menit atau lebih sering. 
  • Perubahan keputihan: peningkatan jumlah cairan keputihan hingga perdarahan pada vagina. 
  • Tekanan pada panggul: perasaan bahwa bayi menekan ke bawah. 
  • Sakit punggung: punggung bagian bawah terasa sakit. 
  • Kram perut: mengalami sakit perut dengan atau tanpa diare. 

Jika memiliki tanda atau gejala persalinan prematur, segera datangi rumah sakit dan hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat. 

Komplikasi lahir prematur pada bayi

komplikasi kelahiran prematur

Faktanya, tidak semua bayi dengan kelahiran prematur mengalami komplikasi kesehatan. Meski begitu, dilahirkan terlalu cepat tentu bisa memicu berbagai masalah medis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Umumnya, semakin cepat bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi yang dialami. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada bayi yang lahir prematur. 

1. Sulit bernapas

Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami masalah pernapasan. Pasalnya, paru-paru mereka belum sepenuhnya berkembang. Akibatnya, mereka kesulitan mengambil udara dengan baik. 

Untungnya, masalah pernapasan yang disebut sebagai apnea ini bisa diatasi saat mereka pulang dari rumah sakit. Namun, beberapa bayi prematur mungkin mengalami kelainan paru-paru yang cukup jarang, seperti bronkopulmoner. 

2. Masalah pada jantung

Masalah jantung yang umum pada bayi kelahiran prematur adalah PDA (paten ductus arteriosus) dan tekanan darah rendah. PDA adalah pembukaan di jantung yang harusnya menutup setelah lahir. Jika tidak tertutup dengan sendirinya, ini bisa menyebabkan gagal jantung. 

Tekanan darah rendah mungkin juga terjadi dan bisa diatasi dengan memberikan cairan, obat, atau transfusi darah. Semua ini penting untuk mengatasi komplikasi dan menjaga kesehatan bayi prematur.

3. Perdarahan pada otak

Semakin prematur bayi lahir, semakin besar risiko terjadi pendarahan di otak yang disebut perdarahan intraventrikular. Kebanyakan pendarahan ini ringan dan sembuh dengan sedikit dampak pada jangka pendek.

Namun, ada kemungkinan beberapa bayi mengalami pendarahan yang lebih serius yang bisa menyebabkan cedera otak permanen.

4. Tubuh bayi sulit mengontrol suhu tubuh

Bayi kelahiran prematur bisa dengan cepat kehilangan panas tubuh. Ini karena mereka belum memiliki cadangan lemak yang cukup seperti bayi yang lahir di usia normal. Mereka juga tidak dapat menghasilkan panas tubuh yang cukup untuk mengganti yang hilang dari tubuh mereka. 

Jika suhu tubuh mereka terlalu rendah, ini bisa menyebabkan masalah berbahaya yang disebut hipotermia.

Jangan Takut Moms, Ini Ciri-Ciri Bayi Prematur Yang Sehat

5. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan ternyata juga sering terjadi pada bayi prematur karena sistem pencernaan mereka yang belum matang. Ini bisa memicu masalah seperti necrotizing enterocolitis (NEC).

NEC adalah kondisi di mana dinding usus bayi terluka dan bisa terjadi setelah bayi mulai makan. Kabar baiknya, bayi lahir prematur yang hanya mendapatkan ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit pencernaan ini. 

6. Masalah sistem peredaran darah

Bayi prematur juga berisiko mengalami masalah darah, seperti anemia dan penyakit kuning. Anemia terjadi saat tubuh bayi tidak memiliki cukup sel darah merah. 

Semua bayi baru lahir memang mengalami penurunan jumlah sel darah merah secara perlahan. Namun, penurunan ini terjadi lebih besar pada bayi prematur. 

Sementara itu, penyakit kuning menyebabkan kulit dan mata bayi terlihat kuning karena terlalu banyak zat kuning dari hati atau sel darah merah dalam darahnya. Hal ini disebabkan oleh zat bernama bilirubin. Meskipun penyakit kuning bisa disebabkan oleh banyak hal, kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi prematur.

7. Gangguan metabolisme

Kelahiran prematur ternyata juga bisa menyebabkan gangguan metabolisme pada bayi yang baru lahir. Begini, beberapa bayi dengan kondisi ini punya kadar gula darah yang sangat rendah karena memiliki cadangan gula darah yang lebih sedikit. 

Terlebih lagi, bayi prematur kesulitan dalam mengubah gula cadangan menjadi bentuk gula darah yang lebih bermanfaat dan aktif.

5 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!

8. Mudah terserang penyakit

Umumnya, bayi prematur mempunyai sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang. Hal tersebut tentu bisa meningkatkan risiko penyakit lebih tinggi. Misalnya, infeksi pada bayi prematur bisa lebih cepat menyebar ke aliran darah dan meningkatkan risiko masalah seperti sepsis. 

9. Komplikasi jangka panjang

Dalam waktu jangka panjang, kelahiran prematur bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang cukup mengganggu, seperti: 

  • Kelumpuhan otak
  • Kesulitan belajar
  • Penyakit mata, seperti retinopati prematuritas
  • Masalah pendengaran
  • Kerusakan gigi
  • Masalah kesehatan mental.

Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah: Ada Metode Kanguru

Pencegahan bayi lahir prematur

Meskipun beberapa kasus kelahiran prematur tidak dapat dihindari, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko. Berikut beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan. 

  • Konsumsi suplemen progesteron, terutama untuk ibu dengan serviks yang pendek. 
  • Penjahitan serviks (cervical cerclage), terutama untuk ibu dengan inkompetensi serviks. 
  • Memantau kehamilan secara teratur untuk mendeteksi bila ada masalah. 
  • Menjaga pola makan sehat, mendapatkan istirahat yang cukup, dan rutin olahraga ringan. 
  • Mendapatkan edukasi seputar tanda-tanda kelahiran prematur untuk mengatasi situasi yang lebih baik

Itu tadi sederet informasi seputar kelahiran prematur yang wajib kamu ketahui. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan perawatan yang tepat dan dukungan baik untuk meningkatkan harapan hidup bayi prematur, ya!


Penulis: Nabila Azmi

Posisi sungsang pada bayi seringkali dialami oleh beberapa ibu hamil. Posisi bayi sungsang tersebut dapat membuat persalinan normal menjadi sulit. Sehingga, pada kasus bayi sungsang, ibu hamil disarankan untuk melahirkan dengan prosedur caesar. 

Posisi ini biasanya dapat dipastikan ketika usia kehamilan mencapai 36 minggu. Pada tahap sebelumnya, posisi bayi masih dapat berubah karena ukurannya masih kecil. Namun, ketika memasuki minggu ke-36, bayi akan menetapkan posisinya karena ukurannya yang semakin besar menghambat perubahan posisi.

Biasanya, pada minggu tersebut, kepala bayi akan berada di bawah rahim sehingga memudahkan proses persalinan. Namun, jika posisi kepala bayi tidak berubah dan tetap berada di atas, dokter akan mendiagnosis bahwa bayi berada dalam posisi sungsang. Dokter akan mengonfirmasi hal ini melalui pemeriksaan USG.

Penyebab bayi sungsang

penyebab posisi bayi sungsang

Posisi bayi sungsang terjadi pada setidaknya 4% ibu yang mengandung di seluruh dunia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab bayi sungsang agar ibu lebih aware dan mendapatkan penanganan yang tepat. Ada beberapa faktor penyebabnya, yaitu:

1. Jumlah air ketuban

Penyebab bayi sungsang selanjutnya juga dapat dipengaruhi oleh jumlah air ketuban yang tidak normal, baik terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Jika terjadi kelebihan air ketuban, bayi cenderung sering berubah posisi di dalam rahim. Di sisi lain, kekurangan air ketuban juga dapat menyulitkan gerakan bayi dalam kandungan.

2. Terlilit tali pusat

Bayi dalam kandungan secara normal memang sering aktif bergerak. Oleh karena itu, adanya kondisi bayi terlilit tali pusat adalah hal yang sangat mungkin terjadi.

Keadaan ini dapat membuat bayi sulit untuk berputar di dalam rahim, sehingga posisi kepala bayi menjadi tidak bisa berada di bawah dengan baik ketika waktu persalinan semakin dekat.

3. Letak plasenta

Penyebab bayi sungsang selanjutnya adalah letak plasentanya. Ketika plasenta menutupi rongga panggul, hal ini dapat menghambat kepala bayi untuk masuk dengan benar ke jalan lahir atau bahkan menjauhinya. Akibatnya, posisi kepala bayi menjadi tidak tepat dan tidak berada di bawah dengan baik.

4. Panggul ibu terlalu sempit

Pada kenyataannya, tidak hanya faktor dari bayi yang memengaruhi posisi sungsang, tetapi juga faktor bentuk fisik ibu dapat berperan.

Ibu yang memiliki panggul yang sempit dapat menyulitkan kepala bayi untuk masuk ke jalan lahir dengan baik. Sebagai hasilnya, ketika bayi bergerak, posisinya akan cenderung berputar dengan bokong berada di bawah.

5. Mengandung anak kembar

Kehamilan bayi kembar memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Salah satu dampaknya adalah adanya pembatasan ruang gerak bagi bayi-bayi tersebut, sehingga sulit bagi mereka untuk berputar dan menemukan jalan lahir ketika waktu persalinan mendekat.

6. Miom

Ketika seorang ibu mengalami miom pada rahim, hal ini dapat berkontribusi terhadap penyebab posisi sungsang pada bayi. Adanya benjolan miom dalam rahim dapat menghambat pergerakan bayi di dalam kandungan, sehingga mempengaruhi posisinya.

Ini Bahaya Prolaps Tali Pusat pada Ibu dan Bayi yang Harus Diwaspadai

Cara mengetahui bayi sungsang

cara mengetahui bayi sungsang

Ada beberapa tanda yang bisa digunakan untuk mengenali  posisi bayi sungsang, yaitu:

1. Kaki janin bergerak sejajar telinga

Ketika bayi berada dalam posisi frank breech, di mana kaki bayi menekuk hingga sejajar dengan telinganya, kamu mungkin akan merasakan tekanan di sekitar tulang rusuk ketika bayi bergerak atau menendang.

Pada posisi ini, kedua kaki bayi akan lurus ke atas, bahkan hingga sejajar dengan telinga, sedangkan bokongnya berada di bawah dan dekat dengan jalan lahir.

2. Kepala janin bergerak menekan diafragma

Saat kepala bayi berada di bawah, kamu mungkin akan merasakan adanya benjolan yang keras dan bulat di atas pusar. Tekanan yang dihasilkan oleh kepala bayi terhadap diafragma dapat menyebabkan sedikit sesak.

Hal ini dikarenakan diafragma merupakan jaringan otot yang berperan dalam proses pernapasan, yaitu menghirup dan mengeluarkan napas.

3. Melakukan tendangan tajam ke kandung kemih

Jika bayi berada dalam posisi sungsang lengkap (complete breech), kamu akan merasakan tendangan yang tajam di sekitar kandung kemih.

Pada posisi ini, kedua lutut dan kaki bayi menekuk seperti sedang jongkok, sehingga bokong atau kakinya bisa memasuki jalan lahir terlebih dahulu. Akibatnya, kamu mungkin akan lebih sering merasakan keinginan untuk buang air kecil.

4. Badan janin bergerak ke atas pusar

Pada posisi normal, detak jantung janin akan terasa di bawah pusar. Namun, pada bayi sungsang, detak jantungnya akan terasa di atas pusar.

Perlu diingat bahwa posisi ini dapat berubah saat janin bergerak. Untuk memastikan posisi janin dengan lebih pasti, sangat penting untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil: Ke Arah Mana?

Cara mengatasi posisi bayi sungsang

cara mengatasi bayi sungsang

Untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dalam mengatasi penyebab bayi sungsang, kamu tentu harus mengetahui kondisi tersebut sesegera mungkin. Kamu bisa  mengatasi bayi sungsang dengan menggunakan beberapa cara berikut:

1. External Cephalic Version

External Cephalic Version (ECV) adalah metode yang dilakukan oleh dokter untuk mengatasi bayi sungsang. Dalam prosedur ini, dokter akan mencoba mengubah posisi bayi menjadi posisi yang benar dengan menekan perut secara lembut. Biasanya, ECV dilakukan pada usia kehamilan antara 36 hingga 38 minggu. 

Namun, kamu juga harus tahu bahwa prosedur ECV harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena dapat memiliki risiko tertentu.

ECV tidak direkomendasikan dalam kasus kehamilan kembar atau riwayat perdarahan yang signifikan.  Oleh karena itu, kamu wajib berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ECV. 

2. Breech Tilt

Breech tilt merupakan salah satu cara yang dapat kamu lakukan sendiri tanpa bantuan dokter untuk mengatasi bayi sungsang. Caranya adalah dengan berbaring dengan pinggul yang sedikit terangkat dan meletakkan bantal di bawah pinggul, sambil menekuk lutut sehingga posisi tubuh tidak telentang. Gerakan ini dapat dilakukan selama 10-15 menit, dua kali sehari, ketika bayi terasa aktif. 

Breech tilt bertujuan untuk merangsang bayi agar bergerak dan mengubah posisinya menjadi kepala di bawah. Namun, sebelum melakukan breech tilt, kamu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanan dan kesesuaian metode ini dengan kondisi kehamilanmu. 

3. Gerakan lutut dada

Selain breech tilt, kamu juga dapat mencoba gerakan lutut dada untuk merangsang bayi agar memutar posisinya. Caranya cukup mudah, kamu dapat memposisikan diri dalam posisi seperti sujud, di mana kepala dan bahu berada di bawah sementara panggul dan pantat berada di atas.

Lakukan gerakan ini selama 15-20 menit setiap hari untuk merangsang bayi menuju posisi yang lebih sesuai dengan jalan lahir. Namun, tetaplah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mencoba gerakan ini, terutama jika kamu memiliki kondisi medis tertentu atau riwayat kehamilan yang membutuhkan perhatian khusus.

4. Minyak esensial

Cara mengatasi bayi sungsang selama kehamilan yang terakhir adalah dengan minyak esensial. Beberapa jenis minyak esensial dengan aroma tertentu diklaim dapat membantu merangsang bayi untuk berputar ke posisi yang diinginkan. Contoh minyak esensial yang sering digunakan dalam hal ini adalah minyak peppermint atau minyak lavender.

Kamu dapat mengoleskan minyak tersebut secara rutin ke bagian perut selama beberapa hari. Namun, sangat penting juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial atau memulai terapi apa pun. Dokter dapat memberikan nasihat yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan kamu.


Penulis: Hutri Cika Agustina Berutu

Inkompetensi serviks adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi kehamilan dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini terjadi ketika serviks (leher rahim) melemah dan membuka terlalu awal. 

Jika serviks tidak bisa mempertahankan kehamilan dengan baik, ini  dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Itu sebabnya, para ibu hamil perlu memahami bahaya dari kondisi ini agar dapat mengambil tindakan pencegahan. Simak ulasannya di sini!

Apa itu inkompetensi serviks?

Inkompetensi serviks adalah kondisi di mana serviks menjadi lemah dan membuka sebelum waktunya selama kehamilan. Normalnya, serviks akan tetap tertutup rapat sampai saat persalinan dimulai. 

Namun, pada kasus ini, serviks dapat membuka secara perlahan atau tiba-tiba, terutama pada trimester kedua kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.

Penyebab inkompetensi serviks

Sayangnya, belum ada penelitian yang menunjukkan apa penyebab pasti inkompetensi serviks. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat kamu berisiko. 

1. Kelainan struktural 

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan serviks menjadi lemah adalah adanya kelainan struktural pada serviks. Akibatnya, organ ini tidak dapat menahan tekanan dari janin yang berkembang. 

2. Pengaruh hormonal

Pengaruh hormon selama kehamilan dapat menyebabkan inkompetensi serviks. Pasalnya, hormon-hormon tertentu dapat merileksasi otot-otot di sekitar leher rahim. 

Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan membuat leher rahim menjadi lebih lembut dan kurang kuat dalam menahan tekanan. Hal ini bisa meningkatkan risiko serviks menjadi lemah. 

3. Kehamilan bayi kembar

Kehamilan bayi kembar bisa meningkatkan risiko inkompetensi serviks karena adanya peningkatan tekanan dan bobot pada rahim. Dalam kehamilan ganda, rahim harus mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan dua bayi sekaligus. 

Akibatnya, leher rahim menerima tekanan yang lebih besar dan menyebabkan organ ini menjadi melemah dan tidak mampu menahan tekanan dengan baik. 

4. Riwayat penyakit sebelumnya

Jika seorang wanita pernah mengalami inkompetensi serviks dalam kehamilan sebelumnya, risiko terjadinya kembali meningkat.

Benjolan di Mulut Rahim, Berbahaya atau Tidak?

Gejala inkompetensi serviks

fungsi serviks

Bila fungsi serviks tidak bekerja dengan baik, kamu mungkin tidak akan mengalami gejala atau tanda selama awal kehamilan. Beberapa ibu mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan atau bercak sebelum diagnosis.

Umumnya, kondisi ini terjadi sebelum 24 minggu kehamilan dengan tanda-tanda di bawah ini:

  • Tekanan pada panggul
  • Nyeri pinggang
  • Kram perut ringan
  • Keputihan yang berubah-ubah
  • Perdarahan vagina ringan

Penanganan inkompetensi serviks

Jika inkompetensi serviks terjadi selama kehamilan, berikut ini beberapa penanganan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter. 

1. Suplemen progesteron

Jika ibu mempunyai serviks pendek tanpa riwayat kelahiran prematur, suplemen progesteron bisa menurunkan risiko kelahiran prematur. Obat ini berbentuk gel atau supositoria yang dimasukkan ke vagina setiap hari. 

2. USG berulang

Bagi kamu yang memiliki riwayat kelahiran prematur, dokter mungkin akan memantau melalui USG berulang. USG ini dilakukan setiap dua minggu, dari minggu ke-16 hingga minggu ke-24 kehamilan. 

Jika serviks mulai terbuka atau menjadi lebih pendek, kamu mungkin memerlukan cervical cervix

3. Cervical cerclage

Cervical cerclage merupakan prosedur yang menjahit rapat serviks. Jahitan nantinya dilepas pada bulan terakhir kehamilan atau sesaat sebelum melahirkan. Kamu mungkin membutuhkan prosedur ini jika mengalami beberapa kondisi: 

  • Hamil kurang dari 24 minggu
  • Punya riwayat kelahiran prematur
  • Hasl USG serviks mulai terbuka

Berapa Lama Melahirkan setelah Keluar Flek Coklat? Cari tahu di sini!

Komplikasi inkompetensi serviks

Jika inkompetensi serviks tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut ini beberapa komplikasi dari kondisi ini. 

1. Keguguran

Inkompetensi serviks dapat menyebabkan keguguran karena membuat leher rahim lemah dan tidak mampu menahan tekanan akibat pertumbuhan janin. Pada kondisi normal, leher rahim harus kuat dan tertutup rapat selama kehamilan untuk melindungi janin dan mencegah keguguran. 

Namun, inkompetensi serviks membuat leher rahim terbuka terlalu dini, bahkan sebelum janin siap lahir. Ini bisa menyebabkan keguguran

2. Kelahiran prematur

Leher rahim yang melemah dan terbuka terlalu dini tanpa adanya tanda persalinan bisa menyebabkan kelahiran prematur. Pasalnya, rahim tidak mampu menahan tekanan akibat pertumbuhan janin dan menyebabkan janin keluar dari rahim lebih awal. 

Kondisi ini tentu berbahaya bagi bayi karena organ-organ mereka belum sepenuhnya matang untuk hidup di luar rahim. 

3. Serviks robek (ruptur serviks)

Dalam kasus yang jarang terjadi, serviks dapat robek selama kehamilan, yang merupakan kondisi darurat medis yang serius.

Inkompetensi serviks adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kehamilan dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk keguguran dan kelahiran prematur. Penting bagi setiap calon ibu untuk mengenal inkompetensi serviks, memahami penyebabnya, dan menyadari gejala-gejala yang mungkin muncul.



Penulis: Nabila Azmi

Operasi caesar atau sesari dikenal sebagai prosedur bedah yang dilakukan untuk mengeluarkan bayi dari rahim melalui sayatan di perut ibu.

Setelah menjalani operasi ini, tentu ibu akan menjalani proses pemulihan yang tidak sebentar. Untuk mendukung hal tersebut, kamu mungkin perlu tahu makanan dan buah yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar. 

Mengapa demikian? Simak daftar dan alasannya di bawah ini, yuk!

Makanan yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar

makanan yang tidak boleh dimakan setelah melahirkan caesar

Salah satu faktor kunci dalam pemulihan operasi adalah pola makan yang tepat. Beberapa makanan harus dihindari untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. Bagi kamu yang bingung harus mulai dari mana, simak daftarnya di sini!

1. Makanan pedas

Salah satu makanan yang tidak disarankan dikonsumsi setelah operasi caesar adalah makanan pedas. Pasalnya, makanan pedas bisa mengiritasi saluran pencernaan dan lambung, serta meningkatkan risiko peradangan. 

Ini karena makanan pedas mengandung senyawa seperti capsaicin yang dapat menyebabkan perasaan panas, terbakar, dan ketidaknyamanan di perut. Terlebih lagi, jenis makanan ini bisa memicu refluks asam dan gangguan pencernaan yang bisa mengganggu proses penyembuhan pasca operasi. 

2. Minuman bersoda

Minuman bersoda ternyata juga masuk ke dalam daftar makanan dan buah yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar. Ini karena minuman bersoda mengandung banyak gula dan karbonasi yang bisa mengakibatkan perut kembung dan menyebabkan tekanan pada luka operasi. 

Sementara itu, tingginya kandungan gula pada minuman bersoda dapat meningkatkan kadar gula darah. Kondisi ini tentu tidak diinginkan, terutama untuk para ibu dengan diabetes atau gangguan metabolik. 

Kapan Luka Operasi Caesar Sembuh Total? Ini Penjelasannya

3. Buah sitrus

Dokter biasanya juga merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi buah sitrus selama masa pemulihan operasi caesar. Buah sitrus mengandung asam yang cukup tinggi hingga bisa memicu iritas pada luka operasi dan mengganggu proses penyembuhan. 

Berikut beberapa buah sitrus yang perlu dihindari oleh para ibu yang baru saja menjalani operasi caesar: 

  • Jeruk
  • Lemon
  • Limau
  • Jeruk nipis
  • Jeruk purut

4. Makanan berlemak tinggi

Mengonsumsi makanan berlemak tinggi pasca operasi caesar dapat memiliki beberapa risiko dan dampak negatif terhadap proses penyembuhan.

Pertama, makanan berlemak tinggi cenderung sulit dicerna oleh tubuh. Hal ini terutama setelah operasi caesar yang membuat sistem pencernaan sedang dalam proses pemulihan.

Selain itu, kategori makanan dan buah yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar ini dapat meningkatkan risiko peradangan dan infeksi. 

13 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Normal dan Caesar

5. Minuman berkafein

Minuman berkafein tidak dianjurkan setelah operasi caesar karena dapat berdampak negatif pada proses penyembuhan dan kesehatan pasca operasi.

Kafein sebagai stimulan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Ini bisa memicu rasa tidak nyaman serta mengganggu kualitas tidur pasien. 

6. Makanan tinggi gula

Makanan tinggi gula tidak boleh dimakan usai operasi caesar. Ini karena gula dapat mempengaruhi kadar gula darah secara drastis dan menyebabkan fluktuasi yang tidak stabil. 

Setelah operasi, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, dan tingkat gula darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti: 

  • Peningkatan risiko peradangan
  • Penurunan imunitas
  • Melambatnya proses penyembuhan

7. Makanan pemicu gas

Seperti yang diketahui, makanan pemicu gas bisa menyebabkan perut kembung dan membuat proses pemulihan jadi terganggu.

Itu sebabnya, ada beberapa buah yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar karena bisa memicu ketidaknyamanan pada sistem pencernaan. Ini beberapa contoh buah-buahan yang mengandung serat tinggi dan bisa memicu gas:

  • Apel
  • Pir
  • Pepaya

8. Makanan cepat saji

Setelah operasi caesar, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang seimbang dan berigiz untuk membantu proses penyembuhan yang optimal. Itu sebabnya, makanan cepat saji tidak direkomendasikan dikonsumsi setelah operasi ini. 

Begini, fast food cenderung memiliki lemak jenuh, garam, dan kalori yang cukup tinggi. Hal tersebut bisa meningkatkan berat badan dan memperlambat proses pemulihan. Makanan ini juga sering rendah serat dan nutrisi yang pasti bisa mengganggu pencernaan. 

11 Jamu untuk Mengecilkan Perut setelah Melahirkan Caesar

9. Makanan dingin dan mentah

Makanan dingin bisa memicu kontraksi otot perut yang ternyata dapat mengakibatkan nyeri pada ibu yang baru saja menjalani operasi.

Sementara itu, buah dan sayuran yang mentah juga tidak boleh dimakan pasca operasi caesar. Ini karena makanan mentah kemungkinan masih ada bakteri atau kuman penyebab infeksi pada luka operasi. 

10. Makanan penyebab sembelit

Pasca operasi caesar, sistem pencernaan juga tengah mengalami proses pemulihan. Alhasil, pasien akan memerlukan makanan yang lebih mudah dicerna dan mengandung serat untuk mencegah sembelit dan melancarkan proses pencernaan. 

Maka dari itu, makanan penyebab sembelit, seperti makanan yang berlemak tinggi, bisa memperlambat pencernaan. Jadi, usahakan untuk menghindari makanan-makanan seperti ini, ya!

Nah, itu tadi sederet makanan dan buah yang tidak boleh dimakan pasca operasi caesar. Bila ingin tahu lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui pola makan setelah operasi yang tepat sesuai dengan kondisi kamu. 


Penulis: Nabila Azmi

Diabetes gestasional adalah kondisi medis yang sering terjadi selama kehamilan, di mana kadar gula darah meningkat di atas batas normal. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan juga perkembangan janin. 

Penting bagi setiap calon ibu untuk memahami masalah kesehatan ini, termasuk gejala, penyebab, faktor risiko, pengobatan, dan komplikasinya. Itu sebabnya, simak informasi di bawah ini untuk lebih waspada. 

Apa itu diabetes gestasional?

diabetes kehamilan

Diabetes gestasional adalah kondisi diabetes pada kehamilan hamil. Pada masa kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat mempengaruhi kadar gula darah. 

Pada beberapa kasus, tubuh wanita hamil tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan efektif. Akibatnya, kadar gula ibu hamil meningkat dan menyebabkan jenis diabetes ini. 

Kondisi ini biasanya muncul pada trimester kedua kehamilan dan dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Jika tidak diatasi dengan baik, jenis diabetes ini dapat meningkatkan risiko komplikasi. 

Gejala diabetes gestasional

Beberapa ibu hamil mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas ketika mengalami diabetes gestasional. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul termasuk:

  • Rasa haus yang berlebihan dan sering merasa ingin minum (polidipsia)
  • Frekuensi buang air kecil yang lebih sering dari biasanya (poliuria)
  • Kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu yang singkat
  • Rasa lelah dan kelelahan yang berlebihan. 
  • Peningkatan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. 

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini selama kehamilan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5 Cara Menurunkan Protein Urin pada Ibu Hamil

Penyebab diabetes gestasional

Sayangnya, penyebab pasti dari diabetes gestasional belum diketahui. Namun, kelebihan berat badan sering menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan kadar gula darah melonjak pada ibu hamil. 

Hal ini bisa mengganggu fungsi insulin yang bisa memicu kadar gula darah meningkat dan menyebabkan jenis diabetes ini pada ibu hamil. 

Faktor risiko diabetes gestasional

Walaupun penyebab diabetes pada wanita hamil ini belum diketahui, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional. Apa saja? 

1. Usia

Salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko diabetes pada ibu hamil ini adalah usia. Ibu yang mengalami kehamilan lebih tua cenderung lebih rentan terhadap lonjakan kadar gula darah. 

2. Riwayat keluarga

Sama seperti diabetes pada umumnya, jika ada riwayat diabetes gestasional dalam keluarga, risiko untuk mengalaminya cenderung lebih tinggi. 

3. Obesitas

Ibu hamil dengan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional.

4. Kehamilan kembar

Kehamilan kembar meningkatkan risiko diabetes gestasional karena peningkatan hormon dan beban kerja pada organ-organ tubuh ibu. Hormon seperti progesteron dan estrogen yang lebih tinggi dalam kehamilan kembar dapat mempengaruhi pemrosesan insulin dan kadar gula darah. 

Sakit Kepala saat Hamil Bisa Disebabkan oleh 5 Hal ini, lho!

Pengobatan diabetes gestasional

pengobatan diabetes gestasional

Pada dasarnya pengobatan diabetes gestasional bertujuan mengendalikan kadar gula darah agar tetap dalam batas normal. Berikut ini beberapa hal yang biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika ibu hamil mengalami diabetes. 

1. Perubahan pola makan

Salah satu poin penting yang perlu diubah ketika mengalami diabetes gestasional adalah pola makan. Usahakan menjalani diet sehat yang berfokus pada buah, sayur, biji-bijian dan protein tanpa lemak, serta makanan bernutrisi dan berserat rendah. 

Jangan lupa untuk membatasi makanan dengan karbohidrat olahan, termasuk makanan manis. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengatur pola makan diabetes pada ibu hamil. Hal ini bisa diatur tergantung berat badan, kadar gula darah, dan preferensi makanan. 

2. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga ternyata berperan penting dalam menurunkan kadar gula darah. Selain itu, olahraga secara teratur bisa membuat kamu menjalani kehamilan yang lebih nyaman. Ini termasuk meredakan sakit punggung, kram otot, bengkak, sembelit, dan susah tidur. 

Namun, usahakan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apa saja jenis olahraga untuk ibu hamil yang tepat, seperti jalan kaki dan berenang. 

3. Memantau kadar gula darah secara rutin

Jika kamu hamil dan mengalami diabetes gestasional, cobalan untuk rutin memeriksa kadar gula darah empat kali sehari. Misalnya, kamu bisa memeriksa kadar gula darah di pagi hari dan setelah makan untuk memastikan kadar masih dalam kisaran yang tepat. 

4. Menggunakan insulin

Jika diet dan olahraga tidak cukup untuk mengatur kadar gula darah, kamu mungkin membutuhkan insulin untuk menurunkannya. 

Tidak hanya itu, beberapa dokter meresepkan obat oral untuk mengelola kadar gula darah. Walau begitu, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah obat yang dikonsumsi aman untuk kesehatan ibu hamil dan janinnya atau tidak. 

15 Makanan yang Aman dan Sehat untuk Penderita Diabetes

Komplikasi diabetes gestasional

Jika tidak diobati dengan baik, diabetes gestasional dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi ibu hamil dan janin, termasuk:

  • Preeklampsia atau tekanan darah tinggi
  • Persalinan prematur
  • Bayi lahir dengan berat yang lebih besar dari normal dan bisa menyulitkan proses persalinan
  • Bayi mengalami hipoglikemia setealh lahir jika terpapar gula darah tinggi dari ibu selama kehamilan. 

Diabetes gestasional adalah kondisi medis yang sering terjadi selama kehamilan, di mana kadar gula darah meningkat di atas batas normal. Namun,  perawatan dan pengaturan pola hidup yang tepat bisa membantu mengelola penyakit satu ini.


Penulis: Nabila Azmi

Intermittent fasting adalah salah satu diet populer yang telah menarik perhatian banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya tentang apa yang dimakan, tapi juga tentang kapan kamu makan. 

Diet ini menjanjikan berbagai manfaat, termasuk penurunan berat badan, peningkatan kesehatan, dan peningkatan energi. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

Apa itu intermittent fasting? 

apa itu intermittent fasting

Intermittent fasting adalah pola makan yang melibatkan siklus antara periode puasa dan periode makan. Jenis diet ini melibatkan pengaturan waktu makan dengan cara tertentu sehingga tubuh punya jendela waktu untuk makan dan periode lainnya untuk berpuasa. 

Ada beberapa metode intermittent fasting yang populer, seperti: 

  • Metode 16/8 – 16 jam puasa dan 8 jam jendela makan
  • Metode 5:2 – 5 hari makan normal dan 2 hari puasa parsial

Tujuan dari intermittent fasting yaitu memungkinkan tubuh memanfaatkan cadangan energi dalam bentuk glikogen dan lemak secara lebih efisien. Selama periode puasa, insulin dalam tubuh menurun. Alhasil, tubuh lebih mudah membakar lemak sebagai sumber energi. 

Selain itu, intermittent fasting dapat meningkatkan ketosis, yaitu kondisi di mana tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. 

Namun, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan makan yang berbeda. Itu sebabnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai pola makan ini.

Diet Water Fasting yang Aman: Ini Aturannya!

Cara melakukan intermittent fasting

cara melakukan intermittent fasting

Intermittent fasting adalah jenis diet untuk menurunkan berat badan yang terdiri dari berbagai cara. Berikut ini beberapa metode intermittent fasting yang cukup populer. 

1. Metode 16/8

Metode 16/8 dalam intermittent fasting adalah salah satu pola puasa yang populer dan umum digunakan. Konsepnya adalah mengatur waktu makan dalam jendela waktu 8 jam dan berpuasa selama 16 jam. Selama periode 16 jam puasa, seseorang tidak mengonsumsi kalori, tetapi boleh minum air, teh, atau kopi tanpa gula dan krim.

Contoh penerapan Metode 16/8 adalah dengan memulai puasa pada malam hari setelah makan malam. Selanjutnya, kamu berpuasa selama 16 jam hingga pagi hari sebelum sarapan. 

Setelah periode puasa selesai, kamu dapat makan dalam jendela waktu 8 jam tersebut. Misalnya, jika berpuasa dari pukul 8 malam hingga pukul 12 siang keesokan harinya, kamu bisa makan mulai dari pukul 12 siang hingga pukul 8 malam.

2. Metode 5:2

Dibandingkan metode sebelumnya, metode 5:2 cenderung memakan waktu lebih lama. Pasalnya, metode ini dilakukan selama satu minggu. 

Pada 2 hari dalam seminggu, kamu akan berpuasa atau mengonsumsi sedikit kalori. Sementara itu, pada 5 hari lainnya, kamu bisa makan seperti biasa tanpa batasan kalori.

Misalnya, saat berpuasa, kamu hanya mengonsumsi sekitar 500-600 kalori pada hari tersebut, tergantung pada kebutuhan tubuh. Metode 5:2 ini bertujuan untuk mencapai defisit kalori dalam seminggu, yang dapat membantu dalam penurunan berat badan. 

Walau terlihat efektif, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dulu. Hal ini terutama berlaku untuk kamu yang punya kondisi kesehatan tertentu agar metode ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.

3. Metode Eat-Stop-Eat

Metode “Eat-Stop-Eat” adalah salah satu jenis intermittent fasting yang melibatkan periode puasa yang lebih panjang dari metode puasa intermittent lainnya.

Jika mencoba metode ini, kamu akan berpuasa selama 24 jam penuh tanpa makan sama sekali. Keesokan harinya, kamu bisa kembali makan secara normal seperti biasa. 

Contohnya, kamu bisa memulai puasa pada pukul 18.00 pada hari pertama dan berpuasa hingga pukul 18.00 pada hari kedua. Setelah itu, kamu mulai makan lagi seperti biasa. 

Makanan Wajib untuk Diet saat Puasa dan Aturan Dietnya!

Tips intermittent fasting untuk pemula

Jika tertarik untuk mencoba puasa intermittent, mungkin ini bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk pemula. Untungnya, ada beberapa tips yang bisa kamu andalkan ketika baru memulai jenis diet satu ini. 

  • Minum banyak air dan pilih minuman bebas kalori, seperti teh herbal. 
  • Hindari memikirkan makanan dengan menonton film, bekerja, dan kegiatan yang mengalihkan perhatian. 
  • Hindari aktivitas berat saat puasa, tetapi masih bisa berolahraga ringan. 
  • Pilih makan yang padat nutrisi, seperti kacang-kacangan, lentil, telur, ikan, dan alpukat. 
  • Konsumsi makanan yang mengenyangkan dan rendah kalori, seperti buah-buahan dengan banyak air. 
  • Bumbui makanan dengan bawang putih, rempah-rempah, atau cuka untk menambah rasa pada makanan. 
  • Konsumsi makanan tinggi serat, bervitamin, mineral, dan nutrisi lainnya setelah puasa. 

Intermittent fasting adalah diet populer yang melibatkan siklus antara periode makan dan puasa. Dengan berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan preferensi, intermittent fasting menawarkan fleksibilitas dalam mencapai tujuan kesehatan dan penurunan berat badan. 

Namun, setiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda, jadi penting untuk mendengarkan tubuh dan berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum memulai pola makan ini.


Penulis: Nabila Azmi

Kekasih yang baik menjadi hal yang diidamkan semua orang, namun tidak mudah mewujudkannya. Salah satu ciri hubungan yang sehat dan bahagia yaitu adanya kekasih yang baik. 

Meski begitu, bukan hal yang tidak mungkin untuk kamu dan pasangan menjadi seorang kekasih yang baik. Yuk, simak caranya!

Ciri-ciri Kekasih yang Baik

Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa kamu adalah kekasih yang baik, apakah salah satu cirinya ada padamu?

1. Empati tinggi

Kamu selalu bisa memahami perasaan dan pikiran pasangan. Kamu bisa peka dan bisa berempati dengan apa yang pasangan kamu rasakan. Empati yang tinggi memang sangat diperlukan terlebih jika pasangan kamu perempuan.

2. Komunikasi lancar

Kamu tidak merasa takut untuk berbicara dan mendengarkan. Kunci dari sebuah hubungan tentunya adalah komunikasi yang lancar dan baik. Cara komunikasi dan pendekatan yang baik sangat menentukan kualitas diri seseorang.

3. Peka terhadap kebutuhan pasangan

Kamu selalu peduli dengan kebutuhan pasangan, baik secara fisik maupun emosional. Menjadi peka merupakan nilai plus tersendiri di mata pasangan, kamu akan dianggap sangat perhatian ketika kamu memiliki kepekaan yang tinggi.

cara berpikir positif terhadap pasangan

4. Penuh pengertian

Cobalah untuk tidak pernah menghakimi pasangan. Kamu harus bisa menghargai dan mencoba memahami semua keputusan atau perbedaan pasangan kamu. 

5. Setia dan dapat dipercaya

Kepercayaan adalah pondasi dalam hubungan. Jika kamu bisa menjadi setia dan tidak pernah melakukan hal curang, berarti kamu sudah masuk kategori kekasih yang baik.

10 Cara Memilih Pasangan yang Baik Biar Tak Menyesal

6. Bersedia kompromi

Cobalah untuk tidak egois terhadap apa yang kamu inginkan dan selalu siap untuk berkompromi demi kebahagiaan bersama. Kompromi yang dilakukan tentunya harus mempertimbangkan banyak hal negatif dan positifnya.

7. Bisa Memaafkan

Tidak cepat marah dan bisa memaafkan kesalahan pasangan yang memang wajar. Hal ini juga bisa membuat pasangan kamu berintrospeksi diri menjadi lebih baik lagi.

10 Cara Menjadi Kekasih yang Baik

Cara menjadi pasangan romantis

Jika kamu berniat menjadi kekasih yang baik tapi masih bingung mulai dari mana, berikut beberapa hal yang perlu kamu lakukan:

1. Jadilah pendengar yang baik

Ketika pasangan bercerita tentang hari-harinya atau masalah yang sedang dihadapinya, kamu harus menjadi pendengar yang baik. Tunjukkan perhatian dan aktif mendengarkan serta memberi respon yang baik.

2. Komunikasi terbuka

Jangan pernah menutup-nutupi perasaanmu dan menyembunyikannya. Lakukanlah komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Bicarakan apa yang kamu rasakan dan pikirkan selama ini supaya ada jalan keluar dan menemukan perspektif baru.

3. Saling menghargai

Hubungan itu timbal balik, cobalah untuk saling menghargai pendapat dan perasaan pasangan. Jangan merasa paling benar terus dan menjadi egois, sehingga mengabaikan semua perhatian yang pasangan kamu berikan.

4. Manjakan pasangan

Kadang-kadang, memberikan kejutan kecil untuk pasangan bisa meningkatkan kualitas hubungan loh! Kamu bisa mengirimnya hadiah, makanan kesukaannya, atau sekadar kata-kata yang baik untuk menaikkan mood pasangan kamu.

5. Dukung impian pasangan

Saat pasangan kamu punya impian atau target, jadilah pendukung yang setia. Bantu dia mencapai semua mimpinya semaksimal mungkin. Hal ini membuat dia menjadi semangat dan merasa ada orang dipihaknya.

6. Jaga kepercayaan

Kepercayaan itu membutuhkan waktu untuk dibangun, tapi bisa hancur dalam sekejap. Jaga kepercayaan itu dengan baik, pastikan kamu tidak melakukan hal yang membuat dia kecewa.

10 Cara Efektif Mengatasi Konflik dengan Pasangan

7. Berikan ruang pribadi

Meskipun berpacaran, setiap orang tetap butuh ruang pribadi. Berikan pasanganmu ruang dan kesempatan untuk dia menjalani hobinya dan waktu untuk dirinya sendiri, kamu pun pasti memerlukannya.

8. Saling Bertumbuh

Jadilah kekasih yang baik berarti juga saling membantu untuk bertumbuh menjadi orang yang lebih baik lagi. Saling mendukung meski dalam keadaan yang sangat sulit sekalipun.

9. Tunjukkan kasih sayang

Tak perlu hal besar, kamu bisa memulainya dengan memberikan kata-kata manis yang membuat dia senang. Hal ini akan lebih dilakukan mudah jika kamu sudah mengetahui love language satu sama lain.

10. Hadapi masalah bersama

Masalah merupakan hal yang pasti ada dalam sebuah hubungan. Tetapi kamu harus menghadapi masalah bersama pasangan dengan cara yang dewasa dan cari solusinya bersama. 

Menjalin sebuah hubungan memang bukan sebuah hal yang mudah, karena harus menyatukan dua kepala untuk satu tujuan. Begitu juga dengan menjadi kekasih yang baik juga memerlukan usaha yang tidak mudah. 

Selamat mencoba!

__________

Penulis: Afifa

Pernahkah kamu merasakan getaran cinta yang tak terbendung saat berjumpa dengan seseorang yang membuat hati berdebar kencang? Pacaran pertama kali adalah momen yang penuh dengan kegembiraan, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan dan kebingungan. 

Tapi jangan khawatir! Ada berbagai cara agar kamu bisa menjalani pacaran pertama kali dengan percaya diri dan sukses. Yuk, simak selengkapnya!

Umur ideal untuk pacaran pertama kali

cara menjaga hubungan pacaran agar tidak bosan

Sebelum melangkah ke dalam dunia pacaran, menentukan umur yang tepat menjadi hal yang paling penting. Melansir dari Healthline, banyak pakar mendukung pandangan bahwa usia 16 tahun dianggap sebagai umur yang cocok untuk memulai pacaran. 

Namun, ingatlah bahwa setiap orang berkembang dengan cara yang berbeda. Begitu juga dengan kematangan emosional serta pemahaman akan tanggung jawab, menjadi hal yang sangat penting dalam menjalin hubungan romantis.

Tahap awal pacaran pertama kali

tujuan pacaran serius

Tahap awal dalam pacaran adalah saat-saat yang paling menarik dan mungkin penuh dengan ketidakpastian. Tahap ini melibatkan proses mengenal satu sama lain lebih dalam, mengembangkan ikatan, dan menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan masa depan. Berikut adalah beberapa tahap awal yang perlu dipahami:

Kesadaran diri

Kenali diri sendiri dengan baik dan pahami apa yang kamu harapkan dari hubungan ini. Pastikan motivasi untuk berpacaran adalah karena kamu ingin berkembang bersama dan saling memberikan dukungan.

Komunikasi terbuka

Pacaran adalah hubungan antara dua orang yang dilandasi dengan kepercayaan. Jalinlah komunikasi yang terbuka dengan pasangan, karena komunikasi menjadi kunci utama dalam setiap hubungan. Berbicaralah tentang harapan, nilai-nilai, dan apa yang kamu inginkan dari hubungan ini. Dengarkan juga pandangan pasangan dengan baik.

13 Kunci Langgeng Pacaran Dan Harmonis, Yuk Praktikan Langsung!

Keterbukaan dan kejujuran

Jangan takut untuk berbagi perasaan dan pikiran yang kamu miliki. Kejujuran adalah kunci dalam hubungan yang sehat. Jika kamu masih tidak berani untuk terbuka dengan pasangan, mungkin keputusan untuk berpacaran perlu dipikirkan lagi?

Tetapkan batasan/boundaries

Meskipun pasangan kamu nantinya akan menjadi orang yang paling dekat denganmu, menentukan batasan yang jelas tetap harus dilakukan. Tetapkan batas-batas yang nyaman dan pastikan pasangan menghormati keputusan tersebut. Saling menghargai adalah hal penting dalam hubungan.

Cara Membahagiakan Pacar Biar Selalu Happy

Tips sukses pacaran pertama kali

Setelah memahami tahap-tahap awal pacaran, inilah 10 tips sukses untuk menjalani pacaran pertama kali:

1. Kenali diri sendiri

Sebelum memutuskan untuk membangun hubungan dengan orang lain, kenalilah dirimu dengan baik. Ketahui minat dan nilai-nilai hidupmu, agar dapat menemukan pasangan yang cocok dan menjalin hubungan ideal.

2. Menjalin pertemanan terlebih dahulu

Terkadang seseorang ingin cepat-cepat punya pacar karena merasa kesepian atau haus afeksi. Tapi, langkah ini ternyata kurang tepat loh! Akan lebih baik jika kamu menjalin persahabatan dengan calon pasangan terlebih dahulu. Memahami satu sama lain sebagai teman akan memperkuat ikatan saat menjadi pasangan romantis.

9 Ciri-Ciri Pacaran Sehat dan Cara Membangun Hubungan Sehat dengan Pasangan

3. Bicarakan harapan dan tujuan

Bahas harapan dan ekspektasi dari hubungan yang akan kamu bangun. Keterbukaan mengenai tujuan dan masa depan hubungan dapat menghindari konflik di kemudian hari.

4. Bersabarlah

Hubungan membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang, kisah cintamu mungkin tidak akan seindah drama di tv. Bersabarlah menghadapi perubahan dan tantangan yang datang.

5. Berkomunikasilah dengan baik

Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan hubungan. Kamu juga harus bisa mendengarkan pasangan dengan baik, berbicaralah dengan jujur, dan hindari berbicara secara emosional.

6. Berikan ruang pribadi

Walaupun kamu dan dia berpacaran, tetap atur ruang pribadi bagi masing-masing. Misalnya dalam kebebasan menjalani hobi dan waktu bersama teman, agar hubungan yang dibangun bisa lebih sehat.

7. Hadapi konflik dengan bijaksana

Konflik menjadi bagian yang tak bisa lepas dari hubungan. Hadapilah setiap konflik dengan bijaksana, cari solusi bersama, dan jangan biarkan ego menghalangi pemecahan masalah. Bicarakan setiap masalah dengan kepala dingin, dan jangan ragu untuk mengaku salah jika memang bersalah.

Ingatlah bahwa setiap hubungan itu unik, dan yang terpenting adalah menghargai dan mencintai satu sama lain dengan tulus. Selamat menikmati momen-momen indah dalam pacaran pertama kali!

___________

Penulis: Afifa

Your Cart

Belum ada Pesanan

Belum ada produk di keranjang

Order produk kami di halaman Shop

Lihat Shop