FREE ONGKIR MIN ORDER RP 125.000. CEK S&K

Apakah begadang menyebabkan jerawat? Pertanyaan ini mungkin kerap muncul di benakmu. Kebiasaan begadang bisa mendatangkan sejumlah masalah bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit.

Penting diingat bahwa tidur adalah waktu di mana tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang membantu dalam perbaikan sel dan jaringan, serta memulihkan kondisi kulit. Lalu, bagaimana kebiasaan begadang memicu timbulnya jerawat?

Untuk menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan lengkap dan faktanya di artikel ini yuk, Yoonies!

Apakah begadang menyebabkan jerawat?

Jerawat muncul karena adanya produksi minyak (sebum) yang berlebihan pada kulit yang dapat mengakibatkan penyumbatan pada pori-pori kulit. Hasilnya, area tersebut bisa mengalami peradangan dan penyumbatan yang ditandai dengan timbulnya benjolan kecil berisi cairan putih di kulit.

Faktor-faktor seperti perubahan hormon dan faktor genetik dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap jerawat. Namun, waktu istirahat yang tidak cukup atau adanya kebiasaan begadang dapat berdampak signifikan pada kondisi kulit. Kebiasaan begadang yang berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan kelelahan fisik dan stres.

Saat tubuh mengalami kelelahan atau berada dalam situasi stres terjadi peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Peningkatan hormon kortisol ini dapat menyebabkan produksi minyak kulit yang berlebihan, yang pada akhirnya dapat memperparah jerawat.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga dapat mengakibatkan peningkatan hormon testosteron pada wanita, yang cenderung memicu timbulnya jerawat, terutama di daerah dagu. Kebiasaan begadang atau kurang tidur juga berdampak pada lemahnya imun. Ketika imun tak berfungsi secara optimal, kulit menjadi lebih rentan terhadap paparan bakteri atau kuman yang dapat memicu jerawat.

Apa Ciri-Ciri Jerawat Kistik? Yuk, Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Akibat sering begadang

apakah begadang menyebabkan jerawat akibat sering begadang

Pertanyaan tentang apakah begadang menyebabkan jerawat sudah terjawab. Namun, begadang tidak hanya buruk bagi kesehatan kulit. Mari kita bahasa bagaimana begadang memengaruhi kulit dan organ-organ lain di tubuhmu.

1. Masalah pada kulit

Selain masalah jerawat, penelitian juga menemukan keterkaitan antara kualitas tidur yang buruk dengan penuaan kulit. Orang yang tidur 7-9 jam setiap hari memiliki kesehatan kulit yang lebih baik dan cenderung merasa puas dengan daya tarik fisik mereka daripada orang yang tidur kurang dari 5 jam sehari.

2. Risiko gangguan pada jantung 

Peneliti telah menemukan adanya keterkaitan langsung antara kebiasaan begadang dan tingkat penyakit kardiovaskular (CVD) pada orang dewasa. Karena tekanan darah cenderung turun selama tidur, orang yang tidak mendapatkan cukup waktu istirahat pada malam hari lebih rentan terhadap hipertensi.

Berbagai bukti juga menunjukkan adanya korelasi antara begadang dengan penyebab lain dari CVD, seperti diabetes dan obesitas. Kebiasaan ini tidak hanya memperburuk kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2, tetapi juga dapat menyebabkan peningkatan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi sehingga memicu obesitas.

3. Masalah pada hati 

Dalam penelitian pada 2017 oleh Universitas Jenewa, para ilmuwan di Swiss menemukan bahwa organ hati beradaptasi dengan pola tidur dan berfungsi sesuai dengan pola tersebut. Organ ini memahami ritme sirkadian tubuh dengan mencatat fase aktif (siang hari) dan pasif (malam) tubuh.

Studi lain juga menemukan bahwa tidur malam yang tidak mencukupi dapat meningkatkan risiko fibrosis hati. Bahkan, dalam pengobatan tradisional Tiongkok disebutkan bahwa tidur larut malam dapat mengganggu kinerja hati. Sirkulasi darah fokus pada organ hati antara pukul 11 malam hingga 3 pagi. J

ika kamu masih terjaga selama periode tersebut, organ harus bekerja lebih keras dan bisa rusak. Karena hati memiliki peran besar dalam menghilangkan toksin dari tubuh, hati yang rusak akan sangat memengaruhi kesehatan.

4. Memengaruhi kemampuan dan kesehatan otak 

Saat tidur, tekanan darahmu akan menurun. Namun, proses alami ini tidak terjadi pada orang yang begadang. Sebagai akibatnya, sistem saraf simpatis akan aktif di malam hari dan menyebabkan stres.

Tidur juga membantu membersihkan zat beracun seperti protein beta-amiloid. Protein ini ditemukan pada pasien demensia, yakni protein yang dapat memengaruhi fungsi kognitif mereka. Oleh karena itu, gangguan tidur dapat berdampak pada kinerja kognitif, termasuk kemampuan bereaksi, memperhatikan, dan mengingat.

5. Gangguan pada ginjal 

Penelitian juga menemukan bahwa orang dengan kualitas tidur yang buruk mengalami peningkatan glomerular hyperfiltration. Kondisi ini terkait dengan tahap awal penyakit ginjal. Studi lain yang dilakukan oleh Journal of the American Society of Nephrology juga menemukan kesimpulan serupa.

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat memicu proteinuria (peningkatan kadar protein dalam urine), yang dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Cara Mengatasi Kulit Kering secara Alami

Itulah beberapa penjelasan tentang kaitan begadang dengan kesehatan kulit dan organ tubuh lainnya. Nah, pertanyaanmu tentang apakah begadang menyebabkan jerawat sudah terjawab, jangan sampai kamu begadang terus, ya!


Penulis: Hutri Cika Agustina Berutu

Kanker payudara stadium 3 adalah salah satu jenis kondisi yang paling kaum perempuan takuti. Faktor-faktor yang memengaruhi wanita mengidap kanker payudara stadium 3 meliputi usia pasien, ukuran tumor, respons terhadap pengobatan tertentu, dan kondisi kesehatan pasien secara umum.

Seperti jenis kanker lainnya, kanker payudara memiliki stadium yang membantu kita memahami letak serta ukuran tumor, sejauh mana pertumbuhannya ke dalam jaringan sekitarnya, dan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bahkan ke bagian tubuh lainnya.

Jika kanker telah menyebar hingga mencapai kelenjar getah bening di sekitar payudara, kulit payudara, serta dinding dada, maka hal ini menunjukkan bahwa kanker payudara telah mencapai stadium 3.

Agar kamu lebih paham tentang kondisi ini, simak detailnya dalam artikel berikut ini yuk, Yoonies!

Tahapan stadium kanker payudara

Jika karakteristik sel kanker telah diidentifikasi melalui beberapa tahapan, semua informasi yang didapat akan disatukan dalam prosedur yang dikenal sebagai “stage grouping“. Stage grouping adalah metode yang sering digunakan untuk menentukan stadium kanker, termasuk kanker payudara.

Pengelompokkan kanker ini umumnya dari stadium 0 hingga 4. Semakin tinggi stadiumnya, semakin serius tingkat keparahan kanker payudara yang terdeteksi.

Stadium 0 kanker payudara menandakan penyakit hanya terdapat dalam saluran dan lobulus payudara. Belum menyebar ke jaringan sekitarnya. Ini juga disebut sebagai kanker noninvasif (Tis, N0, M0).

1. Stadium I

Di tahap ini, kanker payudara berpotensi invasif (menyebar). Sel kanker kini ada di dalam jaringan payudara yang normal. Kanker payudara stadium 1 sendiri ada 2 jenis, yaitu:

  • Stadium IA: Tumor bisa mencapai hingga 2 cm dan sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IB: Tumor terdapat di dalam payudara dan berukuran kurang dari 2 cm atau tumor terdapat di dalam kelenjar getah bening payudara dan tidak ada tumor di dalam jaringan payudara.

2. Stadium II 

Tahap ini mulai menunjukkan sel kanker payudara yang bersifat invasif. Kanker payudara stadium 1 sendiri ada 2 jenis, yaitu:

  • Stadium IIA: Tidak selalu dapat ditemukan tumor dalam payudara, tetapi sel kanker telah menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening. Atau Stadium IIA mungkin menunjukkan tumor berukuran 2-5 cm dalam payudara dengan atau tanpa penyebaran ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IIB: Tumor berukuran 2-5 cm dan penyakit telah menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening atau tumor lebih besar dari 5 cm tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.

3. Stadium III

Pada kanker payudara stadium 3, kanker telah menyebar lebih dalam ke dalam payudara atau tumor memiliki ukuran yang lebih besar daripada stadium sebelumnya. Kanker stadium ini terbagi menjadi 3 subkategori:

  • Stadium IIIA: Ukuran tumor beragam atau tidak ditemukan tumor dalam payudara tetapi terdapat di kelenjar getah bening. Di tahap ini, penyakit telah menyebar ke lebih dari 4 kelenjar getah bening di sekitar payudara atau aksila, tapi belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Stadium IIIB: Ukuran tumor beragam dan penyakit telah menyebar ke dinding dada. Ini bisa menyebabkan pembengkakan pada payudara dan mungkin menyebar hingga ke 9 kelenjar getah bening. 
  • Stadium IIIC: Ukuran tumor beragam dan mungkin telah menyebar ke dinding dada atau kulit payudara. Penyakit ini telah menyebar ke 10 atau lebih kelenjar getah bening aksila, atau kelenjar getah bening di atas atau di bawah tulang selangka atau tulang dada.

4. Stadium IV (metastasis)

Di tahap ini, ukuran tumor juga bisa beragam beragam dan penyakit telah menyebar ke organ dan jaringan lainnya, seperti tulang, otak, hati, paru-paru, atau dinding dada.

12 Penyebab Kanker Payudara, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya!

Apakah kanker payudara stadium 3 bisa sembuh? Ini terapi untuk pengobatan

apakah kanker payudara stadium 3 bisa sembuh ini terapi pengobatan yang ampuh

Jika orang-orang di sekitarmu mengidap penyakit ini, kamu mungkin penasaran apakah kanker payudara stadium 3 bisa sembuh? Jawabannya, kanker perlu diobati dengan berbagai jenis terapi tergantung stadium, jenis, dan kondisinya. Namun, dengan terapi pengobatan yang sesuai, peluang kesembuhan kanker payudara tentu menjadi lebih tinggi.

Di artikel ini, Yoona secara khusus membahas kanker payudara stadium 3. Nah, pengobatan untuk kanker payudara di stadium ini tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dengan stadium 2. Berikut pilihan terapi pengobatan kanker payudara stadium 3:

1. Kemoterapi

Apabila kanker disertai dengan tumor yang memiliki ukuran yang cukup besar, dokter mungkin akan mengusulkan kemoterapi sebagai bagian dari terapi.

Kemoterapi dapat dijadikan pilihan utama atau dapat dilakukan sebelum atau sesudah prosedur operasi. Terapi ini dapat berupa konsumsi pil, cairan yang diminum, atau pemberian melalui penyuntikan ke pembuluh darah.

2. Lumpectomy dan mastectomy

Ada 2 opsi operasi yang mungkin dilakukan. Pertama, operasi lumpectomy pada kanker payudara stadium 3 yang bertujuan untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitar tumor payudara. Kedua, mastectomy yang melibatkan pengangkatan seluruh payudara serta kelenjar getah bening.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi juga sering direkomendasikan oleh dokter setelah operasi kanker payudara stadium 3. Tujuannya menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang masih ada. Hal ini agar risiko kembalinya sel kanker dapat diminimalisir. Terapi radiasi juga mungkin perlu dilakukan sebelum melakukan prosedur rekonstruksi payudara.

4. Terapi hormon

Terapi hormon melibatkan penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon untuk menghambat pertumbuhan tumor dan sel kanker dengan menghalangi pasokan hormon ke tumor dan sel kanker. Untuk wanita yang telah memasuki masa menopause, ada opsi pengangkatan ovarium agar produksi hormon yang mendukung sel kanker dapat dihentikan.

5. Terapi tambahan

Terapi pengobatan ini meliputi akupunktur, pijat, atau yoga. Penting untuk diingat bahwa terapi tambahan ini harus dilakukan dengan memperhatikan pedoman medis yang diberikan oleh dokter.

Panduan Tepat Makanan Untuk Penderita Kanker Payudara

Pengobatan yang diberikan oleh dokter untuk kanker payudara stadium 3 mungkin berbeda-beda untuk setiap pasien karena akan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Penting untuk segera memulai pengobatan guna mengatasi dan mencegah penyebaran sel kanker lebih lanjut.


Penulis: Hutri Cika Agustina Berutu

Sampai saat ini masih banyak pertanyaan mengenai apakah pembalut harus dicuci terlebih dahulu sebelum dibuang atau justru boleh langsung dibuang tanpa dicuci. Agar tak salah kaprah, yuk simak penjelasan dokter dan dari pandangan Islam!

Tak bisa dipungkiri, pembalut adalah produk penting bagi setiap wanita. Pasalnya, produk ini dirancang khusus untuk mengatasi kebutuhan menstruasi bulanan. Salah satu manfaat utama dari pembalut adalah perlindungan terhadap kebocoran. 

Meskipun pembalut telah ada selama puluhan tahun, namun seiring perkembangan, kini sudah banyak inovasi yang merancang khusus pembalut dengan berbagai jenis, seperti pembalut sekali pakai, pembalut kain, tampon, dan berbagai jenis pembalut lainnya.

Apakah pembalut harus dicuci?

pembalut organik Yoona

Pada dasarnya, tidak ada aturan khusus mengenai apakah pembalut harus dicuci terlebih dahulu atau tidak. Namun, kamu harus mengetahui apakah pembalut yang kamu gunakan adalah pembalut sekali pakai atau pembalut berbahan kain.

Menurut dr. Wisniaty Condro, pembalut sekali pakai tidak harus dicuci setelah digunakan karena pembalut jenis ini menggunakan bahan disposable yang berfungsi untuk menyerap darah menstruasi dan dirancang untuk bisa dibuang secara langsung setelah pemakaian.

Meskipun demikian, beberapa wanita mungkin memilih untuk mencuci pembalut terlebih dahulu karena alasan kebersihan, dan ini juga merupakan pilihan yang sah-sah saja. Namun, yang terpenting, pastikan kamu membuang pembalut dengan cara yang benar.

Haruskah Ganti Pembalut Setiap 2 Atau 4 Jam Sekali? Ini Jawabannya

Hukum islam mengenai pembalut yang tidak dicuci

Jika menurut dokter sebagai ahli kesehatan bahwa pembalut sekali pakai tak perlu dicuci, lantas bagaimana mengenai hukum pembalut yang tidak dicuci menurut pandangan Islam?

Melansir dari Konsultasi Syariah, Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa dalam Fatawa Islam, tidak dijumpai satu pun ulama yang diakui keilmuannya yang memberikan penjelasan bahwa para wanita dianjurkan untuk membersihkan bekas pembalut yang menampung darah haid ketika hendak dibuang dan tidak lagi digunakan. 

Bahkan, yang nampak dari perbuatan para sahabat wanita, mereka tidak mencuci pembalut itu, padahal bisa dipastikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memahaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak pernah menganjurkan atau melarang perbuatan tersebut.

Melansir dari Dalam Islam, yang wajib adalah membersihkan darah haid yang menempel pada pakaian atau tubuh ketika hendak melakukan salat setelah menstruasi selesai.

klaim pembalut yoona gratis

Cara membuang pembalut yang baik dan aman bagi lingkungan

apakah pembalut harus dicuci ini cara membuang pembalut yang baik dan aman bagi lingkungan

Selain penting untuk mengetahui apakah pembalut harus dicuci setelah dipakai, kamu juga harus tahu cara yang tepat untuk membuang pembalut agar tidak merusak lingkungan. Berikut cara membuang pembalut yang benar:

1. Lipat pembalut dengan benar

Sebaiknya, setelah menggunakan pembalut, lipatlah dengan rapi sebelum membuangnya, lalu bungkus dengan tisu toilet atau kertas pembungkus pembalut yang tersedia. 

Cara ini dilakukan selain untuk menjaga kebersihan, juga untuk menghindari penyebaran kuman, meminimalisir bau tak sedap, dan mencegah pembalut dikerubungi serangga seperti lalat.

2. Pastikan selalu membungkus pembalut setelah digunakan

Selain melipatnya dengan bungkus pembalut baru yang akan digunakan, kamu juga bisa membungkus kembali bekas pembalut sebelum membuangnya ke dalam tempat sampah.

Akan lebih baik jika kamu membuangnya dengan kantong kresek yang diberi tanda bahwa itu pembalut. Cara ini dilakukan untuk memudahkan petugas kebersihan membuang sampah sesuai dengan jenisnya

3. Buang pembalut dengan benar

Apabila bekas pembalut sudah kamu lipat dan bungkus dengan benar, selanjutnya kamu bisa membuangnya ke tempat sampah. Jika memungkinkan, pastikan tempat sampah yang digunakan memiliki penutup. 

Dengan tempat sampah yang memiliki penutup, akan membantu mencegah bau tidak sedap dan mencegah hewan liar seperti kucing mengacak-acak tempat sampah.

4. Jangan buang pembalut ke dalam toilet

Cara membuang pembalut yang baik dan tak merusak lingkungan tentunya dengan tidak membuang pembalut bekas pakai ke dalam toilet karena hal ini dapat menyumbat saluran air. So, pastikan buang pembalut dengan benar ke tempat sampah yang sesuai.

Pembalut: Apa saja Komponen Penyusunnya?

Dari penjelasan di atas mengenai apakah pembalut harus dicuci setelah dipakai, jawabannya adalah tidak perlu dicuci. Namun, pastikan kamu membuangnya dengan benar.

Pemilihan pembalut yang tepat adalah langkah awal menjaga kesehatan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Jika ingin melestarikan lingkungan, pilihlah produk pembalut yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat terurai secara alami seperti kapas organik, seperti pembalut organik Yoona. 


Penulis: Silvia Wardatul

World Contraception Day atau Hari Kontrasepsi Sedunia pertama kali diperingati pada 26 September 2007. Sejak saat itu, setiap tahunnya, masyarakat di berbagai dunia turut merayakan Hari Kontrasepsi. Untuk ikut merayakan hari penting tersebut, yuk mengenal manfaat dan risiko alat kontrasepsi wanita dan pria!

Yup, alat kontrasepsi tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga dirancang untuk pria. Lantas, apa saja alat kontrasepsi wanita dan pria? Yuk, ketahui jenis dan manfaatnya di artikel ini Yoonies!

Apa itu kontrasepsi?

Kontrasepsi adalah metode atau teknik yang digunakan untuk mencegah kehamilan atau penyebaran penyakit menular seksual (PMS) selama berhubungan seksual. Tujuan utama dari kontrasepsi adalah memberikan kontrol atas reproduksi dan melindungi kesehatan seksual. 

Berbagai jenis alat kontrasepsi wanita

Ada berbagai jenis kontrasepsi yang tersedia dan pilihannya tergantung pada kebutuhan. Sebelum memutuskan menggunakan alat kontrasepsi, kamu perlu mengetahui jenis-jenis alat kontrasepsi wanita berikut ini:

1. IUD (Intra-Uterine Device) hormonal/KB spiral

IUD hormonal atau KB spiral adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim oleh dokter. Perangkat kecil berbentuk T ini dapat terbuat dari plastik atau tembaga yang di dalamnya mengandung hormon progesteron.

Alat ini efektif dalam mencegah kehamilan dengan melepaskan hormon progesteron secara terus menerus. IUD hormonal dapat bekerja selama 3 hingga 10 tahun, tergantung pada jenisnya. 

Keuntungan utama dari IUD hormonal adalah efektivitas yang tinggi dan kemampuan untuk mengendalikan menstruasi, membuatnya menjadi pilihan yang populer di kalangan wanita yang ingin menghindari kehamilan jangka panjang.

Meski bisa bertahan lama di rahim, namun pada beberapa kasus posisi IUD dapat bergeser sehingga bisa membuat kamu merasa tak nyaman saat berhubungan intim.

2. KB suntik

KB suntik adalah metode kontrasepsi yang melibatkan penyuntikan hormon ke dalam tubuh. Biasanya, suntikan diberikan setiap 1 hingga 3 bulan, tergantung pada jenisnya. Hormon dalam suntikan mencegah ovulasi dan mengubah lendir serviks sehingga sulit bagi sperma untuk mencapai sel telur.

Kontrasepsi seperti suntik KB sangat efektif jika digunakan dengan tepat, tetapi harus berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk memperbarui suntikan. Meski begitu, alat kontrasepsi wanita ini dapat menyebabkan gangguan menstruasi atau pendarahan tidak teratur.

3. Pil KB progestin

Pil KB progestin adalah pil kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron. Namun, kamu harus minum pil ini setiap hari pada waktu yang sama. Pil ini bekerja dengan mengubah lendir serviks dan menghambat pelepasan sel telur.

Hormon dalam pil ini juga menipiskan lapisan rahim, sehingga perdarahan menstruasi lebih ringan. Agar penggunaan pil KB progestin dapat efektif, sangat penting bagi kamu untuk meminum pil ini pada waktu yang sama setiap hari. 

4. Pil KB kombinasi

Sesuai dengan namanya, pil KB kombinasi terdiri atas campuran hormon progestin dan estrogen.Supaya kerjanya optimal, pil KB ini harus dikonsumsi setiap hari. Hormon yang ada di dalamnya lantas akan mencegah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur).

Selain itu, pil ini juga bekerja dengan mengubah lendir pada serviks (leher rahim) serta endometrium (dinding rahim) supaya sperma tidak bisa bertemu sel telur.

Di samping mencegah kehamilan, pil KB kombinasi juga bisa mengurangi risiko kanker ovarium, perdarahan menstruasi, gejala PMS, serta sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Cara Minum Pil KB yang Benar untuk Memancing Siklus Haid, Memangnya Ada?

5. Pil kontrasepsi darurat

Pil kontrasepsi darurat, juga dikenal sebagai “morning-after pill” atau “Plan B,” digunakan setelah hubungan seksual tanpa perlindungan atau kegagalan metode kontrasepsi lainnya. 

Jenis alat kontrasepsi wanita ini mengandung hormon yang dapat mencegah kehamilan jika dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual. Semakin cepat tindakan ini dilakukan, semakin efektif; bila diminum dalam tiga hari pertama setelah berhubungan seks.

Penting untuk diingat bahwa pil kontrasepsi darurat tidak boleh dijadikan metode kontrasepsi reguler, tetapi hanya digunakan dalam situasi darurat.

6. Diafragma

Diafragma adalah alat kontrasepsi  yang terbuat dari lateks dan biasa  ditempatkan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual.  Diafragma bekerja untuk menghalangi sperma memasuki rahim dan bertemu dengan sel telur. 

Diafragma harus tetap berada di dalam vagina selama 6 hingga 8 jam sebelum dapat dilepas. Kamu harus menggunakannya dengan benar dan akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan spermisida untuk tingkat perlindungan yang lebih tinggi..

7. Kondom wanita

Mirip dengan kondom pria, kondom wanita juga dibuang setelah sekali pakai. Terbuat dari plastik dan berbentuk seperti kantong. Kondom tipis dan fleksibel dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual.

Kondom bekerja untuk menghalangi sperma memasuki rahim. Saat menggunakan kondom, pastikan kamu segera melepasnya setelah berhubungan seksual.

8. Spermisida

Alat kontrasepsi wanita selanjutnya, yaitu spermisida. Spermisida adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh sperma. Spermisida tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk gel, krim, busa, dan supositoria. 

Spermisida dapat digunakan sendiri atau bersama dengan alat kontrasepsi barrier seperti diafragma atau kondom. Namun, mereka tidak begitu efektif jika digunakan sendiri dan sebaiknya digunakan bersama dengan metode kontrasepsi lain. 

Obat Pelancar Haid, Apakah Aman Digunakan?

Apa saja alat kontrasepsi pria?

alat kontrasepsi wanita dan pria rayakan hari kontrasepsi sedunia

Tak hanya wanita, pria juga dapat menggunakan alat kontrasepsi yang memang dirancang khusus untuk pria. Namun, sayangnya, sampai saat ini, angka partisipasi serta variasi alat kontrasepsi wanita lebih banyak bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi pria. Berikut berbagai pilihan alat kontrasepsi pria:

1. Kondom pria

Kontrasepsi yang satu ini termasuk salah satu metode kontrasepsi pria yang paling umum dan mudah digunakan. Kondom adalah pelindung tipis yang dikenakan pada penis selama hubungan seksual untuk mencegah sperma mencapai rahim. 

Alat kontrasepsi ini tidak hanya efektif dalam mencegah kehamilan, tetapi juga melindungi dari infeksi menular seksual (IMS), seperti HIV, sifilis, dan gonore. Kondom tersedia dalam berbagai jenis, termasuk yang terbuat dari lateks, poliuretan, atau polietilena. 

Kontrasepsi ini dapat menjadi pilihan yang baik untuk kamu yang hanya ingin menggunakan kontrasepsi sesekali karena kondom dapat dibeli tanpa resep dan dapat dengan mudah ditemukan di berbagai minimarket maupun supermarket.

2. Pil KB pria

Baru-baru ini, beberapa pil kontrasepsi oral untuk pria telah melalui uji coba awal sukses di Amerika Serikat Ada beberapa jenis pil pria yang hanya mengandung progesteron sintetis

Satu pil disebut 11-beta-MNDTC dan bekerja dengan cara yang mirip dengan gel NES/T, yaitu dengan memblokir produksi sperma. Dalam percobaan kecil, hal ini menyebabkan hormon yang dibutuhkan untuk produksi sperma menurun, dan beberapa pria mengalami efek samping seperti jerawat, kelelahan, dan sakit kepala. Beberapa pria melaporkan rendahnya gairah seks dan kesulitan ereksi.

Namun, perlu diingat bahwa pil KB pria masih dalam uji klinis dan belum tersedia secara luas di pasaran. Masih perlu waktu untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang efektivitas dan efek sampingnya.

3. Vasektomi

Vasektomi adalah prosedur bedah yang mengikat atau memotong saluran sperma yang membawa sperma dari testis ke uretra. Ini adalah metode kontrasepsi permanen yang cocok untuk pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Kontrasepsi ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dan hanya memerlukan sekali prosedur.

4. Suntikan kontrasepsi pria

Suntikan kontrasepsi pria adalah metode kontrasepsi yang masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Suntikannya bekerja dengan cara yang sangat mirip, menggunakan progesteron sintetik untuk menghentikan produksi sperma, dan testosteron sintetik untuk melawan efek yang tidak diinginkan.

Sayangnya, uji coba tersebut dihentikan lebih awal karena dirasa efek samping hormonal tidak dapat diterima oleh pria. Efek sampingnya termasuk jerawat, sakit kepala, kelelahan dan perubahan gairah seks.

5. Gel kontrasepsi

Pada tahun 2019, sebuah penelitian internasional diluncurkan di beberapa negara di Eropa, Amerika Selatan, Afrika, dan Amerika Serikat untuk mempelajari efek gel kontrasepsi baru yang ditujukan untuk pria. 

Gel ini dirancang untuk dioleskan ke bahu dan dada setiap hari, dan menyerap dengan cepat ke dalam aliran darah melalui kulit. Namun, seperti halnya pil KB pria dan suntikan kontrasepsi pria, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memvalidasi efektivitas dan keamanannya.

6 Cara Agar Cepat Haid Setelah Nifas, Konsumsi Makanan Bergizi Hingga Ganti Alat Kontrasepsi!

Itulah beberapa jenis alat kontrasepsi wanita dan pria. Sebelum memutuskan untuk menggunakan jenis alat kontrasepsi apa pun, pastikan kamu telah melakukan konsultasi dengan dokter terkait.


Penulis: Silvia Wardatul

Ada banyak penyebab seseorang dan pasangannya menunda kehamilan, mulai dari persoalan finansial hingga persiapan fisik dan mental. Salah satu cara menunda kehamilan yang sering direkomendasikan adalah dengan kondom. Namun, masih banyak orang yang belum yakin sehingga bertanya-tanya apakah pakai kondom bisa hamil?

Lewat artikel kali ini, Yoona ingin membahas lebih lanjut fakta sebenarnya terkait apakah pakai kondom bisa hamil atau tidak. Cek juga cara menggunakan kondom yang benar dengan membaca penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Apakah pakai kondom bisa hamil?

Sebelum menjawab apakah pakai kondom bisa hamil, mari mengenal terlebih dahulu apa itu kondom. Kondom adalah alat kontrasepsi nonhormonal untuk mencegah kehamilan. Cara pakai kondom dengan memasangnya pada alat kelamin pria sehingga cairan sperma tidak masuk ke vagina ketika ejakulasi.

Lalu, apakah pakai kondom bisa hamil? Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom tergolong efektif untuk mencegah kehamilan, tapi tidak 100%. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya kehamilan meskipun sudah menggunakan kondom, salah satunya kebocoran. Beberapa penyebab kondom bocor antara lain:

1. Kedaluwarsa

Sebelum membeli kondom, ada baiknya memeriksa tanggal kedaluwarsa terlebih dahulu. Kondom yang sudah kedaluwarsa memiliki kualitas yang sudah tidak bagus sehingga potensi kebocorannya lebih tinggi.

2. Pengemasan yang salah

Salah dalam pengemas kondom yang dimaksud di sini adalah ketika hendak menggunakan kondom tapi tidak jadi. Kamu berusaha untuk melipatnya dan mengemasnya kembali ke bungkusnya. Hal ini memicu potensi rusaknya kondom dan membuat bocor.

3. Menyimpan dalam dompet

Apakah pakai kondom bisa hamil? Jawabannya, bisa saja jika kamu menyimpannya di dalam dompet. Menyimpan kondom di dalam dompet membuatnya menjadi tergesek dan tertekan sehingga kualitasnya menurun dan rawan bocor.

4. Suhu ekstrem

Kondom yang disimpan di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin juga bisa memengaruhi kualitas dan merusaknya. Ketika rusak, maka potensi kebocoran saat digunakan bisa sangat tinggi.

5. Tidak menggunakan pelumas

Jika hendak menggunakan kondom, ada baiknya kamu juga menggunakan pelumas. Kondom yang digunakan tanpa pelumas akan membuatnya menjadi kesat dan tertarik sehingga dapat memicu lubang kebocoran.

6. Memakai pelumas berbahan minyak

Menggunakan kondom setelah mengoleskan pelumas berbahan dasar minyak tidak disarankan. Hal ini dapat memicu kebocoran kondom, terutama pada kondom yang terbuat dari bahan lateks atau poliisoprena.

7. Ukuran yang tidak sesuai

Apakah kondom bisa membuat hamil? Jawabannya bisa, jika kamu salah memilih ukuran kondom. Kondom yang ukurannya terlalu kecil akan sangat mudah robek atau mengalami kebocoran saat digunakan.

Apa Saja Manfaat dan Efek Samping Kondom?

Cara menggunakan kondom agar tidak hamil

apakah pakai kondom bisa hamil ini cara agar tidak hamil

Kamu sudah mengetahui jawaban dari apakah pakai kondom bisa hamil. Lalu, bagaimana cara menggunakan kondom yang benar agar dapat mencegah kehamilan dengan maksimal? Cara menggunakan kondom agar tidak hamil dan mengalami kebocoran, yaitu:

  1. Pastikan membeli kondom sesuai ukuran
  2. Cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan sebelum membeli
  3. Jangan pakai kondom yang sudah lama masa produksinya
  4. Buka kemasan kondom dengan hati-hati tanpa menggunakan alat tajam
  5. Pastika menggunaka dengan cara yang benar
  6. Gunakan hanya 1 kondom, tidak lebih
  7. Gunakan pelumas nonminyak
  8. Simpan kondom di tempat yang bersih dan jauh dari suhu ekstrem
  9. Hindari menyimpan kondom di dalam dompet

Apa Pengaruh Kondom Terhadap Menstruasi? Ini Jawabannya!

Berapa persen kondom mencegah kehamilan?

Kenapa harus memilih kondom daripada alat kontrasepsi lainnya? Penggunaan kondom pada umumnya memiliki tingkat kegagalan sebesar 14%. Jika digunakan dengan benar, kondom memiliki keefektifan sekitar 97% untuk mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS) khususnya human immunodeficiency virus (HIV). Keefektifan ini tentunya bisa diperoleh jika menghindari beberapa penyebab kondom bocor yang sudah disebutkan di atas.

Itulah penjelasan lengkap tentang apakah pakai kondom bisa hamil, penyebab bocornya kondom, cara menggunakan kondom agar tidak hamil, dan keefektifan kondom dalam mencegah kehamilan. Kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan kondom sebagai alat kontrasepsi pilihanmu.


Penulis: Tara Anugerah

Kanker kelenjar getah bening sering disebut dengan limfoma. Kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang kerap terjadi di ?Indonesia. Ada resiko yang menyebabkan seseorang dapat terkena penyakit yang menyerang sistem limfatik ini. 

Apa itu kanker kelenjar getah bening? Yuk simak penyebab, gejala hingga pengobatannya dalam ulasan berikut ini!

Apa itu kanker kelenjar getah bening

Kanker kelenjar getah bening adalah jenis kanker yang kerap terjadi dan menyerang sistem kekebalan tubuh pada sistem limfatik dimana fungsi dari system ini adalah melawan infeksi. Kanker dapat menyerang bagian manapun pada system ini seperti amandel, limpa, getah bening, usus, kelenjar timus hingga sumsum tulang.

Terdapat 2 macam kanker kelenjar getah bening yang kerap ditemukan, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin yang dapat dibedakan dari tipe sel getah beningnya yang bekembang menjadi ganas. Jenis lainnya yaitu limfoma Burkitt yang disebabkan oleh gangguan sistem imun.

Apa yang menjadi penyebab kanker kelenjar getah bening?

Penyebab kanker kelenjar getah bening

Kanker kelenjar getah bening dapat muncul saat sel pada limfosit kelenjar berkembang menjadi lebih cepat dan ganas. Sel getah bening menjadi banyak sehingga kelenjar membengkak.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sel-sel kelenjar ini berkembang dan menjadi lebih ganas.

Dalam beberapa riset kesehatan menyebutkan bahwa faktor risiko tertentu membuat seseorang dapat mengidap penyakit ini, berikut faktor resiko dari kanker kelenjar getah bening yang dibedakan dari jenis kankernya:

Limfoma Hodgkin

Faktor resiko seseorang dapat terkena kanker kelenjar getah bening hodgkin yaitu:

  • Berusia 20-40 tahun atau diatas 55 tahun
  • Mempunyai jenis kelamin laki-laki
  • Daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat penyakit autoimun atau hiv
  • Memiliki riwayat keluarga kandung dengan diagnosis kanker kelenjar getah bening
  • Terserang infeksi virus epstein-barr (EBV)

Limfoma Non Hodgin

Faktor risiko seseorang dapat terserang kanker kelenjar getah bening non-hodgkin yaitu:

  • Berusia diatas 60 tahun, akan tetapi anak-anak juga dapat terserang penyakit ini
  • Memiliki riwayat penyakit infeksi bakteri pylori, virus Epstein-Barr (EBV), leukimia atau virus Hepatitis C
  • Sering terpapar bahan kimia beracun seperti herbisida atau pestisida
  • Sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit tertentu seperti HIV, Celiac atau autoimun
  • Obesitas atau memiliki kelebihan berat badan

Jika mempunyai faktor risiko seperti diatas, waspada dan segera menghubungi layanan kesehatan agar penyakit kanker kelenjar getah bening bisa segera diatas. Apa yang menjadi gejala kanker kelenjar getah bening?

Gejala kanker kelenjar getah bening

Perhatikan selalu area tubuh bagaimana manapun karena gejala dari kanker kelenjar getah bening yaitu munculnya benjolan pada beberapa bagian tubuh seperti leher, bawah dagu, lipatan paha atau ketiak. Jika terjadi pembengkakan, terkadang penderita akan merasakan beberapa gejala berikut ini:

  • Mudah lelah
  • Penurunan nafsu makan
  • Sesak nafas
  • Berat badan turun 
  • Gatal-gatal
  • Nyeri dada
  • Sering demam
  • Keringat dingin pada malam hari
  • Perut membesar dan terasa sakit

Gejala yang terus dirasakan oleh pasien dapat segera melakukan pemeriksaan dengan dokter ahli jika terjadi sejumlah gejala berat seperti:

  • Kelenjar tiba-tiba membesar dan bengkak
  • Kelenjar tidak bergerak dan terasa keras
  • Kelenjar pada anak-anak bengkak lebih dari 5 hari
  • Kelenjar pada orang dewasa bengkak 2-4 minggu
  • Daerah kelenjar menjadi kemerahan, ungu dan terasa hangat
  • Terjadi penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Bengkak pada selangkangan atau lengan
  • Demam tidak kunjung mereda
  • Berkeringat banyak pada malam hari

Ciri-ciri Kanker Kelenjar Getah Bening: Sadari Hal Ini Sejak Dini

Pengobatan kanker kelenjar getah bening

Pengobatan pada kanker kelenjar getah bening akan diawali dengan penilaian medis secara mendetail seperti gejala, demam, nyeri pada tenggorokan, penurunan berat badan dan informasi medis lainnya. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan, penyakit, jenis obat, vaksin dan aktivitas seksual yang dilakukan pasien.

Pemeriksaan benjolan pada kelenjar getah bening sendiri meliputi benjolan yang lembek atau keras, besar atau kecil, bergeser atau tidak, sakit atau tidak. Diagnosis dari pembengkakan akan ditentukan dengan prosedur kesehatan lain seperti:

  • Pemeriksaan darah secara lengkap untuk membantu evaluasi kesehatan secara mendetail.
  • Biopsy dengan mengambil sampel, kelenjar dan menulisnya di laboratorium.
  • CT SCAN atau X-RAY untuk memindai lokasi infeksi atau tumor yang menyebabkan kelenjar menjadi bengkak.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang diketahui tidak disebabkan karena masalah serius akan hilang dengan sendirinya dan dapat dibantu dengan beberapa penangan di rumah, seperti:

  • Kompres hangat. Kompres hangat area yang bengkak agar dapat meringankan rasa sakit dengan kain waslap hangat.
  • Konsumsi obat pereda nyeri. Konsumsi ibuprofen atau paracetamol agar nyeri pada area pembengkakan dapat mereda.
  • Istirahat yang cukup. Lakukan istirahat yang cukup dan kurangi aktivitas untuk membantu mengatasi sakit atau nyeri.

Pada pembengkakkan yang disebabkan karena masalah serius, langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Konsumsi antibiotik untuk bengkak yang disebabkan infeksi bakteri
  • Konsumsi obat yang membantu atasi peradangan 
  • Prosedur kesehatan seperti kemoterapi, pembedahan hingga radiasi pada pengidap jenis kanker

Kanker kelenjar getah bening diketahui dapat dicegah dengan langkah yang cukup sederhana, yaitu:

  • Rajin mencuci tangan 
  • Hindari orang yang sakit
  • Hindari menyentuh hidung dan mata tanpa mencuci tangan
  • Tidur cukup
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Perhatikan asupan makanan
  • Rutin membersihkan rumah dan tempat kerja
  • Cukupi kebutuhan cairan
  • Hindari rokok dan alkohol

Kanker kelenjar getah bening dapat sembuh dengan pengobatan dan perawatan yang tepat. Segera datangi pelayanan kesehatan jika terdapat gejala atau faktor risiko yang memperbesar peluang terkena kanker kelenjar getah bening.


Penulis: Azizah

Ladies, pentingnya ketahui efek samping Postinor 2 terhadap menstruasi menjadi salah satu pertimbangan perempuan untuk mengonsumsi obat yang satu ini. Postinor-2 adalah kontrasepsi darurat.

Postinor-2 bukan sebagai metode kontrasepsi biasa. Obat ini untuk mencegah kehamilan saat kamu konsumsi dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual tanpa kondom. 

Yuk cari tahu apa fungsi Postinor 2 dan efek sampingnya terhadap tubuh wanita.

Fungsi Postinor 2

fungsi dan efek samping obat postinor 2 untuk menstruasi

Efektivitas Postinor-2 akan mencegah kehamilan kira-kira sekitar 85%. Jika dikonsumsi dalam kurun waktu 24 jam setelah hubungan seksual, peluang kehamilan dapat tercegah ialah 95%. Angka ini menurun menjadi 58% jika dikonsumsi antara 48-72 jam setelah hubungan seksual. 

Sampai sekarang belum diketahui apakah Postinor-2 efektif jika diminum lebih dari 72 jam setelah hubungan seksual tanpa pelindung. Namun yang pasti, Postinor-2 tidak akan mencegah dari penyakit menular seksual

Macam-Macam Penyakit Menular Seksual dan Bahayanya bagi Tubuh

Kamu harus berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum Postinor-2 jika kamu memiliki:

  • diabetes mellitus (dengan kerusakan ginjal, mata atau saraf, atau penyakit pembuluh darah). Diabetes mellitus adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau jaringan tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada. Hal ini menyebabkan hiperglikemia (terlalu banyak gula dalam darah)
  • penyakit jantung iskemik (penyakit jantung yang penyebabnya adalah berkurangnya aliran darah di pembuluh darah otot jantung)
  • riwayat stroke
  • kanker payudara
  • penyakit hati yang parah

Jika kamu memiliki penyakit saluran pencernaan (seperti penyakit Crohn) yang mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan dan muntah ata diare parah, kamu mungkin tidak cocok untuk menggunakan Postinor-2. Dokter dapat meresepkan kamu dengan dosis yang berbeda.

Minum Pil KB Saat Haid, Boleh Enggak Sih?

Jangan mengonsumsi Postinor-2 jika kamu:

  • alergi terhadap salah satu bahan tablet
  • kamu hamil
  • mengalami pendarahan vagina yang tak tahu penyebabnya
  • menderita kanker payudara
  • tabletnya tidak terlihat baik

Efek samping Postinor 2

cara minum dan efek samping postinor 2 terhadap menstruasi

Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Mual/muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, perubahan perdarahan vagina, nyeri payudara, atau sakit kepala dapat terjadi setelah mengonsumsi Postinor-2. 

Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker segera. Beri tahu dokter segera jika kamu memiliki efek samping yang serius, termasuk: sakit perut bagian bawah yang parah (terutama 3 hingga 5 minggu setelah mengonsumsi levonorgestrel).

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika kamu melihat gejala reaksi alergi yang serius, termasuk: ruam, gatal/bengkak (terutama pada wajah/lidah/tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.

Efek samping lain mungkin muncul. Jadi, bila kamu merasakan ada yang aneh dengan tubuhmu setelah mengonsumsi obat ini, segera periksakan diri.

Apa Saja Manfaat dan Efek Samping Kondom?

Efek samping postinor 2 terhadap haid

efek samping obat postinor 2 untuk haid

Meskipun Postinor-2 aman untuk kamu konsumsi, obat ini dapat mengubah siklus haid, menyebabkan telat haid, terutama pada orang yang menggunakannya secara teratur. Namun, seringkali tidak menimbulkan efek samping yang serius, bahkan jika kamu konsumsi lebih dari sekali dalam satu siklus.

13 Penyebab Darah Haid Sedikit dan Hanya 2 Hari, Apakah Berbahaya?

Efek samping Postinor 2 pada haid meliputi:

  • Perubahan panjang siklus haid
  • Periode haid lebih lambat atau lebih awal
  • Perubahan volume aliran (seperti aliran yang lebih berat atau lebih ringan)
  • Perubahan lainnya mungkin juga terkait dengan warna haid

Perubahan ini seringkali bersifat sementara, dan tanpa adanya kondisi sebelumnya. Haid cenderung kembali ke pola normal dalam beberapa kali siklus setelah berhenti konsumsi obat.

Ketahui efek samping Postinor 2 terhadap menstruasi. Jika setelah beberapa siklus terlewatkan namun siklus haidmu tidak kembali ke keadaan normal, kamu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Tahukah kamu ketika menyusui ternyata beberapa wanita mengalami rasa sakit atau nyeri pada payudara. Tidak sedikit ibu yang merasa khawatir akan kondisi ini.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah normal kondisi payudara sakit saat menyusui dan apa penyebabnya di bawah ini!

Apakah normal payudara sakit saat menyusui?

Ya, rasa sakit pada payudara saat menyusui bisa dianggap normal dalam beberapa kasus. Sensasi sakit atau ketidaknyamanan pada payudara saat menyusui bisa terjadi karena proses memompa dan mengeluarkan ASI. Hal ini memicu kontraksi otot-otot di dalam payudara. 

Selain itu, perubahan hormon selama menyusui dapat memengaruhi kepekaan payudara. Jika rasa sakit berlanjut atau menjadi sangat parah, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli laktasi atau tenaga medis. Ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada masalah serius yang perlu ditangani.

Penyebab payudara sakit saat menyusui

Payudara yang sakit ketika menyusui mungkin kerap terjadi pada ibu baru. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa hal, termasuk infeksi pada payudara.

Kabar baiknya, sebagian besar nyeri payudara akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui apa penyebab payudara nyeri saat menyusui untuk lebih waspada. 

1. Penyumbatan pada saluran ASI

Salah satu penyebab nyeri payudara saat menyusui adalah adanya penyumbatan pada saluran ASI. Bila aliran ASI terhalang, ini bisa menyebabkan penumpukan susu di dalam saluran tersebut. 

Akibatnya, daerah tersebut bisa mengalami peradangan dan pembengkakan, yang pada gilirannya memicu rasa sakit, kekakuan, dan kemerahan pada payudara. Sementara itu, tekanan yang dihasilkan saat bayi menyusu bisa memperparah rasa sakit. 

2. Mastitis

Mastitis adalah kondisi peradangan pada payudara yang biasanya terjadi saat menyusui. Hal ini dapat menyebabkan sakit pada payudara karena infeksi bakteri masuk ke dalam saluran ASI yang tersumbat atau lecet pada puting susu. 

Kondisi ini bisa mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan payudara. Gejalanya meliputi rasa sakit yang tajam atau terbakar pada payudara, kulit merah, panas, dan adanya benjolan atau abses. Penderita mastitis juga bisa merasa demam dan lesu. 

3. Sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi adalah infeksi ragi yang umumnya terjadi pada mulut bayi dan bisa menyebar ke puting susu ibu saat menyusui.

Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada payudara karena bayi yang terinfeksi thrush dapat mengalami iritasi dan merasa tidak nyaman saat menyusu. 

Kondisi ini sering membuat bayi menggigit atau menarik puting susu dengan kuat. Tidak hanya itu, infeksi ini bisa memicu peradangan pada puting susu yang dapat menyebabkan rasa sakit saat menyusui. 

4. Masalah pada puting

Masalah pada puting, seperti puting yang cenderung cekung ke dalam atau datar daripada menonjol keluar, bisa menjadi penyebab payudara sakit saat menyusui. Hal ini bisa menyulitkan proses menyusui karena bayi susah mengambil puting susu dengan baik. 

Saat bayi menyusui, puting yang cekung atau datar bisa mengalami tarikan yang berlebihan dan gesekan. Kondisi ini bisa menyebabkan iritas dan rasa sakit pada puting susu dan area sekitarnya. 

Hal tersebut juga bisa memicu rasa sakit saat menyusui karena gesekan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit meradang dan sensitif. 

5. Pembengkakan payudara

Pembengkakan pada payudara saat menyusui, yang juga dikenal sebagai engorgement, terjadi ketika payudara terisi penuh dengan susu.

Kondisi ini dapat menyebabkan payudara menjadi kencang, keras, dan membesar, yang pada gilirannya bisa menyebabkan rasa nyeri saat bayi menyusu. 

Pembengkakan ini bisa menghambat aliran susu dan membuat bayi kesulitan dalam mengambil puting susu dengan baik. Akibatnya, ini dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada ibu selama proses menyusui. 

Cara meredakan nyeri payudara saat menyusuiCara meredakan nyeri payudara saat menyusui

Perlu diingat, beberapa tips di bawah ini tidak akan efektif jika posisi menyusui bayi tidak benar. Jika sudah sesuai, coba cara meredakan payudara yang sakit saat menyusui di bawah ini. 

1. Pastikan posisi menyusui sudah benar

Untuk memastikan posisi menyusui yang benar dan meredakan nyeri payudara saat menyusui, pastikan bayi ditempatkan dengan posisi yang tepat.

Pastikan kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus, dengan mulut bayi menghadap puting susu secara langsung.

Lihat juga apakah bayi sudah membuka mulutnya lebar-lebar sebelum menempelkan puting ke mulutnya. Jangan lupa untuk mengecek apakah bayi mengambil sebagian besar areola ke dalam mulut, bukan hanya putingnya.

Jika bayi menghisap dengan benar, kamu akan merasa nyaman dan biasanya tidak akan merasakan nyeri yang berlebihan. 

2. Gunakan kompres hangat dan dingin bergantian

Kompres hangat dan dingin dapat meredakan nyeri pada payudara saat menyusui dengan mekanisme yang berbeda. 

Kompres hangat membantu melonggarkan saluran susu dan memperlancar aliran susu. Hal ini bisa mengurangi tekanan dan pembengkakan pada payudara. Sementara itu, kompres dingin dapat mengurangi peradangan dan membantu meredakan rasa sakit.

Aturannya, gunakan kompres hangat sebelum menyusui atau saat mengalami penyumbatan saluran susu, dan gunakan kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi peradangan. Pastikan kompres tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merusak kulit.

3. Pakai krim 

Jika ibu atau bayi mengalami sariawan, segera diobati dengan krim anti-jamur yang sudah diresepkan oleh dokter. Bila dibiarkan, kamu justru akan kembali menularkan satu sama lain. 

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan, memisahkan handuk, dan menggunakan bra katun yang bersih.

Kamu tidak perlu berhenti menyusui selama perawatan karena kondisi kamu mungkin akan membaik dalam waktu satu minggu. 

4. Pijat payudara dengan lembut

Untuk meredakan payudara sakit saat menyusui, kamu dapat melakukan pijatan lembut pada area payudara yang terasa sakit. Pastikan tangan sudah bersih dan hangat sebelum memijat. 

Gunakan ujung jari dengan gerakan melingkar atau menggosok ringan dari bagian luar menuju ke puting.

Pijatan ini dapat membantu memperlancar aliran susu, mengurangi penyumbatan saluran susu, dan meredakan ketegangan pada payudara. 

Namun, pastikan tidak melakukan pijatan terlalu keras agar tidak memperparah rasa sakit atau merusak jaringan payudara. 

5. Berkonsultasi dengan ahli laktasi

Jika nyeri berlanjut atau parah, konsultasikan dengan ahli laktasi atau dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut.


Penulis: Nabila Azmi

Haid yang lancar akan selalu menjadi impian para wanita karena mengartikan bahwa kesehatan rahimnya terjaga. Apakah kamu pernah mengalami siklus haid yang tidak lancar dan sering terlambat? Bila ya, sekarang ini sudah banyak pilihan obat pelancar haid yang dijual di pasaran.

Tak heran, obat pelancar haid ini cukup laku dan banyak dicari karena proses haid yang teratur berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi wanita. 

Jika memang tidak lancar, biasanya hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini.

  1. Ketidakseimbangan hormon, seperti fluktuasi estrogen dan progesteron yang bisa mengganggu pertumbuhan dan pelepasan endometrium secara teratur, sehingga memengaruhi ketepatan dan lamanya siklus.
  2. Stres fisik atau emosional yang berlebihan karena dapat memengaruhi produksi hormon dalam tubuh.
  3. Kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan karena nutrisi dan lemak tubuh yang tidak seimbang bisa mengganggu ovulasi dan mengakibatkan ketidakteraturan menstruasi.
  4. PCOS atau kondisi di mana ovarium menghasilkan lebih banyak hormon pria (androgen) daripada yang seharusnya.
  5. Gangguan tiroid.

Nah, bila kamu pernah atau sedang mengalami haid yang tidak teratur, maka salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengonsumsi obat pelancar haid. Yuk cari tahu apa saja pilihan terbaik dan efek sampingnya!

Pilihan obat pelancar haid dan aturan minumnya

Sesuai namanya, obat pelancar haid dikonsumsi agar periode menstruasi lancar. Ada beberapa jenis obat yang bisa kamu pilih, seperti:

  • Pil KB

Jika mengonsumsi pil KB yang mengandung estrogen dan progestin, cara kerjanya dengan memberikan dosis hormon tersebut secara teratur ke dalam tubuh.

Sebab, estrogen dapat membantu menstabilkan lapisan rahim (endometrium) dan progestin mencegah pelepasannya. 

Dengan demikian, pil KB membantu mengatur siklus haid dan membuat menstruasi lebih teratur. Kamu bisa meminum 1 pil setiap hari selama tiga minggu berturut-turut agar bisa haid di minggu keempat.

  • Progestin 

Selain itu, ada pula jenis obat progestin yang bekerja dengan menghambat pelepasan hormon luteinizing (LH) karena memicu ovulasi.

Tanpa ovulasi, lapisan endometrium tidak tumbuh dan akhirnya tidak dilepaskan, sehingga bisa mengatur siklus haid. Aturan minum obat progestin adalah 1 pil setiap harinya.

  • Gonadotropin

Pilihan obat pelancar haid selanjutnya adalah gonadotropin. Obat ini digunakan untuk merangsang ovarium agar bisa menghasilkan dan melepaskan sel telur (ovulasi). 

Obat ini bekerja dengan meningkatkan produksi hormon luteinizing (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH) yang membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan folikel ovarium. Namun, jenis obat ini hanya tersedia dalam bentuk suntikan.

  • Metformin

Obat metformin bisa dikonsumsi untuk kamu yang jadwal menstruasinya tidak lancar dikarenakan sindrom PCOS.

Sebab, metformin dapat membantu mengurangi produksi hormon androgen yang berlebihan, sehingga bisa mengembalikan fungsi ovarium jadi normal dan memperbaiki ketidakteraturan haid.

Untuk aturan minumnya, obat metformin harus berdasarkan petunjuk dokter. Jadi, sebaiknya kamu berkonsultasi dulu.

  • Klomifen 

Terakhir, kamu juga bisa mengonsumsi klomifen sebagai obat pelancar haid karena bisa menghambat kinerja estrogen. Aturan umum obat klomifen adalah 50 mg untuk 1 kali dalam sehari.

Efek samping obat pelancar haid

Selain efektivitasnya, tentu setiap obat memiliki efek samping tersendiri. Kamu harus mewaspadai beberapa efek samping yang mungkin terjadi, seperti berikut ini.

  1. Gangguan pencernaan
  2. Sakit kepala
  3. Perubahan suasana hati
  4. Perubahan berat badan

Jika haid kamu memang tidak lancar, sebenarnya lebih disarankan untuk menemui dokter dan langsung berkonsultasi. Nantinya, dokter kemungkinan akan menyarankan untuk cek USG agar mengetahui kondisi rahim. 

Namun, rata-rata obat pelancar haid yang memang dianjurkan masih aman untuk kamu konsumsi selama dosisnya sesuai.

Hanya saja, kamu bisa coba melancarkan haid di setiap bulan dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat dan teratur.


Penulis: Nabila Ramadhani

Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi daripada pria untuk terkena kanker payudara. Dan sesuai namanya, jenis kanker ini terjadi ketika sel-sel ganas atau abnormal tumbuh di jaringan payudara. Termasuk dalam penyakit yang berbahaya, apakah kanker payudara bisa sembuh?

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara cukup banyak. Misalnya, riwayat keluarga, mutasi genetik, obesitas, serta konsumsi alkohol cukup tinggi.

Hal tersebut bisa menjadi penyebab tumbuhnya sel kanker yang berbahaya. Soalnya, kanker bisa tumbuh dengan tidak terkendali dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal inilah yang membuat penyakit kanker cukup sulit untuk diobati.

Lantas, apakah kanker payudara bisa sembuh?

Mengutip dari Medical News Today, kanker payudara bisa remisi atau menyusut, terutama jika terdeteksi pada tahap awal dan diobati dengan tepat. Namun, masih jarang dokter yang memastikan bahwa sel kanker bisa hilang sepenuhnya.

Sebab, kesembuhan penyakit ini bergantung pada beberapa faktor, seperti jenis kanker, stadium saat diagnosis, respons terhadap pengobatan, dan kondisi kesehatan kamu secara menyeluruh.

Selain itu, menurut National Cancer Institute, suatu kanker dapat dianggap sudah sembuh jika mereka tidak dapat mendeteksi penyakit tersebut setelah 5 tahun remisi lengkap.

Stadium kanker payudara

Umumnya, kemungkinan sembuh kanker payudara akan lebih tinggi bila dideteksi masih berada di stadium awal.

Stadium kanker payudara mengacu pada seberapa jauh kanker telah menyebar dari lokasi asalnya di dalam payudara. 

Penentuan stadium kanker payudara penting dalam merencanakan pengobatan dan memprediksi prognosis.

Ada beberapa sistem penilaian stadium yang digunakan, tetapi yang paling umum adalah sistem TNM oleh American Joint Committee on Cancer (AJCC). 

Sistem ini melibatkan tiga komponen utama, yaitu T (tumor), N (nodus atau kelenjar getah bening), dan M (metastasis).

Untuk itu, ketahui beberapa stadium kanker payudara berikut ini beserta penjelasannya.

  • Stadium 1

Pada stadium 1, sel kanker baru menyerang jaringan payudara dan sekitarnya. Perawatan utama untuk stadium awal adalah pembedahan dengan radiasi, serta kemoterapi atau terapi hormonal untuk mengurangi risiko kanker kembali.

  • Stadium 2

Kanker payudara stadium 2 adalah tahap perkembangan di mana tumor telah tumbuh lebih besar dan menyebar ke beberapa area kelenjar getah bening di dekatnya. Namun, belum menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh atau organ lainnya.

  • Stadium 3

Pada stadium 3, tumor telah tumbuh lebih besar dan menyebar ke banyak kelenjar getah bening di dekatnya. Di tahap ini, sel kanker juga dapat menyebar ke jaringan atau organ lain di dalam tubuh.

Tentu, stadium ini bisa lebih sulit untuk diobati, tetapi masih dapat disembuhkan dengan pengobatan intensif.

Namun, kemungkinan keberhasilan pengobatan bergantung pada luasnya penyebaran, tingkat kanker, status reseptor hormon kanker, dan respons individu terhadap pengobatan.

  • Stadium 4

Sedangkan di stadium 4, sel kanker sudah menyebar ke otak, paru-paru, dan hati. Umumnya, kanker stadium akhir tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya bisa diobati dengan berbagai pilihan.

Pengobatan kanker payudara

Pengobatan kanker payudara bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung jenis dan penyebarannya.

Biasanya, penderita juga akan menerima lebih dari satu jenis pengobatan. Ini dia beberapa model pengobatan kanker payudara yang perlu kamu tahu.

  1. Operasi pengangkatan kanker.
  2. Kemoterapi menggunakan obat-obatan khusus untuk mengecilkan atau membunuh sel kanker.
  3. Terapi hormonal untuk memblokir sel kanker agar tidak mendapatkan hormon yang mereka butuhkan.
  4. Terapi biologis.
  5. Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.

Angka harapan hidup penderita kanker payudara

Berdasarkan penjelasan di atas, kanker payudara bisa saja sembuh. Namun, berapa angka harapan hidup penderita kanker payudara? 

Menurut The American Cancer Society (ACS), 99% orang yang menerima pengobatan untuk kanker payudara pada tahap paling awal, bisa hidup selama 5 tahun atau lebih setelah diagnosis. Namun, lain halnya untuk kanker payudara di stadium akhir karena lebih sedikit dari 5 tahun.

Nah, itulah penjelasan mengenai apakah kanker payudara bisa sembuh sampai angka harapan hidup para penderitanya.

Untuk menghindari penyakit tersebut, kamu perlu menjaga berat badan agar seimbang, konsumsi makanan sehat, hindari merokok, dan lakukan pemeriksaan payudara secara rutin.

Bila ada benjolan, sebaiknya kamu langsung berkonsultasi dengan dokter untuk pengecekan dan penanganan lebih lanjut.


Penulis: Nabila Ramadhani

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi bahwa jantung manusia terdiri dari empat bilik, yaitu dua serambi kanan dan kiri serta dua bilik kanan dan kiri. Tentu, setiap bilik memiliki peran penting dalam sirkulasi darah di tubuh.

Dengan adanya serambi dan bilik di dalam jantung, sirkulasi darah dapat terjadi dengan urutan yang benar.

Dimulai dari serambi yang menerima darah dan mengisinya ke bilik, sementara bilik akan mendorong darah ke pembuluh darah besar. 

Alur ini memastikan bahwa oksigen dan nutrisi dibawa ke seluruh tubuh, dan sisa-sisa metabolisme atau limbah tubuh akan diangkut untuk dikeluarkan.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki bilik atau ruangan pada jantung. Dari sisi kanan dan kiri, sebenarnya bilik kiri jantung berfungsi untuk apa? Ini dia penjelasannya.

Macam-macam ruangan jantung

Jantung manusia terdiri dari empat ruangan yang terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu serambi dan bilik.

Setiap jenisnya memiliki peran dan fungsi khusus dalam sirkulasi darah. Berikut ini gambaran dari setiap ruangan pada jantung.

  • Serambi

  • Serambi kanan: Darah akan masuk ke serambi kanan melalui pembuluh balik besar (vena cava superior dan vena cava inferior). Serambi kanan akan menerima darah yang telah melewati tubuh dan kaya akan karbon dioksida. 
  • Serambi kiri: Menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru melalui empat pembuluh balik kecil yang disebut vena pulmonalis. Darah ini akan mengalir ke serambi kiri sebelum masuk ke bilik.
  • Bilik

  • Bilik kanan: Menerima darah yang sudah melewati atrium kanan dan mengandung karbon dioksida. Ketika kontraksi, bilik kanan memompa darah ke arteri pulmonalis yang membawanya ke paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
  • Bilik kiri: Menerima darah yang telah melewati atrium kiri dan kaya akan oksigen. Selama kontraksi, bilik kiri memompa darah ke aorta atau arteri utama yang mengantarkan darah ke seluruh tubuh.

Bilik kiri jantung berfungsi untuk apa?

Lantas, bilik kiri jantung berfungsi untuk apa? Bilik yang terletak pada bagian kiri bawah jantung ini berfungsi untuk memompa darah melalui sistem arteri ke berbagai organ dan jaringan tubuh.

Tujuannya untuk memberikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan agar bisa menjaga fungsi sel-sel dan organ-organ tersebut.

Cara kerjanya yaitu ketika jantung berkontraksi, darah akan mengalir kembali ke serambi kiri.

Kemudian, darah akan melalui katup mitral dan masuk ke bilik kiri. Dari sana, darah akan dipompa keluar melalui katup aorta ke seluruh tubuh. 

Nah, bilik jantung sebelah kiri dikenal dengan yang paling tebal dan bertanggung jawab untuk memompa darah beroksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Sebaliknya, bilik kanan hanya berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru.

Penyakit pada ruang di jantungPenyakit pada ruang di jantung

Setelah mengetahui fungsi vital setiap ruang di jantung, perlu diwaspadai bahwa ada beberapa jenis penyakit yang mengancam cara kerja jantung.

Sebab, ruang di jantung adalah cangkang berongga yang dilapisi serat otot. Dinding bilik terbuat dari otot yang memungkinkan jantung untuk berkontraksi dan membuat jantung berdetak. 

Bila bermasalah, ini dia kemungkinan beberapa penyakit pada ruang jantung yang cukup berbahaya.

  • Aritmia

Aritmia adalah penyakit gangguan irama jantung, baik terlalu cepat atau lambat. Normalnya, jantung manusia mengikuti irama reguler yang dihasilkan oleh impuls listrik dari nodus sinoatrial (SA) di atrium jantung. 

Aritmia akan terjadi ketika ada gangguan dalam penghantaran impuls listrik ini, sehingga mengakibatkan detak jantung yang tidak normal.

Aritmia juga terbagi dalam beberapa jenis, seperti fibrilasi atrium, flutter atrium, takikardia supraventrikular, takikardia ventrikular, sampai blok jantung.

  • Penyakit katup jantung

Katup jantung adalah struktur berbentuk daun yang terletak di antara serambi, bilik, dan pembuluh darah besar.

Fungsi katupnya adalah mengatur aliran darah melalui jantung dengan membuka dan menutup secara teratur saat jantung berkontraksi dan berelaksasi. 

Namun, penyakit katup jantung bisa terjadi apabila katupnya tidak bisa tertutup, ukuran katup menyempit, serta infeksi pada lapisan dalam.

  • Endokarditis 

Endokarditis adalah penyakit yang mengenai lapisan dalam jantung atau endokardium. Nah, endokardium sendiri adalah lapisan tipis yang ada di permukaan dalam katup jantung dan ruang jantung.

Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi yang menyerang endokardium, baik karena bakteri, virus, atau jamur. 

  • Kelainan bilik tunggal

Umumnya, jantung manusia memiliki dua bilik, yaitu kanan dan kiri yang memiliki peran masing-masing dalam sirkulasi darah. 

Sesuai namanya, penyakit ruang jantung bernama kelainan bilik tunggal bisa terjadi jika hanya satu bilik yang berfungsi dengan baik.

Sedangkan bilik yang lain hanya berfungsi secara terbatas atau bahkan tidak berkembang. 

Pada kasus kelainan bilik tunggal, sirkulasi darah akan menjadi lebih kompleks dan memerlukan penanganan medis khusus.

Jadi, itu tadi penjelasan mengenai bilik kiri jantung yang berfungsi untuk memompa darah serta bagian ruangan lainnya.

Agar jantung tetap sehat, sebaiknya kamu menjalani gaya hidup yang teratur, seperti makan makanan sehat, olahraga, berhenti merokok, dan mengendalikan stres.


Penulis: Nabila Ramadhani

Masa pubertas memang bervariasi untuk setiap orang. Hal ini bisa disebabkan oleh warisan genetik dari orang tua.

Jika ada anggota keluarga kamu yang mengalami pubertas terlalu awal atau lambat, kemungkinan anak-anaknya juga akan mengalami pola serupa.

Namun, berat badan dan persentase lemak tubuh juga dapat memengaruhi masa pubertas. Individu dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi mungkin akan mengalami pubertas lebih awal. 

Agar sesuai dan tepat waktu, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menerapkan pola hidup sehat. Sebab, tinggal di lingkungan yang sehat dengan nutrisi sempurna dapat mendukung perkembangan tubuh agar bisa normal.

Lantas, masa pubertas berkisar antara usia berapa saja? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

Masa pubertas berkisar usia antara

Masa pubertas perempuan dan laki-laki cukup berbeda. Umumnya, masa pubertas anak perempuan berkisar antara usia 8-13 tahun. 

Sedangkan masa pubertas laki-laki berkisar antara usia 9-14 tahun atau dua tahun lebih lambat dari anak perempuan. 

Jika anak kamu mulai menunjukkan tanda-tanda pubertas sebelum usia 9 tahun, ada baiknya bertanya kepada dokter tentang perubahan awal ini. Demikian pula jika tidak ada tanda pubertas yang terjadi pada usia 15 tahun.

Perbedaan waktu pubertas ini dikarenakan adanya perbedaan dalam perubahan hormon dan perkembangan biologis antara kedua jenis kelamin. 

Salah satunya dari faktor hormonal perempuan. Sebab, pubertas dimulai ketika kelenjar pituitari di otak mengeluarkan hormon yang disebut hormon luteinizing (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH). 

Hormon-hormon tersebut merangsang kelenjar kelamin untuk menghasilkan hormon seks, seperti estrogen pada perempuan dan testosteron pada laki-laki.

Perempuan cenderung memiliki perubahan hormonal yang lebih awal, yang memicu perkembangan payudara, pertumbuhan rambut kemaluan, dan siklus menstruasi. Jadi, masa pubertasnya pun datang lebih awal juga.

Tahapan pubertas pada perempuan

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki tahapan pubertas yang berbeda-beda. Untuk perempuan sendiri, ada beberapa tahapan pubertas yang perlu dilalui. Dimulai dari tahapan atau fase awal, biasanya belum ada tanda yang terlihat dengan jelas. 

Namun, di fase 2, perempuan akan mulai mengalami perubahan fisik sekitar usia 8-13 tahun. 

Salah satu tahapan atau gejala di fase 2 pubertas pada perempuan adalah bagian payudara yang mulai tumbuh, tumbuhnya rambut di area kewanitaan, dan menambahnya tinggi badan.

Kemudian, tahapan pubertas pada perempuan ini berlanjut lagi pada fase 3, dengan gejala berikut ini.

  • Payudara makin membesar
  • Rambut di ketiak dan area kewanitaan semakin panjang
  • Rambut yang tumbuh di area kewanitaan cukup kasar
  • Kulit wajah berminyak dan timbulnya jerawat

Setelah itu, sang anak akan melanjutkan pada tahapan pubertas terakhir pada perempuan di fase 4 pada usia 10-15 tahun. Ini dia gejalanya.

  • Payudara terus membesar dengan puting yang menonjol
  • Rambut di area kewanitaan semakin lebat
  • Tumbuh jerawat semakin banyak
  • Menstruasi

Barulah, tahapan pubertas pada perempuan berakhir di fase 5 di mana kedewasaan fisiknya sudah sempurna.tahapan pubertas

Tahapan pubertas pada laki-laki

Sedangkan tahapan pubertas pada laki-laki tidak begitu berbeda. Di mulai pada tahap 1, belum ada perubahan yang begitu terlihat. 

Berlanjut di tahap 2 antara usia 9-14 tahun biasanya perubahan fisik sudah dimulai dari perkembangan genital, mulai tumbuhnya rambut di bagian kemaluan, dan bertambahnya tinggi badan.

Untuk tahapan pubertas pada laki-laki di fase 3 berkisar antara usia 10-16 tahun dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Mimpi basah atau ejakulasi di malam hari saat kamu tertidur
  • Rambut kasar yang tumbuh pada area kemaluan
  • Tinggi badan yang tumbuh
  • Produksi keringat berlebih yang menyebabkan bau badan
  • Perubahan vokal
  • Peningkatan massa otot

Untuk di fase 4 pada usia 11-16 tahun, tahapan pubertas pada laki-laki yang kemungkinan terjadi adalah:

  • Ukuran penis yang semakin bertumbuh
  • Pertumbuhan rambut pada area kemaluan yang semakin kasar
  • Pertumbuhan jerawat

Berakhir di fase 5, tahapan pubertasnya akan berhenti di mana tampilan fisik akan semakin sempurna. 

Jadi, itu dia tahapan pubertas pada perempuan dan laki-laki serta perkiraan usianya. Bila kamu atau anak tidak mengalami fase-fase tersebut sampai umur maksimal, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter terkait.

Pernah mengalami telat haid sampai 3 bulan? Kira-kira apa saja penyebab telat haid 3 bulan tapi tidak hamil? Saat haid terlambat selama 3 bulan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tes kehamilan untuk mengetahui apakah disebabkan oleh kehamilan atau bukan.

Tes kehamilan dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan alat tes kehamilan yang bisa dibeli di apotek, atau dengan memeriksakan diri ke dokter.

Namun, jika hasil tes kehamilan negatif, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan haid terlambat, seperti gangguan hormonal, pola makan yang tidak sehat, stres, olahraga yang berlebihan, atau faktor lingkungan. Jika haid terus terlambat, kamu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Selain itu, haid terlambat bisa disebabkan oleh faktor seperti gangguan hormonal atau pola makan yang buruk,dan berbagai hal lainnya. Nah, agar lebih jelas, simak artikel ini, yuk!

Penyebab telat haid 3 bulan tapi tidak hamil

penyebab telat haid 3 bulan tapi tidak hamil

Umumnya, siklus haid rata-rata wanita adalah setiap 28 hari. Namun, siklus haid yang sehat juga bisa berkisar antara 21-35 hari. Jika periode haid kamu berada di luar kisaran ini, itu bisa diklasifikasikan sebagai telat haid.

Berikut beberapa penyebab telat haid 3 bulan tapi tidak hamil yang umum terjadi:

1. Stres

Saat berada di bawah tekanan fisik atau emosional, tubuh memproduksi hormon stres adrenalin dan kortisol. Seiring waktu, stres dapat menyebabkan penyakit serta kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat memengaruhi siklus haid.

Lonjakan hormon ini memaksa otak untuk menentukan fungsi tubuh mana yang harus diprioritaskan sampai masa stres berlalu. Jika ini terjadi, cobalah untuk rileks dan mengubah gaya hidup. Ingatlah untuk olahraga dan istirahat yang cukup.

2. Perubahan berat badan yang ekstrim 

Penurunan dan kenaikan berat badan yang ekstrim dapat menyebabkan periode haid menjadi terlambat. Hal ini dikarenakan berat badan dapat mempengaruhi hipotalamus, kelenjar di otak yang bertanggung jawab mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus haid. 

3. Olahraga berlebihan

Berolahraga secara berlebihan tanpa mengonsumsi kalori yang cukup dapat menyebabkan telat haid karena tubuh tidak menghasilkan cukup estrogen.

Hal ini paling sering terjadi pada wanita yang berolahraga beberapa jam sehari, karena sengaja atau tidak, tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi. Jadi, jika kamu berencana berolahraga lebih lama dan lebih sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. 

Jenis-jenis Olahraga Ringan Saat Haid dan Tips Untuk Mencegah Cedera

4. Berbagai pengobatan medis

Kontrasepsi hormonal seperti pil, suntik, atau susuk yang mencegah tubuh berovulasi dapat menjadi penyebab seorang wanita telat haid atau bahkan tidak haid sama sekali.

Beberapa obat lain juga dapat menyebabkan haid tidak teratur, termasuk antidepresan, antipsikotik, kortikosteroid, dan obat kemoterapi.

5. Ketidakseimbangan hormon

Ketidakseimbangan hormon wanita yang disebabkan oleh tidak adanya ovulasi disebut Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi ini dapat menyebabkan kista ovarium dan menyebabkan terlambatnya haid pada wanita.

Penyebab PCOS sendiri belum diteliti lebih lanjut, tapi menurut National Health Service, kondisi ini kebanyakan karena faktor genetik. 

6. Gangguan tiroid

Jika kelenjar tiroid yang bertanggung jawab untuk metabolisme dalam tubuh tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi kondisi haid yang tidak teratur.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan menstruasi yang lebih ringan dan jarang, sementara kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur tetapi lebih berat. Jika ini terjadi padamu, segera konsultasi ke dokter ya.

5 Makanan Untuk Penderita Hipotiroid Dan Yang Harus Dihindarinya

7. Perimenopause

Jika kamu memiliki siklus haid yang tidak teratur, perimenopause bisa menjadi penyebab terlambatnya menstruasi. Usia rata-rata wanita mengalami menopause adalah 51 tahun.

Namun, dari 2 hingga 8 tahun sebelumnya, wanita dapat mengalami perimenopause atau menopause dini. Fase ini adalah saat tubuh secara bertahap memproduksi lebih sedikit estrogen. Selama ini, tidak jarang terjadi perubahan siklus haid. 

Kapan perlu ke dokter?

konsultasi dokter

Jika haid terlambat selama 3 bulan atau lebih, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Namun, jika tes kehamilan menunjukkan hasil positif, sebaiknya juga segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik.

Jika hasil tes kehamilan negatif dan haid masih belum datang, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab haid terlambat, seperti tes darah untuk mengukur kadar hormon, pemeriksaan USG untuk memeriksa organ reproduksi, atau tes tiroid untuk memeriksa fungsi tiroid.

Namun, jika haid terlambat hanya beberapa hari atau minggu, kamu tidak perlu khawatir. Sebaiknya tunggu beberapa waktu lagi sebelum memeriksakan diri ke dokter.

Selalu pantau siklus haidmu dan konsultasikan dengan dokter jika ada perubahan yang mencurigakan atau masalah kesehatan yang mempengaruhi siklus haid.


Penulis: Hutri Cika Agustina Berutu

Diam tapi mematikan, ini adalah kata-kata yang sering digunakan untuk menggambarkan kanker serviks. Kanker serviks adalah salah satu gangguan yang menyerang wanita dan tumbuh lambat atau bahkan jarang menimbulkan gejala pada stadium awal. Lalu, bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Wanita segala usia mungkin saja terkena kanker serviks, tapi kondisi ini terutama menyerang wanita yang aktif secara seksual dengan usia antara 35-40 tahun dan rata-rata usia saat terdiagnosis adalah 50 tahun.

Meski begitu, dalam 40-50 tahun belakangan, kasus kematian akibat kanker serviks telah menurun. Hal ini bisa terjadi karena peran pemeriksaan pap smear rutin yang dapat mendeteksi sel-sel prakanker dan keganasan tahap awal sehingga lebih mudah diobati daripada kanker serviks stadium akhir. 

Lantas, adakah cara mencegah kanker serviks yang bisa kita lakukan? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!

Tanda kanker serviks sudah menyebar

Sebelum membahas cara mencegah kanker serviks, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui tanda-tanda apabila kanker serviks sudah menyebar. Perlu diketahui, kanker serviks stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala dan sulit dideteksi. 

Tanda dan gejala kanker serviks stadium awal dapat berupa:

  1. Keputihan encer atau berdarah yang banyak dan berbau busuk
  2. Pendarahan vagina setelah berhubungan intim di antara siklus menstruasi atau setelah menopause 
  3. Periode menstruasi mungkin lebih berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya

Jika kanker telah menyebar ke jaringan atau organ di dekatnya, gejalanya dapat berbeda-beda bergantung pada letak bagian tubuh mana yang telah terinfeksi kanker, tapi gejala umumnya meliputi:

  • Sulit atau nyeri saat buang air kecil, terkadang disertai darah dalam urin
  • Mengalami pendarahan dari rektum saat buang air besar
  • Kelelahan, penurunan berat badan dan nafsu makan
  • Sakit punggung tumpul atau bengkak di kaki Anda.
  • Sakit panggul perut

Ladies, Ini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Ini

Cara mencegah kanker serviks

cara mencegah kanker serviks dan terapi pengobatan agar cepat sembuh

Ada beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa kamu lakukan. Melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur dan melakukan pap smear adalah langkah paling penting yang harus diambil untuk mencegah kanker serviks. 

Selain itu, cara mencegah kanker serviks yang bisa kamu lakukan selanjutnya, yaitu:

1. Menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV)

Vaksin HPV melindungi terhadap jenis HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks, vagina, dan vulva. Vaksinasi HPV dianjurkan untuk praremaja berusia 11 hingga 12 tahun, tapi dapat diberikan mulai usia 9 tahun.

Selain itu, vaksin HPV juga dianjurkan untuk semua orang hingga usia 26 tahun jika belum mendapatkan vaksinasi. Jika kamu melakukan vaksinasi sebelum usia 15 tahun, direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin sebanyak 2 dosis, dengan jarak pemberian dosis 6-12 bulan.

Bagi kamu yang memulai rangkaian vaksin setelah usia 15 tahun, vaksin dapat diberikan dalam tiga rangkaian suntikan. Vaksinasi HPV mencegah infeksi HPV baru, tapi tidak mengobati infeksi atau penyakit yang sudah ada. Inilah alasannya vaksin HPV bekerja paling baik bila diberikan sebelum terpapar HPV.

2. Lakukan pap smear rutin

Tes skrining dapat membantu mendeteksi kanker serviks dan sel prakanker yang suatu saat mungkin berkembang menjadi kanker serviks. Pap smear biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul.

Dilakukannya pap smear untuk mendeteksi sel-sel abnormal pada leher rahim, termasuk sel kanker dan sel yang menunjukkan perubahan yang meningkatkan risiko kanker serviks. Dokter umumnya merekomendasikan untuk mulai pap smear pada usia 21 tahun dan mengulanginya setiap 3-5 tahun untuk wanita berusia 21-65 tahun.

3. Gunakan pengaman saat berhubungan seksual

Perlu diketahui, virus HPV (virus penyebab kanker serviks dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit, dan seringkali ini terjadi selama hubungan seksual. Tak heran jika berhubungan seks pada usia dini meningkatkan risiko HPV dan semakin banyak pasangan seksual yang kamu miliki, semakin besar kemungkinan tertular. 

Untuk mengurangi risiko kanker serviks, kamu bisa mengambil tindakan untuk mencegah HPV dan infeksi menular seksual lainnya dengan membatasi jumlah pasangan seksual dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks.

4. Berhenti merokok

Cara mencegah kanker serviks selanjutnya yaitu dengan berhenti merokok. Menurut American Cancer Society, orang yang merokok lebih mungkin terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. 

Para peneliti percaya, produk sampingan tembakau yang ditemukan dalam lendir serviks perokok, dapat merusak DNA sel serviks yang dapat berkontribusi pada perkembangan kanker serviks. 

Tak hanya itu, merokok juga dapat melemahkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk HPV.

5. Terapkan gaya hidup sehat

Selain melakukan beberapa cara mencegah kanker serviks seperti yang telah disebutkan di atas, kamu juga bisa menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks, seperti:

  • Makanlah makanan yang tinggi antioksidan dan nutrisi pelawan kanker dan hindari makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan trans, gula dan natrium
  • Penelitian telah menunjukkan bahwa berolahraga setidaknya 30 menit seminggu dapat membantu mencegah kanker serviks

Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh?

Cara mengobati kanker serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung pada stadium kanker yang dialami pasien dan kondisi kesehatannya. Terapi pengobatan untuk kanker serviks meliputi:

1. Pembedahan

Pembedahan dapat menjadi opsi pengobatan untuk kanker serviks pada tahap awal. Ada beberapa jenis prosedur pembedahan yang dapat dilakukan termasuk:

  • Trakelektomi radikal: Trakelektomi ini melibatkan pengangkatan serviks atau leher rahim beserta jaringan di sekitarnya dan bagian atas vagina. Meskipun operasi ini dilakukan, kemungkinan untuk hamil masih tetap ada karena rahim tidak diangkat dalam prosedur ini.
  • Histerektomi total: Dalam histerektomi total, serviks dan seluruh tubuh rahim diangkat, tetapi ovarium dan tuba falopi tetap utuh. Ini memberikan peluang untuk mempertahankan kemampuan untuk hamil.
  • Histerektomi radikal: Dalam histerektomi radikal, selain mengangkat leher rahim dan rahim, jaringan parametrium dan uterosacral ligaments juga diangkat. Namun, ovarium dan tuba falopi tetap dipertahankan.
  • Eksenterasi panggul: Eksenterasi panggul merupakan jenis operasi yang lebih invasif, terutama digunakan ketika kanker serviks sudah berkembang secara signifikan. Dalam operasi ini, banyak jaringan diangkat, termasuk rahim, leher rahim, ovarium, dan tuba falopi. Dalam beberapa kasus ekstrem, kandung kemih, vagina, dan rektum juga dapat diangkat jika kanker telah menyebar. Prosedur ini umumnya digunakan dalam pengobatan kanker serviks yang sudah kambuh.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan yang menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. Ini juga pilihan pengobatan utama yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain atau tidak dapat diatasi dengan operasi. Kemoterapi dapat diberikan secara oral atau melalui infus dan sering kali bersamaan radioterapi.

3. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar tinggi energi, seperti sinar-X untuk menghancurkan sel kanker. Ini adalah pengobatan yang sangat efektif untuk kanker serviks, terutama pada tahap awal.

Terapi pengobatan untuk kanker serviks ini dapat diberikan dari luar tubuh (radioterapi eksternal) atau dari dalam tubuh (brakiterapi). Dalam brakiterapi, sumber radiasi ditempatkan di dalam atau dekat tumor untuk memberikan dosis radiasi yang tinggi secara langsung ke area yang terkena.

4. Kombinasi terapi

Pada banyak kasus, pengobatan kanker serviks melibatkan kombinasi dari ketiga metode yang telah disebutkan sebelumnya. Pendekatan ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Kemoterapi dapat dilakukan bersamaan dengan radioterapi untuk meningkatkan efektivitas radioterapi. Ini disebut sebagai “kemoradioterapi” dan dapat membantu mengurangi ukuran tumor sebelum operasi atau mengobati kanker serviks yang lebih canggih.

Itulah beberapa cara mencegah kanker serviks dan sejumlah terapi pengobatannya. Deteksi dini kanker serviks sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara teratur dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksinya.


Penulis: Silvia Wardatul

Sampai saat ini, masih banyak pertanyaan seputar “Apakah kanker serviks bisa sembuh?” Sebelum menjawab pertanyaan ini, penting untuk diketahui bahwa kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel abnormal pada lapisan leher rahim.

Ada beberapa jenis kanker serviks, yaitu kanker serviks karsinoma sel skuamosa dan kanker serviks adenokarsinoma. Namun di antara kedua jenis kanker, kanker serviks karsinoma sel skuamosa lah yang paling sering terjadi, di mana angka kasus kanker ini mencapai 70%. 

Fakta lainnya, selama 2023, diperkirakan lebih dari 900 orang terdiagnosis kanker serviks dan rata-rata usia saat terdiagnosis adalah 50 tahun. Lantas, apakah kanker serviks bisa sembuh? Berikut penjelasannya.

Gejala kanker serviks

Kanker serviks stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala dan sulit dideteksi. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ada sel abnormal yang mungkin berkembang menjadi kanker adalah dengan melakukan tes skrining serviks.

Jika perubahan sel awal berkembang menjadi kanker serviks, tanda-tanda yang paling umum meliputi:

  • Pendarahan vagina di antara periode menstruasi
  • Perdarahan menstruasi yang lebih lama atau lebih berat dari biasanya
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Pendarahan setelah berhubungan intim
  • Nyeri panggul
  • Keputihan yang terlihat abnormal atau keputihan yang lebih banyak atau mungkin memiliki warna atau bau yang kuat atau tidak biasa
  • Pendarahan vagina setelah menopause

Penyebab Kanker Serviks, Hindari Kebiasaan Ini!

Bagaimana cara mendiagnosis kanker serviks?

Umumnya, kanker serviks akan berkembang secara perlahan dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui perkembangannya. Sebelum berubah menjadi kanker, sel-sel di leher rahim mengalami banyak perubahan. 

Sel-sel di leher rahim yang tadinya normal pun mulai tampak tidak teratur atau tidak normal. Sel-sel abnormal ini nantinya bisa jadi hilang atau justru berubah menjadi sel kanker.

Pemeriksaan ginekologi secara teratur dengan pap smear dapat mendeteksi sebagian besar kasus kanker serviks. Pap smear adalah tes yang mengumpulkan sel-sel dari leher rahim untuk nantinya diperiksa agar dokter dapat mencari tanda-tanda prakanker atau kelainan lainnya.

Jika hasil pap smear tidak normal, tes lebih lanjut diperlukan. Tes tersebut mungkin termasuk tes HPV, yang merupakan tes khusus untuk memeriksa sel-sel leher rahim yang tujuannya untuk mencari infeksi HPV, di mana jenis infeksi HPV tertentu seringkali menjadi penyebab kanker serviks.

Tak hanya tes pap smear dan HPV, untuk mendiagnosis kanker serviks, dokter biasanya juga akan juga memeriksa leher rahim dan mengambil sampel jaringan untuk biopsi jika mereka mencurigai kamu menderita kanker. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk mengambil jaringan, seperti biopsi punch atau kuretase endoserviks. 

Apakah kanker serviks bisa sembuh?

apakah kanker serviks bisa sembuh ini terapi pengobatannya

Menjawab pertanyaan “Apakah kanker serviks bisa sembuh?”, pada dasarnya, kanker serviks bisa diobati dan kemungkinan besar kasus kanker serviks bisa disembuhkan, terutama jika kanker serviks telah  didiagnosis ketika kanker pada stadium awal. 

Seperti kebanyakan pada jenis kanker lainnya, deteksi dini adalah kunci untuk mencapai keberhasilan pengobatan dan pemulihan. Melakukan pap smear tahunan dengan tes HPV setiap tiga hingga lima tahun dapat mendeteksi kanker serviks pada tahap pra-kanker atau kanker stadium awal, di mana pada fase ini, kanker seringkali masih dapat diobati dan sembuh.

Namun, jika kanker ditemukan setelah menyebar ke luar serviks (kanker stadium lanjut lokal yaitu stadium 2 atau 3), kanker tersebut mungkin masih memberikan respons yang baik terhadap pengobatan dan seringkali dapat dikendalikan.

Akan tetapi, jika kanker didiagnosis pada stadium 4, kemungkinan penyembuhannya sangat kecil. Pasalnya, stadium 4 adalah kondisi di mana kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, melampaui panggul, bahkan  hingga ke paru-paru, hati atau tulang. 

Bagi wanita yang didiagnosis pada stadium lanjut, tingkat kesembuhan lebih rendah, dan pada beberapa pasien, pengobatan mungkin bertujuan untuk memperlambat perkembangan kanker, meningkatkan umur panjang, dan meningkatkan kualitas hidup.

Pengobatan kanker serviks

Pengobatan kanker serviks yang sebenarnya berbeda-beda, tergantung usia, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan stadium kankernya. Jika kamu telah didiagnosis menderita kanker serviks, dokter mungkin akan memberikan beberapa pengobatan yang mencakup:

1. Pembedahan

Pembedahan adalah salah satu metode utama yang digunakan dalam pengobatan kanker serviks. Tujuannya adalah mengangkat tumor dan jaringan yang terinfeksi oleh sel kanker. Jenis pembedahan yang digunakan akan tergantung pada sejauh mana kanker telah menyebar dan faktor-faktor lain seperti usia dan kesehatan pasien. 

2. Terapi radiasi

Untuk kanker serviks stadium lanjut, di mana pembedahan tidak dapat menyembuhkannya, maka dibutuhkan terapi radiasi yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau mencegah pertumbuhannya. Umumnya pengobatan kanker serviks dengan terapi radiasi ini dikombinasikan dengan kemoterapi berbasis Platinum.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang melibatkan penggunaan obat-obatan kimia untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Ini adalah metode yang sering digunakan ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari leher rahim. Kemoterapi dapat diberikan melalui infus intravena atau melalui obat yang diminum.

Vaksin Kanker Serviks: Kandungan, Jenis, dan Efek Sampingnya

Cara cek kanker serviks sendiri 

Melansir dari ANTARA, dr. Andhika Rachman SpPD-KHOM dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo membagikan beberapa cara untuk mendeteksi kanker dengan pemeriksaan mandiri yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Untuk mendeteksi kanker serviks, dr. Andhika mengungkapkan bahwa kita bisa mengenalinya dengan gejala-gejala yang dialami. Adapun gejala yang umum dialami oleh penderita kanker serviks, yaitu sering mengalami pegal di bagian pinggang, nyeri saat buang air kecil, hingga pendarahan di luar masa menstruasi.

Selain itu, gejala lainnya meliputi perdarahan saat melakukan hubungan seks, dan siklus menstruasi yang lebih panjang dari dari periode yang seharusnya. Jika gejala-gejala itu sering kamu alami, penting untuk segera melakukan konsultasi. 

Jadi, apakah kanker serviks bisa sembuh? Ya, kanker serviks bisa sembuh asalkan telah mendapatkan diagnosis dini dan pengobatan tepat saat kanker masih dalam fase awal. Untuk itu, penting untuk melakukan tes pap smear dan HPV guna mendeteksi kanker lebih dini.


Penulis: Silvia Wardatul 

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kondisi ovarium menghasilkan androgen dalam jumlah yang abnormal, hormon pria yang biasanya terdapat pada wanita dalam jumlah sedikit. Ketidakseimbangan hormon menimbulkan gejala PCOS pada wanita, salah satunya haid tidak teratur. 

Pada dasarnya, PCOS dapat menyerang wanita kapan saja setelah masa pubertas. Namun kebanyakan orang didiagnosis PCOS pada usia 20-an atau 30-an ketika mereka dalam masa subur dan mencoba untuk hamil. 

Lantas, apa penyebab dan bagaimana gejala PCOS pada wanita selain haid tidak teratur? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di artikel ini!

Apa itu Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)?

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah ketidakseimbangan hormon yang terjadi ketika ovarium (organ yang memproduksi dan melepaskan sel telur) menghasilkan hormon berlebih. 

Jika menderita PCOS, indung telur akan menghasilkan hormon yang disebut androgen dalam jumlah yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan hormon reproduksi menjadi tidak seimbang. Akibatnya, penderita PCOS sering kali memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan ovulasi yang tidak dapat diprediksi. 

PCOS adalah salah satu penyebab paling umum infertilitas pada wanita. Selain itu, PCOS juga dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan lainnya. Namun, tak perlu khawatir, jika kamu didiagnosis mengalami PCOS, dokter dapat mengobatinya.

Jangan Keliru, Ini Perbedaan PCO dan PCOS yang Wajib Kamu Ketahui!

Gejala PCOS pada wanita

Gejala PCOS pada wanita bisa berbeda-beda. Bahkan, gejala PCOS pada wanita dapat  berubah seiring berjalannya waktu dan sering kali terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Gejala PCOS pada wanita yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Menstruasi yang tidak teratur atau dalam jangka waktu yang lama.
  2. Siklus menstruasi yang tidak dapat diprediksi atau bahkan kerap kali terlewat (tidak menstruasi dalam siklus tertentu).
  3. PCOS dapat menyebabkan jerawat, terutama di punggung, dada, dan wajah. Jerawat ini bisa terus berlanjut hingga melewati masa remaja dan sulit diobati.
  4. Munculnya rambut berlebihan di wajah atau tubuh.
  5. 40%-80% penderita PCOS mengalami obesitas dan kesulitan mempertahankan berat badan yang sehat. Penambahan berat badan biasanya terjadi di sekitar perut.
  6. Banyak penderita PCOS memiliki ovarium yang tampak lebih besar atau memiliki banyak folikel (kista kantung telur) pada USG.
  7. Penderita PCOS mungkin kehilangan sebagian rambut di kepalanya atau mulai mengalami kebotakan.

Orang dengan PCOS lebih mungkin memiliki kondisi kesehatan lain, seperti:

  • Diabetes tipe 2
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kolesterol Tinggi
  • Penyakit jantung
  • Kanker endometrium (kanker lapisan dalam rahim)

Lantas, bisakah wanita yang menderita PCOS tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun? Jawabannya, bisa. Mungkin saja kamu menderita PCOS dan tidak menunjukkan gejala apa pun. 

Bahkan, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit PCOS sampai mereka mengalami kesulitan untuk hamil atau mengalami kenaikan berat badan karena alasan yang tidak diketahui. 

Apa penyebab PCOS pada wanita?

penyebab dan gejala pcos pada wanita

Sampai saat ini, penyebab pasti PCOS belum diketahui. Ada bukti bahwa genetika yang meningkatkan risiko PCOS. Selain itu, beberapa faktor lain juga berperan dalam penyebab PCOS, seperti:

  • Tingkat hormon (androgen) yang lebih tinggi: Kadar androgen yang tinggi mencegah indung telur melepaskan sel telur sehingga menyebabkan siklus haid tidak teratur. Ovulasi yang tidak teratur juga dapat menyebabkan terbentuknya kantung kecil berisi cairan di ovarium.
  • Resistensi insulin: Peningkatan kadar insulin menyebabkan ovarium membuat dan melepaskan hormon pria (androgen). Peningkatan hormon ini dapat menekan ovulasi dan berkontribusi terhadap gejala PCOS pada wanita. 
  • Peradangan tingkat rendah: Orang dengan PCOS cenderung mengalami peradangan kronis tingkat rendah. Untuk mengetahui ini, dokter dapat melakukan tes darah untuk mengukur kadar protein C-reaktif (CRP) dan sel darah putih, yang dapat menunjukkan tingkat peradangan di tubuhmu.

Bisakah PCOS disembuhkan?

Biasanya dokter akan menentukan pengobatan PCOS berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan, kondisi kesehatan lainnya yang menyertai, dan rencana untuk hamil.

Jika kamu tidak berencana untuk hamil, pengobatan PCOS meliputi:

  1. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, suntikan, atau alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
  2. Mengonsumsi obat yang peka terhadap insulin
  3. Obat untuk memblokir androgen
  4. Perubahan gaya hidup dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga berat badan yang sehat 

Jika ingin hamil sekarang atau di kemudian hari, pengobatan PCOS meliputi:

  • Obat untuk menginduksi ovulasi (melepaskan sel telur).
  • Pembedahan: Prosedur pembedahan dapat membantu memulihkan ovulasi dengan mengangkat jaringan di ovarium yang memproduksi hormon androgen.
  • Fertilisasi in vitro (IVF) : IVF atau program bayi tabung adalah pilihan bagi penderita PCOS ketika pengobatan apapun tidak dapat membantu proses ovulasi. Dokter akan membantu dengan sejumlah teknologi agar sel telur membuahi dengan sperma sebelum mentransfernya ke rahim.

Ciri-Ciri Hormon Tinggi pada Wanita, Apakah Berbahaya?

Apakah pengidap PCOS bisa hamil?

Tak bisa dipungkiri, penyakit PCOS ini bisa menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi kaum hawa. Banyak yang menyebutkan, pengidap PCOS cenderung sulit hamil. Pasalnya, PCOS mengganggu siklus menstruasi normal dan berpengaruh pada kesuburan.

Tak hanya itu, wanita dengan PCOS juga 2 kali lebih mungkin melahirkan bayi prematur daripada yang tidak. Wanita dengan kondisi ini juga berisiko lebih besar mengalami keguguran, tekanan darah tinggi, dan diabetes gestasional.

Meski PCOS dapat mempersulit kehamilan sekaligus meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu, namun banyak orang dengan PCOS yang bisa hamil dengan sendirinya. Wanita penderita PCOS bisa hamil menggunakan terapi kesuburan untuk meningkatkan ovulasi.

Menurunkan berat badan dan menurunkan kadar gula darah dapat meningkatkan peluang untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Apabila cara alami tidak berhasil, dokter akan menyarankan program bayi tabung untuk memperbesar peluang keberhasilan kehamilan.


Penulis: Silvia Wardatul

Menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan dapat membantu menurunkan kadar tekanan darah tinggi yang melampaui batas normal, apalagi jika kamu penderita hipertensi. Lalu, apa saja makanan penurun darah tinggi?

Daftar makanan penurun darah tinggi

Kamu dapat menekan darah tinggi dengan rajin mengonsumsi makanan penurun darah tinggi yang cepat dan ampuh berikut ini:

1. Jeruk 

Jeruk adalah satu satu makanan penurun darah tinggi yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tumbuhan untuk menjaga kesehatan jantung.

2. Salmon dan ikan lainnya

Jika takut makan sesuatu yang berlemak karena takut darah tinggi, kamu salah. Pada dasarnya, tubuh kita membutuhkan lemak, khususnya lemak alami dari ikan.

Ikan berlemak adalah sumber lemak omega-3 yang sangat baik yang bermanfaat bagi jantung. Lemak ini membantu mengurangi kadar tekanan darah dengan menurunkan peradangan.

Kadar lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam makanan, terutama ikan dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi pada orang dewasa muda yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes.

3. Sayuran berdaun hijau

Selada dan bayam adalah contoh sayuran berdaun hijau yang dapat menurunkan tekanan darah. Sayuran hijau ini adalah sumber nutrisi seperti potasium dan magnesium untuk mendukung tekanan darah dalam kadar normal. 

Bayam adalah sayuran berdaun hijau yang kaya akan senyawa nabati untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, juga mengandung antioksidan, potassium, kalsium, dan magnesium yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Seperti Apa Sakit Kepala saat Hipertensi? Ini Ciri-Cirinya!

4. Pisang

Buah yang satu ini kaya akan potasium, nutrisi yang terbukti menurunkan tekanan darah. Satu buah pisang berukuran mengandung 375 mg potasium atau sekitar 11% asupan harian yang direkomendasikan untuk pria dan 16% untuk wanita. 

5. Blueberry

Buah yang satu ini mengandung resveratrol, zat yang membantu mengendurkan pembuluh darah. Blueberry juga kaya akan antosianin, pigmen yang meningkatkan kesehatan jantung. 

Menurut studi pada 2019 yang diterbitkan dalam Journals of Gerontology, orang yang minum jus blueberry segar tanpa tambahan apa pun setiap hari selama 28 hari mengalami penurunan tekanan darah sebesar 5 mmHg.

6. Kacang-kacangan

makanan penurun darah tinggi yang cepat dan ampuh

Makanan yang tergolong ke kacang-kacangan kaya akan magnesium dan potasium, dua mineral yang terbukti menurunkan tekanan darah. Kacang-kacangan juga kaya serat dan lemak sehat yang membantu mengendalikan kolesterol, meningkatkan kesehatan arteri, dan mengurangi tekanan darah.

Menurut studi 2019 yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, orang yang mengganti 5% lemak jenuh dalam menu makanannya dengan kacang kenari mengalami penurunan tekanan darah selama 6 minggu. Namun, perlu diingat, kacang yang dipilih adalah kacang segar tanpa natrium atau garam.

7. Yoghurt

Mengkonsumsi yoghurt secara teratur dapat menurunkan tekanan darah. Menurut penelitian pada 2021 yang diterbitkan dalam International Dairy Journal, yoghurt juga kaya akan probiotik, bakteri baik yang dapat mengendalikan tekanan darah. 

Ulasan pada 2014 yang diterbitkan dalam Hypertension Journal misalnya menyimpulkan bahwa konsumsi probiotik secara teratur mengurangi tekanan darah sistolik (angka teratas) hampir 3,6 mmHg dan tekanan darah diastolik (angka bawah) sekitar 2,4 mmHg.

Makanan Apa yang Aman untuk Penderita Hipertensi? Ini Dia Daftarnya!

8. Kentang

Kentang kaya akan zat potasium. Dalam 1 kentang berukuran sedang, mengandung sekitar 600 mg potasium. Potasium menurunkan ketegangan pada arteri yang mengurangi tekanan darah.

9. Tomat

Tomat kaya akan potasium dan likopen, nutrisi yang dapat menurunkan tekanan darah dan kesehatan jantung secara keseluruhan. Penelitian pada 2021 menemukan bahwa kandungan likopen dalam ekstrak tomat secara signifikan menurunkan tekanan darah pada orang sehat dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

Itulah beberapa makanan penurun darah tinggi untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil. Pastikan kamu tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup serta menghindari minuman manis. Selain itu, berolahragalah setidaknya 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan jantung.


Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty

Jika gula darah terlalu tinggi dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Ini adalah satu tanda yang harus diwaspadai, apalagi bagi penderita diabetes. Lalu, apakah ada penurun gula darah alami? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!

Makanan penurun gula darah alami

Jika telah memeriksa dan ternyata kadar gula darahmu cukup tinggi, jangan khawatir karena kamu masih tetap bisa mengonsumsi makanan sehat dan berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Berikut makanan penurun gula darah alami yang bisa dicoba:

1. Brokoli 

Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan ekstrak brokoli yang kaya sulforaphane memiliki efek antidiabetes yang kuat untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah.

Cara terbaik untuk meningkatkan sulforaphane adalah dengan mengonsumsi brokoli dengan cara dikukus sebentar atau ditumis dengan minyak zaitun bersama sayuran segar lainnya. 

2. Seafood

Makanan laut, seperti ikan dan kerang adalah sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mengatur kadar gula darah.

Protein sangat penting untuk mengendalikan kadar gula darah, memperlambat pencernaan, dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein dapat membantu mencegah makan berlebihan yang dapat memicu lonjakan gula darah.

3. Labu

Berwarna cerah dan kaya akan serat dan antioksidan, labu adalah pilihan makanan penurun gula darah alami. Selain itu, ekstrak labu telah terbukti secara signifikan dapat menurunkan kadar gula. Biji labu juga dapat mengendalikan kadar gula darah.

Menurut penelitian pada 2018 dengan 40 peserta, mengonsumsi 2 ons (65 gram) biji labu mengurangi kadar gula darah setelah makan hingga 35% daripada orang-orang yang tidak mengonsumsi biji labu.

4. Kimchi 

Makanan fermentasi kimchi mengandung probiotik, mineral, dan antioksidan yang dapat mengendalikan kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Tinjauan pada 2021 menyimpulkan bahwa makanan probiotik memiliki efek penting pada regulasi gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Para peneliti juga mencatat kimchi mempunyai dampak terbesar pada orang-orang yang diabetesnya tidak dikelola dengan baik dan tidak menjalani terapi insulin.

5. Biji chia

Mengonsumsi biji chia dapat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan mengonsumsi biji chia dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

15 Makanan untuk Penderita Gula Darah Tinggi yang Wajib Kamu Ketahui!

Berapa gula darah normal?

kadar gula darah normal penurun gula darah alami

Setelah mengetahui daftar makanan penurun gula darah alami, kamu mungkin penasaran batasan gula darah yang normal. Kadar gula darah normal atau gula darah puasa untuk orang dewasa yang sehat atau tanpa diabetes adalah di bawah 100 mg/dL atau berkisar antara 70-99 mg/dL.

Jika glukosa darah sekitar 100-125 mg/dL tergolong prediabetes. Orang prediabetes berisiko 50% mengalami diabetes tipe 2 dalam 5-10 tahun ke depan jika tidak melakukan perubahan gaya hidup atau terapi untuk mengendalikan kadar gula darah.

Namun, kalau kadar gula darah di atas 126 mg/dL, terutama setelah melakukan beberapa kali tes, itu artinya kamu menderita diabetes. Setelah mengetahui berapa kadar gula darah normal, sebaiknya biasakan untuk rutin tes glukosa dan menerapkan gaya hidup sehat.

Ingin Tahu Apa Kadar Gula Darah Yang Normal, Ini Cirinya!

Apa ciri-ciri gula darah tinggi?

Hiperglikemia atau keadaan gula darah tinggi sebenarnya sering terjadi pada penderita diabetes. Jika tidak diobati, hiperglikemia kronis dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan saraf, penyakit mata, dan kerusakan ginjal.

Jika kamu belum melakukan pemeriksaan kadar gula darah, kamu tetap bisa melihat dan merasakan beberapa ciri-ciri gula darah tinggi berikut ini:

1. Sering merasa haus dan buang air kecil

Buang air kecil berlebihan bisa terjadi ketika glukosa menumpuk di darah dan ginjal mulai bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa.

Jika ginjal tidak dapat menjaga dan menyesuaikan gula darah agar kembali ke kadar yang normal, kelebihan gula darah akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Efek sampingnya, kamu mungkin mengalami dehidrasi dan pusing.

2. Mudah lapar dari biasanya tapi berat badan turun

Jangan senang dahulu saat berat badanmu tiba-tiba turun, apalagi jika kamu tidak mengatur kalori harianmu atau rajin berolahraga. Banyak orang dengan gula darah tinggi yang tidak terkontrol merasa mudah lapar dari biasanya.

Meskipun kamu makan lebih banyak dari biasanya, berat badan mungkin turun tanpa alasan yang jelas jika kadar gula darah terlalu tinggi. Ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan energi dari sumber yang diinginkan, yaitu glukosa sehingga tubuh harus beralih mengambil energi ke otot dan lemak.

3. Merasa lelah terus-menerus

Kelelahan yang berlebihan adalah gejala gula darah yang tidak terkontrol. Sederhananya, ketika tubuh tidak memproses insulin dengan baik atau tidak memiliki jumlah insulin yang cukup, gula akan tetap berada di dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

4. Penglihatan buram dan sering sakit kepala

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembengkakan lensa di mata karena kebocoran cairan. Hal ini mengubah bentuk lensa mata sehingga tidak dapat fokus dengan baik sehingga menyebabkan penglihatan kabur. Selain itu, kamu juga akan merasa sering sakit kepala.

5. Luka lebih lama sembuh

Luka, goresan, memar, dan jenis lainnya akan sembuh lebih lambat jika kadar gula darah kamu yang tinggi tidak terkendali. Diabetes menyebabkan kerusakan saraf dan memengaruhi bagian bawah tungkai dan kaki yang dapat menunda penyembuhan karena aliran darah ke area tersebut tidak cukup.

6. Sering kesemutan dan mati rasa di tangan atau kaki 

Gula darah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan saraf yang disebut juga neuropati diabetik. Beberapa orang juga mengalami nyeri pada tangan dan kaki dan sering kali menjadi lebih parah pada malam hari.

7. Mengalami lepuh, kulit kering, atau perubahan lainnya

Lepuh, infeksi, kulit kering, gatal, perubahan warna, dan kelainan pada kulit bisa menjadi tanda peringatan gula darah tinggi.  Segera periksakan ke dokter jika terjadi perubahan kulit. 

Adakah Gula Diabetes Yang Aman? Yuk Kenali Jenisnya

Itulah informasi mengenai makanan penurun gula darah alami, berapa gula darah normal, hingga ciri-ciri gula darah yang tinggi. Ada baiknya jika kamu mengonsumsi banyak gula dan karbohidrat, segera lakukan tes glukosa agar bisa terhindar dari prediabetes atau diabetes ya, Yoonies!


Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty

Tubuh kita sebenarnya membutuhkan kolesterol baik (high density lipoprotein) untuk memproduksi hormon, vitamin, dan sel-sel baru. Namun, jika kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein) tinggi, justru berbahaya bagi kesehatan. Menerapkan pola makan sehat bisa menurunkan kadar kolesterol jahat. Lalu, apa saja buah untuk menurunkan kolesterol?

Penyebab kolesterol tinggi pada wanita

Sebelum mengetahui daftar buah untuk menurunkan kolesterol, Yoonies mungkin bertanya-tanya beragam penyebab kolesterol tinggi pada wanita. Sebenarnya penyebab kolesterol tinggi pada wanita adalah pola makan tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan olahan, gorengan, gula, dan rendah serat. 

Belum lagi dengan faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang menerapkan aktivitas fisik atau olahraga, hingga memiliki kondisi yang mendasari seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Untuk mengendalikan kolesterol, kamu perlu terus memperhatikan beragam faktor penyebab tersebut. Namun, pola makan sehat yang terdiri dari buah-buahan yang kaya akan vitamin esensial, mineral, dan antioksidan terbukti dapat mengelola kadar kolesterol. 

Bisa sebabkan Stroke, Ketahui Ciri Kolesterol Tinggi Pada Wanita

7 buah untuk menurunkan kolesterol

buah untuk menurunkan kolesterol dan penyebab kolesterol tinggi pada wanita

Jika kamu memiliki kondisi medis yang mendasari sebelumnya, tentu perlu memperhatikan pola makan yang sehat. Yuk, mulai konsumsi daftar buah untuk menurunkan kolesterol berikut ini!

1. Apel 

Apel dianggap sebagai salah satu buah terbaik untuk menurunkan kolesterol. Apel kaya akan serat larut yang menjaga kesehatan jantung. Selain itu, apel mengandung polifenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol.

Orang dewasa dengan kadar kolesterol tinggi dan mulai mengonsumsi apel akan mengalami penurunan kolesterol jahat dan kolesterol total hanya dalam 4 minggu. Hal tersebut dijabarkan pada uji coba yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition

2. Buah beri

Buah beri, seperti stroberi, blackberry, dan raspbery menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan karena salah satu sumber fitonutrien yang lezat dan serbaguna. Berkat kandungan antioksidan dan antiinflamasinya, buah ini kaya akan bahan kimia bioaktif yang dapat mencegah penyakit jantung dan gangguan kronis lainnya. 

Mengonsumsi secangkir buah beri setiap hari dapat menurunkan kolesterol pada orang dewasa yang berisiko terkena penyakit jantung, demikian kesimpulan ulasan yang diterbitkan dalam Nutrients Journal.

3. Alpukat

Menurut California Avocado Commission, makan alpukat dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lain dari makanan. Ini karena alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal, sejenis lemak sehat yang membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Kuncinya adalah menikmati alpukat sebagai pengganti makanan dengan kandungan lemak jenuh kurang sehat, seperti daging merah dan produk susu berlemak penuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Jauhi 7 Makanan Pantangan Kolesterol Ini Biar Sehat Dan Jauh Dari Penyakit!

4. Nanas

Nanas merupakan sumber vitamin, mineral, dan nutrisi yang baik. Bromelain yang terdapat dalam nanas memecah timbunan kolesterol di arteri yang mendukung aliran darah yang sehat dan mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Jeruk

Jeruk tidak hanya lezat dan baik untuk kekebalan tubuh karena kaya akan vitamin C, tetapi juga baik untuk kesehatan jantung. Penelitian observasional menunjukkan hubungan antara orang dewasa yang mengonsumsi jus jeruk. Hasilnya, secara signifikan menurunkan kadar kolesterol jahat dan total. Inilah manfaat segelas jus jeruk asli tanpa tambahan gula yang dapat menekan kadar kolesterol jahat.

6. Semangka

Semangka adalah salah satu buah penurun kolesterol karena secara alami mengandung karotenoid yang terbukti menangkal radikal bebas sehingga mencegah peningkatan kolesterol. Mengonsumsi jus semangka bisa menjadi pilihan pengganti jika kamu ingin minuman manis.

7. Plum 

Sekitar 50 gram buah plum setiap hari atau mengonsumsi 5-6 buah per hari dapat meningkatkan kadar kolesterol baik pada wanita pascamenopause secara signifikan, serta menurunkan peradangan dan meningkatkan aktivitas antioksidan.

Menambahkan plum ke dalam smoothie, salad buah-buahan, atau memakannya begitu saja adalah cara menyenangkan untuk menekan kadar kolesterol. 

Manfaat Terong untuk Ibu Hamil, Ternyata Bisa Bantu Turunkan Kolesterol!

Itulah ketujuh jenis buah untuk menurunkan kolesterol yang tinggi. Ingatlah kadar kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung. Kamu dapat menurunkan risiko ini dengan mulai mengonsumsi buah-buahan di atas ke diet harianmu.


Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty

Penyakit Parkinson adalah salah satu gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi sistem saraf pada tubuh manusia. Gejala penyakit ini cukup bervariasi sehingga kamu benar-benar harus memahami apa itu penyakit Parkinson. Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Apa itu penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi gerakan tubuh dan keseimbangan. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel saraf tertentu di otak yang menghasilkan dopamine mengalami kerusakan atau kematian.

Selain mengganggu gerakan tubuh, penyakit ini bisa memengaruhi indera, kemampuan berpikir, dan kesehatan mental. Jadi, penting untuk mengetahui gejala, penyebab, dan perawatan yang diberikan terhadap penyakit ini. 

Penyakit Parkinson dapat menyerang siapa saja, tetapi orang yang lebih tua cenderung lebih berisiko terhadap penyakit ini. Para ahli memperkirakan bahwa penyakit otak motorik ini memengaruhi setidaknya 1% orang berusia di atas 60 tahun di seluruh dunia. 

Penyebab penyakit Parkinson

Setelah mengetahui apa itu penyakit Parkinson, kamu mungkin ingin tahu apa yang jadi penyebabnya untuk bisa menghindari hal ini. Sayangnya, penyebab penyakit Parkinson belum sepenuhnya dipahami. 

Walau begitu, ada beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko terhadap penyakit ini, antara lain: 

  • Genetik
  • Usia (di atas 60 tahun)
  • Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia atau racun tertentu
  • Jenis kelamin pria yang lebih berisiko

Gejala penyakit Parkinson

Gejala penyakit Parkinson pada dasarnya bisa berbeda pada setiap orang. Gejala awal mungkin terlihat ringan dan tidak begitu terasa. Namun, tanda-tanda penyakit ini biasanya dimulai dari satu sisi tubuh dan akan memburuk pada sisi yang sama hingga berpindah di kedua sisi. Begini beberapa tanda-tanda yang perlu kamu waspadai. 

  • Tremor
  • Gerakan tangan, lengan, kaki, dan rahang yang tidak berirama
  • Kekakuan otot pada lengan, bahu, atau leher
  • Hilangnya gerakan spontan secara bertahap
  • Penurunan keterampilan mental, perubahan suara, dan ekspresi wajah
  • Postur bungkuk dan tertekuk dengan menekuk siku, lutut, dan pinggul
  • Punya keseimbangan yang buruk saat berjalan
  • Depresi atau demensia

Demensia: Penyebab, Gejala, Faktor Risiko, dan Pencegahannya

Diagnosis penyakit Parkinson

Umumnya, diagnosis Parkinson didasarkan pada gejala umum yang sudah disebutkan. Walau begitu, dokter mungkin akan menyarankan positron emission tomography (PET). 

Pemeriksaan ini bisa mendukung diagnosis dokter. Selain itu, ada beberapa metode konvensional yang mendukung hasil diagnosis, seperti: 

  • Kemunculan dua dari tiga gejala utama
  • Tidak ada tanda-tanda neurologis lainnya pada pemeriksaan
  • Tidak ada riwayat penyebab Parkinson lainnya, seperti penggunaan obat penenang, trauma kepala, atau stroke
  • Tubuh merespons terhadap obat Parkinson, seperti levodopa

Pengobatan penyakit Parkinson

Sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Parkinson. Namun, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejalanya. Itu sebabnya, perawatan yang direkomendasikan akan berbeda dari orang ke orang karena tergantung pada gejala dan seberapa baik perawatan bekerja. 

1. Penggunaan obat-obatan khusus

Penggunaan obat untuk mengatasi Parkinson terbagi menjadi dua jenis, yaitu perawatan langsung dan mengendalikan gejala. Bila perawatan langsung menargetkan penyakit ini, perawatan gejala hanya mengobati efek tertentu dari kondisi neurologis ini. Berikut daftar obat yang biasa diberikan dokter. 

  • Levodopa untuk diubah menjadi dopamine di otak. 
  • Agonis dopamin yang bekerja meningkatkan kadar dopamine. 
  • Inhibitor MAO-B untuk menjaga kadar dopamine dengan menghambat enzim pengurai. 
  • Antikolinergik untuk mengatasi beberapa gejala motorik. 

Perlu diingat, setiap orang mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap obat-obatan di atas dan penggunaan obat juga harus diawasi oleh dokter. 

2. Deep brain stimulation (DBS)

Deep Brain Stimulation (DBS) adalah metode medis di mana elektroda kecil ditempatkan di otak dan dihubungkan dengan perangkat yang ditanamkan di bawah kulit. Perangkat ini mengirimkan sinyal listrik ke otak untuk mengatur aktivitas saraf yang tidak normal, yang menyebabkan gejala Parkinson. 

DBS digunakan ketika obat tidak lagi efektif mengendalikan gejala atau mengatasi efek samping obat yang sulit. Meskipun tidak menyembuhkan, DBS dapat mengurangi tremor, kekakuan otot, dan masalah gerakan lainnya yang terkait dengan apa itu penyakit Parkinson. 

Ini memberikan perbaikan penting pada kualitas hidup pasien yang gejalanya sulit diatasi dengan obat-obatan saja. Pemilihan pasien yang tepat dan persiapan yang cermat sangat penting dalam menjalani DBS.

3. Mencoba pengobatan eksperimen

Tidak hanya obat dan DBS, ada beberapa pengobatan yang masih dalam eksperimen untuk mengobati Parkinson. Salah satu contohnya adalah terapi gen, yaitu ketika materi genetik dimasukkan ke dalam otak untuk merangsang produksi dopamine. 

Sementara itu, metode lain melibatkan pemakaian sel punca untuk meregenerasi sel-sel otak yang rusak. 

Eksperimen lain mencakup penggunaan teknologi seperti gelombang suara atau stimulasi cahaya untuk merangsang aktivitas otak yang bermasalah. 

Pengobatan di atas memang masih dalam tahap awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, eksperimen-eksperimen ini menunjukkan potensi untuk memberikan terobosan dalam pengobatan penyakit Parkinson dan mengurangi gejalanya secara lebih efektif.

Itu tadi beragam informasi seputar apa itu penyakit Parkinson yang perlu kamu ketahui. Jika mengalami dua atau tiga gejala yang sudah disebutkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 


Penulis: Nabila Azmi

Your Cart

Belum ada Pesanan

Belum ada produk di keranjang

Order produk kami di halaman Shop

Lihat Shop